Majapahit antara Fakta, Legenda dan Ilusi?


Prolog dulu ya … Fakta: adalah nyata adanya, sedang Legenda adalah cerita atau dongeng rakyat yang belum tentu benar adanya dan berkaitan tentang asal muasal, sedang Ilusi adalah tipuan yang sengaja dibuat untuk mencapai suatu tujuan.

Dalam pelajaran sejarah, Majapahit selalu disebut sebagai “pilot project” tentang persatuan kepulauan Nusantara untuk menjadi satu Indonesia. Bahkan di tahun 1960-an dijadikan alat pembenar bagi Soekarno untuk memerangi siapa saja yang tidak setuju tentang konsep Negara Kesatuan (bukan Indonesia nya lho ya). Sampai-sampai Malaysia pun siap diganyang karena “kabarnya” juga masuk terpeta dalam kekuasaan Majapahit zaman dulu. Sehingga nggak berhak berdiri sendiri.

JUPe adalah termasuk orang yang “ambigu” terhadap kebesaran Majapahit yang digembar-gemborkan. sah-sah saja to…toh yang ada sekarang ini baru sebatas “teori” bukan fakta aktual arkeologi-antropologi. Teori kan bisa gugur jika ada hipotesa baru yang layak dijadikan teori.

1. Jejak Arkeologis

Jika benar majapahit sedemikian besar seperti yang disebut dalam buku sejarah. Kenapa nggak satu pun ada bangunan monumental yang ditemukan. Ingat!, era Majapahit adalah era kemaren sore (rubuh tahun 1519M) baru 480 tahun yang lampau.

Salah satu dari 2000 Candi dan masih ada ribuan rumah penduduk zaman dulu

Alasan yang sering menjadi pembenar betapa susahnya menemukan reruntuhan Majapahit karena terbuat batu bata merah. Oh ya 8O … lalu bagaimana dengan Ibukota Bagan di Myanmar yang jauh lebih tua tapi masih kokoh padahal lebih usianya tua (masa runtuh 1200 M). Bagaimana dengan Angkor Wat-Kamboja (masa runtuh 1400 M) yang juga terbuat dari Batu Bata merah dan tetap kukuh sampai saat ini.

2. Letak Geografis

Status Majapahit sebagai kerajaan Agraris dengan pusat kerajaan di tengah pulau, menafikan kebesaran armada maritimnya. Ada yang menyebutkan bahwa Majapahit telah mengenal sistem kanalisasi layaknya di Belanda. Tapi mana buktinya?

Padahal Pelabuhan dan Armada Maritim yang besar, kuat, tangguh serta cepat dibutuhkan untuk mengkonsolidasi luasnya kepulauan Nusantara. Peran strategis lokasi pelabuhan juga mutlak diperlukan. Tapi dimanakah letak pelabuhan Majapahit?.

3. Pengaruh Antropologis

Sriwijaya beribukota di tepi sungai dengan status kerajaan maritim baru saya percaya sebagai kerajaan besar. Apalagi peninggalannya terserak sampai ke Kamboja, Vietnam dan Thailand. Seni arsitektur, pakaian adat dan Agama yang sekarang ada di Thailand dan Laos diyakini mutlak bergaya Sriwijaya.

Menilik ke Sungai, Sungai Brantas tentu jauh berbeda dengan Sungai Musi di Palembang. Kalau memang Sungai Brantas juga pernah menjadi jalan lalu lintas kapal, pastilah ada anggota masyarakat Majapahit yang akrab dengan kehidupan  Sungai. Seperti di Musi ataupun di Bangkok.

Tapi kenapa dewasa ini tak satupun kebudayaan penduduk di sekitar aliran sungai Brantas yang berhubungan dengan ke-sungai-an. Saya yakin, nggak mudah merubah masyarakat nelayan menjadi masyarakat petani, begitupun juga sebaliknya.

Yahhh setidaknya dari soal lidah aja lahh, minim sekali (bahkan tidak ada) makanan khas daerah Jawa Timur yang berbahan ikan sungai seperti empek-empek di Palembang. Kecuali paling banter ya digoreng… :mrgreen:

Bukti paling konkrit adalah, tidak adanya influensi kebudayaan Majapahit (Jawa) terhadap kebudayaan daerah taklukanya. Jika memang majapahit pernah sedemikian besar, pastilah  ada sesuatu yang tertinggal di daerah jajahan. Faktanya, masih saja … Dialek Bahasa Papua itu 100% beda total dengan Bahasa Jawa.

Believe it r not.

Sampai saat ini saya masih percaya, Bahwa kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara hanyalah Sriwijaya. Sedangkan Majapahit nggak lebih besar daripada kerajaan-kerajaan di Jawa lainya … yaghh mungkin lebih besar sedikitlah.

Yupp … .  Majapahit hanyalah sebuah ilusi yang digunakan oleh Soekarno untuk melegitimasi sistem “Negara Kesatuan” berdasarkan kisah (yang mungkin dulunya hanya Novel) di dalam kitab Nagarakretagama.

Untuk diskusi lebih lanjut .. monggo …  gabung di wikipedia, klik disini

Tentang iklan-iklan ini

238 thoughts on “Majapahit antara Fakta, Legenda dan Ilusi?

      • Mongol yang di bawah kepemimpinan Jengiskhan, dan khan-khan yang lain…sudah terbukti mempunyai wilayah taklukan yang sangat luaaaassss…..China, sebagian bekas negara-negara Unisoviet, sampai Damaskus/suriah, Iraq, Palestin dan lain2…tapi apakah bahasa Mongol setelah Pasukan Mongol menaklukkan daerah2 tersebut,..secara otomatis trus berpengaruh, dan mampu mempengaruhi bahasa orang Suriah dan Iraq…belum tentu ya…mencaplok, menguasai, menjajah trus terpengaruhinya/terwarnainya bahasa lokal itu bisa jadi satu kesatuan/paket yang niscaya terjadi, belum tentu ya…bahasa arab ya bahasa arab tidak bisa jadi creol bahasa arab+mongol. itu bukti analisa anda ndak benar…belajar lagi lah…

        Suka

  1. Klo ga salah, dahulu jengis khan (Cina) membakar buku di perpustakaan babylonia (Irak). Ribuan buku babylonia dibakar, padahal buku berisi ilmu pengetahuan.
    Jika kerajaan setelah majapahit, membakar seluruh peninggalan majapahit, adakah kemungkinannya bos?
    Trus yang di trowulan itu disisakan buat generasi selanjutnya (ngarang.com)

    Suka

    • sangat mungkin, kalau generasi selanjutnya tidak ingin nama majapahit dikenang lagi supaya hegemoni mereka tidak dirongrong pemberontakan mengatasnamakan pembalasan…. mungkin. sebab banyak situs yang mulai ditemukan mengenai arsitektur tata kota majapahit di Jawa Timur.

      Suka

  2. Bagan juga ditaklukan oleh Mongol,tapi apakah kehancuranya bisa 100persen?, lagipula jarak Majapahit ke masa sekarang kurang dari 500tahun (cuma 7 generasi), rentang masa yg pendek, terus Irak juga masih banyak lho bangunan spektakuler seperti makamnya Abu Nawas :mrgreen:

    Suka

    • Ahh nggak juga … klo dihancurkan oleh Demak
      dalam sejarah silsilah Pangeran Diponegoro. Adiknya pangeran Diponegoro mati setelah 3 hari mengunjungi Borobudur. itu artinya, Borobudur dari dulu tidak pernah terkubur secara utuh, tapi Borobudur sengaja dibiarkan (tidak dihancurkan oleh kasultanan Mataram) oleh masyarakat sekitarnya

      Suka

      • majapahit tidak terkubur total, stupa utama masih terlihat dan dulu disebut bukit batu dan diyakini membawa sial, terutama setelah saudara P.Diponegoro meninggal setelah 3 hari mengunjunginya

        Suka

      • Yang menhancurkan Majapahit adalah kolonial VOC dan karena Majapahit sudah Islam semenjak Brawijya lV tapi disembunykan

        Suka

      • ya beda lah mas…mas…kondisi peperangan memanglah begitu jaman dulu…prajuritnya lawannya dibantai tanpa ampun (kalau tak menyerah), sedangkan kerajaannya diratakan dengan tanah, semua harta dan keluarga diambil paksa, kebanyakan dijadikan budak …namanya juga zaman dulu mas, mas. Demak ini perang sama Majapahit…jadi ya hancur-hancuranlah Majapahit…kalau sama Borobudur kan… gak ada peperangan, gak ada emosi… ngapain pakai acara ngancur-ngancurin segala, kalau kota Majapahit ya memang telah dihancur-leburkan oleh Demak, (ingat sebelumnya mereka terlebih dahulu melakukan perang saudara=paregreg, sehingga wajar kalau dengan cepat kota Majapahit Barat dan Timur itu banyak yang hancur gakk bersisa.

        Suka

    • saking banyak distorsi dalam sejarah ada sebuah anekdot: sejarah tanpa kebohongan tak ada daya tarik. Sreperti angka siluman indonesi di jajah 350 tahun hanya ada dalam narasi bukan keronologis. Kali ini tentang majapahit, coba kita jangan jawasentris, kan kataya lebih luas dari indonesia. bagaimana dengan penaklukan pulau sulawesi dan kepulauan filiphina? sulit kita temukan secara pasti di kawasan tersebut peninggalannya.

      Lain dengan kekuasaan Monggol, memang sedikit peninggalan tapi banyak tulisan tentang kerajaan terseut dikawasan-kawasan taklukannya. Tapi bagaimana menurut orang sulawesi dan philipina tentang cerita penaklukan majapahit? jangan-jangan namanya aja baru dengar.

      Suka

  3. absen… Hehehe… Kalo g salah kata mbah saya dulu, kerajaan majapahit itu MUKSO,alias menghilang, dan suatu saat akan muncul kembali entah berapa puluh tahun lagi… Begitu kata mbahku dulu hehehe…

    Suka

  4. Wah denmaz, sungguh saya perlu kaji lebih jauh lagi. Trus seandainya itu untuk kepentingan Soekarno, siapakah pengarang fiksi nan hebat ini??????

    Suka

    • Semuanya karena ke-egois-an “seseorang” yang memaksakan ideologi “negara kesatuan” dibanding “Negara Federasi” … yahh mmungkin karena ingin kekuasaan yang luas, lalu mendapat legitimasi dari kisah dalam kitab “negarakertagama” yang ditemukan di Istana Raja Lombok

      Suka

  5. Ikut nimbrung ini ane copy dari tulisan Pak Awang (ahli geologi dan sejarah)

    Dalam sejarah terdapat tesis bahwa kerajaan yang berhasil adalah
    kerajaan yang menguasai seluruh aliran sungai dari hulu sampai hilir
    sebab ini mengkombinasi pedalaman yang agraris dan muara sungai sampai
    laut yang maritim. Sejarah Indonesia telah membuktikan kerajaan-kerajaan
    yang berhasil semacam itu, yaitu Kahuripan Erlangga, Singhasari
    Kertanegara, dan Majapahit Raden Wijaya-Hayam Wuruk.

    Indonesia masa kini : sektor agraris terbengkalai sehingga kedelai dan
    beras harus diimpor, laut yang luas banyak didatangi kapal2 asing
    pencuri ikan dan tepi wilayah lautnya dirongrong terus banyak negara
    tetangga mengganggu kedaulatan wawasan Nusantara. Seharusnya kita
    menggali kembali kejayaan masa lalu. Masa lalu adalah benar bahwa
    “jalesveva jayamahe” – justru di laut kita jaya !

    Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, laut menghubungkan
    sekitar 17.000 pulau-pulaunya. Maka, seharusnya budaya bahari mengakar
    kuat di setiap manusia Indonesia.

    Kejayaan bahari pertama dalam skala besar ditunjukkan oleh Kerajaan
    Sriwijaya. Bagaimana konstruksi kapal mereka saat itu (abad ke-7) bisa
    dilihat di sebuah relief di dinding Candi Borobudur yang terkenal itu.
    Van Erp, seorang ahli arkeologi zaman Belanda di Indonesia, pernah
    khusus mempelajari sebelas relief kapal laut di candi Budha terbesar di
    dunia ini. Ia berkesimpulan bahwa kapal2 itu dapat digolongkan ke dalam
    tiga kelompok : perahu lesung sederhana, perahu lesung yang dipertinggi
    dengan cadik, dan perahu tanpa cadik.

    Bagaimana Sriwijaya bisa menguasai lautan Nusantara di wilayah seluruh
    Sumatra sampai Malaya sekarang adalah karena kebijaksanaannya dalam
    memperkerjakan suku Orang Laut yang piawai dalam teknologi pembuatan
    kapal dan strategi perang laut. Suku Orang Laut mendiami daerah muara
    sunga-sungai dan hutan bakau di pantai timur Sumatera, Kepulauan Riau,
    dan pantai barat Semenanjung Malaya. Waktu itu, Sriwijaya telah berhasil
    menjadi kekuatan perdana dalam sejarah Nusantara yang mendominasi
    wilayah sekitar perairan timur Pulau Sumatera, yang merupakan jalur
    kunci perdagangan dan pelayaran internasional (sampai saat ini). Ia
    bergerak ke perairan Laut Jawa untuk menguasai jalur pelayaran
    rempah-rempah dan bahan pangan hasil pertanian.

    Sayang, Sriwijaya hanya negara maritim dan bukan agraris juga, maka ia
    tak bertahan lama. Seperti saya sebutkan di awal, pengalaman sejarah
    menunjukkan bahwa kota pelabuhan harus ditopang oleh hasil pertanian
    yang menjadi komoditas unggulan dari wilayah pedalaman. Ketangguhan
    agraria dan maritim adalah pilar-pilar utama untuk kejayaan Nusantara.

    Ketangguhan agraris dan maritim pertama kali ditunjukkan oleh Singhasari
    di bawah pemerintahan Kertanegara pada abad ke-13. Cikal bakal kerajaan
    ini sejak abad ke-10 oleh Medang, Kahuripan, lalu Kediri telah punya
    basis yang kuat menguasai seluruh aliran sungai Brantas dari hulu sampai
    hilirnya, meramu kekuatan agraria dan maritim. Maka saat Kertanegara
    tampil, politik ekspansinya menguasai lautan Nusantara menjadi mulus.

    Dalam Kakawin (babad, cerita, kitab) Negarakertagama Kertanegara telah
    mendengungkan perluasan cakrawala mandala ke luar Pulau Jawa, yang
    meliputi daerah seluruh dwipantara. Dengan kekuatan armada laut yang
    tidak ada tandingannya, pada tahun 1275 Kertanegara mengirimkan
    ekspedisi bahari ke Kerajaan Melayu dan Campa untuk menjalin
    persahabatan agar bersama2 dapat menghambat gerak maju Kerajaan Mongol
    ke Asia Tenggara. Tahun 1284, ia menaklukkan Bali dalam ekspedisi laut
    ke timur. Dua pilar utama kekuatan agraris dan maritim telah membawa
    Kertanegara menaklukan : Pahang, Melayu, Gurun (Indonesia Timur),
    Bakulapura (Kalimantan BD), Sunda, Madura, dan seluruh Jawa. Sekalipun
    lautan menjadi perhatian utamanya, Kertanegara tidak pernah “luput ing
    madal” (lupa daratan), ia memperkuat sektor agrarianya.

    Puncak kejayaan bahari tercapai pada abad ke-14 ketika Majapahit
    menguasai seluruh Nusantara bahkan pengaruhnya meluas sampai ke
    negara-negara asing tetangganya. Kerajaan Majapahit di bawah Raden
    Wijaya, Hayam Wuruk, dan Gajah Mada telah berkembang pesat menjadi
    kerajaan besar yang mampu memberikan jaminan bagi keamanan perdagangan
    di wilayah Nusantara.

    Visi dan keinginan kuat untuk membangun kerajaan yang mengedepankan
    kekuatan maritim dan agrarian telah menjadi tekad Raden Wijaya, anak
    menantu Kertanegara. Visi itu diwujudkan dengan memilih lokasi ibukota
    Kerajaan Majapahit di daerah Tarik di hilir sungai Brantas dengan maksud
    memudahkan pengawasan perdagangan pesisir dan sekaligus dapat
    mengendalikan produksi pertanian di pedalaman.

    Penyatuan Nusantara oleh Majapahit melalui ekspedisi2 bahari dimulai tak
    lama setelah Mahapatih Gajah Mada mengucapkan sumpah Palapa yang
    terkenal itu pada tahun 1334 : tan amukti palapa, “Sira Gajah Mada
    pepatih amungkubumi tan ayun amukita palapa. Sira Gajah Mada lamun huwus
    kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring
    Seram, ring Doran, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring
    Bali, Sunda, Palembang,Tumasik, samana ingsun amukti Palapa”

    Ekspansi bahari ini tercatat dalam Negara Kertagama anggitan Mpu
    Prapanca pada tahun 1365. Buku ini membagi wilayah kekuasaan Majapahit
    dalam empat kelompok wilayah : (1) wilayah2 Melayu dan Sumatera : Jambi,
    Palembang, Samudra dan Lamori (Aceh), (2) wilayah2 di Tanjung Negara
    (Kalimantan) dan Tringgano (Trengganu), (3) wilayah2 di sekitar Tumasik
    (Singapura), (4) wilayah2 di sebelah timur Pulau Jawa (Bali, Nusa
    Tenggara, Sulawesi, Maluku sampai Irian). Daftar lengkap nama2 wilayah
    taklukan Majapahit tersebut ada di buku Fruin-Mess (1919) “Geschiedenis
    van Java” halaman 82-84 (Fruin-Mess mengumpulkannya berdasarkan
    Pararaton, Negara Kertagama, dan Hikayat Raja-Raja Pasai). Fruin-Mess
    (1919) menulis di halaman 84 (diterjemahkan dari bahasa Belanda),
    “Dengan demikian, orang akan melihat bahwa luas wilayah Majapahit kurang
    lebih sama dengan wilayah Hindia Belanda dikurangi dengan Jawa Barat
    karena dalam daftar tak disebutkan nama Pasundan”

    Bahkan juga terungkap dalam catatan sejarah bahwa pengaruh Kerajaan
    Majapahit telah sampai kepada beberapa wilayah negara asing : Siam,
    Ayuthia, Lagor, Campa (Kamboja), Anam, India, Filipina, China.

    Keberhasilan Kerajaan Majapahit mewujudkan visi Sumpah Palapa, selain
    dibakar semangat kebangsaan patriotik di bawah komando Mahapatih Gajah
    Mada, juga banyak disumbang oleh keberhasilan Majapahit dalam
    mengembangkan teknologi bahari berupa kapal bercadik yang menjadi
    tumpuan utama kekuatan armada lautnya. Gambaran model konstruksi kapal
    bercadik sejak zaman Sriwijaya, Singhasari, dan Majapahit telah terpahat
    rapih pada relief Candi Borobudur seperti diterangkan di atas. Armada
    laut Majapahit ini didukung oleh persenjataan andalan berupa meriam
    hasil rampasan dari bala tentara Kubilai Khan ketika menyerang Kediri
    (atas tipudaya Raden Wijaya) dan roket (sekarang peluru kendali) yang
    ditiru Majapahit dari peralatan perang Kubilai Khan itu. Peralatan
    militer Majapahit ini dapat dibaca lebih lanjut di buku Jawaharlal Nehru
    (1964) : A Glimpses of World History – Oxford University Press, New
    York, atau Pramudya Toer (1998) : Hoakiau di Indonesia – Garba Budaya,
    Jakarta. Sementara kapal2 armada zaman Sriwijaya-Singhasari bisa dilihat
    di buku Anthony Reid (1996) : Indonesian Heritage : Early Modern History
    – Archipelago Press, Jakarta, atau Djoko Pramono (2005) : Budaya Bahari
    – Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

    Tradisi Kerajaan Majapahit tidak banyak mendirikan candi, di pusat
    kerajaannya pun dan di seluruh Jawa Timur tak banyak candi yang
    ditinggalkannya, tak sampai lima candi telah ditemukan (misalnya candi
    Tikus di utara Tulung Agung dan Bajang Ratu di Trowulan), itu pun sangat
    sederhana, terbuat dari bata merah, tanah lempung yang dibakar; berbeda
    dengan candi-candi Mataram Budha, Hindu atau Syiwa di Jawa Tengah yang
    raja-rajanya gemar mendirikan candi yang massif dan besar terbuat dari
    batuan andesit. Maka, di wilayah pusat Kerajaan Majapahit pun langka
    ditemukan candi2 atau bentuk bangunan peninggalan lain, apalagi di
    daerah taklukannya. Kalaupun ada, seberapa besar daya tahan bangunan
    terbuat dari bata merah dibandingkan andesit ? Bukti2 wilayah penaklukan
    Majapahit tercatat dalam babad-babad sejarah yang sezaman atau hampir
    sezaman dengan periode penaklukannya.

    Demikian, semoga kejayaan bahari masa lalu membuat kita menghargai
    lautan dan sekitar 17.000 pulau yang menyusun Nusantara.

    Suka

    • saya lebih memilih menyebut bahwa faktanya: Majapahit hanya menjalin diplomasi dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara, bukan menaklukan (hal yang kemudian diolah menjadi fiksi dalan Negarakertagama)
      Buktinya: Menurut Negarakertagama (versi majapahit dong) Adityawarman adalah raja boneka pada Kerajaan Melayu
      Sedangkan menurut prasasti di kuburajo Adityawarman memang berayah orang Majapahit tapi lahir di Melayu. Ayahnya melarikan diri setelah gagal menggulingkan raja Majapahit, lalu memperistri putri dari kerajaan Melayu. Selama menjadi Raja, Adityawarman hanya berhubungan baik dengan Majapahit dalam rangka membendung serangan mongol
      nahhh beda to?

      Suka

    • hmmmm,,,, mungkinkah majapahit sanggup menaklukan dan menguasai Maluku??? Bukti sejarah lebih nyata dari catatan Portugis, Belanda dan China, terdapat 2 kesultanan terkuat yang mengusai laut bahkan sampai wilayah tengah Indonesia dan kepulauan Marshall di Pasifik, bahkan menjadi satu-satunya kesultanan yang mampu mengalahkan penjajah Portugis dan mengusirnya tanpa pernah berani untuk kembali? ada kah bukti Majapahit menunjundukan Ternate dan Tidore, walaupun hanya peninggalan budaya, sepertinya tidak. Bahkan sebelum adanya kesultanan Tidore dan Ternate juga sudah berdiri kerjaan Jailolo yang kuat, tidak ada tanda atau catatan pengaruh Majapahit di kerajaan tersebut. Alasan Sukarno meminta Papua pun lebih karena Papua merupakan wilayah kesultanan Tidore, karena jika menggunakan asumsi pernah dikuasai Majapahit justru akan merepotkan pembuktiannya di dunia internasional. Yaahhh,,, sejauh ini hanya kesultanan Ternate dan Tidore yang merupakan kerajaan penakluk di nusantara, bahkan menaklukan penjajah asing yang lebih modern, sayang hal ini tidak menjadi perhatian untuk dijadikan cambuk pembangunan Indonesia Timur

      Suka

  6. angkor wat terbuat dr batu, kayak candi borobudur (kata temen yg pernh ksana).
    Wah kecolongan nich, iya ya tdk ad bukt majapaht d luar jawa, kalo djawa timur bnyk bgt, d mojokerto bnyk, d probolinggo ad candi jabung yg terbuat dr bata merah.
    Tp ad bukt kalo kekuasaannya ampe luar negeri yait pernikahn raja brawijaya dg putri campa (jadi selir), sektar kamboja, n ini membuktkn bahwa campa tunduk kpd majapahit coz kalo kduduknnya sjajar biasanya jadi ratu, ini salah satu bukti loh…
    But pengamatan yg bagus! Like this!

    Suka

    • Ibunya Raden Fatah Syarifah Zaenab binti IBrahim Asmorokondi ….bukan Selir Brawijya Istri syah nya diamanatkan kepada nya sebelum Ayahnya Raden meninggal dunia, sudah berpesan agar kelak jika Abdulah Ayahnya RadenFattah. Diketahui bahwa sebelum menikah dengan Brawijaya 4 ini Syarifah Zaenab sebelumnya sudah pernah menikah dengan Seorang Sultan dari Negara Champa (sekarang Vietnam Selatan) yang bernama Sultan Abdullah Umdatuddin Azmatkhan. Dari hasil pernikahan ini lahirlah seorang anak yang bernama Sayyid Hasan yang kelak dikemudian hari menjadi Raden Fattah yang menjadi Pendiri Kesultanan Demak.

      Suka

  7. negarakertagama adl sbuah karya sastra yg isinya ketika dcri tempat2nya benar2 ad. Kalo memang hanya novel, knapa kronik cina jga menyebutkn daerah yg sama, ap dulu mreka kompakn?!, he he
    trus terkait sriwijaya, ampe skrg msh jd perdebtan perkiraan letak pust kerajaannya. Jambi ato palembang.
    Ya begtulh sejarah, masng2 punya versi, yg perlu kta sadari adl kta hrus terus mencari bukti, bukti n bukti.

    Suka

      • yang beda adalah bukti penampakannya kang. o iya, di indonesia itu ada sejarah yang jadikan legenda n ada legenda yang di sejarahkan. Contoh legenda yang disejarahkan adalah ‘misteri gunung merapi’. Contoh sejarah yang dilegendakan adalah ‘damarwulan’.
        Maka dari itulah jika ga’ ada buktinya baru bisa dikatakan negarakertagama HOAX, he he he, berhubung sampai saat ini, telah ditemukan bukti2 yang disertai penjelasan yang masuk akal, maka negarakertagama adalah sumber sejarah.
        satu lagi, tutur tinular tidak disebutkan dalam ‘kronik china’ kang, he he he

        Suka

    • Bukti-bukti keberadaan kerajaan Sriwijaya daspat diketahui dari prastasi-prastasi yang ditemukan di daerah-daerah yang pernah menjadi wilayah Kerajaan Sriwijaya.

      Prasastasi-prasastasi itu ditulis dengan menggunakan huruf Palawa dan berhasa Melayu Kuno.

      Prasasti itu diantaranya adalah Prastasi Kedukan Bukit tanggal 16 Juni 682 Masehi di Palembang ditemukan di tepian Sungai Talang dekat Palembang
      Prastasi Talang Tuo tanggal 23 Maret 684 Masehi ditemukan di daerah Talang Tuo sebelah barat Palembang di Palembang
      Prastasi Telaga Batu abad ke-7 Masehi ditemukan dipinggiran kota Palembang di Palembang
      Prastasi Kota Kapur tanggal 28 Februari 686 Masehi yang ditemukan dekat sungai Menduk di Pulau Bangka.
      Prasasti Palas Pasemah abad ke-7 Masehi ditemukan ditepian Sungai Pisang di Lampung Selatan
      Prasasti Karang Brahi abad ke-7 Masehi di Jambi
      Prasasti Sojomerto abad ke-7 Masehi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah
      

      Suka

  8. dkisahkan bahwa adityawarman bersama dg gajahmada menaklukkan pulau bali. Dia pernah menjadi wrddha-mantri d majapaht dg gelr arya dewaraja pu aditya. Stlah dia menjadi raja d melayu, dia tetap menganggap dirina sbg sang mantri d majapht n mengaku msh sdarah dg rajapatni. Nah lo! Tp bsa saja ini dlakukn untk menjga hub baik dg mjpht n menghndari serangn cina. Nah lo! Brarti te2p melayu mencri perlndungn trhdp majapaht, kalo gtu wajar donk mjpht nganggap melayu adl daerahnya, he he… Cmiiw!

    Suka

    • Yang anda paparkan itu adalah kisah dalam negarakertagama
      lain lagi klo yang di prasasti kuburajo
      silahkan dicari di wikipedia atau wapedia
      Faktanya, selalu ada kontradiksi antara kisah di negarakertagama dengan prasasti-prasasti lokal peninggalan kerajaan Nusantara

      Suka

      • yup anda benar, sejarah memang penuh dengan kontradiksi, apalagi menyangkut sejarah politik. Sampai detik ini, sejarah selalu menyangkut kepada Penguasa.
        Jangankan yang sudah lama berlalu, yang terjadi aja, penuh dengan kontradiksi, misalnya Timor Leste, saya yakin sampai detik ini mereka tidak akan mengakui bahwa mereka pernah bergabung dengan Indonesia, pasti mereka menulis dalam lembaran sejarahnya bahwa Indonesia menjajah mereka.
        So wajar jika sejarah penuh dengan kontradiksi, debateble, bahkan saling mematahkan. Tapi yang terpenting adalah BUKTI harus jelas kang…
        nice share kang!!!!!!

        Suka

  9. wah saya nggak pernah berpikir seperti itu, kalo memang begitu adanya, berarti parah banget, penipuan ilmu kepada anak2 bangsa, walah2, harusnya jangan dilebay-lebaykan kalo emang nggak segitu dahsyat si majapahit haha, entahlah..

    Suka

  10. Absolutely agree!!!

    Sudah lama gw merenungkan hal ini Bro!

    Kalau kita jalan-jalan ke Malang dan sekitarnya, sisa-sisa kerajaan Singosari masih banyak jejaknya.
    Tapi di seluruh Jawa Timur hampir tidak ada sisa-sisa jejak kebesaran kerajaan Majapahit yang notabene lebih muda usianya.

    Kebesaran Singosari memang tidak terbantahkan. Ingat, pasukan dari Cina datang ke tanah Jawa bukan mengunjungi raja Majapahit tapi raja Singosari!

    Selain letak pusat kerajaan Majapahit dan pola kehidupan agraris yang sangat tidak masuk akal bisa menguasai maritim, sisa-sisa peninggalan kapal dan budaya membuat kapal yang sanggup mengarungi lautan luas dan mengangkut ribuan prajurit tidak ada yang tertinggal sampai detik ini sebagai bukti kebesaran Majapahit.
    Bahkan dalam “fiksi” Negarakertagama pun tidak pernah disebutkan siapakah nahkoda tangguh yang memimpin armada laut kerajaan Majapahit.

    Gw percaya bahwa kerajaan Majapahit itu pernah ada tapi hanya merupakan kerajaan kecil yang tidak lebih besar dari kerajaan Singosari maupun Mataram.

    Bahwa kisah patih Gajah Mada dengan sumpah palapa-nya ada tertulis di kitab Negarakertagama memang ada, tapi tidak ada bukti dari sumber lain yang menjadikan kisah ilusi di Negarakertagama tersebut layak disebut sebagai fakta sejarah kebesaran Majapahit.
    Semua orang berhak mengklaim dan membuat sumpah besar tapi butuh pengakuan de facto & de jure dari sumber diluar pihak orang tersebut yang mengukuhkan kebenarannya.

    Suka

    • istana dan wilayah penting majapahit adalah malangkusiswara, kebalen. kepanjen; sengguruh, tumapel, alunalun . nama pangeran putri majapahit dinamai nama kota singasari. misal sang kepanjen, sang sengguruh dan lain ini misalnya. nama kampung dan kota itu sering dijadikan nama bangsawan. bahkan kotawaringin, kalteng.

      Suka

      • majapahit bertugas menyatukan semua wilayah mertuanya(sri kertanegara) bersama para saudara dan iparnya. mereka semua adalah satu saudara sejak jaman kutai, catatan negara majapahit dan cierebon, solo, jogya telah menyebutkan majapahit bertugas melanjutkan kerajaan besar lain. majapahit mencatat …. …………………………………………………………………………………………………………………………………………………hening cipta sejenak…………………. …………………………………………………………………………………………………………………… telah ada banyak ibunegeri/ kerajaan cikal bakal majapahit dan banyak yang telah runtuh baik oleh kuasa alam maupun peristiwa kemanusiaan. untuk masalah sulawesi tolong tanyakan betul pada yang ahli yang paham bahwa suatu hubungan tanah jawa dan sulawesi. misal kerajaaan gowa dan bone , toraja, minahasa, poso, luwu. perubahan politik indonesia di atas tahun 1947 dan 1963 membuat sejarah dan pemulihan budayadan ahli ahli sejarah , ahli ahli budaya , pemangku adat lama …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….hilang. kebudayaan dan agama asli indonesia tersudutkan sangat tajam.

        kembali lagi pada masalah singasari, majapahit malanjutkan cita cita luhur para pendahulu bahkan jauh sebelum sri kertanegara bahkan sri jayabaya ataupun sri airlangga. mereka akan mendirikan kesatuan indonesia dan asean dalam bahasa majapahit adalah nusantara dan mitrekasatata. prasasti juru pengambat di jawabarat merupakan catatan kaitan sunda dan jawa.

        Suka

  11. Kalau saya coba beranalogi begini mas bro?
    stu hal yang patut dipertimbangkan adalah ketika di bagdad Mongol menghancurkan bagdad tapi masih bnyak peninggalan? Jawaban masuk akal adalah agama masih sama, mongol setelah masuk menjajah Bagdad mereka masuk Islam, wajar kalau peninggalan masih banyak. Mereka nggak ada misi Agama, hanya murni misi kekuasaan.Dan yang perlu dictat paling banyak yang dihancurkan bukan bangunan, tapi penduduk dan tentara. Berbagai tempat terdapat menara kepala manusia dengan satu menara kurang lebih 70 ribu tumpukan kepala. KE dua yang jadi sasaan adalah perpustakaan baitul hikmah.
    Bagaimana dengan kamboja dan miyanmark, merka juga tidak terlalu besar perbedaan misi agama dengan kekuasaan setelahnya
    Nah majapahit ini, orangnya saja diusir ke tengger, ke bali, bagaimana dengan bangunannya, ya sebagaimana ekspansi Islam lain tempat, kebanyakan dihancurkan. Terkecuali seperti borobudur kenapa masih utuh, toh
    ketika itu borobudur bukan kerajaan, dan bukan simbol kekuasan makanya tak terlalu diriaukan.
    Adapun pengaruh budya, ya lihat bagaimana orang bali dan orang tengger berpakaian, kalau pada makaek gamis itu wajar, coba saja lihat sampean kecil jarang sekali orang memakai Jilbab, apalagi mak-mak, nah baru 20 tahun berlalu sekarang mulai gadis ampek mak-mak pada pakek jilbab.
    satu hal lagi lihat ada kemiripan pakaian jawa kun dengan thailand kuno, pasti itu ada hubungan historinya.

    Lalu bahan justru berbalik, kalau semua itu hanya ulah era sukarno, untuk egitimasi kekuasaan justru bukti dari dugaan ini sangat lemah dan bahkan lebih lemah dari bukti kebesaran majapahit, walau saya sendiri mengakui kelemahan bukti Majapahit, tapi analisa ini buktinya sungguh lebih lemah dari majapahit.
    ————————–
    ha jadi gimana pendapat sampean kalau ada orang ngeyel seperti yang saya kemukakan di atas.

    Suka

      • satu hal yang patut jadi pertimbangan untuk menyangkal bahwa ini rekayasa sukarnao begini: Bapapkku pada zaman perang kemerdekaan sudah swusia kurang lebih 25an tahun, nah rumor majapahit itu belum sedikitpun dikembangkan sukarno, ha wong merdeka aja belum, tapi kebesaran majapahit sudah melekat dibenak bapakku dan mbahku yang 100 tahun lebih tua dari sukarno juga berkata demikian bahkan kerisnya ampek sekarang masih ada, dulu keris itu dipakek untuk perang 10 nov di surabaya saksi hidupnya masih ada

        Suka

    • setuju bos mengenai kasus borobudur, borobudur jika diibaratkan seperti menara eifel, dulu saat perancis diduduki jerman, jerman tidak menghancurkannya, tapi jerman hanya mencari dokumen pemerintahan dan militer kemudian menhancurkan apa saja yg ada dalam dokumen tersebut… :)

      Suka

    • pemberian nama singapura dilakukan oleh hayam wuruk, diakui sendiri oleh org singapura, setelah pasukan majapahit dipimpin nala mendarat di sana, mohon koreksi kalau sy keliru

      Suka

  12. Klo Majapahit besar itu ada, sudah pasti, tapi apakah sampai menguasai Nusantara?, kayaknya enggak deh, lha wong usianya aja berbenturan dengan Samudera Pasai
    Samudera Pasai (Berdiri 1267M – 1561M)
    Majapahit (Berdiri 1293M – 1500M)
    Apakah Samudera Pasai rela tunduk terhadap kerajaan yang berlainan ideologi?

    Suka

    • coba di cek kapan masa kejayaan samudra pasai n kapan masa kejayaan majapahit. Hal ini sama seperti Majapahit dengan Demak. demak berdiri, majapahit masih ada kang! kemudian Demak mulai ekspansi/meng-islam-kan majapahit. tapi yang perlu diketahui bahwa ‘bahkan ketika muncul chandrasengkala sirna ilang kertaning Bhumi, majapahit tidak benar-benar hancur kang. Di daerah ane, ada peninggalan trakhir majapahit, di puncak gunung argopuro.

      Suka

      • samudra pasai sekitar tahun 1200. majopahit jaya (katanya ) sekitar abad 14M dengan hayam huruk dan gajah mada. seorang sarjana barat yang pertama menyadari hal ini mungkin adalah snouck hurgronje. kalau kita pelajari negarakertagama zaman mojopahit samapai zaman mataram islam babad Tanah jawi, Snouck Hurgronje mengatakan ini cuma cerita yang dibesar2 kan. sampai2 Hikayat Aceh pun ia bilang hanya karangan yang dibesar2kan hingga sampai Danys lombard membantahnya. yang anehnya justru Samudra Pasai yang berhasil menujudkan persatuan Nusantara dengan penyebaran Bahasa Jawinya keseluruh Dunia.

        Suka

      • hmmmm,,,, mungkinkah majapahit sanggup menaklukan dan menguasai Maluku??? Bukti sejarah lebih nyata dari catatan Portugis, Belanda dan China, terdapat 2 kesultanan terkuat yang mengusai laut bahkan sampai wilayah tengah Indonesia dan kepulauan Marshall di Pasifik, bahkan menjadi satu-satunya kesultanan yang mampu mengalahkan penjajah Portugis dan mengusirnya tanpa pernah berani untuk kembali? ada kah bukti Majapahit menunjundukan Ternate dan Tidore, walaupun hanya peninggalan budaya, sepertinya tidak. Bahkan sebelum adanya kesultanan Tidore dan Ternate juga sudah berdiri kerjaan Jailolo yang kuat, tidak ada tanda atau catatan pengaruh Majapahit di kerajaan tersebut. Alasan Sukarno meminta Papua pun lebih karena Papua merupakan wilayah kesultanan Tidore, karena jika menggunakan asumsi pernah dikuasai Majapahit justru akan merepotkan pembuktiannya di dunia internasional. Yaahhh,,, sejauh ini hanya kesultanan Ternate dan Tidore yang merupakan kerajaan penakluk di nusantara, bahkan menaklukan penjajah asing yang lebih modern, sayang hal ini tidak menjadi perhatian untuk dijadikan cambuk pembangunan Indonesia Timur

        Suka

    • terserah kalian saja mau pikir sampai mana ujungnya tapi yang jelas maja pahit tidak pernah menguasai sampai ke kepulauan indonesia bagian timu! sebapa tidak pernah ada cerita orang timor tentang maja pahit dan gajah mada

      Suka

  13. Ada juga keraguan kesahihan akan ”perang bubat”, yang tidak lebih dari syair/kidung..
    Ini tak lebih dari rekayasa pengadudomba antar etnis, ada kelompok yang mencari aman dengan fiksi fiksi sejarah, kemudian mendaptkan keuntungan selanjutnya.

    Dalam hal Majapahit, sepertinya Trowulan besrta isi situsnya bisa menjadi bukti keberadaan Majapahit, kemudian Pelabuhan Gresik, sangat memungkinkan adalah pintu masuk perdagangan saat itu.
    *nambah wengi nambah bingung*

    Suka

  14. lalu bagaimana dengan analisa tentang gajah mada itu beragama islam? Yang nama aslinya adalah gaj ahmada. Memang sejarah di negeri kita ini belum sepenuhnya terungkap secara nyata. Masih ingat tentang pattimura? Di sejarah disebutkan kalo dia nasrani, tetapi dia sebenarnya adalah muslim. Jadi ragu dengan buku2 sejarah era orla dan orba.

    Suka

    • Apakah kerajaan Majapahit adalah Kesultanan Islam,makanya diahancurkan oleh VOC,….agar tidak ada bekas dan sisanya kejayaan Islam seperti Kerajaan Samudra Pasai….??

      Suka

  15. salah satu cara merubah sejarah adalah merubah cara pandang terhadap sesuatu. dan itu berhasil sebagaimana sejarah drakula yang berhasil diputarbalikkan.

    Suka

  16. basar tidaknya majapahit saya tidak tahu karena saya tidak pernah melihat, namun saya percaya kebesaran majapahit. 80% warga bali yg beragama hindu adalah keturunan dari majapahit termasuk saya, sisanya adalah keturunan bali aga yg merupakan penduduk asli bali. banyak peninggalan Pura dari kerajaan majapahit sebagai bukti bahwa meraka itu ada.

    Suka

  17. apakah penaklukan itu selalu identik dengan penguasaan secara militer/perang? bisa saja tho penaklukan itu bersifat de yure, jadi setiap negara taklukan bebas menjalankan sistem pemerintahan mereka sendiri, tapi secara de yure negara itu masuk sebagai wilayah negara majapahit. hmm… mungkin seperti model indonesia saat ini, ada kerajaan ngyukyokarto diningrat yang punya sistem pemerintahan sendiri, tapi tetap sebagai bagian dari negara indonesia. saya rasa jika penaklukan lewat diplomasi, perkawinan, dan semacamnya tentu negara taklukan tidak akan mendapat pengaruh kebudayaan, atau seni bangunan yang signuifikan dari negara penakluk.

    Suka

  18. Namanya penaklukan atau penguasaan wilayah pasti diawali dengan perang & penguasaan militer.
    Apalagi di jaman baheula yang belum mengenal liga negara-negara yang sepakat hidup damai dan membentuk badan / serikat yang mengatur diplomasi antar negara.

    Gw kira inti dari tulisan Bro Amamoto diatas bukan apakah Majapahit itu ada atau tidak, fakta sejarah atau ilusi.
    Yang diangkat adalah apakah kebesaran dan penguasaan wilayah Majapahit memang sebesar yang diajarkan di buku-buku sekolah yang notabene hanya bersumber dari tulisan Negarakertagama.

    Bro Amamoto merangkupnya dalam 3 point alasan.

    Pertama, Jejak Antropologis.
    Intinya hampir tidak ada sisa-sisa puing kerajaan Majapahit bahkan candi yang masih tersisa. Padahal kerajaan-kerajaan yang lebih tua dan katanya lebih kecil masih banyak sisa-sisa candi yang tersisa.
    Mengingat Majapahit adalah kerajaan Hindu, sangat mustahil kalau Raja Majapahit tidak membangun candi megah sebagai tempat peribadatan dan pemujaan terhadap tuhan mereka.
    Kalau dikatakan telah dihancurkan oleh kerajaan Demak, mengapa candi Borobudur & Prambanan masih berdiri kokoh, bahkan candi-candi kecil di gunung Dieng dan daerah Bandungan Semarang masih ada sampai sekarang?

    Kedua, Letak Geografis.
    Trowulan sebagai ibukota kerajaan Majapahit yang terletak di daratan jauh dari laut maupun sungai adalah ciri-ciri kalau kerajaan Majapahit adalah kerajaan agraris bukan kerajaan maritim sebagai syarat mutlak agar suatu kerajaan bisa menguasai nusantara yang adalah wilayah perairan ini.
    Gw tambahkan, faktanya tidak ada catatan sejarah maupun sisa-sisa budaya di tanah Jawa yang menunjukkan kalau nenek moyang kita dulu sanggup membuat kapal besar yang mampu memuat ratusan prajurit dan mampu mengarungi lautan luas. Yang diwariskan sampai sekarang hanyalah seni membuat kapal nelayan yang hanya sanggup mengangkut beberapa orang dan hanya bisa dipakai berlayar di sepanjang pesisir pulau.
    Dengan ukuran seperti itu, kerajaan Majapahit dipastikan hanya sanggup menyerang Madura, Bali, & pulau-pulau kecil di Nusa Tenggara.
    Apakah itu yang dulu disebut nusantara oleh patih Gajah Mada? Mungkin saja…

    Ketiga, Pengaruh Antropologis.
    Yang dijabarkan oleh Bro Amamoto diatas sudah sangat jelas.

    Gw sendiri sudah sangat lama merenungkan hal ini, sejak jaman kuliah dulu.
    Kita perlu kritis terhadap pelajaran sejarah yang ditanamkan sejak bangku SD.
    Jangan sampai kita hidup dalam halusinasi masa lalu dan diketawai oleh negara tetangga yang tidak menemukan sedikitpun jejak antropologis kalau negara mereka pernah masuk dalam wilayah kerajaan Majapahit.

    Suka

    • hahahaha…. ada bukti bahwa Pelaut kita membuat perahu besar kang… bahkan jauh sebelum era majapahit. Di borobudur terdapat relief perahu bercadik. Kemudian ada bukti bahwa pelaut kita (terutama dari daerah sulawesi) sering pergi ke australia n berinteraksi dengan suku aborigin. jaman sriwijaya, pelaut kita berhubungan dengan India kang!. Ingat bahwa jaman dulu, penguasaan maritim adalah hal yang mutlak.

      candi2 di demak, mulai terbengkalai sejak perpindahan pusat kerajaan mataram hindu dari jawa tengah ke jawa timur. mengenai perpindahan pusat kerajaan ini, ada beberapa teori salah satunya adalah bencana alam yang hebat sehingga memaksa mereka pindah dari jateng ke jatim.
      mengenai letak geografis, jangan disamakan dengan letak geografis saat ini kang! Coba lihat peta sejarah. sekali lagi tolong LIHAT PETA SEJARAH, ga usah yang muluk2 dach, peta sejarah buatan M. yasin aja udah cukup, he he he…

      Ingat, yang terpenting dari sejarah adalah BUKTI kang. No Bukti= HOAX.
      Boleh merenung, sembari mencari fakta2 di lapangan, ciba ke UGM, UNAIR, UM (univ. negeri malang), atau kampus2 yang memmpunyai lab. sejarahnya…
      wkwkwkwkkw….
      but nice share kang!
      ane ngotot, karena ane tau bukti2nya, ane pernah mngunjungi hampir sebagian besar candi2 di jatim-jateng, kecuali bro-bro sekalian mempunyai bukti penguat untuk mematahkan teori yang ada, baru dach ane berpindah aliran….

      Suka

    • Benar selalu saja yg disalahkan Demak yg menhancurkan Majapahit padahala bukan sama sekali.

      Serangan Girindrawardhana, Faktor Utama

      Prof. Dr. N. J. Krom dalam buku “Javaansche Geschiedenis” menolak anggapan bahwa pihak yang telah menyerang Majapahit padamasa Prabu Brawijaya V (Kertabhumi) adalah Demak. Tetapi, menurut Prof. Kromserangan yang dianggap menewaskan Prabu Brawijaya V tersebut dilakukan olehPrabu Girindrawardhana. Demikian juga Prof. Moh. Yamin dalam buku “Gajah Mada” menjelaskan bahwa raja Kertabhumi atau Brawijaya V tewas dalamkeraton yang diserang oleh Prabu Rana Wijaya dari Keling atau Kediri.[20] Prabu Rana Wijaya yang dimaksud adalah namalain dari Prabu Girindrawardhana.

      Suka

  19. Ga usah kerajan yg jauh kayak Bone, Goa-Tallo, Pasai. Sunda Galuh yg deket juga belum ditaklukan tuh.

    Dari awal Bung Hatta dah nyaranin buat negara Federasi.
    Sriwijaya dengan daerah yg begitu luas juga bentuknya lebih federasi.

    Suka

    • hadeh… brow… sorry nich ya… yang namax jaman kerajaan.. entu… namax feodal… sriwijaya,,, belum kenal tu yang namax federasi…. sory… nich sekedar nambah info aja…. ya…. peace… oke bro…

      Suka

  20. jawa setelah dinasti syailendra dan dhaha/kadiri tidak lagi memperhatikan kebudayaan dan pengembangan negara..
    Akan tetapi berubah menjadi sebuah empire yg senang mengekspansi daerah takluk-an
    menakluk-kan disini mirip attila the hunt dan sejarah mongol dahulu kala,.. Daerah kekuasaan nya disebut2 sampai ke jazirah eropa asia tengah dan timur tengah..
    Tapi karena meraka hanya menakluk kan tidak meninggalkan atau menduduki tempat tersebut.. Bahasa kasarnya merampok :D
    mungkin dahulu majapahit seperti itu juga
    well itu teori saya pribadi sih..
    Dan pada kemudian hari majapahit menjadi daerah takluk-kan dari china terbukti seluruh komoditi perdagangan dan mata uang majapahit dari emas dan perak gilig berubah menjadi coin perak dan tembaga impor dari china / kepeng
    itu lagi2 tidak berdasar dari mana2 hanya perkiraan dengan fakta2 yg ada sekarang :D

    Suka

  21. bisa iya bisa tidak, yg bikin ane bingung, kok galuh pakuan dijawa barat gak bisa ditaklukan oleh majapahit yg sudah mengusasai seluruh jawa dan pulau luar jawa

    Suka

  22. Maaf,,, kl kekuasaan majapahit itu hanya ceritra buatan empu prapanca, Di pulau Sulawesi tidak ada jejak peninggalan kekuasaan kerajaan majapahit, Kerajaan Majapahit punya kitab Nagarakartagama, Kerajaan LUWU di Sulawesi Selatan juga punya Kitab Lagaligo yg di buat sekitar abad ke-13 M tak sehebat dari kitab Nagarakartagama. Ingin bukti kehebatannya??? 9 Raja di Kerajaan Negara Malaysia adalah Keturunan dari Kerajaan LUWU Sulsel, 3 Kerajaan di Kalimantan Barat (Kerajaan Mempawah, Pontianak dan Sambas) keturunan dari Kerajaan LUWU Sulsel, 1 Kerajaan di Sumatera (Kerajaan Riau) Keturunan dari Kerajaan LUWU Sulsel. Tidak ada Sejarah Kerajaan Majapahit punya turunan di luar pulau jawa, itu artinya bahwa majapahit tidak pernah menaklukkan Kerajaan yg ada di Pulau Sulawesi
    (Sulawesi/Selle’ Bessi/Selebes/Celebes/Keris besi)

    Suka

    • oh ya bro, sekedar info, disulawesi tenggara, pulau buton, ada desa bonelalo/majapahit, disana masih ada bukti peninggalannya. silahkan di cek . makasi..

      Suka

      • Buton di kuasai ternate di masa yg sama dengan cerita majapahit menguasai buton, coba saudara pikirkan, tunduk kepada siapakah buton di era itu, majapahit atau ternate, majapahit tanpa catatan kecuali negarakertagama, ternate bahkan beberapa tutur bahasa dan cerita rakyat dan tercatat jelas dalam sejarah kesultanan buton, yg mana yg fiksi dan mana yang non fiksi

        Suka

    • tapi ada bukti sulawesi tunduk dan takluk pada ternate kan? ingat ng bagaimana Babullah mengajak Raja Makassar masuk Islam dan menghadiahkan pulau selayar yang dulunya kekuasaan Ternate? jadi siapa sebenarnya kerajaan besar itu yang sanggup mengalahkan penjajah asing di nusantara? sampe saat ini yang tecatat cuma kesultanan Ternate

      Suka

      • baru dengar bro,tp mnurut sejarah,,Raja pertama makassar yg masuk islam itu sultan Alauddin,,tp bukan karena sultan Baabullah,mlaitunkan atas ajakan Datu ri bandang dan datu ri patimang,,ulama dari tanah minang,,silahkan di cek ulang sejarahx

        Suka

      • Tahun 1580 Sultan Baabullah mengunjungi Makassar dan mengadakan pertemuan dengan raja Gowa Tunijallo, mengajaknya masuk Islam dan ikut serta dalam persekutuan melawan Portugis dan Spanyol. Sebagai tanda persahabatan, Sultan Baabullah menghadiahkan Pulau Selayar kepada Raja Gowa. Jika selayar, buton, banggai, gorontallo sampai flores tunduk kepada Sultan Ternate, jelaslah Armada kesultanan Ternate lah yang berkuasa di samudera saat itu, dan bisa jadi pelaut-pelaut suku lain belum mengenal navigasi. kesultanan Ternate bahkan menjadi ketua dari tiga kesultanan Islam besar nusantara, yang meliputi samudera pasai, demak dan ternate sebagai 3 yang terkuat di nusantara. Jika di Sulawesi Selatan yang menjadi kerajaan terkuat saat itu adalah kerajaan Luwu, mengapa beberapa daerah Luwu juga menjadi bagian kekuasaan sultan ternate, dan Selayar yang dekat dengan makassar justru menjadi wilayah kesultanan Ternate dan merupakan hadiah buat raja tunijallo agar masuk islam, dan kedatangan datuk ribandang dari minang adalah sepeninggal sultan baabulah, dan setelah itu kesultanan Ternate sibuk menghadapi musuh baru dengan kedatangan penjajah belanda sehingga tidak lagi memperhatikan wilayah kekuasaannya hingga satu demi satu lepas sesuai dengan politik belanda yaitu adu domba dan pecah belah. Sultan Alaudin berkuasa setelah raja tunijallo dan setelah kesultanan ternate sibuk menghadapi Belanda, bisa di cross chek tentang sejarah selayar. banyak sejarah yang dihilangkan untuk menghilangkan kenyataan bahwa orang timur lah yang sebenarnya berkuasa atas nusantara, bukan majapahit yang ceritanya bahkan seperti cerita dongeng karena lokasinya pun tidak jelas, dan orang mojokerto sama sekali tidak punya tradisi melaut krn mmg tidak punya laut dan sampe saat ini pun org mojokerto tdk bisa melaut, makan ikan laut saja mereka muntah bgm bisa mrk berlayar dengan ribuan pasukan dengan bawa beras yg pasti busuk kena air laut, beda dengan org ternate dan maluku yang justru menadikan sagu lempeng sebagai makanan pokok yang bisa tahan bertahun-tahun, sehingga cocok untuk ransum perang, dan tradisi melaut dan menangkap ikan yang sangat kental

        Suka

  23. kalian gak tau sih tau negri belanda gak,kalau mau mempelajari sejarah singosari ampai maja pahit di sana.kita cuma di tinggali rel ama bendungan,rampok ama yg di rampok tentu aja segalanya harta dan ke budayanya di timbun di rumah,apa lagi cuma kekayan budaya tentu aja ludes dong selama 350thn,di sisakan rel ama bendungan tentara RI sih lama banget sembunyinya membetuk kekuatan aja 350 th terlambat dong thu aja perlawanya sisa dari pertempuran eropa ama pasifik dah pasti mereka keyok coba kalu jepang di boom atom ,,,,

    Suka

      • Inggris dan Belanda mengakui bahwa Atjeh ga pernah dijajah dari jaman Samudra Pasai, cuma berhasil diduduki sementara sama Belanda, setelah 350 th dimana sebagian besar daerah lain di RI dijajah.. logisnya Belanda n Inggris aja ga bisa ngejajah seluruh Indonesia dengan teknologinya..
        ya mnurut saya ketua dri kerjasama untuk membendung serangan mongol adalah perwakilan dr Majapahit, bukan berarti menjajah dan menduduki mas bro..
        Ada Purnawirawan RI cerita ke saya bahwa Gajah Mada itu dari Thailand mas bro, tolong dong pencerahannya coz kok dia ngomong bahasa Jawa ya ketika sumpah Palapa??

        Suka

  24. Apa pun yg terjadi di ibarat kan Gajah mada Suharto dan Pak Karno Rajanya di ibaratkan,
    Dalam hal-ini “ORA DISIKI KERSANE SENG KUOSO” setiap hidup udah ada gambaran masa depan dalam cerita pawayangan yg di maksut Pendawa itu rukun ISLAM itu udah di ceritakan Hindia sampai jawa,Kurawa amarah hawa nafsu hidup manusia,di Mesir terdapat relief alat perang deri helikopter,jet,kapal selam dll di bangasa maya terdapat relief sorang astronot dengan pesawatnya di mana bangasa amaerika akan meneliti ruang angkasa hanya mau membuktikan apa benar bulan pernah terbelah
    ternyata yah bulan duluh pernah di belah
    Dalam sejarah pulau jawa udah terkenal sampai arab maupun eropa Teori Plato aja masih melihat apa yg di ceritakn dari India.DI mana terdapat suatu pulau di sebrang lautan atlantik terdapat surga dimana orang2-nya mempunyai hubungan batin yg di maksut di mana Ajaran suatu kepercayan yg bisa jadi Relijinya.
    Jawi sendri berasal dari kata Arab orang-orang dari seberang laut selatan,Anda tau sendri kan di mana china mengirim tentaranya begthu besar di perkirakan Armad pertamanya gak kembali ke China di mana di malah mereka menetap di jawa dan merasa damai di jawa dari pada di negri sendri kan waktu itu cina sendri mendapat serangan besar darI mongolia,lanjut di mana jawa terdapat banyak candi Hindu maupun Budha dan skarang aja banyak musola angap aja pada jaman Hindu Budha berkembang dngan pesatnya dan setiap wilayah punya candi sendri di mana titik pemerintahan isa jadi Majapahit maupun Singasari,Dimana China sendri dengan Armadanya Laksama Cheng Hoo dengan penyebarnya Agama Islam kalau terpaksa dngan perperanagan untuk menyebarkan Islam di dunia.Dan di ceritakan juga Armada China tidak lewat Surabaya tapi lewat semarang di bantu pemberontakn Majapahit di karenakan terjadi perang saudara maupun perebutan wilayah Majapahit dengan Singasari udah ada cerita Damarwulan di mana damarwulan adalah orang muslim dari gujarat Maulana Iskak,tau sendri gelombang peperangan di tanah jawi kalaupun bukti dah hancur,tinggal puing-candi dalam Islam musuhnya akan membangun bangun-bangun yg tinggi isa jadi di mana ajaran hindu terdapat kasta kehidupan dan perbedaan hidup umat manusia ibarat kuda yg lepas dari kekanganya makanya kan ada bukti kebesaran Hindu Budha di tanah jawa,Dan Islam waktu itu Armada Cheng hoo dan Armadanya penyebaranya mereka tidak tanggung-tangung tau Wali9 meraka dari arab dan China yg jawa aslicuma Sunan kali jaga masuk jawa dengan Islam pesat dan terbesar di indonisa makasih,,,AMIN

    Suka

  25. Apa pun yg terjadi di ibarat kan Gajah mada Suharto dan Pak Karno Rajanya di ibaratkan,
    Dalam hal-ini “ORA DISIKI KERSANE SENG KUOSO” setiap hidup udah ada gambaran masa depan dalam cerita pawayangan yg di maksut Pendawa itu rukun ISLAM itu udah di ceritakan Hindia sampai jawa,Kurawa amarah hawa nafsu hidup manusia,di Mesir terdapat relief alat perang deri helikopter,jet,kapal selam dll di bangasa maya terdapat relief sorang astronot dengan pesawatnya di mana bangasa amaerika akan meneliti ruang angkasa hanya mau membuktikan apa benar bulan pernah terbelah
    ternyata yah bulan duluh pernah di belah
    Dalam sejarah pulau jawa udah terkenal sampai arab maupun eropa Teori Plato aja masih melihat apa yg di ceritakn dari India.DI mana terdapat suatu pulau di sebrang lautan atlantik terdapat surga dimana orang2-nya mempunyai hubungan batin yg di maksut di mana Ajaran suatu kepercayan yg bisa jadi Relijinya.
    Jawi sendri berasal dari kata Arab orang-orang dari seberang laut selatan,Anda tau sendri kan di mana china mengirim tentaranya begthu besar di perkirakan Armad pertamanya gak kembali ke China di mana di malah mereka menetap di jawa dan merasa damai di jawa dari pada di negri sendri kan waktu itu cina sendri mendapat serangan besar darI mongolia,lanjut di mana jawa terdapat banyak candi Hindu maupun Budha dan skarang aja banyak musola angap aja pada jaman Hindu Budha berkembang dngan pesatnya dan setiap wilayah punya candi sendri di mana titik pemerintahan isa jadi Majapahit maupun Singasari,Dimana China sendri dengan Armadanya Laksama Cheng Hoo dengan penyebarnya Agama Islam kalau terpaksa dngan perperanagan untuk menyebarkan Islam di dunia.Dan di ceritakan juga Armada China tidak lewat Surabaya tapi lewat semarang di bantu pemberontakn Majapahit di karenakan terjadi perang saudara maupun perebutan wilayah Majapahit dengan Singasari udah ada cerita Damarwulan di mana damarwulan adalah orang muslim dari gujarat Maulana Iskak,tau sendri gelombang peperangan di tanah jawi kalaupun bukti dah hancur,tinggal puing-candi dalam Islam musuhnya akan membangun bangun-bangun yg tinggi isa jadi di mana ajaran hindu terdapat kasta kehidupan dan perbedaan hidup umat manusia ibarat kuda yg lepas dari kekanganya makanya kan ada bukti kebesaran Hindu Budha di tanah jawa,Dan Islam waktu itu Armada Cheng hoo dan Armadanya penyebaranya mereka tidak tanggung-tangung tau Wali9 meraka dari arab dan China yg jawa asli cuma Sunan Kali jaga masuk jawa dengan Islam pesat dan terbesar di indonisa makasih,,,AMIN

    Suka

  26. Ping-balik: Sumpah Palapa dan Negara Kesatuan Majapahit (ilusi Majapahit II) « Amama Ali

  27. Ping-balik: Majapahit vs Samudera Pasai: Siapa Dijajah Siapa? (ilusi Majapahit 3) « Amama Ali

  28. Masuknya islam ke majapahit membawa misi agama dan perbedaan agama (islam Buddha Hindu)sudah terjadi dalam tubuh intern kerajaan Majapahit.dikarenakan hal tersebut raja majapahit dan pengikutnya memilih mengalah sebagian lari ke gunung Bromo,Bali dan Lombok.
    Selain itu Agama Buddha dan Hindu yg dipeluk rakyat Majapahit berdasar pada Karma dan welas asih sehingga mereka memilih untuk tidak terjadi pertumpahan darah dan menyingkir.Setelah berhasil menguasai,kelompok agama baru tsb menghancurkan bangunan2.dokumen2 yg dianggap berbentuk pemujaan berhala,alasan klise yg selalu dituduhkan ke umat lain sampai diera-era berikutnya.
    peace

    Suka

  29. sungai berantas itu awalnya sangat besar, tak mungkin di bantah… itulah sebabnya banyak pelabuhan kecil di brantas jaman dulu… baca hasil analisa pararaton nich… http://rovicky.wordpress.com/2007/03/20/bencana-lusi-di-jaman-majapahit-1297-caka/

    bila anda sudah baca artikel dialamat itu, maka anda akan tahu sebabnya kenapa sungai berantas menjadi kecil, dan terpecah menjadi dua, yaitu sungai kalimas di surabaya, dan sungai porong di sidoarjo… makanya semburan lapindo juga dipercaya gejala alam juga…

    Suka

  30. kakang2 om2 pak de2,tolong ndak usah debat lagi ,saya rasa sebaiknya semua nya bisa berkunjung ke situs peninggalan kerajaan mojopahit yang ada di desa trowulan kecamatan trowulan mojokerto jawa timur ,disana ada museum nya + + + + + ada candi bajang ratu,candi tikus,candi gentong, gapura wringin lawang ,pendopo agung ,kolam segaran dan masih ganyak lagi…mungkin itu bisa menjadi bukti otentik buat om2 pak de2 & kakang2 semuanya….

    Suka

  31. kalau memang kerajaan sriwijaya yang terbesar dan terluas diamasanya , kok gak ada 1 pun peninggalan sejarah , apalagi seperti candi candi yangv ada diajwah. istananya aja gak ada , Ane,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,h .jangan sok ahli sejarah la,
    aku orang suamtera selatan asli 100%

    Suka

  32. bukan mencoba membuat lebih keruh, namun ada sisi lain dari candi2 di jawa tengah yang mungkin saja itu benar (negeri saba), sebagian besar bangunan utama kerajaan majapahit adalah kayu, kemudian dibakar setelah kalah dari demak, sisa2 kerajaan majapahit dari batu bata merah, dan itupun baru dirawat sekitar akhir tahun 50an

    Suka

  33. Ketika Kerajaan Singosari, Menaklukkan Kerajaan Sriwijaya, Otomatis… Daerah Kekuasaan Kerajaan Singosari adalah SELUAS Daerah Kekuasaan Sriwijaya…

    Ketika kerajaan Kediri menaklukkan Kerajaan Singosari… Otomatis… Daerah Kekuasaan kerajaan Kediri seluas kerajaan Singosari…

    Ketika Raden Wijaya, yang menaklukkan Kerajaan Kediri dan MENDIRIKAN MAJAPAHIT… OTOMATIS… KERAJAAN MAJAPAHIT SELUAS KERAJAAN SRIWIJAYA…

    dan kemudian mereka memperluas daerah kekuasaannya setelah itu…

    Maaf… Menurut saya… blog ini isinya lebih banyak OPINI (pendapat penulisnya)…

    Suka

  34. wah.. seru perdebatannya..tapi ane mau komen begini.. sifat penaklukan kerajaan majapahit bukan membangun peradaban di diwilayah jajahan.. majapahit menaklukkan wilayah kemudian menawan pembesar2 kerajaan sebagai jaminan kerajaan tersebut tunduk dan membayar upeti kepada majapahit.. wajar memang mengapa amat minim bukti peninggalan kerajaan majapahit di wilayah nusantara.. namun bukti2 fisik seperti kerangka kapal, makam2 itu masih ada diwilayah sumatera yang menunjukkan keberadaan majapahit.. tapi hal tersebut harus diteliti lebih mendalam lagi.. saat ini kami masih meneliti mendalam tentang kerajaan samudra pasai.. dalam waktu dekat akan menerbitkan buku sejarah samudra pasai terbaru dengan bukti2 yang telah ditemukkan..

    Suka

  35. Gagasan pembuatan kapal datang dari sebuah komunitas Japan Majapahit Association (JPA), kelompok pengusaha di Jepang yang peduli terhadap sejarah dan kebudayaan Kekaisaran Majapahit. “Kapal ini dibuat untuk mengenang kerja sama pasukan Kerajaan Majapahit dengan Kerajaan Jepang saat berperang melawan pasukan Kerajaan Cina di Samudra Pasifik,” kata anggota JPA, Takajo Yoshiaki. Karena itu, ongkos pembuatan kapal yang mencapai Rp 900 juta itu ditanggung pemerintah Indonesia dan Jepang.

    Suka

  36. Sejarah itu hanyalah sbuah opini.. Setiap orang mempunyai pendapat yg berbeda.. Bahkan sejarahwan satu dengan sejarahwan yg lain pasti akan berbeda pendapat..
    Mending nyeritain Kerajaan Mataram Islam aja deh gan yg ane ngerti.. Wkakaaa :D
    Nice share lah pokoknyaaa :)

    Suka

  37. Baca lagi deh di internet, kenapa peninggalan majapahit tidak ada. Arkeologi itu melihat sampai dalam permukaan bumi, bukan cuma diatas tanah saja. Lihat akibat letusan gunung merapi dsb. Cek lagi deh di internet. Salam.

    Suka

  38. Sejak kecil saya yg org jawa srg mendengar kata2 sinis dr tmn2 non jawa dan ada keegoaan suku plg kuat, gagah disitu. Kebanyakan org beranggapan kuat adalah keras , kami org2 jawa terutama jawa timur tdk sperti itu, kl org marah mukulnya ngawur dan membabibuta disertai teriak2 artinya sebetulnya org itu takut.

    Peninggalan majapahit sampai skr bs dilihat beberapa suku di indonesia menggunakan keris utk upacara kawinan walaupun tdk semua, org malaysia sgt mengagungkan keris coba kalian lihat lambang partai umno, partai melayu terbesar di malaysia.

    Org2 jawa itu tdk suka pamer dan apa adanya termasuk dlm berkata kata bandingkan dengan malaysia mengklaim sana sini. Kerendahan hati org2 jawa jg terlihat dr tutup kepalanya yg berupa kain yg diikat sesuai bentuk kepala bulat yg sering kita sebut blangkon, coba bandingkan dgn tutup kepala non jawa di indonesia dan malaysia rata2 tinggi2 apalagi yg di sumatera kl ada org jawa dan melayu tinggi badannya sama tp msg2 memakai topi tutup kepala tradisionalnya, kita semua tahu siapa yg terlihat lebih tinggi kan, itu saja sdh menunjukkan sifat utk terasa lebih tinggi dr yg lain biasanya org2 spt itu tdk bs menerima kenyataan org lain lbh dr dirinya (denial/menyangkal). Anti tesisnya tdk semua negara2 taklukkannya memakai atribu keris bgitu era islam masuk contoh aceh mrk buat rencong yg dr kaligrafi basmalah krn meninggalkan keris sebsgai atribut majapahit yg menguasai sumatera dan membikin identitas baru. Bahkan nama2 org2 melayu kebanyakan dr pengaruh arab: syamsul, fadhilah dll, sdgkan org2 jawa walau sdh islam tetap tdk meninggalkan identitas aslinya namanya masih awalan su spt sukarno, sutikno dll kadang ditambahi muhamad diawalnya tp tetap msh ada identitas jawanya

    Sy pernah dengar bahwa dukun2 dayak yg sakti2 dan bs berdiri diatas daun pohon sj hafal sejarah majapahit dan mrk sgt hormat pd majapahit dan bahkan ada yg mengklaim msh keturunan majapahit, tentu itiu sdh turun temurun dr nenek moyangnya ditanamkan spt itu.

    Majapahit tidak menaklukkan semua jajahannya dgn fisik spt org mongol yg barbar, ada yg cukup digertak saja dan mrk nurut utk jd kerajaan bawahan dan memberikan upeti pd majapahit sdh cukup.

    Menurut saya penaklukan majapahit thd nusantara dilatar belakangi 2 alasan utama: 1 ekonomi 2 utk mencegah mongol msk lg ke indonesia jd menaklukkan negara2 di utara artinya sblm msk tanah jawa mrk sdh berhadapan dgn pasukan majapahit diluar tanah jawa dng mobilisasi org2 negara2 taklukkannya, konsepnya mirip pangkalan militer amerika di timur tengah dan asia

    Awal penaklukan kesluruhan sumatera oleh majapahit jg krn ada sisa2 mongol disana, setelah mongol takluk di jawa timur maka segera dikirim ekspedisi menaklukkan keselurhan sumatera utk membasmi sisa2 mongol

    Suka

  39. Saran saya buat penulis, coba lebih banyak lagi baca literatur sejarah Asia. Coba juga baca bagaimana konsep politik dalam perspektif Hindu dan Budha. Jangan lupa pelajari juga kajian linguistik terutama rumpun bahasa Austronesia.

    Sekedar info, rumpun bahasa-bahasa Nusantara itu terbentang dari Madagaskar hingga Hawaii, dan dari Selandia baru hingga Taiwan. Persebaran bahasa Nusantara yang demikian luas itu terjadi sebelum era kolonialisme Barat. Coba cari kaitannya persebaran bahasa yang demikian luas itu dengan kekuatan maritim nenek-moyang kita.

    Soal Majapahit, jangan terkecoh dengan nama atau istilah yang sebagian besar justru muncul pada era generasi berikutnya.Majapahit hanya kelanjutan dari silsilah kerajaan besar “Jawa”, seperti Sriwijaya, Medang hingga Singasari. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh itu, cobalah rujuk literatur Arab, India, dan Cina. Orang-orang Arab menyebut orang-orang di Nusantara dengan sebutan Jawi. Kelantan yang kini menjadi negara bagian dari Malaysia, pernah dikenal dengan sebutan Yawakote, atau Jawa Kecil.

    Jangan aneh juga, jika Sriwijaya (Yang Anda banggakan itu) sejatinya tak ada beda dengan Jawa. Karena orang-orang Tamil pun menyebut Sriwijaya dengan istilah Javaka yang artinya orang Jawa. Dan jangan aneh pula, jika bahasa Melayu di Palembang yang ditengarai sebagai ibukota Sriwijaya itu sangat kuat dipengaruhi bahasa Jawa, sebagai bukti kuatnya pengaruh budaya-politik kerajaan-kerajaan yang berpusat di Jawa.

    So, jangan terkecoh dengan nama-nama pulau, suku, ataupun kerajaan di Nusantara yang ternyata muncul kemudian.

    Suka

    • yah..setuju..! memang demikian adanya, tidak selalu diperlukan kekuatan militer untuk mendapatkan daulat, sepertinya lebih condong dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas keutuhan nusantara Majapahit.

      Suka

    • sejak kapan SRIWIJAYA jd taklukan Singasari…lalu bahasa palembang walaupun ada kimiripan dgn bahasa jawa tapi gk 100%. Skitr 85,3% adalh campuran dr bahasa lokal yg trsebr di sumatra-selatan. kalau memang KEkuasaan Si MajaPAHIT bgtu luas, rasa nya O..W. WOLTER , Tdk akan Pernah menuliskan buku tebal Tentang “KERAJAAN MARITIM SRIWIJAYA”

      Suka

  40. Special tanggapan dan di tujukan buat Ronggo,

    Kamu kalau bicara jangan asal aja, aku orang banjar kalimantan.

    Tadi kami berbicara seolah-olah orang jawa itu lebih hebat segalanya, apa kamu tau siapa yang duluan takluk dengan belanda, jawa atau kalimantan….

    Apa kamu tau kalau di daerah yang banyak membaur suku-suku orang jawa adalah orang yang notabennya tidak berani atau penakut (sebagaian besar) jika harus berhadapan di dalam perkelahian…..

    Apa kamu tau kalau orang jawa itu lebih percaya mitos dari pada sain (ilmu pengetahuan yang dapat di pertanggung jawabkan) contohnya ki joko bodo aja sering di minta saran oleh orang jawa….

    Mana panglima perang angkatan laut jawa (di masa kerajaan) dan mana contoh kapal armada perang jawa (jaman kerajaan)….

    Orang jawa hanya sakti di dalam film tutur tinular atau wiro sableng saja atau jago kampung saja tetapi kalau sudah membaur di banyak suku maka jawa adalah orang yang paling pengecut…. ha ha ha

    Kalau ronggo sukur saja berbicara di dunia maya kalau sampai ketemu sama aku bisa kupatah-patah lehermu….

    Bisa-bisanya orang dayak kamu bilang bertutur bahwa dayak menghormati majapahit apalagi sampai mengaku keturunan majapahit….

    Perlu kamu ketahui sekali lagi aku orang banjar asli berdarah keturunan Panglima Kesultanan Banjar bergelar Antung dan Kakek dari istriku adalah kepala suku Dayak Kenya. Dan aku bukan orang penakut seperti yang kamu katakan.

    Aku orang melayu dari suku Banjar di Kalimantan Selatan yang sekarang berdiam di Kalimantan Timur…

    Suka

    • Tuhkan, dia orangnya ngomong gak kasar, tapi anda balas kasara.
      toh anda bukan orang dayak, dan bukan dukun dayak?

      Tidak ada kata2 sara yg menyebutkan suku BANJAR atau DAYAK itu penakut.
      dia menjelaskan kalo suku jawa itu budayanya halus, dan penuh kesopanan.
      menjaga tutur kata, dan juga tingkah laku.
      kalo anda ke jogja dan berinteraksi dengan orang2nya pasti anda rasakan bedanya!!
      dan keluarga saya banyak yg menikah dengan orang2 bukan jawa,
      dan memang terasa sekali kalau budaya jawa itu sangat kalem.
      Jalan dihadapan orang tua saja tdk boleh sembarangan.

      dan tidak ada hubungannya ki joko bodo dengan kepercayaan org2 jawa.
      dia bukan budayawan, dia hanya peramal, yg dipercaya dukun yg memiliki ilmu dan peliharaan oleh media2 elektronik!

      dAri perkataan anda, saya sudah bisa menilai kalau anda kasar.
      karna bagisaya perkataan anda kasar
      jadi, kalau anda tidak ingin dinilai kasar, jangan berbicara kasar.
      karena buku yg disegel itu cuma bisa dilihat covernya,
      org yg belum kenal, cm bs nilai dari tampang dan perkataannya!

      Suka

  41. Wah ikutan nih, sekedar menjawab apa yg saya baca……
    1. Seberapa luas Majapahit…?
    Jwb : Memang seluas nusantara. hanya ketika Majapahit menaklukan daerah jajahan, mereka tidak memaksakan daerah taklukannya untuk mengikuti agama, budaya & corak kehidupan di kerajaan Majapahit karena semboyan Bhineka Tunggal Ika. lagi pula mereka menaklukan dengan tujuan perluasan negara agar tidak di ganggu oleh negara lain setelah datangnya pasukan Kubilai Khan di era Singasari. Ingat ,,, konfrontasi Soekarno terhadapa Malaysia & Singapura, di lanjutkan Soeharto dg cara membentuk ASEAN dg tujuan Indonesia lebih berkonsentrasi utk membangun perekonomian, pertanian & pembangunan tanpa adanya gangguan dari pihak luar.

    2. Kenapa tidak ada bangunan yg megah seperti keraton dll?
    Disamping sering terjadinya banjir, longsor dan gunung meletus. di era majapahit saat itu bangunan kebanyakan berbahan baku kayu, seperti pilar, pintu yg berukir, genteng dll. bisa pula kayu2 itu hancur dimakan usia dan habis terbakar akibat perang paregrek dan serangan dari demak. Kota Majapahit banyak terdiri dari rumah padat penduduk yg ditata rapi dan di kelilingi tembok tinggi. Saya asli orang Jombang, dan disini banyak juga peninggalan Majapahit seperti bekas pondasi dan tembok. semuanya rusak gara2 para petani yg kurang mempunyai pengetahuan. Mereka sering menemukan batu bata kuno, tetapi sering dibiarkan begitu saja.

    3, Mengapa kultur masyarakatnya berubah drastis dalam wktu kurang dri 500 tahun?
    Setelah serangan dri Demak dan juga adanya perang paregrek. maka irigasi, parit dsb praktis tidak berfungsi secara maksimal. hal tsb mengakibatkan banyak terjadi bencana sprti banjir & longsor. Praktis majapahit menjadi kota yg tidak produktif lg karena pengairan tidak berjalan baik. Sementara banyak penduduk yg mengungsi akibat perang.

    Suka

  42. Sangat dimaklumi jika Majapahit tidak banyak meninggalkan bangunan-bangunan bersejarah. Spt sifat org Jawa yg “amenang kang tanpa ngasorake” (menang/menaklukan tapi tidak menindas/memperbudak). Orang-orang Jawa banyak mempengaruhi Nuswantara (tmsk Thailand & Champa) melalui budaya. Alhasil alat2 musiknya pun terpengaruh unsur2 alat musik gamelan Jawa meskipun tdk sempurna. Orang2 Jawa memperkenalkan cara bercocok-tanam yg terorganisir dg baik. Senjata tikam khas Jawa yaitu keris jg mempengaruhi sampai ke pelosok Nusantara. Begitu juga budaya makan sirih.
    Dalam manuskrip2 kuno Siam (Thailand) dan Champa (Kamboja-Vietnam) disebutkan mereka harus menghadap ke Jawa setiap tahun. Bahkan Siam berkali-kali meminta bantuan Jawa utk menahan gempuran China.
    Singkat cerita orang2 Jawa kuno telah banyak berguguran di Laut Cina Selatan dan Selat Malaka demi menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa2 di Asia Tenggara umumnya dan Nusantara khususnya.

    Suka

    • Iya gan, menurut ane. Corak budaya thai sama kamboja itu mirip banget sama budaya jawa / bali.

      bisa dilihat dari tatacara dan bentuk aksaranya, baju2 tradisionalnya ( bahkan ane sempet g sengaja ktemu gambar2 tradisional thai, ane kira jawa. Ternata thai ) , tariannya, seni musiknya ( penyanyi perempuan di vietnam cara nyanyinya kyak sinden jawa, ane pernah lihat di youtube ).

      Suka

  43. Yang saya tau Majapahit tidak menjajah tapi mengajak kerajaan2 lain untuk bekerja sama dengan dipimpin majapahit menanggulangi serbuan mongol mungkin ada yang memang dengan paksaan itupun memang majapahit tidak membangun peninggalan sebagai tetenger karena gajahmada lebih melihat kemungkinan kerjasama maritim menghadang bangsa mongol… untuk sunda majapahit memang berusaha merangkul dengan perkawinan kedua penguasa tapi yg terjadi malah perang bubat…

    Suka

  44. to Sultan Hakik
    Tdk perlu marah2, buang2 energi sj. Lebih perbanyak baca literatur2 sejarah Indonesia, serta mengikuti Paguyuban Keraton Nusantara, Insya Allah kita akan semakin mengerti mengapa semangat Nuswantara ini ada dan mengapa Republik ini harus berdiri.
    to All
    Rajin2lah berwisata budaya ke situs2 bersejarah biar bertambah ilmu dan wawasan, drpd hrs hambur2kan energi ke tempat2 dimana kekuatan multinasional menyedot uang kita.

    Suka

  45. Alasan yang sering menjadi pembenar betapa susahnya menemukan reruntuhan Majapahit karena terbuat batu bata merah. Oh ya … lalu bagaimana dengan Ibukota Bagan di Myanmar yang jauh lebih tua tapi masih kokoh padahal lebih usianya tua (masa runtuh 1200 M). Bagaimana dengan Angkor Wat-Kamboja (masa runtuh 1400 M) yang juga terbuat dari Batu Bata merah dan tetap kukuh sampai saat ini.

    Menurut Kitab “Dharmagandul” Penghancuran Majapahit seutuhnya dilakukan oleh Kerjaan Islam Demak Kala itu, Tak hanya dari sisi bangunan2 nya yang bernafaskan Hindu & Budha tetapi pemusnahan aspek yang kental dengan ke dua religius ini secara nyata terjadi.

    Hal ini semata mata untuk keberhasilan berdirinya kerajaan demak yang menjadi maskot penyebaran islam kala itu.

    Suka

    • RI pernah jadi macan asia, sekarang macan ompong. Sama seperti majapah
      sesuatu yg jd buah bibir tu karena dulunya masyur dan exis
      gitu aja ko repot??

      Suka

  46. Energi adalah sebuh dzat yg bisa berpindah dari ruang atau dsb ke ruang yg lain begitupun juga majapahit bersama kebesaranya,sy yakin majapahit dulu sangat besar dan berpengaruh, tapi berangsur surut terpengaruh para musuh musuh majapahit yg menyusup masuk kejantung pemerintahan majapahit baik yg dibawa pedagang, dan kepentingan lainnya, ambil contoh seperti kasus di libya pada zaman sekarang,yg dipenuhi banyak kepentingan dari banyak blok negara yang nota bene mencari keuntungan yg ingin dicapi,dan setelah majapahit hancur para pemimpin dan loyalist majapahit menyebar keseluruh nusantara menyebarkan nasionalis kencintaan thdp nusantara

    Suka

  47. hhhhh, jangan kau gunakan teknologi sekarang untuk jaman dulu, untuk pelajaran c boleh2 aja !
    cobalah gunakan hati, kalau ngmg kehidupan nenek moyang, sepertinya mereka hidup dengan hati. mengendalikan hawanafsu dalam diri, dengan puasa dan lain sebagainya. hingga mereka mendapat kelebihan2 yang menurut orang sekarang aneh.
    sebenerya bukan kelebihan yang dicari, namun kehidupan yang tentram dan yaman !

    (diatas itu pendapat saya)

    jika ada yang pernah merasakan hati tenang, berfikir biasa saja akan sebuah kesibukan didunia ini, mau melakukan itu terasa ringan <– saya ingin merasakan seperti itu lagi, subhanallah tenang, itu tx bisa dicritakan dengan kata.

    Suka

  48. kalau bcara dijaga, seperti kta pepatah lidah lbh tajam daripada pedang, semua kerajaan di indonesia semua memang ada dan pernah berdiri, dan itu msh ada, tp tdk bs dlht dg akal tapi dengan karsa atau rasa, hanya orang terpilih yang tw kbnaran sejati, bahkan melebihi pengetahuan sejarahwan yang pernah ada,

    Suka

  49. Data kuno yang menyebutkan kebesaran majapahit sampai mencakup Nusantara memang hanya kitab Negarajkertagama dan serat Kidung Sunda.

    Kitab Negarakertagama sudah banyak yang bahas. Di sana disebutkan secara detil nama2 “negara jajahan” Majapahit.

    Sedangkan dalam Kidung Sunda hanya ada ucapan Pangeran Sunda yang protes kepada Gajah Mada dan mengatakan bahwa mereka itu dari negeri Sunda, bukan Nusantara, sehingga mereka tidak mau tunduk kepada Majapahit.
    Dari sana terlihat bahwa yang disebut Nusantara adalah negeri2 di luar pulau Jawa. Dan Gajah Mada memang melakukan ekspansi ke negeri2 luar Jawa tersebut.

    Namun ada juga teori yang mengatakan bahwa itu bukanlah sebuah ekspansi penjajahan, tetapi hubungan diplomatik membentuk suatu aliansi Nusantara yang kuat (semacam ASEAN sekarang) dengan Majapahit sebagai pemimpinnya.

    Aliansi kerajaan2 Nusantara tersebut diadakan guna mempersiapkan diri untuk membendung ekspansi militer kerajaan Mongol, yang kala itu (puncaknya jaman Singosari) terkenal kuat dan ganas.
    Karena meskipun pada jaman Gajah Mada kerajaan Mongol (Tartar) sudah tidak sekuat dulu, namun Mongol tetaplah dipandang sebagai kekuatan besar yang mengerikan dan dianggap sebagai musuh bersama.

    Jadi “jalan2″nya Gajah Mada keliling Nusantara bukanlah dalam misi penjajahan, tetapi dalam rangka membentuk suatu aliansi kekuatan besar Nusantara.

    Karena itulah sedikit sekali (atau bahkan tidak ada!!) peninggalan Majapahit yang ditemukan di daerah2 Nusantara bagian timur.

    Pertemuan2 para raja Nusantara di Majapahit yang seperti tertulis pada Negarakertagama kemungkinan hanyalah pertemuan diplomatik semacam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN sekarang. Bukan suatu bukti tunduknya kerajaan2 Nusantara dibawah Majapahit.

    Bagaimana pendapat anda??

    Suka

  50. Semua bukti sejarah mengenai keberadaan MAJAPAHIT sudah dihancurkan oleh penjajah, yakni bangsa Arab. Misi utama mereka (arabian) selain berdagang adalah menyebarkan agama ISLAM di Nusantara. Seperti yang kita tahu, MAJAPAHIT adalah Kerajaan Shiva Buddha, tentu saja untuk menghilangkan doktrin tersebut, para ulama, wali sanga, dan politikus Kerajaan Demak beserta pengikutnya berusaha menghancurkan/melenyapkan kebudayaan, peninggalan, kepercayaan, dan berbagai hal mengenai MAJAPAHIT/WILWATIKTA. (Sirno Ilang Kertaning Bumi) itulah ungkapan yang pas untuk Nusantara-ku. Sebuah ajaran adiluhung, budi pekerti yang luhur, dianggap Musrik, Syirik, and bla bla bla… Tapi memang begitulah kenyataannya, sudah digariskan Hyang Widhi kita harus berpisah dan terpecah belah. Tapi Sumpah Palapa belumlah tuntas, “Indonesia akan menjadi Mercusuar Dunia” kata Bung Karno. 500 kita menunggu. Kita tagih janji itu! Inilah saat yang tepat untuk bersatu kembali.

    Tengoklah ke BALI, yang menjadi Ikon Pariwisata Indonesia di mata dunia, yang terkenal bukan hanya pemandangan alamnya saja, tapi juga mengenai seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Majapahit terdahulunya. BALI juga memiliki spiritualistis suku Jawa (Kejawen) asli Kerajaan Majapahit. Cukup itu saja komentar saya, Rahayu Jaya Mukti Nugraha. _/\_ MAHARDIKA!!!

    Suka

  51. smoga orang yang mengatakan majapahit tidak ada””” diberi kesadaran. ilmu majapahit hanya dipahami oleh orang “””yang penasaran kenapa sejarah berkata ada hindubuddhatradisional pada majapahit dan “””yang lari dari pengislaman halus dan kasar. cepat dan lambat. tahun 1900an ponorogo sebagian jawa timur agama asli jawa hindu buddha. setelah 1965 berubah drastis ditambah hal2 lain yang tak pernah diharapkan penduduk tanah jawa. ketika raja brawijaya akan mengadakan gencatan dengan demak , karena demak membrontak dengan rakyat yang diislamkan, penasihat prabu brawijaya berkata: damai dengancara masuk islam tidak akan lama, bahkan akan menghilangkan prinsip berpikir rakyat terhadap budaya agama kepercayaan nenek moyang. sekarang sodara amama ali pun tidak tau apa itu majapahit dan siapa itu majapahit dll. rakyat majapahit diajarkan dalam islam tidah ada kasta dan raja , yang ada ulama dan sultan, sejak itu orang sudah berubah diajak secara halus untuk membalik kenyataan : ;raja kafir harus diganti sultan. rakyat keropos dimanfaatkan dan dipengaruhi ; jadilah serangan demak ke keraton majapahit. air susu dibalas air tuba. dipersilakan masuk tapi menguasai majapahit. indonesia sekarang berdiri, tapi semua putra majapahit akan mengenang pesan penasehat prabu brawijaya : berpindah agama islam dan menghentikan perang saat diberontak akan menyisakan perkara di masa datang. orang memang akan masuk islam, tapi, akan penasaran mengapa dulu indonesia hindu buddha ? karena kebaikan hati cri brawijaya perang terhadap pemberontak dihentikan. anak prabu dari istri ke sekian diperalat untuk kemauan kesultanan. para sunan islam sudah tahu bahwa agama islam tidak berhak mengatur negara tapi melanggar dalam campur tangan perang melawan brawijaya. siapa yang memelihara memperalat raden patah selain para wali. untuk menerima keberadaan majapahit sekecil apapun tidaklah susah. tetapi mendengar langsung dari orang yang paham akan lebih menyenangkan jika memang ingin lebih yakin majapahit memang besar. kerajaan majapahit diakui semua sultan dan kaisar di indonesia. sayang banyak anak muda yang ikut aliran aliran menentang perbedaan agama yang “‘unioversal'”. ingat panembahan senopati menganut islam secara pasti menghormati agama leluhurnya dan peninggalannya “” sifat jawa yang seyogyanya.
    kini semua anak indonesia akan memahami : bahwa sama dengan tidak luhur mengatakan yang ada dengan tidak ada, yang kecil dikatakan besar. lepaskan rantai jiwamu\ supaya majapahit dapat menjadi pengobatmu sekalian yang rindu tanah air. terimakasih atas kesempatan menulis ini dan trimakasih banyak untuk pimpinan blog dan website ini. terimakasih salam majapahit . bakulapura, tujuh mei duaributigabelas, duabelaslimadelapan
    salam saya,

    samrowiaryasuryawijayateja

    Suka

  52. 1. Kerajaan Mongol dan Prancis pernah menguasai Eropa dan Indonesia, namun tidak ada peninggalan. Kerajaan Sulsel menulis menguasai Sulawesi tetapi di Sulut-Gorontalo tidak ada peninggalan-budaya kerajaan itu.

    2. Orang Bali Hindu menemukan budaya Majapahit di Sultra.

    3. Menurut UNESCO kitab Negarakertagama Jawa adalah “Memori Dunia”.

    4. Japan Majapahit Association mendanai pembuatan kapal Majapahit menurut pengusaha kaya Takajo Yoshiaki karena Majapahit pernah membantu AL Jepang dalam perang melawan AL China di Pasifik.

    5. Riset di Malaysia menyebut Majapahit pernah menguasai Singapura-Malaysia dan mengalahkan AL Siam (Thailand). Museum Negara Kuala Lumpur Malaysia ada replika kapal perang Majapahit.

    6. Pedagang China Wang Ta Yuan mencatat ekspor-impor Majapahit di jaman itu. Afonso De Albuquerque Panglima Portugal : “Kapal kerajaan Jawa (Jung) penguasa Asia Tenggara jauh lebih besar dan lebih banyak daripada kapal Eropa”.

    7. Kerajaan Singhasari kebesarannya diketahui Kaisar Kubilai Khan (Mongol) dinasti Yuan China yang mengirim utusan Meng Chi ke Singhasari untuk meminta upeti namun gagal. Kaisar Kubilai Khan mengirim 20.000 orang tentara untuk menghajar Singhasari namun Raja Singhasari Kertanegara dibunuh Jayakatwang karena sebagian pasukan Singhasari sedang operasi kewibawaan militer (Ekspedisi Pamalayu) di Sumatera. Pasukan Mongol dikalahkan oleh Raden Wijaya (pendiri Majapahit) itu pertama kalinya Mongol dikalahkan tentara lain.

    8. Pendeta Italia Odorico da Pordenone utusan Paus mengunjungi Majapahit tahun 1300an menulis di bukunya : “Istana Majapahit besar mewah penuh emas dan permata, wilayahnya luas, punya 7 raja bawahan, beberapa kali diserang Kaisar China Khan namun Majapahit selalu menang luar biasa”.

    9. Laksamana Cheng Ho (China)-Tome Pires (Portugis)-Pigafetta (Italia) ke Indonesia tahun 1400an menyebut Majapahit.

    10. Tahun 2008 ditemukan 10.388 keping koin China-Majapahit 40 kilogram di Sidoarjo. Museum Indische Kunst Berlin Jerman ada arca asli Majapahit.

    11. Di Kelantan-Filipina dikenal istilah keris, perguruan silat Kali Majapahit di Jepang-Filipina-Singapura dari riset silat Majapahit yang menguasai Filipina-Thailand

    Suka

    • 20 ribu tentara kubilai khan buat menaklukan jawa? Sedikit sekali, tanda klo raja jawa itu kecil, sehingga dgn 20 ribu tentara sj cukup, gitu kok mau expansi ke timur, kesultanan ternate mampu mengerahkan 300.000 pasukan, klo cuma 20 ribu sj sdh tunduk mana mgk sanggu expansi ke timur, majapahit omong kodong, jagox cuma di jawa dan bali, sunda sj ng mampu, berpikirlah realistis

      Suka

      • Pada tahun 1293, sebanyak 20.000 pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese, mendarat di Jawa untuk menghukum Raja Kertanagara, karena pada tahun 1289, telah melukai utusan Kubilai Khan. Utusan itu, bernama Meng Chi.

        Raja Kertanagara dihukum karena menolak tunduk dan tidak mau memberikan upeti kepada Kubilai Khan. Dia lalu mengecap wajah utusan Raja Mongol yang meminta upeti tersebut dengan besi panas, memotong telinganya, dan mengusirnya secara kasar.

        Di sinilah kecerdikan Raden Wijaya. Dia memanfaatkan kedatangan pasukan Mongol untuk menghancurkan Jayakatwang, lawannya yang memberontak kepada Kerajaan Singasari. Dia pun mengajak Ike Mese untuk bekerja sama. 

        Wijaya meminta bantuan untuk merebut kembali kekuasaan Pulau Jawa dari tangan Jayakatwang, dan setelah itu, dia mengaku bersedia menyatakan tunduk kepada bangsa Mongol. Mereka kemudian berhasil menghancurkan pasukan Jayakatwang. 

        Setelah pasukan Jayakatwang hancur, Wijaya meminta izin kembali ke Majapahit, mempersiapkan penyerahan dirinya. Ike Mese mengizinkannya tanpa curiga. Sesampainya di Majapahit, Wijaya membunuh para prajurit Mongol yang mengawalnya. 

        Dia kemudian memimpin serangan balik ke arah Daha, di mana pasukan Mongol sedang berpesta kemenangan. Serangan mendadak itu, membuat Ike Mese kehilangan banyak prajurit dan terpaksa menarik mundur pasukannya meninggalkan Jawa.

        Hari kemenangan Raden Wijaya ini yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Surabaya. Namun, hal itu sempat menjadi perdebatan sejarah. Sebab tentara Monggol meninggalkan Jawa dari Pantai Hujung-Galuh, pada tanggal 19 April 1293.

        ey, kata siapa majapahit tunduk dan kalah akan 20rb prajurit mongol?
        lagian tak ada hubungannya. Perkataan anda rasis juga ya!

        kau tau kisah surabaya?
        tak ada yg kalah! Sura itu datang dari laut ( pasukan mongol ) baya datang dari darat ( baya ).

        Suka

  53. Majapahit, gagal menaklukkan Galuh Pakuan di Jawa Barat, sehingga Gajah Mada mengucapkan sumpah Palapa, tdk akan menikmati kemewahan dunia sebelum menaklukkan nusantara. Dengan demikian secara logika defenisi nusantara hanya mencakup pulau Jawa. Hal ini dibuktikan lagi dengan sama sekali tidak ditemukannya bukti empiris terkait eksistensi Majapahit di nusantara baik berupa peradaban maupun artefak2. Soekarno belajar dari JP Coen seorang pimpinan Belanda yang melegitimasi kekuasaannya dengan menyebarkan cerita bohong bahwa ia adalah putera raja Jawa yang dibuang dengan maksud agar orang-orang di Jawa tidak melakukan perlawanan. Politik diplomasi inilah yang kemudian dikembangkan oleh Soekarno yang sangat tersugesti oleh kegagalan Majapahit dalam menyatukan pulau Jawa. Wallahu A’lam ….

    Suka

  54. Peninggalan kerajaan majapahit di trowulan masih ada sampai hari ini, salah satunya kolam besar ukuran 800 x 400 m yang dulunya digunakan untuk latihan pasukan maritim majapahit.Tahun 2012 juga ditemukan bekas kanal-kanal dan batu tambatan perahu di kiri kanan kanal juga sebagian bekas kapal-kapal era majapahit atau mungkin juga bekas kapal ketika cina menyerang kediri. mengenai kebesaran majapahit ada penulisan sejarah versi china, portugis, belanda dan italy. silakan dicari sendiri biar sama-sama belajar menghargai sejarah bangsa sendiri. Dari segi geografi dan geologi pusat kerajaan Majapahit jelas berbeda dengan yang ada diluar jawa.Trowulan sangat berdekatan dengan gunung berapi dan berada pada daerah pergeseran yang membentang dari wilayah jombang hingga sidoarjo.Sampai sekarangpun ahli sejarah juga masih belum bisa memastikan hilangnya pusat kerajaan majapahit akibat letusan gunung atau akibat pergeseran tanah yang pernah terjadi 500 tahun yang lalu. Jika kerajaan singasari sudah jelas lenyapnya akibat tersapu lahar gunung arjuna.Jika ingin melihat peninggalan budaya era majapahit coba datang ke daerah pegunungan tengger/ bromo atau yang lebih keren ya datang ke bali. Jika ingin melihat mahkota raja atau keris empu gandring juga masih ada dan telah dibuktikan secara ilmiah keasliannya. Jika saya tidak salah pemiliknya bernama Hyang Suryo yang dulu tinggal di trowulan tapi sekarang telah pindah ke bali.( baca juga kesaksian keris mpu gandring, coba cari di mbah google)

    Suka

  55. Saya dari Bali, kita disini belajar babad dan sejarah, kami bisa menelusuri siapa leluhur kami yang dari Jawa pada masa ekspansi Majapahit dengan cukup detail.

    Bukti eksistensi Majapahit bukan hanya dari candi, tapi juga dari lontar dan catatan hubungan dagang dengan Tiongkok.

    Jika anda bertanya kemana para candi itu, kenapa bisa musnah, maka jawabannya adalah ISLAM, ya Islam tampaknya punya masalah dengan yang namanya pelestarian budaya, punya kebiasaan buruk menghancurkan peradaban yang sebelumnya dan membuat masyarakatnya lupa pada sejarah.

    Ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja kok, di Iran dan Irak, kemana sisa peninggalan persia? Kenapa tidak ada yang menggunakan bahasa persia? Begitu juga dengan Mesir, kemana sisa kebudayaan Mesir, tarian Mesir dan bahasa asli Mesir?? Semua masyarakatnya sudah lupa sejarah dan menjadi kearab-arab, mengira dirinya adalah keturunan Arab.

    Masih kurang?? Bandingkan Paksitan dan India, mana yang lebih banyak punya kuil per wilayahnya?? Padahal Pakistan adalah daerah asal kebudayaan Hindu (lembah indus ada di Pakistan)

    Masih kurang juga?? Lihat Afganistan, disana patung2 Buddha banyak yang hancur, alasannya ya karena di bom, dihancurkan dengan batu oleh penduduk yang mulai kearab-araban, bandingkan dengan di Nepal yang juga memiliki patung Buddha dengan usia yang sama.

    Suka

    • saya setuju sama mas, kalau nyari patung yang utuh di candi2 areal jawa pasti agak susah kalau ga dihancurin ya dibawa keluar sama orang2 luar negeri,,,, sepertinya dulu waktu peperangan banyak yang mengungsi ke luar areal kerajaan and bangun2anya tentu ditinggalin,,, pertanyaanya apakah yang dilakukan saat penyerangan terhadap kebudayaan dan bangunan yang masih ada kala itu ? sepertinya penghancuran total…

      sungguh sangat disayangkan sekali, jejak peradaban bisa hilang dengan munculnya pemahaman yang baru

      Suka

  56. Justru penulis ini yg tdk bisa mengejawantahkan secara nalar dan logika jikalau mengatakan majapahit itu ilusi. Mengapa bekas2 kebesaran majapahit seakan lenyap di telan bumi meskipun saat2 ini mulai di ketemukan sebagian kecil bila dibandingkan dg myanmar dll ? Ini karena pengaruh penguasa saat itu yg berpindah dari Hindu ke Islam. Jadi besar kemungkinan semua yg ada di hancurkan dg dalih supaya masuk islam dan tidak menyembah berhala.
    Telitilah dg bijak …

    Suka

  57. Terima kasih atas ulasan sejarah Majapahit… Tp kalo menyatakan bhw Majapahit pernah berkuasa atas Maluku (Halmahera-Ambon) kayaknya harus dibuktikan dengan fakta sejarah yg benar. Karena dari segi bahasanya saja Orang Maluku tidak mengerti bahasa jawa sampai sekarang. Melayunya saja berbeda jauh… hehe aneh

    Suka

  58. wah ini renungan yang sama ini,,, aku yo mikire koyo ngunui e mas, kok ora enek babar blas bukti2ne, bangunane ato sing guedhe banget,,, nah aku langsung menuju candi terdekat buat nyari informasi yang reliable, waktu ke candie aku ketemu sama yang njaga candi,,, kayae orange bekerja juga di museum trowulan, tanya panjang lebar sambil ngeliat candi2 ,,, terus q nemu banyak banget patung2 tanpa kepala and tangan ndek sana,,, buanyak banget,
    beliau menjelaskan bahwasanya pada masa kerajaan islam,,, penghancuran besar2an terjadi, patung2 di rusak, kepala ama tangannya di potong,,, yang lainnya di curi, karena alasannya simple “tidak seagama”. dan terpaksa yang masih beragama hindu kabur ke gunung, ato ke arah bali,,,

    nah pemikiran mas juga sama sama saya, terus bukti kerajaanya mana ?
    bapak tersebut njelasin kalau sebenarnya penemuan itu bisa dilaksanakan, asal ada dukungan dari pemerintah and masyarakat, belia meyakini bahwasanya kerajaan yang besar itu membutuhkan proyek penggalian besar2an karena di atasnya udah ada rumah2 penduduk,serta bangunan dan tampaknya hal itu sangat sulit dilakukan.

    beliau njelasin yang dulu suka ngelakuin penggalian tuh orang2 bule, tapi banyak yang dibawa keluar setelahnya, kata beliau yang njaga arca raksasa yang gede jumlahnya 2 biji di areal singosari itu dulu di gali ama orang bule,ditemukan petani waktu lagi nyangkul , tapi ndak dibawa keluar negeri,,, yang lainnya sudah di angkut. ( jarak asli 2 arca yang biasanya ada didepan gerbang kerajaan ini kurang lebih 50 meter jarak aslinya, tentu kita bisa membayangkan seberapa besar kerajaannya )

    perntanyaanya, apakah pemerintah mau buat melakukan pengalian besar2an, and masyarakat yang mendiami lokasi tersebut mau tanahnya dibuat galian ?

    hmm… kayae susah, but maybe someday,,, :)

    Suka

  59. pada pinter2 ya…saking pinternya mungkin gambaran orang2 jaman dulu itu ya kek gini,,saling merasa bangga dengan kekuatan masing2 sehingga dapat dengan gampang di ADU AYAM ama penjajah,,,hahahahaha…

    Suka

  60. bagaimana kalo majapahit itu kerajaan jajahan mongol yang berada di bawah kekaisaran mongol cina dari dinasti yuan, bukan milik nusantara tapi asli jajahan bangsa yuan cina mongol, setelah keruntuhan dinasti yuan diambil alih dinasti ming kekaisaran han cina, bagaimana klo raden wijaya tidak pernah menghianati dan mengusir prajurit mongol, bagaimana kalo kerajaan majapahit diteruskan pengusa dinasti ming cina setelah jatuhnya kekaisaran yuan sampai akhirnya diruntuhkan oleh serangan kerajaan2x nusantara terutama demak sampai akhirnya jatuh ke tangan penjajah belanda.
    klo daerah jajahan kan tidak bisa membuat peninggalan besar besar krn ketidak amanan dan ketidak stabilan pemenrintahan tidak memungkinkan bembuat peninggalan besar semacam kerajaan2x di masa damai, cukup menuruti perintah penjajah saja paling2x yang di buat koloni buat bangsa penjajahnya dengan melihat banyak keberadaan etnis cina di kerajaan majapahit bahkan sekarang jatim banya terdapat warga tionghoa di banding daerah lain di nusantara,
    selama msa penjajahan di majapahit rakyat tidak akan bisa membuat peninggalan besar, sama dengan semasa penjajahan belanda tidak ada peninggalan besar dr kerajaan nusantara berbeda jauh sebelum penjajahan majapahit dan belanda di nusantara terdapat banyak peninggalan besar di bangun kerajan hindu buddha nusantara bahkan borobudur dapat di bangun di masa itu

    Suka

    • Mengenai Raden Wijaya yg menghianati dan mengusir prajurit Mongol memang benar adanya karna mengenai peristiwa ini tercatat dalam Catatan China (Yuan Shi). Shih-Pi salah satu jenderal Mongol (Yuan) melaporkan lebih dari 3000 prajurit Mongol (Yuan) menjadi korban dalam penghianatan Raden Wijaya ini. Dan Kau-hsing dan Ike Mese yg dianggap bertanggungjawab atas penghianatan Raden Wijaya ini akhirnya mendapat hukuman dari Kubhilai Khan.

      Hampir sebagian besar kisah tentang penyerbuan Mongol (Yuan) ke Jawa diambil dari Catatan China (Yuan Shi). Dan Catatan Dinasty Yuan (Yuan Shi) jelas menuliskan tentang pemberontakan Raden Wijaya ini.

      Sedangkan pada masa Dinasti Ming tercatat Hayam Wuruk pernah membunuh Utusan China yg dikirim ke San-fo-qi pada tahun 1377, dan Kaisar China (Ming Dynasty) sama sekali tidak memberikan hukuman apa-apa atas kejadian ini. Jika Majapahit hanyalah jajahan yg tunduk kepada perintah Penguasa Dinasti Ming tentu Hayam Wuruk tidak akan berani membunuh Utusan China tsb dan tentunya Kaisar Ming akan menghukum Majapahit atas dibunuhnya Utusan China oleh Majapahit.

      Bahkan mungkin Kaisar China (Ming Dinasti) akan mengirim pasukan ke Jawa untuk menghukum Hayam Wuruk seperti yg dilakukan oleh Kubhilai Khan ketika Utusannya dihina oleh Kertanegara. Pada kenyataannya Kaisar China (Ming) sama sekali tidak melakukan tindakan apapun. Bahkan ketika Utusan Hayam Wuruk pada tahun 1380 datang ke China, Utusan Hayam Wuruk inipun sama sekali tidak mendapat hukuman apapun.

      Ini menunjukan Majapahit adalah Kerajaan yg Merdeka dan bisa mengambil keputusan sendiri. Dan tidak adanya tindakan dari Penguasa Dinasti Ming atas dibunuhnya Utusan China pada tahun 1377 menunjukan Penguasa Dinasti Ming tidak ingin (tidak berani) melakukan peperangan dengan Kerajaan Majapahit yg pada saat itu masih pada puncak kejayaannya dibawah pimpinan Hayam Wuruk, apalagi pada saat itu (1377) Kekaisaran Ming masih lemah karna baru saja bebas dari penjajahan Yuan.

      Jadi tidak benar anggapan bahwa Majapahit hanyalah jajahan Dinasti Yuan dan Ming yg hanya menuruti perintah dari Penguasa Dinasti Yuan dan Ming saja.

      Suka

      • salam ratna saya wayan sudarma alias si ceplas ceplos yang tidak berani memakai nama asli saya, klihatannya ratna banyak mengetahui tentang sejarah majapahit. maaf klo saya sok tahu dan berarguman yang tidak masuk akal bukan maksud saya menghina atau merendahkan majapahit, jujur pengetahuan sejarah saya tentang majapahit sangat kurang saya cuma orang peragu yang suka berprasangka dan sangat susah untuk mempercayai sesuatu, jujur dulu saya pernah meragukan keberadaan majapahit dan berprasangkan majapahit adalah kerajaan asing penjajah semacam kerajaan dari campa, mongol, cina atau belanda dan bukan kerajaan asli nusantara padahal kebesaran majapahit termuat jelas dalam lontar2 di bali dan bahkan konon menurut lontar di pura kawitan saya, asal usul leluhur saya adalah abdi dari sira arya kenceng yang berexpedisi bersama gajah mada ke bali, trima kasih ratna sudah merespon komen saya lain kali jika ada kesempatan lain saya akan pelajari permasalahannya dahulu sebalum saya berkomentar dan belajar komentar secara sopan dan tidak menyinggung

        Suka

      • Majapahit merdeka, cuma di jawa dan bali, mimpi kalo bisa menguasai indonesia timur, org mojokerto mmg tau berlayar, naik rakit di sungai sj mgk mabuk, yang dia bisa paling menyeberang ke bali, itu mgk sdh dianggap ekspedisi paling jauh apa, lagian bali itu kerajaanx sebesar apa sih dulu, dengan 100 org pun mgk majapahit menang, atau mgk cuma sampe pesisirx sj trus sdh bilang berkuasa, fakta nyata adalah tidak ada budaya majapahit meresap di indonesia timur, satupun, catatan sejarahnya pun tidak ada, apalagi bilang expedisi besar”an, mimpi siang bolong. Belajar ng mabuk laut dulu baru bicara soal expedisi laut, klo majapahit itu di madura atau tegal bisa jadi cerita expedisi laut itu betul, ini kerajaannya di hutan, yang di tau bikin dokar dan makan daging, bilang mau mengarungi samudera di nusantara, org bali yg katanya turunan majapahit sj ng ada yg punya budaya lau

        Suka

  61. Sebenarnya kebesaran Majapahit bisa dicross-check dengan Catatan China (Chinese Source) yg ada. China adalah salah satu Kerajaan yg dimasa lalu melakukan pencatatan sejarah secara terinci. Menurut Ming Shilu catatan pada masa dinasti Ming, San-fo-qi (Srivijaya-Dharmasraya) tercatat sebagai bawahan Majapahit. Bisa dilihat pada Ming Shilu berikut ini :

    Hong-wu: Year 30, Month 8, Day 27 (18 Sep 1397)
    “I have heard that San-fo-qi is subject to Zhao-wa (Java). You, Minister of Rites, should record my wishes and send a despatch to the king of the country of Siam, ordering him to send someone to transmit it to Java for its advice.”

    Begitu pula Bo-ni (Brunei) tercatat dalam Ming Shilu sebagai bawahan Majapahit.

    Hong-wu: Year 4, Month 8, Day 13 (22 Sep 1371)
    Bo-ni is in the great ocean of the South-west and it controls 14 administrative divisions (zhou). It is subject to She-po (Jawa)

    Pada saat Majapahit melemah, Bo-ni (Brunei) meminta bantuan Kerajaan Ming China agar melindungi Bo-ni dan mendesak Majapahit agar menghentikan Upeti yg harus dibayar Kerajaan Brunei.

    Yong-le: Year 6, Month 11, Day 4 (21 Nov 1408)
    It was ordered that his son Xia-wang inherit the fief as king of the country of Bo-ni. Xia-wang and his uncle Shi-li Nan-na-na-nuo said: “Our country yearly provided to Zhao-wa (Jawa) Java 40 jin of “pian-nao” camphor. It is requested that Imperial orders be sent to Java ordering it to cease requiring this tribute. It is also requested that we be allowed to yearly present this to the Court.” They also said: “Now, when we return to our country, it is requested that envoys be sent to escort us and remain on guard for one year, so as to satisfy the wishes of the people.”

    Memanfaatkan Kerajaan Majapahit yg melemah akibat Perang Parereg (1406), Brunei ingin melepaskan diri dari Majapahit dan bahkan meminta Kerajaan Ming melindungi Brunei selama setahun penuh agar tidak diserang oleh Majapahit.

    Samudra Pasai sendiri baru pada tahun 1402 tercatat secara resmi mengirim Utusan ke Kerajaan Ming. Dan Melaka setahun kemudian (1403) mengirim Utusan dan meminta perlindungan pada Kerajaan Ming agar tidak diserang oleh Majapahit di Selatan dan Siam di Utara. Catatan China ini menunjukan bahwa Kerajaan di Sumatera dan Kalimantan baru bisa mengirim Utusan sebagai Kerajaan merdeka setelah tahun 1400an pada saat Majapahit mulai melemah.

    Suka

  62. Sedangkan Kebesaran Kerajaan Srivijya juga bukannya tanpa masalah. Ahli Sejarah seperti Slamet Muljana pun sampai harus merevisi pendapatnya mengenai Srivijaya ini. Pada awalnya Slamet Muljana dalam bukunya “Sriwijaya (1960)” beranggapan Srivijaya berlangsung lama dari abad ke 7 hingga abad ke 13. Tetapi kemudian pada bukunya “Kuntala, Sriwijaya, dan Suwarnabhumi (1981)”, Slamet Muljana merevisi pendapatnya dan mengatakan bahwa Kerajaan Srivijaya hanya berlangsung pada abad ke 7-8 saja.

    Nama Srivijaya awalnya tercatat dalam Catatan China sebagai Shi-li-fo-shih, Kerajaan ini tercatat mengirim Utusan ke negeri China pada masa 670-742 saja. Selanjutnya nama Shi-li-fo-shih hilang dari Catatan China, sudah tidak ada lagi utusan dari Shi-li-fo-shih setelah masa 742. Nama Srivijaya sendiri hanya tercatat pada prasasti pada masa 682-775 saja di Nusantara (Indonesia dan Thailand).

    Pada masa 768-873 tercatat nama Ho-ling mengirim Utusan ke negeri China. Pada masa yg bersamaan nama Sailendra dan Medang mulai muncul pada Prasasti yg ada di Asia Tenggara (Indonesia, Thailand, Philippine dan India). Pada masa ini sudah tidak ada lagi nama Srivijaya yg tercatat pada prasasti yg ada Nusantara (Indonesia). Prasasti yg ada di Jawa tidak pernah mencatat nama Srivijaya, begitu pula Laguna Copper di Philippine hanya mencatat nama Medang bukan Srivijaya. Pada masa 960-1178 nama San-fo-qi lah yg muncul pada Catatan China sebagai entitas baru bukan nama Shi-li-fo-sih lagi.

    Bukti inilah yg membuat Slamet Muljana merevisi pendapatnya mengenai Srivijaya. Bagi Slamet Muljana Shi-li-fo-shih, Ho-ling dan San-fo-qi adalah 3 entitas Kerajaan yg berbeda. Point terpenting adalah nama Srivijaya secara pasti hanyalah tercatat pada masa 682-775 saja. Setelah itu nama Srivijaya seakan hilang dari sejarah bahkan pada masa Majapahit nama ini sudah tidak diingat lagi pada memori kolektif masyarakat pada masa itu

    Permasalah Srivijaya juga diperumit dengan permasalahan dimanakah letak Pusat Kerajaan Srivijaya yg sebenarnya. Pusat Kerajaan Srivijaya sendiri diperebutkan oleh 3 negara yg berbeda yaitu Malaysia (Kedah), Thailand (Chaiya) dan juga Indonesia (Palembang dan Jambi).

    Suka

    • Ya benar majapahit itu cuma besar di jawa timur, tp klo bicara kekuasaan di timur, jgn asal bicara, semua kerajaan di timur tau dari papua sampe flores dan philipina, seluruh sulawesi dan sebagiankalimantan dan serawak hormat dan tunduk pada sultan ternate-tidore. Jgn katakan tdk ada bukti, krn setelah portugis di usir dari ternate ke timor” sultan baabullah melakukan perjalanan ke negeri” taklukan, bahkan sempat ke makassar yg blm beragama islam dan meminta raja makassar masuk islam, dan menghadiahkan selayar kepada raja makassar, seandaix majapahit dan raja” di sulawesi selatan bgt berkuasa saat itu, masa sultan ternate bgt leluasa berjalan” ke negeri” yg jauh, apalagi selayar itu tdk jauh dari makassar. Kemudian kesultanan buton, tanyakan pada raja” buton, ketika mrk membangun benteng woolio, itu utk memberontak pada majapahit, gowa, bone atau ternate? Pasti jawabanx adalah ternate, lalu banggai di sulawesi tengah punya siapa? Kerajaan luwu ka? Sekali lg itu kekuasaan ternate, bgt jg gorontalo, bolaang mongondow, minahasa, kesultanan ternate mulai kehilangan kekuasaan setelah belanda menguasai ternate, namun tdk nenjadikan ternate sbg pusat pemerintahan krn marakx pemberontakan di ternate dan memilih ambon yg notabene kekuasaan ternate. Berpikirlah 1000 kali klo bilang majapahit dab kerajaan lain pernah mebguasai timur, ingatlah ternate-tidore, maka smua pendapat anda itu akan gugur, terutama utk raja” di pulau sulawesi, kalian sejak dulu tunduk dan hormat pada sultan ternate, klo ada sejarah yg di hilangkan di indonesia, itu adalah sejarah kesultanan moloko kie raha, utk menutupi fakta bahwa kerajaan penguasa nusantara dan satu”x kesultanan yg berhasil mengalahkan penhajah asing tanpa berani kembali adalah bgm sultan baabullah mengusir portugis dari wilayah timur indonesia shg menetap di timor leste

      Suka

      • hai kawan mngkn benar apa yg kau tuliskan,,,tapi itu semua ada jamannya…saya mau tanya kerajaan ternate dan tidore berdiri pada abad keberapa masehi..tp saya sebagai orang wotu dimana asal muasal turunnya batara guru disulawesi selatan dan mendirikan wareq pertama diUSSU(wotu lama) sekitar abad ke 8…dimana kerajaan LUWU pernah mempunyai wilayah kekuasaan yang luas mencakup sulawesi selatan,,,sulawesi tengah,,,gorontallo,,,sebagian kalimantan,,dan asal anda tau sembilan raja dimalaysia adalah keturunan RAJA/DATU LUWU…dan kami orang-orang LUWU juga mempunyai epos I LAGALIGO (i lagaligo adalah anak dari SAWERIGADING)..dimana dalam epos tersebut menyebutkan sawerigading pernah mengunjungi ternate dan tidore….klou masalah selayar yg anda caplok sebagai pemberian kepada raja makassar oleh raja ternate/tidore…itu pada tahun berapa bung…COBA CARI DI OM GOOGLE atau anda sendiri yg datang diSULAWESI SELATAN TEPATNYA KAB. LUWU TIMUR…TERNATE/TIDORE KERAJAAN BARU DIBANDINGKAN KERAJAAN LUWU YANG LEBIH DULU PUNYA KEKUASAAN YG LUAS DAN MEMPUNYAI ARMADA MARITIM YG KUAT DAN HEBAT,,,DICERITAKAN BAGAIMANA SAWERIGADING MEMBUAT PERAHU BESAR UNTUK PERGI KE NEGRI TIONGKOK…DAN JUGA MENGENAI MAJAPAHIT DALAM EPOS I LAGALIGO JUGA DXSEBUTKAN CUMA SEBAGAI MITRA DAGANG KARENA LUWU MEMPUNYAI BIJI BESI YG BAGUS DIMANA MAJAPAHIT MEMBUTUHKAN SBG BAHAN PEMBUATAN SENJATA,,,,

        Suka

      • ada beberapa versi mengenai hal tersebut, diantaranya adalah .konon pembuatan keris atau senjata pusaka pada jaman itu adalah jenis senjata berpamor, yang mana bahan tersebut salah satunya adalah besi Ussu dari Luwu yang banyak mengandung meteorit dan nikel, sehingga besi Luwu (ussu) menjadi bahan pamor utama pembuatan dalam pembuatan keris, dalam buku Ensiklopedi Keris disebutkan bahwa besi Luwu dipasaran dikenal dengan nama Bessi Pamorro, sampai dengan tahun 1920 masih dijumpai di pasar Salatiga dengan harga perkilo setara dengan 50 kg beras
        Senjata berpamor pada umumnya untuk keperluan senjata pusaka karena dipercaya memiliki kelebihan2 yang berhubungan dengan aura kepemimpinan,… selain besi pamor.. di Luwu juga dikenal besi khusus untuk berperang namanya besi Ponglejing yang banyak dipergunakan sebagai senjata perang khususnya dari suku To Rongkong

        Versi lain mengatakan bahwa Sebagai mana diketahui, pulau Sulawesi adalah salah satu pulau terbesar digugusan kepulauan nusantara. Nama Sulawesi juga telah menjadi misteri tentang siapa yang pada awalnya memberikan nama pulau ini menjadi pulau Sulawesi. Akan tetapi besar dugaan bahwa orang yang bersejarah memberikan nama pulau ini sebagai Sulawesi yaitu Prof.Moh.Yamin sebagai ganti dari nama yang sebelumnya yaitu Celebes yang dikenal pada zaman pemerintahan Hindia Belanda. Sebenarnya nama Celebes pada awalnya dikenalkan oleh seorang yang berkebangsaan Portugal yang bernama Antonio Calvao pada tahun 1563 .Celebes oleh Antonio Calvao dimaksudkan sebagai ” ternama” atau tanah yang makmur yang terletak digaris Khatulistiwa. Celebes bagi orang Belanda menyebutnya dari kata Cele Besi yaitu Cele ( Keris,badik atau kawali)yang dibuat dari Bessi( Bugis). Sebuah anekdot dalam masyarakat yang konon menurut cerita yang dituturkan oleh seorang Belanda yang bertanya kepada seseorang yang secara kebetulan seorang bugis .Orang Belanda bertanya tentang nama tempat atau pulau, akan tetapi disalah artikan oleh orang Bugis yang menurut sangkaannya orang Belanda tersebut menanyakan nama senjatanya, lalu dijawabnya sele (keris) bessi (besi). Terlepas atas kebenaran cerita tersebut tetapi kenyataannya pulau Sulawesi sejak dahulu adalah penghasil bessi (besi), sehingga tidaklah mengherankan Ussu dan sekitar danau Matana mengandung besi dan nikkel. Bessi Luwu atau senjata Luwu (keris atau kawali) sangat terkenal akan keampuhannya, bukan saja di Sulawesi tetapi juga diluar Sulawesi, sehingga seorang novelis terkemuka Kho Ping Ho (Asmaraman) menggambarkannya dalam cerita ” Badai di laut Selatan”didalamnya diceritakan kehebatan atau keampuhan Keris Brojol Luwu yang kini telah menjadi pusaka kerajaan Airlangga.

        adapun yang mengatakan bahwa asal usul pulau sulawesi adalah Sulawesi, adalah nama sebuah pulau yang berada di tengah-tengah Indonesia. Bentuknya cukup unik, seperti huruf K dan dilalui oleh garis meridian 120 derajat Bujur Timur, dan juga terhampar dari belahan bumi utara sampai selatan. Menurut wikipedia, nama Sulawesi kemungkinan berasal dari kata ‘Sula’ yang berarti pulau dan ‘besi’ yang menurutnya banyak ditemukan di sekitar Danau Matana. Pada dokumen dan peta lama, pulau ini dituliskan dengan nama ‘Celebes’. Waktu saya kecil, saya pernah mendengar hikayat tidak resmi tentang asal usul nama ‘Celebes’ ini, yang mungkin saja benar. Hikayat ini dalam Bahasa Bugis…

        Wettu rioloE, wettu pammulanna engka to macellaE gemme’na, no pole lopinna ri birittasi’E, lokka i makkutana ko to kampongE. To kampong E wettunna ro, na mapparakai lopinna, masolang ngi engsele’na. Na wettunna makkutana i to macella’E gemme’na, to kampong E de’ na pahang ngi, aga hatu na pau. Kira-kira pakkutanana yaro to macella’E gemme’na, mappakkoi: “Desculpar-me, qual é o nome deste local?” Yero to kampongE, naaseng ngi kapang, “agatu ta katenning?”. Mabbeli adani to kampongE, “Sele’bessi”. Pole mappakoni ro, na saba’ asenna ‘Celebes’.

        Terjemahan bebas: Pada waktu lampau, pada saat pertama kali rombongan orang yang berambut merah turun dari perahu dan menghampiri penduduk setempat yang sedang bekerja membuat perahu. Pimpinan rombongan tersebut bertanya mungkin dalam bahasa Portugis yang tidak dimengerti, mungkin bertanya ‘Apa nama tempat ini?’ Penduduk yang ditanyai, karena tidak paham, hanya mengira-ngira mungkin dia ditanya benda apa yang sedang dia pegang? Dengan spontan penduduk tersebut menjawab ‘Sele’bessi’ yang artinya engsel besi. Sejak saat itu, pimpinan orang yang berambut merah mencatat lokasi yang mereka datangi bernama daerah ‘Celebes’.

        Salah satu ekspedisi ilmiah dunia terkait dengan Sulawesi dilakukan oleh Alfred Russel Wallace yang mengemukakan suatu garis pembatas tentang flora dan fauna yang ada di Indonesia. Juga ekspedisi Snellius (Universitas Leiden) yang mempelajari tentang kondisi bawah permukaan sekitar Sulawesi sampai ke Maluku. Kedua ekspedisi ilmiah pada zaman tersebut menggunakan nama ‘Celebes’.

        Yang menarik adalah masyarakat lokal pada waktu itu belum menyadari untuk memberikan nama ke pulau tempat mereka berdiam. Sehingga untuk hal ini, Celebes merupakan eksonim untuk pulau yang nyaris berbentuk huruf K ini. Dari Celebes ini kemudian berevolusi menjadi ‘Sulawesi’ yang menjadi endonim sampai saat ini.

        tapi menurut Bapak Iwan Sumatri seorang arkeolog dari Unhas. Terkait penelitian peninggalan sejarah dan purbakala. Salah satunya adalah penelitian kerjasama Pusat Arkeologi Makassar dan The Australia National University dengan mengambil tema proyek “The origins of Complex Society in South Sulawesi (OXIS project)” yang dilakukan di kabupaten Luwu dan hasilnya ditulis dalam bukunya “Kedatuan Luwu”.
        Dalam buku itu, disebutkan Kerajaan Luwu pernah memainkan peran penting pada periode keemasan Majapahit. Karena itu, nama Luwu tercatat dalam kitab Nagarakartagama yang selesai ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365.

        Diduga, Majapahit mengadakan kontak atau hubungan niaga dengan Kedatuan Luwu dikarenakan daerah ini memiliki sumber besi yang berkualitas baik, yang pada saat itu diperlukan oleh karajaan Majapahit untuk produk peralatan senjata/keris Jawa yang terkenal karena mengandung pamor Luwu.

        Tempat yang diduga sebagai sumber bahan mineral adalah daerah Matano dan beberapa daerah di Limbong. Dalam laporan OXIS project dinyatakan:“The world’s largest nickel-mining complex is located in the southern bank of Lake matano, which has led to speculation that bickellifeous iron ore from the Matano area was smelted to produce the famous pamor Luwu used in Majapahit krisses”

        Suka

      • KERAJAAN TERNATE PADA TAHUN BERAPA BERDIRI ??????????????????????KLOU KEDATUAN LUWU SEKITAR ABAD KEDELAPAN (8)…..MASIH BANYAK SM SAYA MENGENAI REFERENSI KEDATUAN LUWU KLOU ANDA MAU…..TERNATE/TIDORE ITU KERAJAAN BELAKANGAN MUNCUL BUNNNNGGGGSET….DIBANDING KEDATUAN LUWU ITU JAUUUUUUUUUHHHHHHHHHHHHHHHH BANNNNGGGEEETTTTTT……Epos bermula dengan penciptaan dunia. Ketika dunia masih kosong (merujuk kepada Sulawesi Selatan), raja langit, La Patiganna, mengadakan musyawarah keluarga dari beberapa kerajaan termasuk Senrijawa dan Peretiwi dari alam gaib. Musyawarah tersebut menghasilkan keputusan berupa pelantikan anak lelaki raja langit yang tertua, La Toge’ langi’ menjadi Raja Alekawa (bumi) dan memakai gelar Batara Guru. Sebelum turun ke bumi, ia harus melalui masa ujian selama 40 hari 40 malam. Tidak lama sesudah ujian tersebut, Batara Guru kemudian turun ke bumi, di Ussu’, daerah Luwu’ yang saat ini menjadi Luwu Timur dan terletak di Teluk Bone.
        Di kemudian hari, La Toge’ langi’ menikahi sepupunya We Nyili’timo’, anak dari Guru ri Selleng, raja alam gaib. Batara Guru kemudian digantikan oleh anaknya, La Tiuleng yang memakai gelar Batara Lattu’. La Tiuleng sendiri lalu mendapatkan dua orang anak kembar bernama Lawe atau Sawerigading dan seorang anak perempuan bernama We Tenriyabeng. Kedua anak kembar tersebut tidak dibesarkan bersama-sama sehingga pada suatu saat Sawerigading ingin menikahi We Tenriyabeng akibat ketidaktahuannya bahwa mereka masih bersaudara. Ketika ia mengetahui hal tersebut, ia lantas meninggalkan Luwu’ dan bersumpah tidak akan kembali lagi.
        Sawerigading lantas melanjutkan perjalanannya ke Kerajaan Tiongkok. Selama perjalanan ia mengalahkan beberapa pahlawan termasuk pemerintah Jawa Wolio yakni Setia Bonga. Sesampainya di Tiongkok, ia lantas menikahi putri Tiongkok bernama We Cudai.
        Sawerigading sendiri digambarkan sebagai seorang kapten kapal yang perkasa. Ia pernah mengunjungi berbagai macam tempat, seperti Taranate (Ternate di Maluku), Gima (diduga Bima atau Sumbawa), Jawa Rilau’ dan Jawa Ritengnga (diduga Jawa Timur dan Jawa Tengah), Sunra Rilau’ dan Sunra Riaja (diduga Sunda Timur dan Sunda Barat) serta Melaka. Ia pun dikisahkan pernah mengunjungi surga dan alam gaib.
        Sawerigading sendiri dikisahkan merupakan ayah dari La Galigo yang kemudian bergelar Datunna Kelling. La Galigo juga seperti ayahnya, adalah seorang kapten kapal, perantau, dan pahlawan yang hebat. Ia mempunyai empat orang istri yang berasal dari berbagai negara. Namun, seperti ayahnya pula, La Galigo dikisahkan tidak pernah menjadi raja. Anak lelaki La Galigo yang bernama La Tenritatta’ lah yang dikisahkan terakhir dinobatkan menjadi raja di Luwu’.

        Suka

  63. kaLAU SAYA PERCAYA MAJAPAHIT(JAWA) PERNA JADI PENGUASA DI NEGERI INI DAN YANG TERBESAR. BUKTINYA, ORANG JAWA sampai saat ini tetap yang paling berkuasa dan paling berpengaruh di Indonesia (ini adalah fakta yang tidak terbantahkan). kalau anda mengatakan tidak ada bukti reruntuhan majapahit, itu salah karena bekas kebesaran majapahit dalam ditemukan di daerah trowulan mojokerto, jawa timur. Kalau anda melihatnya dari segi bahasa, anda kasih contoh bahasa orang papua bahasanya beda dengan jawa karena kita tidak tahu berapa lama majapahit menguasai papua. kalau waktunya hanya puluhan tahun rasanya wajar tidak ada orang papua yang pakai bahasa jawa. anda kayaknya sentimen sekali dengan Majapahit.

    Suka

    • @bang iwan….wah wah klo cuma itu acuannya…klo begitu saya bisa juga percaya cina mongol beserta sekutunya pernah menguasai nusantara dan meresap dalam budaya nusantara sebelum kedatangan bangsa barat krena orang orang etnis cina daridulu begitu berpengaruh di indonesia dan penyebarannya hampir diseluruh nusantara dan terkonsentrasi di jawa timur dimana pusat pemerintahan majapahit berada, bekas peninggalan dan keberadaan orang cina di era majapahit pun tercatat dalam sejarah nusantara dan bahkan klo tidak salah “rumornya” mahapatih gajah mada itu peranakan cina nusantara
      he3 tlong di koreksi klo banyak salah salahnya inikan cuma kalau kalau saja

      Suka

      • Sebagai org berpikiran terbuka sy ga prcya majapahit sehebat yg Ada dibuku sejarah,,,,

        Ga masuk Akal sama sekali,,maksain diri banged klu dipaksain majapahit sehebat iTu bukti Nya sgat minim,,,so ,,,jgn maksain Deh,JANGAN MAKSAIN!!!

        Malu Kita ngomong besar tp bukti Nya Nol,,eh maaf bukan Nol tp dikit

        Sy setuju klu yg di bilang nusantara hanya atau yg dikuasai majapahit hanya ja trim n jateng doang krna hanya dsna yg Ada melekat kulturnya

        Silahkan salah kan saya krna sy hanya mn coba berpikiran logis no dongeng

        Suka

  64. Majapahit hanya hoax, muka Gajah Mada itu mirip dengan muhammad Yamin.
    Maklumlah, Tokoh2 indonesia jaman dulu perlu adanya sesuatu alat yang dianggap nyata agar bisa menyatukan nusantara.
    Percuma bahas majapahit, kalo kalian semua ikut seminar nasional tentang perdebatan data dan fakta peninggalan masa lalu. Sejarawan dari Jawa selalu tidak mempunyai bukti untuk membenarkan bahwa Majapahit pernah Menaklukan nusantara, alasannya karena “Kita Sedang Mencari Data Akurat”.. padahal majapahit itu kerajaan baru, belom sampai 700 Tahun bro..

    Udahlah, MAJAPAHIT PERNAH MENAKLUKAN NUSANTARA itu SAMA DENGAN CERITA HOAX. Sama kayak orang bodoh yang percaya sama dukun, tetapi si dukun itu sendiri menginginkan anaknya menjadi Astronot/Dokter/Dan lain-lain..

    Suka

      • Buktikan ucapan anda, mana referensi terbaru nya ?
        Jangan ngomong aja, kita udah belasan kali ikut seminar Nasional dan dihadiri oleh peneliti dari dunia barat. Semua ketawa mendengar “Majapahit Pernah Menaklukan Nusantara”.. Hhahaa

        Suka

  65. Sy sependapat bahwa majapahit tidak sebesar seperti yang diartikan di Negara kertagama, kalau Majapahit memiliki wilayah yan luas, mengapa semua raja raja bawahan (bhre) yamg utama/ada dalam bukti prasasti/candi hanya berada di wilayah jateng (bhre mataram, lasem, pajang), jatim (wengker, daha, tumapel, matahun, kahuripan) dan bali lombok saja, mana raja-raja bawahan/ bhre sumatera, bhre kalimantan, bhre sulawesi dll (tidak pernah ada dan diulas dalam prasasti/ kitab lain). jadi siapa yang kontrol / wakil dari Majapahit disana??? apa mungkin wilayah taklukan dapat dikontrol hanya dari majapahit pusat?

    Suka

  66. Saya sependapat dengan penulis,,sbenarnya tidak ada keraguan majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar di nusantara,,tapi klaim atas penaklukan dan wilayah kekuasaanx di buku2 sejarah adalah klaim sepihak dan tanpa konfirmasi dari daerah lain..di daerah sy sendiri di sulawesi selatan,,tidak ada bukti yg menerangkan bahwa majapahit pernah berkuasa dsini,baik candi,prasasti,,agama hindu budha,pdhal catatan sejarah kerajaan di sulsel merupakan salah satu yg terlengkap,,dalam kitab la galigo(kitab terpanjang Se Dunia)tidak ada catatan majaphit pernah menguasai luwuk,bone,gowa,tallo,,bahkan semua kitab2 lontara lainnya tidak menyebutkan itu selain antara majapahit dan kerajaan di sulsel menjalin hub.perdagangan.

    Suka

    • Ya benar majapahit itu cuma besar di jawa timur, tp klo bicara kekuasaan di timur, jgn asal bicara, semua kerajaan di timur tau dari papua sampe flores dan philipina, seluruh sulawesi dan sebagiankalimantan dan serawak hormat dan tunduk pada sultan ternate-tidore. Jgn katakan tdk ada bukti, krn setelah portugis di usir dari ternate ke timor” sultan baabullah melakukan perjalanan ke negeri” taklukan, bahkan sempat ke makassar yg blm beragama islam dan meminta raja makassar masuk islam, dan menghadiahkan selayar kepada raja makassar, seandaix majapahit dan raja” di sulawesi selatan bgt berkuasa saat itu, masa sultan ternate bgt leluasa berjalan” ke negeri” yg jauh, apalagi selayar itu tdk jauh dari makassar. Kemudian kesultanan buton, tanyakan pada raja” buton, ketika mrk membangun benteng woolio, itu utk memberontak pada majapahit, gowa, bone atau ternate? Pasti jawabanx adalah ternate, lalu banggai di sulawesi tengah punya siapa? Kerajaan luwu ka? Sekali lg itu kekuasaan ternate, bgt jg gorontalo, bolaang mongondow, minahasa, kesultanan ternate mulai kehilangan kekuasaan setelah belanda menguasai ternate, namun tdk nenjadikan ternate sbg pusat pemerintahan krn marakx pemberontakan di ternate dan memilih ambon yg notabene kekuasaan ternate. Berpikirlah 1000 kali klo bilang majapahit dab kerajaan lain pernah mebguasai timur, ingatlah ternate-tidore, maka smua pendapat anda itu akan gugur, terutama utk raja” di pulau sulawesi, kalian sejak dulu tunduk dan hormat pada sultan ternate, klo ada sejarah yg di hilangkan di indonesia, itu adalah sejarah kesultanan moloko kie raha, utk menutupi fakta bahwa kerajaan penguasa nusantara dan satu”x kesultanan yg berhasil mengalahkan penhajah asing tanpa berani kembali adalah bgm sultan baabullah mengusir portugis dari wilayah timur indonesia shg menetap di timor leste

      Suka

      • tanpa mengurangi rasa hormat kepada saudara,,saya ingin mengoreksi kalau Raja Makassar Pertama yg memeluk islam itu sultan Alauddin,,dan menurut catatan sejarah,Beliau masuk islam atas kemauan sendiri setelah menerima datu ri bandang dan datu ri patimang ulama dari tanah Minangkabau.Kisah ke islaman sultan ini ada hubunganx dengan asal usul nama kota makassar.adapun yg saudara maksud mengenai sultan baabullah dan makassar sya baru dengar.silahkan di cek lg sejarahnya

        Suka

    • Tahun 1580 Sultan Baabullah mengunjungi Makassar dan mengadakan pertemuan dengan raja Gowa Tunijallo, mengajaknya masuk Islam dan ikut serta dalam persekutuan melawan Portugis dan Spanyol. Sebagai tanda persahabatan, Sultan Baabullah menghadiahkan Pulau Selayar kepada Raja Gowa. Jika selayar, buton, banggai, gorontallo sampai flores tunduk kepada Sultan Ternate,jelaslah Armada kesultanan Ternate lah yang berkuasa di samudera saat itu, bahkan menjadi ketua dari tiga kesultanan besar nusantara, yang meliputi samudera pasai, demak dan ternate sebagai 3 yang terkuat di nusantara. Selayar itu hadiah buat raja tunijallo agar masuk islam, dan kedatangan datuk ribandang dari minang adalah sepeninggal sultan baabulah, dan setelah itu kesultanan Ternate sibuk menghadapi musuh baru dengan kedatangan penjajah belanda sehingga tidak lagi memperhatikan wilayah kekuasaannya hingga satu demi satu lepas sesuai dengan politik belanda yaitu adu domba dan pecah belah

      Suka

  67. Ya benar majapahit itu cuma besar di jawa timur, tp klo bicara kekuasaan di timur, jgn asal bicara, semua kerajaan di timur tau dari papua sampe flores dan philipina, seluruh sulawesi dan sebagiankalimantan dan serawak hormat dan tunduk pada sultan ternate-tidore. Jgn katakan tdk ada bukti, krn setelah portugis di usir dari ternate ke timor” sultan baabullah melakukan perjalanan ke negeri” taklukan, bahkan sempat ke makassar yg blm beragama islam dan meminta raja makassar masuk islam, dan menghadiahkan selayar kepada raja makassar, seandaix majapahit dan raja” di sulawesi selatan bgt berkuasa saat itu, masa sultan ternate bgt leluasa berjalan” ke negeri” yg jauh, apalagi selayar itu tdk jauh dari makassar. Kemudian kesultanan buton, tanyakan pada raja” buton, ketika mrk membangun benteng woolio, itu utk memberontak pada majapahit, gowa, bone atau ternate? Pasti jawabanx adalah ternate, lalu banggai di sulawesi tengah punya siapa? Kerajaan luwu ka? Sekali lg itu kekuasaan ternate, bgt jg gorontalo, bolaang mongondow, minahasa, kesultanan ternate mulai kehilangan kekuasaan setelah belanda menguasai ternate, namun tdk nenjadikan ternate sbg pusat pemerintahan krn marakx pemberontakan di ternate dan memilih ambon yg notabene kekuasaan ternate. Berpikirlah 1000 kali klo bilang majapahit dab kerajaan lain pernah mebguasai timur, ingatlah ternate-tidore, maka smua pendapat anda itu akan gugur, terutama utk raja” di pulau sulawesi, kalian sejak dulu tunduk dan hormat pada sultan ternate, klo ada sejarah yg di hilangkan di indonesia, itu adalah sejarah kesultanan moloko kie raha, utk menutupi fakta bahwa kerajaan penguasa nusantara dan satu”x kesultanan yg berhasil mengalahkan penhajah asing tanpa berani kembali adalah bgm sultan baabullah mengusir portugis dari wilayah timur indonesia shg menetap di timor leste

    Suka

  68. Tulisan yang bagus mempertanyakan seberapa besar kekuasaan Kerajaan Majapahit zaman dulu. Klau saya hanya mau menyikapi tentang kata”Nusantara”,
    konsep itu sangat bagus menurut saya, dalam rangka menbentuk negara Rebuplik Indonesia zaman dulu. Cuman yang namanya penguasa, kalau dilihat rakyatnya mengeluh(memberontak) langsung menjadikan “sesuatu” yang awalnya baek menjadi “darah” (perang), padahal zaman dulu memberontak (pemerintahan Sukarno) adalah kebanyakan karena kecemburuan ekonomi. Ditunggu tulisan2nya kang tentang sejarah Indonesia. Terakhir dari saya konsep “NUSANTARA” untuk Rebuplik Indonesia ini sangat baek awalnya, mudah2ann kita kita menjadi negara2 yang berbeda, susah nanti jalan2nya , ngurus visa,hahahaha.

    Suka

  69. sekedar mau nimbrung.taktik politik kerajan di jawa mengunakan model invasi namun tujuanya merangkul untuk menambah kekuatan dan kekuasaaan.ketika saya mempelajari sejarah kabupaten saya, saya menemukan realita bahwa adipati dari kab saya telah tunduk dan patuh serta sanggup memberikan upeti dan pasukan.jadi kebesaran majapahit itu memang realita,karna seluruh jawa tengah telah jadi kekuasaan sebelum menginvasi ke pulau yg lain.

    Suka

  70. akhirnya ada juga pihak diluar jawa yang menyadari hal ini selain masyarakat daerah, ckck, gak habis pikir hanya berdasarkan karya fiksi negarakertagama yg lebih tepat dibilang dongeng anak2, bisa2 nya bilang naklukin daerah lain, yg ada sebenar nya wilayah jawa lah yg di aneksasi oleh sriwijaya, mau bukti? tuh candi borobudur relief nya ceritain sriwijaya secara keseluruhan, dan jelas disebutkan dinasty saylendra dari sriwijaya yg membangun dan berkuasa setelah medang dianeksasi, ini pembodohan sejarah untuk generasi bangsa, dan gw bersyukur skrg buku sejarah udah banyak direvisi, dulu zaman orla/orba, semua kerajaan diluarjawa ditulis cuma 2 paragraf, sedangkan kerajaan majapahit yg dgemborkan2 bisa berpuluh halaman, pdhl brtahan pun g sampai 2 abad, setau gw belum ada yg sanggup ngalahin kedigdayaan sriwijaya, sriwijaya meninggalkan legacy yg luar biasa di asia tenggara ini khususnya, kalo ada yg komplain? mau bukti? adityawarman yg dblg sebagai wakil majapahit kok bisa bergelar maharaja diraja? secara defacto atau dejure pun tdk prnh ada sedikit pun peninggalan majapahit, inget bung, seandainya majapahit sebesar yg dielu2kan, defacto pastinya akan banyak budaya yg ditinggalkan atau pling tidak kesamaan budaya,adat tradisi, dejure nye otomatis peninggalan donk, nah ini peninggalan cuma patung bairawa ngaku naklukin, gw rasa tuh empu yg ngarang kertagama kbnyakan isep menyan, jd ngigo g jelas, atau itu cuma kitab impian yg impian itu g kesampaian? asal ente semua tau dan logika dasar manusia ye, aplg dilihat dari budaya jawa dan sumatra kususnya, pemberian adiah arca itu menandakan hubungan sederajat atau penghormatan atas pencapaian kerajaan yg diberi hadiah, dan rahasia arca bairawa itu adalah, bairawa memperlambang kan penguasa tinggi yg diidentikan dengan manusia raksasa yg berada di atas manusia lainnya.
    banyak bukti mah klo masalah sriwijaya luar biasa, tp klo majapahit mah apa? ada? setau si guweh yah kagak ada, hehe, bahasa yg gw pake jg bahasa indonesia yg notabene berasal dari melayu yg merupakan cikal bakal sriwijaya dan nantinya penerus sriwijaya, itu salah satu bukti dalam bentuk tradisi loh. malahan seluruh penguasa disumatra dan malaka mengakui keturunan dari sriwijaya, sang nila utama, sang mutiara, sang sapurba. dan hebatnya lg di wilayah sumatra tidak mengenal adanya hirarki sosial spt di jawa, mknya org sumatra dengan jumlah populasi sedikit mampu mengalah kan hegemoni jawa di dunia lama dan modern, sumtra itu identik dengan sportifitas, sedangkan jawa identik dengan intrik, modal utama jawa adalah quantitas, sedangkan sumatra itu kualitas, jd jgn disamain, sumatra identik dengan resistensi sedangkan jawa identik dengan manggut-manggus iyes alias enggeh ndoro nya.
    gw sebagai org bandung org sunda prtama kali tau sejarah insiden bubat atau sebenarnya itu perang, sumpah sakit hati knp bisa leluhur mau-maunya ditipu. dan semua org penting tanah pasundan di habisin, dan mulai nya era perpecahan di tatar pasundan dan ditaklukin majapahit, banyak yg g ngakuin pasundan g ditaklukin, emg pasundan sejak kapan ada istilah itu? sunda itu pasundan bung, berperang mmg tidak prnh kalah, tp kalah krn intrik si jawa. ckck. budaya yg menghalalkan segala cara.
    gw dulu sempat heran , knp dibuku2 gw sd sejarah blg org jawa ini hebat? kuat? pintar? pdhl nyatanya, baca tulis ama itung menghitung aja banyakan org jawa yg g bisa.merantau alias tranmigrasi bukannya kek org padang yg jualan dan kaya2, ini malah jd tukang dadap karet / sawit dinegeri org, ngaku naklukin lg, dan adityawarman itu leluhur sekaligus pendiri pagaruyung (padang), trus kuat? mana nama preman jawa yg tenar setenar org barat dan timur? bilang sok? yg ada cuma jd pejabat pemerintah yg korup yg g bener. dan budaya kkn itu sebenarnya warisan dari jawa, krn budaya upeti ini itu.
    gw mendukung republik indonesia yg lebih baik, klo seandainya pkiran jawa msih begini, kita lihat aja seperti apa negara indonesia jdnya. klo org jawa mau bkin negara, sok bkin jawanesia, SDM ga ada, SDA apalagi.
    jd untuk yg terlalu rasis mersa hebat, apa pencapaian lu? adaa? gw seandainya bisa merobah sejarah, ga akan biarin itu penipuan bubat terjadi.

    Suka

  71. Arek-arek Mojokerto Mojopahit ancene hebat temen rek ! Iso ngalahi seluruh Asia Tenggara, Pasukan dari dua Dynasti di China, yaitu Dinasti Yuan (Mongol) dan Dinasti Ming (170 orang tewas tahun 1406 disikat Raden Gajah). Mbois Ndaaah !

    Suka

  72. Begini sudah yang nda pernah belajar sejarah.
    Kalau soal pembangunan sekarang seperti ini : itu bukan soal bahan tapi cara membangunnya yang seperti apa kita ambil contoh bangunan indonesia dan jepang di saat sama sama pernah merasakan gempa bumi yang mana lebih kuat ?
    Dan yang mana lebih banyak mengalami kehancuran ? Bukan menghina bangunan indonesia tapi bagaimana rekonstruksi pembangunan

    Suka

  73. Penghancuran Palembang oleh Armada Laut Majapahit – Majapahit (masa Hayam Wuruk) berdasarkan Catatan Tome Pires (Suma Oriental)

    Part I : Klaim Negarakertagama dan Catatan Tome Pires (Suma Oriental)

    Karna di bawah ada comment yg meminta bukti Catatan Portugis dan juga ada yg menyinggung tentang pendiri Malaka yg berasal dari Palembang. Saya jadi tertarik untuk menulis tentang “punitive naval attack” ke Palembang dan berdirinya Malaka ini.

    Mungkin ada banyak yg sudah mengetahui dari Wikipedia atau dari sumber lain bahwa Majapahit pernah melakukan “punitive naval attack” ke Palembang, tapi mungkin juga banyak yg tidak mengetahui darimana kah sumber sejarah yg mengatakan adanya serangan Armada Laut Majapahit menghukum Palembang ini dan bagaimana latar belakang mengapa penyerangan ini terjadi. Apakah ini hanya klaim sepihak dari Negarakertagama saja ? Eits … jangan asal menuduh ya :D

    Sejarah tentang “punitive naval attack” Majapahit ke Palembang ini berdasarkan setidaknya koroborasi 2 sumber sejarah yaitu Catatan Portugis dan juga Catatan China (Ming Shilu). Tome Pires seorang portugis yg datang ke Nusantara tahun 1513 M menuliskan Majapahit pada masa kekuasaan Hayam Wuruk sbb :

    “… in the time of Batara Tomarajll (Batara of Tumapel), king of the lands and lord of the isles, he had tributaries: Sam Agy Simhapura (Sang AJi of Singapore) who was king of that channel, his tributary and vassal, and it is about 240 leagues from Java to Singapore … and that Sam Agi Palimbaao (Sang Aji of Palembang) … was also his tributary vassal, and it is about 100 leagues from Palembang to Java … and Sam Agy Tamjompura (Sang Aji of Tanjungpura) … was also his tributary vassal, and it is almost 70 leagues from Java”

    “The king of Java, Batara Tumarill (Batara of Tumapel), replied that his junks had been navigating to Pase (Samudra-Pasai) for a long time … king of Pase (Raja Samudra-Pasai) was his vassal …”

    Jadi berdasarkan Tome Pires dalam Suma Orientalnya, Raja Majapahit (Batara Tumapel – Hayam Wuruk) yg disebut Pires sebagai “king of lands and lord of the isles” mempunyai kerajaan jajahan di Singapura (Sam Agy Simhapura), Palembang (Sam Agi Palimbaao), Tanjungpura (Sam Agy Tamjompura) dan juga Samudra-Pasai. Bandingkan dengan Negarakertagama pupuh 13-14 yg menuliskan :

    “Terperinci pulau Negara bawahan, paling dulu Melayu, Jambi, Palembang … Samudra (Pase) … Tanjungpura … di Hujung Medini Pahang yg disebut paling dahulu … Tumasik (Singapura) … ”

    So – Klaim Negarakertagama atas Singapura, Palembang, Tanjungpura dan Samudra (Pase) ternyata juga dibenarkan (koroborasi) oleh Tome Pires dalam Suma Orientalnya. Jadi jangan bilang kalo klaim Negarakertagama itu klaim sepihak lagi ya … kan ada pihak ke 3 (Tome Pires) dan juga pihak ke 4 (nanti akan ditulis yaitu Kekaisaran Ming China) yg membenarkan klaim Negarakertagama.

    (continue to Part II)

    Suka

  74. Part II : Latar Belakang Kehancuran Palembang berdasar Catatan Tome Pires dan Catatan China (Ming Shilu)

    Setelah meninggalnya Sam Agy Palimbaao, Tome Pires mencatat putra Sam Agi Palimbaao (Sang Aji Palembang) yaitu Paramjcura (Prameswara) berusaha melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit, tercatat sbb :

    “When Sam Agi Palimbaao died, he left a son, a great knight and a very warlike, whom they called Paramjcura (Prameswara) … He married to a niece of Batara Tamarill (Batara Tumapel – Hayam Wuruk) who was called Paramjcure (Prameswari), and when he realised how nobly he was married and how great was his power in the neighbouring islands which were under his brother-in-law’s juridiction, he rose against the vassalage and obedience and called himself the Great Exempt”

    Bisa dilihat Tome Pires mengatakan bahwa pengaruh kekuasaan Majapahit (masa Hayam Wuruk) di wilayah Sumatera sangat kuat hingga membuat Paramjcura (Prameswara) menjadi besar kepala setelah menikahi keponakan dari penguasa Majapahit (Hayam Wuruk) tsb. Pengaruh kekuasaan Majapahit di wilayah Palembang dan sekitarnya dianggap Prameswara sebagai kekuasaan sendiri, kemudian Prameswara berontak dan tidak mengakui vassal Majapahit lagi. Usaha pemberontakan Palembang ini sudah tercatat di dalam Ming Shilu sejak tahun 1374 M, tercatat sbb :

    “Hong-wu: Year 7, Month 9 (Oct/Nov 1374)
    In this month, the minister Mo-na-xia-deng and others, who had been sent by Ma-na-da Bao-lin-bang (Maharaja Palembang), the king of the country of San-fo-qi, presented a memorial and offered tribute of local products.”

    Dalam Chinese Record sejak abad ke 11 M, Suvarnadvipa (Sumatera dan sekitarnya) tercatat sebagai San-fo-qi, dan utusan dari Suvarnadvipa biasa disebut dengan kata depan San-fo-qi misalnya San-fo-qi Zan-bie (Jambi), San-fo-qi Pa-lin-bang (Palembang) dll. Dalam Ming Shilu (Chinese Records pada masa Dinasti Ming) tercatat Palembang mengirim utusan beberapa kali ke China. Mengirim utusan ke China tanpa sepengetahuan Majapahit bisa dianggap sebagai usaha pemberontakan. Dan pada tahun 1377 M, Ma-na-zhe Wu-li (Prameswara) bahkan meminta Kaisar Ming secara resmi mengangkatnya sebagai Raja Palembang menggantikan ayahnya yg meninggal.

    “Hong-wu: Year 10, Month 10, Day 29 (30 Nov 1377)
    … This Autumn, an envoy arrived with a memorial and I learned of Da-ma-sha-na-a-zhe’s death and that you, Ma-na-zhe Wu-li, as the eldest son of the principal wife, were the heir to the throne. You did not dare to ascend the throne without authority and thus you asked for orders from the Court … I am pleased with your loyalty and thus I am sending an envoy to confer upon you the seal of the king of the country of San-fo-qi. ”

    Ming Shilu mencatat Ma-na-zhe Wu-li (Prameswara) tidak berani naik tahta tanpa dukungan Kekaisaran Ming China, Ma-na-zhe Wu-li (Prameswara) meminta Kekaisaran Ming mengirim “Seal and Proclamation” yaitu Stempel Resmi Kekaisaran Ming yg menyatakan Prameswara adalah Penguasa Palembang. Stempel Pengangkatan (Seal) ini menunjukan bahwa Palembang secara resmi diangkat sebagai vassal state dari Kekaisaran Ming China – dengan kata lain Palembang bukan lagi vassal Majapahit. Dan jika Palembang menjadi vasal state Kekaisaran Ming maka setiap serangan militer ke Palembang akan dianggap sebagai serangan ke wilayah Kekaisaran Ming China – Pasukan Ming China akan dikirim ke Palembang untuk melindungi Palembang. Pemberontakan Prameswara dan usaha Prameswara untuk meminta bantuan Kekaisaran Ming China ini ternyata didengar oleh Hayam Wuruk (Batara Tamarill). Hayam Wuruk kemudian memerintahkan untuk menyerang Palembang. Tome Pires menuliskan sbb :

    “When Batara Tamarill, king of Java received the news … he decided to descend him with his power … and take the land of Palembang from him and kill and destroy him. Having decided this he collected his people in ships and bore down upon the island of Banka which is next to Palembang and destroyed it, and they say that he killed everyone there because they were Palembang people, and that he must have killed a thousand inhabitants of the said island”

    Setelah membumihanguskan Pulau Bangka, kemudian armada laut Majapahit menuju Palembang. Tome Pires menuliskan sbb :

    “And from there he (Batara Tamarill) went to Palembang, which must be a league or two away, and began to lay waste the places; and when Paramjcura, king of Palembang, saw this, he collected about a thousand men and their wives in junk and lancharas, and embarked them, and he stayed on land with about six thousand men to give battle to the king of Java, his brother-in-law”

    Begitu datang ke Palembang, pasukan Majapahit langsung melakukan bumihangus kota Palembang. Prameswara tampaknya sudah mengetahui akan kalah sehingga sudah mengumpulkan 1.000 orang beserta para istri mereka untuk mengungsi. Awalnya dengan mengandalkan 6.000 pasukan, Prameswara ingin tetap bertahan di Palembang dan berperang menahan serbuan pasukan Majapahit. Tapi pada akhirnya Prameswara pun terpaksa melarikan diri dan meninggalkan 6.000 pasukan-nya dibantai pasukan Majapahit.

    “After both sides had engaged in battle, Paramjcura fled and took refuge in the junks and fleet he had in the river, and all the people he had to defend him fell into the hands of his brother-in-law, and [he had] only the people who had embarked with him.”

    Penyerangan Majapahit atas Palembang ini pun tercatat secara implisit di dalam Ming Shilu, yaitu ketika pada tahun 1380 M utusan Majapahit datang ke China, Kaisar Ming China protes keras atas dibunuhnya utusan Ming yg datang ke Palembang tahun 1377 M oleh pasukan Majapahit, tercatat sbb :

    “Hong-wu: Year 13, Month 10, Day 20 (23 Nov 1380)
    … Previously, the envoy sent by the king of the country of San-fo-qi sent an envoy to present a memorial and request a seal of office. I was pleased with his desire for righteousness and sent an envoy to confer this on him. This was intended to show kindness to the distant peoples. Why did you make an evil plan, lure the envoy away and kill him? …”

    Tampaknya ketika Utusan Kekaisaran Ming datang ke Palembang untuk melakukan Upacara pengangkatan Prameswara sebagai Raja Palembang dan sebagai vassal state dari Kekaisaran Ming, utusan Kekaisaran Ming ini dijebak oleh pasukan Majapahit dan kemudian dibunuh. Seharusnya pembunuhan Utusan Kekaisaran Ming oleh pasukan Majapahit mendapat balasan dari Kaisar Ming China, akan tetapi tampaknya Kaisar Ming China tidak ingin (tidak berani ?) untuk berperang dengan Majapahit yg pada saat itu masih dipuncak kejayaannya pada masa Hayam Wuruk.

    Dari koroborasi Catatan Portugis dan Catatan China ini, didapat angka tahun 1377 M – yg banyak tertulis dalam buku-buku sejarah dan juga wikipedia – untuk peristiwa “punitive naval attack” ke Palembang ini. Negarakertagama mencatat pada tahun 1364 M Gajah Mada sudah meninggal dunia dan digantikan oleh Nala, Nala sendiri dikenal sebagai Laksmana Kerajaan Majapahit – kemungkinan besar Nala lah yg memimpin “punitive naval attack” ke Palembang ini pada tahun 1377 M.

    Dalam Catatan China, dikatakan akibat dari serangan “hukuman” Majapahit ke Palembang ini adalah Palembang menjadi tanah tak bertuan, Majapahit sengaja membiarkan Palembang tanpa ada penguasa resmi di sana, mungkin sebagai peringatan bagi kerajaan lain akibatnya jika melawan Majapahit. Sampai akhirnya imigran China yg tinggal di Palembang mengangkat Liang Dao-Ming sebagai penguasa Palembang, Liang Dao-ming tetap menyatakan Palembang sebagai vassal Majapahit – ini tercatat di dalam Ming Shilu.

    Jadi sikap membangkang Paramjcura / Prameswara / Ma-na-zhe Wu-li inilah yg menjadi dasar mengapa Majapahit melakukan “punitive naval attack” ke Palembang. Dan ini sesuai dengan sistem pemerintahan Majapahit berdasarkan Negarakertagama pupuh 16/5 yg berbunyi :

    “Semua Negara yang tunduk setia menganut perintah. Dijaga dan dilindungi Sri Nata dari Pulau Jawa. Tapi, yang membangkang, melanggar perintah, dibinasakan pimpinan angkatan laut, yang telah masyhur lagi berjasa”

    Catatan Portugis (Tome Pires) dan Catatan China (Ming Shilu) tentang adanya “punitive naval attack” ke Palembang, menunjukan bahwa yg ditulis dalam Negarakertagama bukan hanya gertak sambal atau slogan kosong Majapahit saja. Siapa pun yg membangkang, melanggar perintah, dibinasakan pimpinan angkatan laut yg telah masyhur lagi berjasa – dan ini dibuktikan dengan “punitive naval attack” ke Palembang tahun 1377 M.

    Sekali lagi “punitive naval attack” ke Palembang pada tahun 1377 M bukan diklaim oleh Negarakertagama tetapi Catatan Portugis dan Catatan China lah yg mencatat peristiwa ini.

    (continue to Part III)

    Suka

  75. Part III : Kehancuran Singapura berdasarkan Catatan Tome Pires dan Malay Annals (Sulalatus as Salatin / Sejarah Melayu)

    Setelah Palembang dibumihanguskan oleh pasukan Majapahit, Prameswara beserta anak buahnya melarikan diri ke Singapore, Prameswara diterima di sana oleh Sam Agy Simhapura (penguasa Singapore). Tapi kemudian Sam Agy Simhapura dibunuh oleh Paramjcura, dan Paramjcura mengambil alih Singapore selama 5 tahun lamanya. Tapi Sam Agy of Singapore pada saat itu memiliki istri Putri Raja Siam Ayutthaya. Mendengar Prameswara berada di Singapore dan membunuh menantunya, Raja Ayutthaya mengirim pasukan Siam ke Singapore untuk mengusir Prameswara dari sana. Prameswara kemudian melarikan diri ke Semenanjung dan akhirnya mendirikan perkampungan yg dinamakan Malaka.

    Tome Pires menuliskan tentang penyerangan Raja Siam Ayutthaya ke Singapura untuk mengusir Prameswara sbb :

    “And eight days after his arrival the Sam Agy of Singapore was killed through the instrumentality of Paramjcura … And the king of Siam who was father-in-law to the Sam Agy of Singapore … when he heard the news of his son-in-law, he decided to attack him (Paramjcura), and he gathered people together … who came in such powerful array that the said Paramjcura did not dare to wait for him, and fled with about 1.000 men and went up the Muar River”

    Sedangkan berdasarkan Malay Annals (a.k.a Sulalatus as Salatin / Sejarah Melayu), yg menyerang Singapura dan mengusir Paramjcura (Iskandar Shah dalam Malay Annals) bukan Siam tapi Majapahit, Malay Annals mencatat sbb:

    “The Bitara immediately fitted out 300 junks, together with the vessel clulus pelang, and jong kong, in numbers beyond calculation, and embarked on board of them 2 kati of Javanese (200.000 men). Then having set sail, they arrived at Singhapura, and immediately engaged in battle … and Javanese entered into the town, commenced an amok or indiscriminate carnage, and the people were slaughtered on all sides, and blood flowed like an inundation; and the blood which still marks the plain of SInghapura. At last, however, Singhapura was subdued, and Raja Iskandar Shah, saving himself by flight, reached Muar.” [Malay Annals-Leyden]

    Jika penulis artikel di atas mengatakan Negarakertagama hanya cerita novel, legenda atau mitos saja, sebenarnya jika kita baca kisah dalam Malay Annals jauh lebih parah dan penuh Mitos dibandingkan Negarakertagama – Silakan baca Negarakertagama dan bandingkan dengan Malay Annals. Jika anda sudah membacanya anda bisa lihat bahwa yg dituliskan dalam Negarakertagama jauh lebih realistis dibanding Malay Annals yg lebih mendekati Mitos yg sebenarnya.

    Jika Negarakertagama dianggap penulis artikel di atas hanya setingkat Tutur Tinular bagaimana dengan Malay Annals, Sureg Galigo, Hikayat Raja Pasai dll yg lebih penuh dengan mitos – mungkin hanya dianggap komik selevel Naruto aja yo … hi3x …

    OK lanjut – Jadi ada 2 versi kehancuran Singapore yaitu oleh pasukan Siam Ayutthaya (Tome Pires) atau oleh pasukan Majapahit (Malay Annals / Sulalatus as Salatin / Sejarah Melayu) – tentu pertanyaannya adalah mana yg benar ?

    Kehancuran Palembang pada tahun 1377 M bisa dianggap sebagai “kebenaran” sejarah karna didukung oleh Catatan Portugis (Tome Pires) dan Catatan China (Ming Shilu). Sedangkan kehancuran Singapura oleh pasukan Majapahit seperti yg ditulis oleh Malay Annals (a.k.a Sulalatus as Salatin – Sejarah Melayu) tidak didukung oleh Catatan China (Ming Shilu) dan juga Catatan Portugis (Tome Pires), walaupun masih mungkin “benar” tapi kecil kemungkinan Majapahit sempat melakukan “punitive naval atack” ke Singapura menjelang akhir hidup Hayam Wuruk (1389 M) apalagi ada yg menuliskan serangan ini dilakukan oleh Majapahit antara tahun 1390-1400 M yaitu setelah kematian Hayam Wuruk – ini lebih kecil lagi kemungkinannya karna antara tahun 1390-1400 M Majapahit sudah disibukan masalah internal mendekati perang parereg. Penyerangan antara tahun 1390-1400 M lebih mungkin dilakukan oleh Siam Ayuthayya yg pada masa itu mulai melakukan invasi ke Semenanjung Malaysia pasca kematian Hayam Wuruk (1389 M).

    Itu sebabnya untuk mendapat nilai “kebenaran” sejarah dan membedakan mana yg mitos dan mana yg fakta sejarah, kita harus membandingkan berbagai Catatan Sejarah yg ada. Dan Catatan Sejarah yg bisa dikoroborasikan dengan Catatan Sejarah yg lain itulah yg kita nilai sebagai “kebenaran” sejarah. Dan sejauh ini setidaknya Negarakertagama bisa dikoroborasikan dengan Catatan Portugis (Tome Pires) dan Catatan China (Ming Shilu etc).

    (continue to Part IV)

    Suka

  76. Part IV : Malaka dalam Catatan China (Ming Shilu dan Ying-yai Sheng-lan)

    Setelah “punitive naval attack” Majapahit ke Palembang ini, dalam Catatan China (Ming Shilu) tidak lagi tercatat adanya utusan San-fo-qi ataupun kerajaan vassal Majapahit lain yg datang ke China. Samudra Pasai dan Malaka baru tercatat mengirim utusan ke China pada tahun 1405 M – Samudra sendiri terakhir tercatat mengirim utusan ke China pada tahun 1286 M. Tampaknya “punitive naval attack” ke Palembang ini cukup efektif sebagai peringatan kepada kerajaan vassal Majapahit lain untuk tidak melakukan hal yg sama. Dan pada tahun 1397 M, secara resmi Kekaisaran Ming China mengakui kekuasaan Majapahit atas San-fo-qi (Svarnadvipa) :

    “Hong-wu: Year 30, Month 8, Day 27 (18 Sep 1397)
    … . I have heard that San-fo-qi is subject to Java. You, Minister of Rites, should record my wishes and send a despatch to the king of the country of Siam, ordering him to send someone to transmit it to Java for its advice … ”

    Sebagai penutup cerita tentang kehancuran Palembang : Pada tahun 1390 M setelah kematian Hayam Wuruk, Kerajaan Siam Ayutthaya mulai menyerang ke selatan (Semenanjung Malaysia). Ayutthaya berhasil menaklukan Semenanjung, Aceh hingga akhirnya Singapura pada tahun 1401 M. Kerajaan di Semenanjung dan Aceh seperti Samudra dan Malaka takluk menjadi vassal Siam Ayutthaya. Tahun 1405 M, Samudra dan Malaka kemudian mengirim utusan ke China meminta Kekaisaran Ming China mengangkat secara resmi penguasa Malaka dan Samudra sebagai Raja Malaka dan Raja Samudra dengan mengirim “Seal and Proclamation” Plakat Kekaisaran Ming China – seperti yg dulu pernah dilakukan Palembang tahun 1377 M.

    “Yong-le: Year 3, Month 9, Day 11 (3 Oct 1405)
    The envoys sent by Zai-nu-li A-bi-ding, the native ruler of the country of Samudera, Bai-li-mi-su-la, the native ruler of the country of Melaka and Sha-mi-di, the native ruler of the country of Calicut, followed the Imperial envoy Yin Qing and came to Court to offer tribute. It was Imperially commanded that these native rulers all be enfeoffed as kings of their countries, that they be provided with seals and patents and that variegated silks and clothing be conferred upon them.”

    Dan Laksamana Cheng-Ho ketika datang ke Malaka mengangkat secara resmi Raja Malaka sebagai vasal Kekaisaran China. Mengenai pengangkatan Malaka menjadi vasal state Kekaisaran Ming China juga ditulis oleh Ma-Huan dalam bukunya “Ying-yai Sheng-lan”. Ma-huan menuliskan tentang Malaka (Man-la-chia) sbb :

    “Formerly this place was not designated a country … There was no king of the country, [and] it was controlled only by a chief. The territory was subordinate by juridiction of Hsien-lo (Siam), it paid an annual tribute of fourty liang of gold, [and if] it were not [to pay]. Then Hsien-lo (Siam) would send men to attack it. In the seventh year of Yung-Lo [period], [the cyclic year] ch’i-chou, the emperor ordered the principal envoy the grand eneuch Cheng-Ho … set up a stone tablet and to raise [the place] to a city; [and] it is subsequently called ‘The Country of Man-la-chia’ (Kerajaan Malaka). Thereafter Hsien-lo (Siam) did not dare to invade it.”

    Ma-Huan kemudian menuliskan “kepala desa” (chief) Malaka yaitu Iskandar Shah (Malay Annals) atau Paramjcura (Tome Pires) merasa sangat berterimakasih sudah diangkat sebagai Raja Malaka oleh Kaisar Ming China – dan ikut datang ke China bersama Armada Laut Cheng-ho untuk memberikan upeti sebagai rasa terimakasih.

    “The chief, having recieved the favour of being made king, conducted his wife and son, and went to the court at the Capital to return thanks and to present tribute of local products. The court also granted him a sea-going ship, so that he might return to his country and protect his land.”

    Setelah Samudra dan Malaka mendapat “Seal” Kekaisaran Ming China, Siam yg mendengar hal ini kemudian menyerang Samudra dan Malaka. Tapi kemudian Samudra dan Malaka melaporkan hal ini kepada Kaisar Ming China. Tertulis di dalam Ming Shilu sbb :

    Yong-le: Year 5, Month 10, Day 21 (20 Nov 1407)
    “… Previously, the envoy from Champa, who had come to Court, was at sea returning home when strong winds blew his ship to the country of Pahang. Siam intimidated Pahang with a show of force and took away the Champa envoy. They detained him and did not send him back. News of this then reached the Court. The kings of the countries of Samudera and Melaka also sent people to complain that Siam had been overbearing and that it had sent troops to take away their seals and title patents which they had received from the Court. They also noted that the people of their countries were scared and unable to live in peace … ”

    Tercatat bahwa akibat serangan Siam ini rakyat Samudra dan Malaka sangat ketakutan dan tidak bisa hidup tenang. Raja Siam kemudian diancam oleh Kaisar Ming China untuk tidak menyerang Samudra dan Malaka jika tidak ingin mendapat serangan dari pasukan Ming China. Dengan memberikan contoh Annam yg diserang oleh pasukan Ming karna melakukan hal yg sama.

    Yong-le: Year 5, Month 10, Day 21 (20 Nov 1407)
    ” The illustrious way of Heaven (Ming Emperor) is to bring prosperity to the good and calamity to the evil. The Li bandits of Annam, both father and son, previously met disaster. You can take warning from that. Immediately return the Champa envoy and the seals and title patents conferred upon Melaka and Samudera. From now on you should look to your own affairs … ”

    Hal ini dibenarkan oleh Ma-Huan yg menuliskan “Thereafter Hsien-lo (Siam) did not dare to invade it.” Dan dibawah perlindungan Kekaisaran Ming China inilah akhirnya Malaka berkembang pesat.

    Dari Catatan China ini, maka besar kemungkinan bahwa yg menghancurkan Singapura antara tahun 1390-1400 M memang bukanlah Majapahit seperti yg ditulis Malay Annals (Sejarah Melayu) melainkan Siam Ayutthaya seperti yg ditulis oleh Tome Pires. Karna dalam Catatan China (Ming Shilu dan Ying-yai Sheng-lan) Malaka dan Samudra pasca kematian Hayam Wuruk (1389 M) tercatat sebagai vassal state dari Kerajaan Siam Ayutthaya. Hal ini didukung Catatan Siam bahwa pada tahun 1401 M, pasukan Siam Ayutthaya sudah menguasai Tumasek.

    Herannya kedatangan Armada Laut Cheng-Ho yg begitu besar ini dan juga perginya Prameswara / Iskandar Shah ke China tidak tercatat di dalam Malay Annals (Sejarah Melayu). Bahkan Malay Annals (Sejarah Melayu) baru mengakui memiliki hubungan kenegaraan dengan Kekaisaran Ming China pada masa Sultan Mansur Shah (1459-1477 M) yaitu pada masa Kesultanan Malaka sedang jaya – itupun dengan menuliskan hubungan yg sejajar dimana Manshur Shah menikahi Putri Kekaisaran Ming China (Hang li-po). Dan perlu diingat bahwa soal Putri China ini sama sekali ga tercatat dalam Catatan China … so mitos kah ? :D

    Apakah pengarang Malay Annals (Sejarah Melayu) malu mengakui bahwa dulunya mereka lemah dan perlu meminta perlindungan (backing) Kekaisaran Ming dengan secara resmi menjadi Vassal State Kekaisaran Ming ? Silakan simpulkan sendiri …

    Tapi yg pasti Malay Annals / Sejarah Melayu / Sulalatus as Salatin yg ada sekarang ini adalah hasil edit-an abad ke 16-17 M yaitu pasca kekalahan Malaka dari Portugis, jadi sangat wajar jika terjadi bias. Sebagai kerajaan yg baru saja kalah perang tentunya perlu menuliskan hal-hal yg “luar biasa besar” berbau mitos dan sedikit lebay untuk mengembalikan harga-diri sebagai suatu kerajaan yg baru saja dikalahkan.

    Jadi sangat wajar, jika Malay Annals tidak menuliskan hal-hal yg memalukan ataupun merendahkan martabat Kerajaan tsb.

    Suka

    • Hmmm,,, sejarah selalu bisa dibikin edisi revisi, tergantung keinginan dan tujuan penguasa saat itu, tp terserahlah kalian yg sama” melayu silahkan baku tipu antara kalian sendiri, satu yg jelas tdk akan ada yg percaya org mojokerto bisa melaut, tdk ada budaya bahari yg diturunkan sbg warisan budaya, jd silahkan saling menipu diri sendiri spt cerita G30S/PKI, diputar balik utk kepentingan kekuasaan. Yang jelas, kesultanan Ternate dan Tidore dan kerajaan Jailolo yg merupakan kerajaan asal tdk pernah terjalahkan atau dikuasai oleh kerajaan” bercorak melayu mau jawa atau sumatera, sulawesi atau kalimantan, justru pelaut dan bajak laut halmahera sangat di takuti di nusantara, sayangx tdk ada aksara yg diturunkan kesultanan kecuali setelah menjadi kerajaan islam dan peperangan dgn penjajah, namun tradisi adat budaya serta tutur maluku utara menyebar luas di indonesia timur termasuk nusatenggara dan sulawesi sbg tanda kuatx hegemoni kesultanan ternate-tidore di indonesia timur. Jika mau catatan sejarah terbaru saat ini, dari ujung jakarta sampai denpasar, hegemoni org maluku thp org melayu jg tampak dari berkuasax org” maluku papua flores di tanah melayu termasuk sumatra ambil contoh batam, 1000 tahun lg catatan ini akan jd pembuktian hegemoni melanesia atas tanah jawa

      Suka

  77. Tentu saja reruntuhan Majapahit sulit ditemukan Sebab ” ada golongan Tertentu yang menghapus jejak majapahit” Hal ini dilakukan golongan tertentu untuk bertujuan menghapus jejak majapahit dan mencoba mendirikan budaya lain yang mereka anggap benar..

    Silahkan bagi para penggemar sejarah untuk mengulas bagaimana candi” yang di runtuhkan dan kemudian batu”nya di gunakan sebagai pondasi rumah.

    salam

    Suka

  78. Catatan Portugis tentang Kapal Nusantara

    Masih ada yg penasaran nih kayanya sama kemampuan orang Jawa berlayar dan kemampuan orang Jawa bikin kapal :D

    Untuk mengetahui bagaimana keadaan masa lalu, tentunya kita perlu Saksi Hidup yg dulu pernah menyaksikan keadaan di masa itu. Dan Catatan Sejarah-lah yg mewakili Saksi Hidup yg pernah melihat keadaan masa lalu. Dari Catatan Sejarah yg ditulis Saksi Hidup pada masa lalu itulah kita bisa mengetahui keadaan masa itu. Jadi jika kita ingin tahu apakah orang Jawa jaman Majapahit mampu bikin kapal ataupun berlayar – tentunya kita perlu Catatan Sejarah yg sejaman atau mendekati jaman Majapahit. Jangan menggunakan ukuran masa sekarang untuk mengetahui keadaan masa lalu – jaman sudah berubah dan akan selalu berubah.

    OK karna sebelumnya saya menulis berdasarkan Catatan Portugis. Sekarang saya akan lanjutkan dengan menuliskan beberapa Catatan Portugis mengenai kemampuan berlayar orang Jawa dan juga kapal Jawa pada masa lalu. Saya akan tuliskan perbandingan kapal Jawa dengan beberapa jenis kapal lain di Nusantara menurut Catatan Portugis – jadi bukan klaim orang Jawa ya :D

    Kapal Jawa berdasarkan Catatan Portugis yg ditulis oleh Barbosa (1480-1521 M) pada tahun 1518 M adalah sbb :

    “From the Kingdom of Jaoa (Java) also come the ‘Great Junco’ ships [with four masts] to the city of Malaca, which differ much from the fashion of ours, being built of very thick timber, so that when they are old, a new planking can be laid over the former [so that there are three or four layers of planks one over the other], and so they remain strong. The cables and all the shrouds of these ships are made of canes [rattans] which grow in the country.”

    Dituliskan bahwa “Great Junco” (Javanese Junk) memiliki 4 tiang layar dengan dinding kapal terbuat dari 3-4 lapis papan, ini menunjukan bahwa kapal Junk Jawa ini sangat besar. Karna rata-rata kapal layar masa itu hanya memiliki 1-2 tiang layar saja. Salah satu “Great Junco” terbesar ini pernah dilihat oleh Portugis dan dituliskan oleh Fernao Peres de Andrade (d. 1523 M) sbb :

    “It carried a thousand fighting men on board, and you Lordship can believe me … that it was an amazing thing to see, because the Anunciada near it did not look like a ship at all. We attacked it with bombards, but even the shots of the largest did not pierce it below the water-line, and [the shots of] the espera [an old large kind of cannon] I had in my ship went in but did not pass through; it had three sheatings, all of which were over a cruzado thick. And it certainly was so monstrous that no man had ever seen the like. It took three year to build …”

    Andrade mengatakan Javanese “Great Junco” terbesar yg pernah dilihatnya bisa mengangkut 1.000 pasukan bahkan Anunciada (kapal Portugis) hanya tampak seperti mainan ketika berada dekat Javanese “Great Junco” tsb. Dinding kapal terbuat dari 3 lapis papan yg meriam Portugis biasa tidak mampu merusak dinding kapal, bahkan meriam Portugis yg besar pun hanya mampu merusak dinding kapal tapi tetap tidak bisa menembus dinding kapal “Great Junco”. Dari Catatan Barbosa hanya Junk Jawa dan Junk Pegu (Burma) yg memiliki 3-4 tiang layar di Nusantara ini. Jawa dan Pegu adalah pusat industri kapal Junk terbaik di Asia Tenggara waktu itu. Hal ini juga ditulis oleh Tome Pires sbb :

    “This king Mansursa (Sultan Manshur Shah of Malacca) … decided to go to Mecca with a large amount of gold in a junk which he had ordered to be built in Java, and another in Pegu of great size”

    Tome Pires menuliskan ketika Sultan Mansur Shah akan pergi Haji, dia memesan 2 buah kapal Junk yg besar dari Pegu dan Jawa – Sultan Mansur Sah dari Malaka yg ngakunya keturunan Srivijaya Penguasa Maritime dan berbudaya bahari aja beli kapal Junk Jawa :D

    Selain kapal type “Great Junco”, orang Jawa juga membuat kapal layar ringan yg digerakan oleh pendayung – dan dengan kapal layar ringan yg mampu bergerak cepat ini orang Jawa biasa melakukan kegiatan sebagai bajak laut. Barbosa mengatakan banyak juga orang Jawa yg menjadi Bajak Laut hebat (Great Pirates). Barbosa menuliskan :

    “Besides the Junco which I have already mentioned they have well-built light vessels propelled by oars, and in these some of them go out to plunder, and there are great pirates among them”

    Bahwa Jawa (Majapahit) memiliki berbagai macam jenis kapal juga tercatat dalam Malay Annals (Sejarah Melayu) ketika menceritakan penghancuran Singapura oleh pasukan Majapahit yg debatable sbb :

    “The Bitara immediately fitted out 300 junks, together with the vesel clulus pelang, and jongkong, in number beyond calculation, and embarked on board of them 2 kati of Javanese (200.000 men) …” [Malay Annals-Leyden]

    Sebagai perbandingan – Barbosa juga menuliskan bahwa orang Sulawesi (Celebes) waktu itu (abad ke 16 M) belum memiliki kemampuan membuat kapal sebaik Great Junco-nya orang Jawa. Barbosa menuliskan sbb :

    “Whence come at times certain white folk, bare from the waist up yet they have garment woven from something like straw wherewith they cover their private parts … Their boats are badly built and therein they come to take loads of cloves in these islands (Maluku) … These islands, from which these and suchlike people come, are called Celebes.”

    Walaupun “badly built” tapi tampaknya kapal Sulawesi sudah termasuk jenis jungco bukan kapal layar ringan dengan pendayung karna kapal ini digunakan oleh orang Sulawesi untuk berdagang dan mengambil cengkeh dari Maluku. Kapal Junco adalah kapal layar yg memiliki sisi kapal yg tinggi sehingga badan kapal bisa menampung penumpang dan barang dagangan lebih banyak. Sekarang kita bandingkan dengan Catatan Portugis lain yg ditulis oleh Fernando Lopes de Castanheda (1500-1559 M) tentang kapal Maluku :

    “The people of the Moluccas had very good war galleys with a hundred or eighty oars on each side but … They have no junco or other ships with high sides, for there are no merchant among them, nor any other commodity to take away save clove only, and these they do not convey as they have no ship for that purpose.”

    Menurut Catatan Portugis (Castanheda) orang Maluku hanya mampu membuat kapal layar ringan yg digerakan dengan pendayung seperti yg digunakan orang Jawa sebagai kapal bajak laut. Orang Portugis melihat bahwa orang Maluku memang orang kepulauan tapi mereka bukan pedagang, itu sebabnya mereka tidak memerlukan dan tidak memiliki kapal besar jenis Junco seperti yg dimiliki orang Jawa ataupun orang Sulawesi untuk berdagang dan mengangkut penumpang (pasukan) dalam jumlah besar. Dalam Catatan Barbosa di kepulauan Maluku hanya orang Banda-lah yg memiliki Junk dan berdagang sampai ke Malaka. Orang Banda mengumpulkan hasil Cengkeh dari kepulauan Maluku kemudian menjualnya pada pedagang asing di Banda. Jadi pada saat itu Banda adalah pasar perdagangan cengkeh dan pala di Maluku.

    Dengan hanya memiliki kapal layar ringan yg digerakan oleh pendayung ini – daya jelajah orang Maluku lebih terbatas. Berbeda dengan kapal layar “Great Junco”-nya orang Jawa yg menurut Barbosa bisa berlayar hingga ke Cambaya di wilayah Gujarat -India. Barbosa menuliskan bahwa orang Jawa sudah biasa berlayar ke seluruh penjuru lautan :

    “These folk (Jaos/Javanese), then, selling their goods, as I have already said in Malaca at good prices … From this city of Malaca, ships sail also to the Isles of Maluco (Maluku) there to take in cargoes of cloves … Thus they sail from this city of Malaca to all the islands in the whole of this sea, and to Timor whence they bring the whole of the white sanderswood … These ships also sail from Malaca to the islands which they call Bandan (Banda) to get cargoes of nutmegs and mace … They also go to the Island of Samatra (Sumatra) whence they bring peper … They go to Tanasary (Tenassarim – Thailand), Peeguu (Pegu – Burma), Bengala (Bengal), Paleacate (Pulicat – Tamil Nadu India), Charamandel (Chola – Eastern Coast India), Malabar (Western Coast India) and Cambaya (Cambay -Gujarat India) …”

    Barbosa menuliskan orang Java berlayar ke Malaca, Tenasserim, Pegu, Bengal, Pulicat, Chola, Malabar bahkan sampai ke Gujarat. Hal ini juga diperkuat oleh Catatan Portugis yg ditulis oleh Tome Pires (1465-1524 M) sbb :

    “Java … navigated to many places and very far away – for they affirm that it navigated to Aden and that its chief trade was in Bonuaquelim (East India), Bengal and Pase – that it had the whole of the trade at that time”

    Tome Pires mengatakan bahwa orang Jawa dengan kapal “Great Junco”-nya juga berlayar hingga Teluk Aden – Yaman. Sedangkan Diogo de Couto bahkan mengatakan orang Jawa berlayar hingga ke Afrika Selatan (Cape of Good Hope). De Couto menulis sbb :

    “The men are expert navigator … it is certain that the Jaos (Javanese) have sailed to the Cape of Good Hope …”

    De Couto bahkan mengatakan bahwa orang Jawa pelaut handal (expert navigator) di Nusantara waktu itu. Catatan Portugis mengatakan orang Jawa adalah pelaut handal (expert navigator) dan juga pembuat kapal terbaik di Asia Tenggara selain Pegu Burma – itu yg nulis orang Portugis loh bukan orang Jawa :D

    Suka

    • Kapal besar seperti kapal induk bukanlah kapal perang, tp utk memuat perbekalan, dan apalah artix kapal perang yg tdk mampu bermanuver, kapal induk sekarang pun dilindungi oleh kapal berukuran kecil yg lbh fleet, jd bisa sy perkirakan kpl yg anda maksud hanyalah kapal dagang yg mmg harus memiliki ukuran besar, bahkan kpl perang modern pun tdk lebh besar dari kapal kargo atau kontainer. dan satu lagi yg jelas anda sebutkan bahwa itu kapal jawa bukan kapal majapahit, sampai detik ini pun tdk ada budaya bahari di kalangan keturunan majapahit bahkan di bali sekalipun apalagi di mojokerto. Jika kapal” banda bisa berlayar sampai ke malaka itu menunjukkan tdk adax ketakutan org banda thp majapahit krn sampai saat ini tdk tampak pengaruh majapahit dan maluku, dan sejak dl banda dan seluruh maluku hanya menghormati kesultanan tidore-ternate, bahkan ketika portugis datang ke malaka kemudian jawa, tujuanx bukan menguasai jawa, tp bgm mencari jalan ke maluku, utk mencari rempah” dan mgk dgn mengikuti alur pelayaran org banda lah, maka portugis sampai tersesat ke banda, sy katakan tersesat krn mmg tujuan portugis bukanlah banda, tp ternate dan tidore krn jika tujuan mrk banda sdh pasti mrk tdk blg tersesat, dan jika banda adalah kesultanan lbh besar dari ternate tidore pasti akab ada peperangan ketika utusan tidore ternate tiba mencari kapal portugis utk dijemput ke pusat pemerintahan maluku antara tidore dan ternate. dan hal ini terdengar oleh sultan yg memerintah tidore-ternate shg berlomba utk mengutus utusan utk menjemput kapal portugis yg nyasar. Soal rempah” yg utama mrk cari adalah cengkeh, krn mmg awalx cengkeh hanya ada di maluku utara, dan itu dpt dilihat dari catatan china yg mengfambarkan cengkeh sbg barang mahal yg terdapat di lokasi yg banyak gunung berapi, dan itulah ternate tidore bacan dan halmahera, harga cengkeh di gambarkan lbh mahal dari emas, namun yg aneh mengapa kaisar china tdk pernah memiliki catatan mengirim utusan utk meminta penguasa ternate tidore utk tunduk shg mrk bisa menguasai pasar rempah” khususx cengkeh? Hal ini menunjukan ternate-tidore dan daerah” kekuasaanx adalah kerajaan bebas shg china pun tdk berani mengambil masalah dgn penguasa maluku. Kembali ke soal kapal, bknkah anda pernah mendengar atau membaca setelah mengusir portugis sultan baabullah mengunjungi 72 wilayah kekuasaanx sejak dahulu, ini bahkan tercatat dalam catatan bekanda, utk memastikan seluruh wilayahx ttp tunduk pada ternate? Wikayah itu mencakup seluruh maluku ke barat sampai sulawesi, borneo utara, mindanao, dan flores? Itulah bukti kekuasaan tradisional maluku bahkan sblm kedatangan pirtugis, shg kekuasaan majapahit atas wilayah ternate menjadi omong kosong, krn kesultanan ternate bkn baru melakukan perluasan wilayah setelah menang dari portugis, tp jauh sebelumx disaat majapahit msh berdiri. Kapal apa yg mereka gunakan? Cukup kora”, krn dgn kapal kecil dgn dayung mrk mampu bermanuver cepat menghindari meriam portugis dan belanda, dan memenangkan pertempuran dalam perang jarak dekat. Beda dgn kpl 3 lapis papan yg anda sebut itu, itu sih kapal dagang, krn dgn kpl berbobot segitu, kpl anda akan bergerak sangat lambat, blm lg anda harus berlabuh dimana utuk menurunkan pasukan? Bgm anda memberi makan pasukan anda jika anda harus bergerak sangat jauh? Bisa sj yg diliat portugis adalah kpl dagang yg disamarkan seolah kapal perang utk menakut”i portugis agar tidak berusaha menguasai jawa, walaupun akhirx tunduk jg, trus dmn kapal” perang besar itu? Mgk lg berdagang atau jualan bakso dan tempe, krn ng ada catatan kapal perang itu pernah berhadapan dlm satu pertempuran, bahkan pati unus ketika menyerang malaka pun tdk menggunakan kpl sebesar itu mba, bandibgkan dgn kora” yg dikatakan oleh portugis belanda sbg kpl perang kecil dan lincah serta efektif nenghancurkan armada kpl perangx

      Suka

      • Pertama : Mending baca lagi dah, kan udah ditulis Jawa (Majapahit) itu punya berbagai jenis kapal. Masing-masing punya fungsinya sendiri-sendiri. Lihat tulisan saya di atas Barbosa sudah jelas menuliskan paling tidak ada 2 jenis kapal Jawa. “Sejarah Melayu” bahkan mencatat lebih banyak lagi jenis kapal Majapahit ketika menyerang Singapura.

        Kedua : Catatan Portugis hanya menyebutkan adanya 2 suku di Pulau Jawa yaitu Sunda dan Jawa. Tome Pires menuliskan cukup jelas tentang karakteristik budaya Sunda dan Jawa. Dan Great Junco disebut sebagai kapal Jaoa bukan kapal Cumda. Jadi jelas bukan, Kapal Jawa yg disebut Catatan Portugis ya jenis kapal yg sama yg digunakan Majapahit – karna hanya ada 2 etnis di Jawa kalo ga Jawa ya Sunda. Kerajaan Demak (Raden Patah, Pati Unus cs) itu juga keturunan Majapahit tetapi karna berbeda agama, akhirnya sisa-sisa Majapahit lari ke Bali – itu sebab baik Jawa ataupun Bali merasa sebagai pewaris Majapahit.

        Masa Hayam Wuruk berkuasa hanya berjarak 120-130 tahun dari kedatangan Portugis – tidak akan ada perubahan budaya dan teknologi yg signifikan dalam rentang waktu sependek itu. Karakteristik orang Jawa yg ditulis orang Portugis (Couto, Pires, Barbosa dll) tidak berbeda dengan karakteristik orang Jawa yg ditulis orang China (Ma-Huan, Chau Ju-kua, Chou Ku-fei dll) silakan cari buku-buku mereka … males saya kutip panjang-panjang tapi ga paham juga :D

        Kalo yg anda maksud orang Jawa jaman Majapahit itu berbeda dengan orang Jawa Yogya dan Solo sekarang ini – saya setuju. Bahkan orang Bali yg sekarang dianggap mewarisi budaya Majapahit pun karakteristik-nya berbeda dengan karakteristik orang Jawa seperti yg dituliskan oleh Ma-Huan, Chau Ju-kua, Chou Ku-fei Pires, Barbosa dll. Ada rentang waktu 600 tahun. Jelas ada perbedaan budaya yg sangat signifikan – jangan sama kan Bali dan Jawa sekarang dengan Majapahit abad ke 14-15 M.

        Ketiga : Anda mengatakan bahwa “bahkan pati unus ketika menyerang Malaka pun tdk menggunakan kpl sebesar itu mba”, apa anda tahu bahwa kapal “Great Junco” Jawa terbesar yg dilihat Fernao Peres de Andrade dan dibombardir dengan meriam portugis itu ya kapalnya Pati Unus … jadi menurut anda emang rencananya Pati Unus mo jualan baso dan tempe ya ke Malaka bukannya nyerang Portugis … hi3x …

        Kapal besar memang menjadi mangsa empuk bagi meriam Portugis, tapi kalo hanya menghadapi Kora-kora yg tidak memiliki meriam, kapal besar sangat efektif buktinya sudah jelas – pernah tahu berapa besar kapal Zeng-he ? Panjang 137 m dan lebar 55 m pastinya besar dan lambat tapi kapal Zeng-He bisa mengalahkan kapal-kapal kecil bajak laut Palembang, Samudra dan juga Srilanka.

        Kekalahan Pati Unus dari Portugis karna Pati Unus terbiasa perang menghadapi kapal-kapal kora kecil bukan Kapal Portugis yg lincah dan memiliki meriam. Catatan Portugis (Tome Pires) menuliskan sebelum menyerang Portugis di Malaka, Armada Laut Pati Unus dengan Great Juncos-nya sebelumnya sudah menguasai Palembang dan Jambi yg memiliki Armada Laut Lancharas (sejenis kora kecil) – so kapal “Great Junco” efektif untuk berperang menghadapi kapal-kapal kecil. Sekali lagi cari bukunya Tome Pires dan baca – ga perlu saya kutip lagi di sini.

        Keempat jangan berpikir bahwa Majapahit hanyalah Mojokerto, apa anda pikir Tuban, Gresik dan Surabaya di Jawa Timur itu bukan kota Majapahit ? Ranggalawe salah satu pahlawan Majapahit ketika melawan Mongol adalah Adipati Tuban. Ma-Huan ketika datang ke Majapahit menuliskan bahwa Tuban, Gresik dan Surabaya adalah pelabuhan Majapahit. Sekali lagi cari bukunya Ma-Huan dan baca ya :D

        Kelima ketika Portugis datang ke Maluku, orang Portugis menuliskan Maluku terdiri dari kerajan-kerajaan kecil. Dan Barbosa juga mencatat bahwa Gong dan Gamelan Jawa dianggap sebagai barang pusaka oleh penguasa Maluku …

        “… metal bells (Gong) from Jaoa (Jawa) as large as great basin (alguidares), which they hang up by the rim; in the middle they have a handle, and they strike them with some object to make them sound. The Kings and great men set great value on these and keep them both great and small (Gamelan) as a treasure and estate …”

        Jelas bukan pengaruh jejak Budaya Jawa Majapahit di Maluku :D

        Dalam Catatan China, cengkeh dikirim ke China dari orang Jawa dan orang Arabs. Chau Ju-kua pada tahun 1225 M dalam bukunya menuliskan sbb : “Ting-hiang (Clove) come from the countries of Ta-shi (Arabs) and from She-po (Jawa)” Dan mengenai orang Maluku, Chau Ju-kua menuliskan sbb : “The natives (of these countries) are … savage and of a dark bronze colour … They do not know either how to write or how to count” – jelas bukan kenapa tidak ada peninggalan tertulis di Maluku sebelum Islam datang dan tebak sendiri lah kenapa Utusan China ga pernah datang ke Maluku … :D

        Keenam: Klaim Negarakertagama ditulis pada tahun 1365 M pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389M), so jangan bawa-bawa Baabullah yg berkuasa (1570-1583 M) beda jaman 200 tahun bro … pada saat Baabullah berkuasa Majapahit dah ga ada :D – Jadi perhatikan kronologinya dan sertakan sumber sejarah yg menjadi acuan anda.

        Ketujuh: Jangan menggunakan ukuran masa sekarang untuk mengetahui keadaan masa lalu – jaman sudah berubah dan akan selalu berubah. Contoh : Kerajaan Chola adalah Kerajaan Maritime terbesar di India dan berhasil menghancurkan Srivijaya, tapi sama sekali tidak ada bukti arkaeologis dan juga bukti budaya bahari pernah ada di India sana. Sejarahwan India aja bingung gimana bentuk kapal India yg dipake waktu jaman dulu karna tidak adanya jejak budaya bahari di India :D – Trus apa kejayaan Kerajaan Maritime Chola itu jadi Hoax ? … ya engga lah, ketidakadaan jejak budaya bahari di India tidak bisa menggugurkan apa yg tertulis dalam koroborasi Catatan Sejarah yg ada. Karna Catatan Sejarah mewakili Saksi Hidup yg melihat keadaan masa lalu.

        Kedelapan : Kesaksian dari Catatan Portugis jelas sudah mengatakan bahwa orang Jawa adalah Experinced Navigator yg berlayar hingga Afrika Selatan dan juga tercatat penghasil Junco terbaik se Asia Tenggara selain Pegu (Burma). Apakah orang Jawa itu berbeda dengan orang Majapahit – silakan baca poin ke dua.

        Mengenai yg lain … saya sarankan sebaiknya anda banyak-banyaklah membaca, capek kan kalo saya harus memberikan pelajaran sejarah gratis pada anda :D

        Suka

      • Hahaha mba ratna menggunakab referensi yg ditulis oleh org yg bahkan datang ke indonesia setelah majapahit katax runtuh, dari mana dia dapat cerita yg benar? Klo mmg org jawa yg membawa cengkeh ke cina, berarti anda sdh memelintir sendiri dongeng anda, anda sendiri blg pedagang banda lah yg membawa cengkeh ke malaka dgn mengumpulkan dari tanah maluku lainx, dan coba anda baca kembali pendapat sy soal baabullah, bahwa setelah mengalahkan portugis baabullah mengunjungi 72 wilayah kesultanan ternate, tentu sj ini bukan penaklukan tp adalah memastikan bahwa wilayah kekuasaan ternate yg bahkan sebelum kedatangan portugis tetap mengakui kepemimpinan ternate, krn sejak kedatangan portugis, ternate tdk melakukan invasi ke kerajaan tetangga, maka kekuasaan ternate atas wilayah di sekitarx tentux jauh sebelumx di masa yg sama dgn dongeng majapahit menguasai indonesia timur, dan satu lagi sukarno sendiri yg entah dari mana membesarkan dongeng majapahit, ternyata akhirx mengakui jika tdk krn kesultanan tidore, papua tdk akan kembali ke indonesia, krn setelah menggunakan dongeng majapahit indonesia di tertawai di dunia international dan nyaris gagal mengembalikan papua, kemudian soal gong, sejak kpn org timur belajar gong dari majapahit? Sjk kpn org timur bersikap lemah gemulai diiringi bunyi gong? Org timur memukul tifa dan memainkan parang bukan keris, tarian yg menghentak bukan galau, seandaix ada gong yg kemudian di bunyikan di maluku bisa jd di bawa oleh sultan hairun setelah nyantri pada sunan gunung jati atau org maluku lain yg belajar di demak, bukan majapahit. Demak, samudra pasai dan ternate adalah satu persekutuan utk mengusir portugis dan ketuax adalah ternate, dan pati unus tdk mengalahkan jambi dan lain” sblm menyerang portugis dari malaka selain sekedar membersihkanx dari kaki tangan portigis, krn tdk mgk demak mengganggu wilayah samudera pasai, byk yg aneh jika anda katakan itu penaklukan krn wilayah tersebut merupakan wilayah kesultanan samudera pasai. Dan km disini tdk minta pelajaran dari anda mba, jgn lah sombong krn kami disini cuma meluruskan sejarah yg sengaja di belokan utk kepentingan penguasa. Jika kita ingin mengetahui sejarah kita bisa mendapatkan kebenaran berdasarkan logika krn kita tdk hidup di masa itu, dan dgn dukungan fakta dan logika, maka para ahli dpt memprediksi kebenaran sejarah, dan saat ini jelas apa yg diceritakan dlm negara kertagama hanyalah dongeng tanpa ada bukti dibuat utk mempersatukan nusantara dibwh panji” jawa. Knp tdk mengikuti formasi triple aliance spt ternate, demak dan samudera pasai yg diakui pengaruhx oleh semua kerajaan nusantara dibanding dongeng majapahit? Pastix krn ada kepentingan di situ, dan utk itu harus diluruskan

        Suka

      • Naa … coba anda lihat kronologinya, seperti saya katakan perhatikan kronologinya – anda masih tak paham pakcie – Tidak ada yg dipelintir lah :D

        Chau Ju-Kua (1225 M) – China dapet Cengkeh dari orang Jawa dan Arabs. Barbosa (1518 M) – Banda mengirim Cengkeh ke Malaka yg baru berdiri 1405 M menurut Ming Shilu. Tidak ada Catatan Sejarah sebelum 1518 M Banda berdagang cengkeh ke luar Maluku, Bahkan Catatan China tidak menuliskan adanya pedagang Banda datang ke China berjualan cengkeh di sana. So … antara tahun 1225-1518 M sudah jelaskan dari mana orang China mendapatkan cengkeh ? Ya dari orang Jawa dan orang Arabs yg bawa ke China seperti yg tertulis dalam Catatan China sendiri … masih tak paham ?

        Jawa sudah tercatat mengirim utusan perdagangan ke China sejak abad ke 8-10 (Ho-ling/Kalingga), abad ke 10-13 M (Shepo – Jawa Medang, Kediri,Singsari), abad ke 14-16 M (Chao-wa – Jawa Majapahit) – ini jelas Catatan Sejarah di China mencatatnya … apa anda pikir orang Jawa ke China naik delman apa :D

        Mengenai Gong dan lemah gemulai, silakan baca Catatan Sejarah yg ditulis oleh orang Portugis (Barbosa, Pires, de Couto etc) dan orang China (Ma-Huan, Chau Ju-kua, Chou Ku-fei etc) yg pernah datang ke Jawa. Anda tidak akan menemukan orang Jawa yg lemah-gemulai sebagai karakteristik orang Jawa (masa Kediri-Majapahit) dalam catatan yg mereka tulis. Sudah saya katakan jangan samakan antara orang Jawa Yogya atau Solo, atau bahkan orang Bali dengan orang Jawa Majapahit – jika anda baca referensi yg saya berikan anda akan lihat beda jauh perbedaan karakter orang Majapahit dengan wong Jowo saiki ataupun wong Bali sekalipun.

        Inilah ciri khas anak jaman sekarang – bisanya cuman protes tapi ga mau belajar :D

        Jika anda ingin meluruskan sejarah silakan berikan Catatan Sejarah-nya – mari kita bahas bersama-sama di sini. Anda sedang mendongeng tentang Sultan Baabullah-lah, Sultan Hairun lah, Samudra Pasai menguasai Palembang lah dsb tanpa menyebut sumber sejarahnya … itu kan sama saja dengan anda sedang mendongeng. Sedangkan yg saya tulis sudah jelas Catatan Sejarah yg menyebutkannya – Logika kita gunakan untuk mengkoroborasikan berbagai Catatan Sejarah yg ada. Logika tanpa didukung Catatan Sejarah itu namanya menghayal – justru inilah yg menyesatkan.

        Silakan sebutkan sumber Catatan Sejarah yg ada jika anda ingin meluruskan sejarah – jangan hanya mendongeng tentang Baabullah lah, Samudra Pasai lah :D

        Suka

      • Anda sll berpatokan pada catatan china atau asing yg sayangx mrk tidak hidup di masa yg sama dgn bgm legenda negara kertagama ditulis jd besar kemungkinan apa yg ditulis oleh mrk lvh kepada tutur dari mulut kemulut yg srperti anda bilang sendiri kejayaan majapahit runtuh dalam 100 tahunan, sedang bagi umur manusia byk yg mencapai usia segitu tp blm lupa dgn masa lalux, masa srratus tahun adalah masa yg terlalu singkat utk sebuah kerajaan yg anda banggakan besar itu, bahkan jika betul dalam 100 tahun menguasai nusantara mengapa tdk tercatat dalam lagaligo yg justru byk brrcerita hubungan china dan luwu, kmn majapahit? Utk maluku spt sdh sy blg mmg tdk ada catatan sblum masukx islam, tp org maluku memegang teguh adat istiadat mrk dari jaman nenek moyang, cerita rakyat yg diturunkan sedikitpun tdk pernah berbicara soal majapahit ataupun peninggalanx, adatx dari agama pun tidak dikenal di wilayah ini, seandaix catatan itu ada pasti akan tampak jelas dongeng majapahit, dan bahkan diwilayah majapahit pun tdk and temukan jejak kebesaran majapahit, diwilayah yg ditulis dalam negarakertagama pun tdk ada sedikit sj budaya yg mengakar, dan jika anda blg jawa berhubungan dgn china sejak abad 8 itu wajar krn sesungguhx jawa dan melayu itu org china, apa ada catatan sejarahx? Klo anda berpatokan pada catatan pelaut portugis mengapa anda tdk mencari relevansix dgn lagaligo? Kita tdk lahir di masa itu, smua punya persepsi, tp persepsi yg dibuktikan dgn logika lah yg kita percayai. Dan sampai sejauh ini cerita majapahit sbg kerajaan penguasa nusantara ttp lah dongeng yg dipaksakan utk model negara kesatuan

        Suka

      • Betul kita tidak hidup pada masa itu, itu sebabnya kita mengandalkan koroborasi dari berbagai Catatan Sejarah yg ada untuk mengetahui masa lalu. Bukan dengan Persepsi dan Logika tapi tanpa didukung koroborasi berbagai Catatan Sejarah itu namanya Hayalan. Kalopun yg ada hanya tutur lisan turun temurun itupun harus bisa dikoroborasikan dengan Catatan Sejarah yg lain – jika tutur lisan ini tidak bisa dikoroborasikan dengan Catatan Sejarah yg lain ya itu namanya klaim sepihak juga – atau sebutlah Legenda :D

        Kenapa kita banyak mengandalkan Catatan China ? ya karna Kekaisaran China itu selalu menuliskan Catatan Sejarahnya dengan rinci, rapi dan lengkap dengan tanggal/tahun kejadiannya – berbeda dengan Hikayat Raja Pasai, La Galigo, Sejarah Melayu yg tidak menuliskan tahun kejadian – paham bro ? Negarakertagama ditulis loh tahun kejadiannya beda dengan Hikayat di daerah lain ataupun tutur lisan turun temurun, jadi paham kan mana yg lebih pantas disebut Legenda … :D

        OK … Catatan Sejarah yg sejaman dengan Negarakertagama jelaslah Catatan China (Ming Shilu), apa anda tidak perhatikan bahwa dalam setiap Ming Shilu yg saya tuliskan tertulis tanggalnya dengan jelas ? Lihat comment saya tanggal “07/08/2013 pada 03:49″ tentang pengakuan Kekaisaran Ming bahwa San-fo-qi dan Bo-ni adalah jajahan Majapahit. Sebenarnya masih ada lagi satu Catatan China yg satu masa dengan pemerintahan Hayam Wuruk – yaitu Boniguo Rugongji tentang Brunei yg belum saya tuliskan di sini. Dalam Boniguo Rugongji jelas tertulis bahwa Raja Boni (Brunei) mengakui sebagai vasal Majapahit. Apa perlu saya tuliskan lagi di sini tentang Boniguo Rugongji ?

        Sedangkan Catatan Portugis memang tidak sejaman dengan Negarakertagama dan Ming Shilu, Tome Pires hanya menuliskan sejarah lisan yg ada di Jawa dan Malacca kemudian menuliskan di dalam bukunya – Catatan Tome Pires tentang Kehancuran Palembang saya ambil dari Bab Malacca dalam buku Suma Oriental. Tapi kenyataannya, data sejarah yg diberikan Catatan Tome Pires sesuai dengan Negarakertagama dan Ming Shilu.

        Kerajaan Besar di Nusantara yg sudah memiliki hubungan perdagangan dengan China selama berabad-abad seperti San-fo-qi (Svarnadvipa) dan Boni (Brunei – wilayah Kalimantan Utara) diakui Kekaisaran Ming China sebagai jajahan Majapahit (Inget ya – Ming Shilu ditulis pada masa yg sama dgn Negarakertagama). Sedangkan Catatan Portugis walaupun tidak satu jaman menuliskan Tanjungpura (wilayah Kalimantan Selatan) selain Palembang dan Samudra Pasai sebagai wilayah jajahan Majapahit dan itu semua sesuai dengan apa yg ditulis dalam Negarakertagama. Jadi Catatan Portugis, Negarakertagama dan Catatan China (Ming Shilu) saling memperkuat – inilah yg disebut koroborasi dalam penelitian sejarah, paham ?

        Sebenarnya Hikayat Raja-Raja Pasai dan Sejarah Melayu pun menuliskan adanya penyerangan Majapahit ke wilayah mereka – walaupun dengan versi yg lebih mendekati mitos dan legenda dibanding penulisan fakta sejarah :D

        Tentang wilayah Semenanjung, saya belum menuliskan tapi jika anda google sebenarnya penguasaan Majapahit di Semenanjung pun dibenarkan berdasarkan hikayat dan cerita rakyat di sana – khususnya Kelantan. Silakan google tentang Kelantan dan Kerajaan Chermin – saya tidak tulis di sini karna saya tidak bisa menemukan Catatan Sejarah Chermin yg asli tentang hal ini. Dikatakan pada tahun 1357 M Majapahit mengalahkan Sukhothai di Semenanjung dan menjadikan wilayah kerajaan Chermin (Semenanjung – Hujung Medini) sebagai vasal state Majapahit dan menjadikan kota Jiddah di Kelantan sebagai Ibukota Barat Majapahit.

        So bisa dikatakan Sumatra, Semenanjung dan Kalimantan memang pernah dikuasai Majapahit menurut Negarakertagama, Ming Shilu, Portugis dan Hikayat Kerajaan Chermin (Semenanjung Malaysia). Tentang Sulawesi dan Maluku sebenarnya ada satu Catatan China yg menuliskan bahwa ada beberapa daerah di sana tercatat sebagai vassal state She-po – tapi saya tidak tuliskan di sini.

        Mengapa tidak La Galigo, karna sangat sulit memisahkan antara legenda, mitos dan fakta sejarah dari Hikayat Galigo. Catatan La Galigo bahwa Sulawesi pernah berhubungan dengan Kekaisaran China tidak bisa dikoroborasikan dengan Catatan China – Catatan China tidak pernah menyebutkan adanya hubungan dengan Sulawesi. Dan seperti yg saya katakan Catatan Sejarah yg bisa dikoroborasikan (dicocokan – bahasa gampangnya) dengan banyak Catatan Sejarah lainnya lah yg bisa dianggap sebagai “fakta kebenaran” sejarah – Itu sebabnya La Galigo sulit dimasukan sebagai sumber sejarah.

        Tapi sebaliknya apa yg tertulis dalam Negarakertagama ternyata bisa dikoroborasikan dengan Catatan China yg satu masa (Ming Shilu, Boniguo Rugongji), dan juga Catatan Portugis yg walaupun tidak satu masa tetapi menuliskan hal yg sama. Hikayat Semenanjung (Kerajaan Chermin) juga menuliskan hal yg sama dengan Negarakertagama. So … Negarakertagama jelaslah bukanlah klaim yg sepihak tul tak ? Jika tidak bisa dikoroborasikan dengan Catatan Sejarah lain, itulah yg dinamakan klaim sepihak – ente boleh dah teriak kalo itu Legenda, Mitos atau Ilusi sepuas ente mau …

        Heran ya – Malaysia yg sering ribut sama kita aja masih mau mengakui Majapahit – lah kita yg di Indonesia malah ribut sendiri :D

        Suka

      • Anda terus mengulas catatan tom pires tentang penguasaan majapahit atas tanah melayu, sangat di mungkinkan justru tom pires menyadurx dari negarakertagama sj, dan catatan china pun tdk begitu jelas dgn istilah penaklukan dan kerja sama anatara sesama melayu keturunan china krn utk masa 100 tahun kerajaan besar itu terlalu cepat hancur seperti dongeng sdgkan byk org yg berumur panjang msh mengingat masa mudax. Sayangx catatan china hanya mencatat hub majapahit dgn melayu, lalu dmn catatan mengenai penaklukan majapahit ke timur? Tdk ada bukti penguasaan majapahit ke timur shg mengindikasikan klaim nusantara hanyalah hoax, bahkan catatan china yg anda banggakan pun tdk jelas mencatat hal tsb, bisa sj nanti akan ada bukti lain bahwa justru majapahit dan jawa yg tunduk pada indonesia timur. silahkan anda klaim nusantara sebatas melayu, tp km lbh condong kepada federasi model triple aliance lebih pas dan bisa dibuktikan utk model negara ini, dan dongeng majapahit terlalu dipaksakan penguasa

        Suka

      • Cerita berawal sekitar akhir abad 14 menjelang kejatuhan Majapahit,kerajaan terbesar di Nusantara saat itu. Alkisah,karena menyadari bahwa kekuasaannya semakin terancam,raja Majapahit merupaya mencari dukungan ke berbagai pihak. Salah satu adalah mencari dukungan dari para raja-raja yang berada jauh di kawasan Timur Nusantara. Diutuslah seorang putri kerajaan bernama Nyai Mas Kenongo Soetarmi untuk menemui seorang Kapitan (sebutan untuk pepimpin saktimandraguna) bernama Tanihatuila yang menguasai wilayah Leitimur,tepatnya berdomisili di negeri Huaressi Rehung yang kelak dikenal dengan nama negeri Ema. Dalam pertemuan itu putri menawarkan aliansi kerjasama keamanan dan perdagangan,namun semuanya ditolak oleh sang Kapitan. Tentu sang putri kecewa dan merasa gagal menjalankan misi yang diembankannya. Putri merasa malu apabila harus kembali dengan tangan hampa,dia memutuskan untuk menuju pertapaan abadi berbekal ilmu dari sang guru. Sebelum pergi,putri meminta pungawanya mengambil salah satu kendi yang selama ini menemaninya dalam perjalanan dari tanah Jawa dan dijadikan tempat menampung air minum. Kendi tadi diserahkan kepada salah seorang Malesi Soa-Lisa (perwira perang) dengan pesan supaya kendi itu di letakan di sekitar Losaru. Niscaya kendi itu akan mengeluarkan air dan menjadi tanda sejarah bagi anak cucu turun temurun. Malesi Soa-Lisa adalah orang pertama yang bertemu putri sebelum diantar menemui sang Kapitan. Sebagai tanda terima kasih,putri juga memberikan sebatang tombak pusaka dan seperangkat alat makan pinang sirih. Semuanya masih tersimpan dan terawat dengan baik sampai saat ini di rumah salah satu keturunan Malesi Soa-Lisa.
        mba, itu salah satu cerita rakyat di maluku yg menunjukkan tidak adanya penaklukan majapahit atas maluku, tapi justru majapahit berupaya mencari dukungan dari kesultanan di maluku. Kapitan adalah panglima perang, sultan cuma ada di Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo. seorang Kapitan tunduk kepada sultan. Memang ini cerita rakyat, tapi cerita turun temurun ini dituturkan dari jaman nene moyang, dan orang maluku terkenal taat menjaga adat istiadat nene moyang, dan itu mengindakasikan bahwa sejak nene moyang pun orang maluku tidak merasa pernah di kuasai majapahit, justru majapahit lah yang berusaha meminta bantuan negeri-negeri maluku. saya yakin banyak cerita seperti ini di indonesia timur, dan sekali lagi kekuasaan Majapahit atas Indonesia timur kami anggap cuma hoax untuk melegitimasi negara kesatuan keinginan penguasa, seharusnya jika menggunakan triple aliance, model Ternate-demak-Aceh, negara ini lebih diakui dari sabang sampai merauke karena pengaruh ketiga kesultanan tersebut diakui oleh wilayah-wilayah disekitarx

        Suka

    • Masbro … itu sebabnya saya berulang kali menyarankan anda untuk membaca referensi yg saya berikan. Inilah yg disebut hanya menggunakan Logika dan Persepsi tapi tanpa didasari Catatan Sejarah – anda menggunakan Logika anda untuk berspekulasi. Ini yg namanya menghayal dan bisa menyesatkan.

      Anda berspekulasi bahwa Tome Pires hanya menyadur Negarakertagama tanpa didasari membaca apa yg ditulis bukunya. Kan sudah saya tulis : Pertama Tome Pires menuliskan Penghancuran Palembang dalam Bab Malaka di bukunya Suma Oriental, yaitu menceritakan bagaimana berdirinya Kerajaan Malaka. Kedua yg jadi narasumber Tome Pires untuk menuliskan Sejarah Berdirinya Malaka ya orang yg tinggal di Malaka. Ketiga Negarakertagama sama sekali tidak pernah menuliskan tentang Penghancuran Palembang, Negarakertagama ditulis 1365 M sedangkan penghancuran Palembang berdasarkan Koroborasi Catatan Tome Pires dan Ming Shilu terjadi pada 1377 M – so bagaimana bisa Tome Pires menyadur dari Negarakertagama sedangkan Negarakertagama sama sekali tidak menuliskannya … so jangan biasakan menuduh tanpa bukti, ga baik ah :D

      Sedangkan mengenai apakah hubungan Majapahit dengan kerajaan vassalnya “penaklukan atau kerja sama” bisa anda lihat bagaimana Raja San-fo-qi Pa-lim-bang tidak berani naik tahta bahkan merasa perlu agar Kekaisaran Ming China mengangkatnya sebagai penguasa resmi San-fo-qi Pa-lim-bang dan akibatnya adalah Utusan Ming China di bunuh Majapahit dan Palembang dimusnahkan – apa ini yg anda sebut hubungan kerjasama ? (Baca comment saya tentang Penghancuran Palembang)

      Begitu pula bagaimana Raja Boni juga meminta pengangkatan secara resmi sebagai vassal state Kekaisaran Ming China dan meminta Pasukan Ming China berjaga di Boni selama setahun – apa ini yg anda sebut hubungan kerjasama ? (Mengenai bagaimana hubungan Boni dan Majapahit sebenarnya lebih jelas tergambarkan dalam Boniguo Rugongji – silakan cari referensi ini)

      Anda terus menerus mengangkat isu Negara Kesatuan dan Negara Federasi – silakan baca Negarakertagama tidak ada satupun kalimat yg mengatakan Majapahit adalah Negara Kesatuan. Jaman dulu mana ada namanya Negara Kesatuan atau Negara Federasi – menurut sistem Hindu-Buddha yg ada adalah Mandala. Sebenernya sistem pemerintahan Majapahit simple ko seperti yg tertulis dalam Negarakertagama pupuh 16/5.

      Jika isu Negara Kesatuan diangkat oleh Politisi dengan menunggangi Negarakertagama ya salahkan Politisinya – jangan kambinghitamkan Negarakertagama dan Majapahit. Paham ?

      Dan mengenai anda berkata bahwa 100 tahun hanyalah waktu yg singkat untuk berdirinya suatu Kerajaan Besar, apakah anda tahu berapa lama masa berdirinya Empire terbesar di Jagad ini – yaitu Mongol Empire ? Genghis Khan mendirikan Mongol Empire tahun 1206 M dan kekuasaan Mongol berakhir dengan terusirnya Mongol dari China pada tahun 1360 M, so Mongol Empire hanya berdiri dalam waktu 164 tahun. Jika kita bandingkan dengan Majapahit berdasarkan Pararaton berakhir pada tahun 1478 M sedangkan berdiri pada tahun 1293 M, Majapahit berdiri dalam waktu 184 tahun. So apa anda menganggap 100 tahun masa yg singkat ? Apa anda berpikir Kekaisaran Mongol hanya dongeng saja ?

      Mas Bro itulah pentingnya belajar, jangan hanya menggunakan Logika dan Persepsi anda dalam melihat suatu permasalahan karna akan menyesatkan :D

      Oya … dongeng anda sangat menarik dan anda bicara pada saat Majapahit mau jatuh bukan pas jaya betul tidak ? Dan apa bisa dikoroborasikan dengan Catatan Sejarah yg lain – jika tidak, bukankah itu lah yg lebih pantas disebut hanyalah klaim sepihak saja. Berbeda bukan dengan Negarakertagama yg bisa dikoroborasikan dengan Catatan Portugis, Catatan China, Hikayat Rakyat Semenanjung (Kerajaan Chermin) bahkan Hikayat Raja Pasai dan Sejarah Melayu pun walaupun malu-malu masih tetap mengakui Majapahit. So mana yg lebih pantas disebut Hoax ? … sudahlah ga ada gunanya menggunakan kata Hoax atau sejenisnya .. :D

      Sebenarnya dengan adanya kisah rakyat ini di Ambon justru menunjukan bahwa Majapahit dulunya pernah berkuasa di Indonesia Timur, tapi menjelang kehancuran Majapahit wajar saja jika Indonesia Timur kemudian melepaskan diri dari kuasa Majapahit. Ini yg ditunjukan dalam penolakan Sang Kapitan dalam versi Ambon – sebenarnya itu inti dari Legenda Air Majapahit di Ambon.

      Suka

      • percuma mbak ratna, Orang2 diluar jawa berpikir jawa menguasai sejarah, padahal dalam kenyataan sejarah memang dahulu, peradaban yg berkembang lebih cepat dijawa dibanding daerah lain. ini sangat aneh sekarang mereka tidak percaya kalau dikasih fakta sejarah.

        jangan dibandingkan dengan jaman sekarang mas bro.. diluar jawa pada masa itu lebih banyak hutannya dari pada orangnya.

        Suka

  79. yang jelas, takkan ada asap kalau tak ada api. tak akan ada Indonesia, kalau tak ada Jawa. Maluku adalah daerah terlemah di Indonesia karena sejak tahun 1500-an sudah dikuasai portugis, lalu Belanda dan Inggris, sedangkan Sulawesi sejak tahun 1667 sudah jadi jajahan Belanda dari Fort Rotterdam, sementara sampai awalabad 20, 4 kerajaan di Jawa masih tetap lestari, dan Belanda tidak berani mengusiknya. Fakta !

    Suka

    • mba Nia Sera ini ng pernah belajar sejarah kali yaaa,,,, satu”nya kesultanan yang mengalahkan penjajah itu cuma kesultanan Ternate mba, portugis dikalahkan secara memalukan di benteng terkuatnya yang dibangun di asia tenggara dan dipaksa mengungsi ke timor-timor,,,, hadeeehhhh mba” diupdate dong skg ini sdh ada core 7 mgk sdh core 9 kok masih pake pentium 1 sih mba, kalo bilang kerajaan di jawa yang ratusan itu sekarang cuma tinggal 4, di Maluku Utara dari jaman Portugis sampe jaman Indonesia kesultanan tetap ada 4, dan sekarang yang berkuasa di jawa jg org maluku mba, jgn rasis lah, punya tv ng dirumah mba, kalo ng nonton ditetangga sj lah, biar tau dunia, ckckckckkkk

      Suka

  80. majapahit tidak pernah menaklukkan celebes. tidak akan anda jumpai jejak2 majapahit dicelebes, baik dalam fakta nyata benda/bangunan, adat istiadat, budaya bahkan dalam negarakertagama tak juga disebutkan.

    hanya hoax jika ada yg mengatakan majapahit pernah menundukkan celebes. justru yg layak dipertanyakan kenapa justru jejak2 celebes bersebaran dimana2. pusak2 celebes ditemukan di sungai musi..di jawa.

    Suka

      • Kesultanan di maluku utara bediri di abad ke 12 bahkan sebelumnya sdh berdiri kerajaan kuat halmahera, yg membuat beberapa wargax exodus ke pulau” sekitar dan membentuk kesultanan yg berkuasa penuh atas sulawesi, mindanao, nusa tenggara dan papua. Menjadi satu”x kesultanan yg mengalahkan penjajah eropa setelah portugis salah satu yg terkuat di Eropa mengibarkan bendera putih dari benteng kastella yg merupakan pusat kekejaman portugis di asia tenggara di masax setelah pertempuran besar selama 5 tahun diseluruh wilayah kesultanan ternate. Untuk mencapai wilayah” tersebut bisa di pastikan pasukan tersebut tidak terbang atau berenang jd berpikirlah rasional di negeri 1000 pulau tidak mungkin berjalan kaki dalam penaklukan atau naik kuda spt di jawa, org maluku sdh terlahir sebagai pelaut sejak msh dlm kandungan, jd sejarah yg memvanggakan itu terjadi di abad 13-15 masa sblm belanda masuk ke indonesia, dan kedatangan belanda pun tujuanx adalah maluku bkn jawa namun merasa nyaman di batavia hanya krn posisi yg strategis sbg alur pelayaran kembali ke eropa krn jika ttp bertahan di maluku spt portugis hampir pasti mengalami kegagalan spt portugis krn kuatx perlawanan. Hal itu jg yg menjadi landasan berpikir belanda dan sekutu utk tdk ke aceh dan membangun benteng di aceh krn sadar kuatx perlawanan di aceh. Justru tanah jawa belanda belanda merasa nyaman dgn alasan yg hanya bisa kita duga sendiri. Jd jgn pernah ajari org pantai berlayar dan menangkap ikan, justru org hutan dan gunung dipertanyakan bila mengatakan menguasai lautan. Berpikir logis penting

        Suka

      • Tips buat anda bung erwin.. kalau mencari informasi tentang Majapahit sebaiknya di perpustakaan luar negeri..italia, china dll
        Supaya fair ..tidak mungkin mereka ngarang kan..?
        jgn sampai anda koar2 tanpa bukti atau malah menangkal bukti…malu kan di ketawain orang? :)

        Suka

      • Yg anda tanya itu suku yg mana bung? Suku sunda? Melayu? Atau suku surabaya, suku jogja suku solo atau sejenisx? Anda sadar tdk smua sdh jenuh sama kalian, hanya krn 60-70% penduduk indonesia itu kalian makax biarpun smua suku bergabung ttp sj kalah pemilihan, tp km liat pemberontakan itu tidak puas pada siapa bung? Klo km tanya siapa yg akan mrk pukul klo satu lawan satu pasti kalian sdh, ng usahlah orang timur, org sumatra sj jenuh, liat sj smua daerah tolak transmigrasi dari kalian, km ini cuma makan dan hidup dikampung km ya ng tau kondisi lapangan bgm, klo berani coba sj keluar dan liat sendiri bgm kalian tdk dipandang bernyali di daerah lain

        Suka

  81. oo … Setelah letusan gunung kelud terkuak kenapa Majapahit kurang meninggalkan bukti arkeaolog..itu hanya 1 gunng yg meletus sudah menutupi area sekitar dengan debu tebal..sedangkan di wilayah jawatimur masih ada gunung Raung, Merapi dan masih ada beberapa lagi…
    Enggak heran banyak peninggalan yg terkubur…

    Suka

    • Kesultanan tidore atau ternate yg bediri dari abad 12 dan benteng”x dari jaman portugis malah berdiri di kaki gunung berapi aktif, tp ng byk ngaruh tuh dengan letusanx, bandingkan kelud yg ada di blitar kediri dianggap bisa menenggelamkan kerajaan majapahit yg dongengx menguasai nusantara? Mgk besar kerajaan x cuma 10 x 10 meter makax mudah tertutup abu atau kualitas bangunanx rendah jd di makan rayap? Ng ada tanda” sbg kerajaan mgk cuma setingkat kabupaten levelx tp bikin buku cerita seolah” menguasai dunia spt kartun upin ipin yg bawa malaysia jd juara dunia sepak bola, hanya dongeng dan mimpi seperti itu kayakx

      Suka

      • Tergantung letusannya bos..gunung kelud meletus tiap 7 tahun, krn setiap gunung punya karakter yg berbeda, ada yg meletus setiap 100th…belajar lagi.
        Kalau ngomong harus berdasar fakta bos..majapahit faktanya di tulis sampai luar negeri ..bukan hanya china/mongol yg menulis tentang Majapahit, bahkan pendeta dari italia sempat berkunjung dan menulis tentang majapahit di abad 14..itu fakta.. (googling aja siapa pendeta dari Itali tsb)
        Kalau memang maluku berkuasa faktanya mana? bisa saja maluku berkuasa pada zaman yang berbeda itu bisa saja, tapi bukan berarti anda menangkal keberadaan Majapahit yg sudah terbukti sampai luar sono.. jangan lah berbisara tanpa bukti..di dunia ilmuwan anda di bilangi b0d0h.
        belajar lagi bos

        Suka

      • Memang Benar “mungkin” (mungkin ya) kerajaan tidore pernah berkuasa, sayangnya mereka tidak punya konsep yang jelas tentang ketatanegaraan..yg penting nyerang merampas lalu pergi.
        Yg menarik dari Majapahit adalah konsep tentang penguwasaan wilayah..ada istilah Nusantara, ada sumpah palapa ada Kakawin Nagarakretagama.. semua jelas.. dan itulah yang di contoh Sukarno untuk mempersatukan Indonesia.
        Suka tidak suka Indonesia itu berasal dari konsep majapahit yaitu NUSANTARA.
        Tidore hebat hanya kurang menarik aja barangkali…
        Semoga anda puas

        Suka

      • erwin berkata:
        21/02/2014 pukul 13:09

        Yg anda tanya itu suku yg mana bung? Suku sunda? Melayu? Atau suku surabaya, suku jogja suku solo atau sejenisx? Anda sadar tdk smua sdh jenuh sama kalian, hanya krn 60-70% penduduk indonesia itu kalian makax biarpun smua suku bergabung ttp sj kalah pemilihan, tp km liat pemberontakan itu tidak puas pada siapa bung? Klo km tanya siapa yg akan mrk pukul klo satu lawan satu pasti kalian sdh, ng usahlah orang timur, org sumatra sj jenuh, liat sj smua daerah tolak transmigrasi dari kalian, km ini cuma makan dan hidup dikampung km ya ng tau kondisi lapangan bgm, klo berani coba sj keluar dan liat sendiri bgm kalian tdk dipandang bernyali di daerah lain

        ooo anda menolak keberadaan Majapahit karena Rasis.. aduh bung sadar rasis dan otot ga zaman.
        Coba jalan2 ke USA, europa.. RASIS bisa di kenai hukum tau di bilangi kampungan.
        Yg penting saya tau kenapa anda menolak keberadaan Majapahit..bukan krn bukti2 ilmiah tapi karena kebencian (RASIS).
        Orang rasis tidak cocok pada jaman keterbukaan spt skrg..lihat tu Islam garis keras di afganistan…terbelakang kan?

        Suka

      • mas,,, saran sj, klo bicara rasis mas ini sdh salah satu pemicu rasis. Baca sono dari atas majapahit itu dari awal pun sdh dibilang ADA. yang dimasalahkan itu pengaruhnya,,, bisa mengerti ini ng mas, berhenti dululah bikin tempe atau tahunya, nanti salah baca lg mas. kalo majapahit diakui dunia menguasai nusantara sampai Papua, Sukarno ng akan pake Tidore sebagai senjata dgn Belanda ketika menuntut papua di PBB, tp krn tdk jelas dan mmg pengaruh majapahit cuma hoax di dunia internasional. Bukan tidak ada majapahit tp pengaruhnya tidak sebesar dongeng di negara kertagama, khususx di indonesia timur ok, saran sy berhenti jd manusia muka 2, menyusahkan masyarakat

        Suka

    • saya percaya klo majapahit cuma kerajaan kecil yang dibesar besarkan untuk memajukan golongan tertentu ….
      negarakertagama ga lebih dari dongeng khayalan ….

      hmm …
      besok” gw mw ngarang buku yang isinya tentang negara besar yang presidennya tu gw sendiri,trus tu buku mw gw kubur,ya kali aja ntar berabad abad yang akan datang ada yang nemuin buku gw trs percaya ama isinya kurang lebih hampir miriplah ama dongeng majapahit sekarang … :D

      Suka

  82. Yang menarik bung erwin..
    Saya bertanya ke banyak suku2 bangsa di Indonesia.. menurut mereka sebaiknya president itu dari Jawa bukan karena pintar kerja, rajin, atau berpendidikan.. fungsi president dari Jawa hanya sebagai pemersatu itu saja, yang kerja ya waklinya.
    Pernahkan ada president dr luar jawa indonesia kehilangan Timor..
    Mereka merasa kalau dari Jawa presidentnya bikin tenang, tidak arogan ..bisa mnyatukan..ga tau lah knp gitu.
    Mungkin saja krn mash ada hubungan sejarah ketika mereka di kuasai kerajaan tidore (mungkin) dn Majapahit mereka membandingkan ternyata lbih enak di kuasai majapahit :) ..(gitu kira2 gan erwin)

    Suka

    • Mas tanya ke suku yg mana? Suku surabaya, suku malang, suku kediri, suku solo atau suku bali? Coba deh tanya kesuku yg benar spt suku papua, maluku, aceh, timor, mgk melayu sumatra jg perlu mas tanya klo mas berani sih, nanti mas akan sadar klo sdh bosan sama org”x mas, cuma masalahx 60-70% penduduk indonesia itu orgx mas sih susah klo harap dari pemilu nasional, jd liat aja pemberontakan yg muncul itu akibat ingin lepas dari kalian jenuh dgn kalian, aduhhh mas kelamaan bikin tempe kali jd ng sempat jalan” keluar jawa, coba sj ada rejeki ke timur, nanti sadar sendiri kok klo mas” ini ng dipandang sbg org kuat malah terlalu remeh nanti klo sdh jd polisi atau tentara biarpun harus bayar baru sok jago padahal kucing basah, udah deh mas nanti byk nonton tv sj yaaa, tolong bikinin bakso mas gerakan cepat tdk pake lama atau dapat pukul nanti wkkkkk

      Suka

      • Anda tinggal di makassar tp bukan org makassar kan? krn anda jelek”in putra terbaik daerah anda sebagai penyebab disintegrasi bangsa,,, ckckckckck mas ng bagus jd manusia muka 2, jgn jd musang berbulu domba, anda baca smua org sulawesi blg ng ada bukti Majapahit kuasai sulawesi

        Suka

    • RASIS????
      coba anda baca comment” keatas mas, siapa com paling rasis
      dan ini com anda “Pernahkan ada president dr luar jawa indonesia kehilangan Timor..” ini bukan RASIS??? com sy cuma jelaskan pada anda yg mas yg merasa sebagai suku superior shg smua harus dengar anda dan tunduk pada anda,,, dlm pemilu oke lah anda mayoritas mas, digabung smuax pun anda ttp 60-70% di negara ini. dari awal sdh disampaikan sama agan yg punya blok ini klo Majapahit itu ilusi atau kenyataan dan sebagian besar merasa itu ilusi seperti upin ipin, atau dora emon,kita smua tdk merasa mendapati bukti kalian berkuasa di tanah kami, anda suruh kita diskusi dengan org luar siapa? Sukarno sj tdk blg papua itu bekas majapahit krn konsep itu ditertawai org luar, justru yg dipakai itu papua termasuk bagian tidore dan itu ng bisa dibantah. Intinya kita disini tdk bahas soal rasis kalian lah yg memancing, kami hanya menyatakan tdk ada cerita km dengar dari dl bahwa indonesia adalah jajahan kalian, hanya di buku sejarah indonesia sj itu ada, hanya kalian sj mas yg terus berusaha utk menyatakan bahwa kalian pernah menguasai nusantara dan semua suku tunduk pada kalian, malah sampe berkata RASIS baca sj keatas spy jelas smg blm di hapus sama admin. Padahal dilapangan anda liat kondisi sebenarx,,, mas”, jgn jdi org lempar batu sembunyi sendal, terus lempar sendal semubunyi batu,,,, ckckckckckck

      Suka

      • Bukan soal enak dikuasai siapa, yg jelas dikuasai org lain itu tdk enak, dan disini kita tidak bicara soal itu, tdk bicara soal suku, dari awal kita bicara soal majapahit ntah suku apa dia tdk kita singgung, yg jd masalah apa majapahit berkuasa ke kerajaan lain di nusantara???? yang jelas tdk ada bukti di timur apalagi di timur jg berdiri kesultanan kuat yg sama dengan berdirinya kesultananan samudra pasai di abad 12-13 M. Jadi klo buktinya cuma negarakertagama ya ng bisa lah, mau dicampur dengan cerita china blm ada bukti expansi majapahit ke timur kecuali dicatat mmg majapahit mengalahkan raja” di timur antara tahun sekian sampai sekian. Portugis sj yg lama bercokol di maluku tidak liat bukti-bukti pengaruh majapahit di timur. Kok kalian jd sewot kalo kita ng ada yg merasa cerita itu benar dan kita anggap cuma karangan yg dibesar”kan sj????

        Suka

  83. iya anda adalah org pintar,,, pintar ngibul, ciri” org munafik dan imperialisme masa kini NATO = No Action Talk Only kalo kita di timur org macam anda disebut Tajam Muka Belakang,,,

    Suka

  84. banyak orang pinter tapi sedikit orang yang mengerti . berdebat hanya untuk mendapatkan kepuasan bahwa pendapat kita yang paling benar, tapi apa yang sebenarnya hikmah di dalam peristiwa itu, tak sedikitpun orang yang tahu. sebenarnyalah yang mengeluarkan pendapat pertama itu, itulah yang sok pinter. kita hidup karena ada orang yang dulu. hargailah itu dengan cara anda membangun masa depan yang lebih baik untuk negara ini, berkreasi demi kemajuan , bukan berkreasi demi kemenangan. kelak kita pasti mati dan di gantikan oleh anak cucu kita, kembali kepada yang telah menghidupkan kita. wariskanlan kebaikan dan keluhuran, jangan wariskan keburukan kita.

    Suka

  85. Saya awam dalam sejarah, tapi sebagai daerah yang diakrabi gunung berapi bisa juga banyak peninggalan Majapahit itu terkubur lava entah panas entah dingin, Dari pengalaman (juga konon, karena saya ndak buat kajian sendiri), legendapun tidak boleh kita remehkan, karena legenda, apabila dibaca atau dimaknai dengan benar sandi-sandinya, ia adalah sejarah yang terselimut carita.

    Nah mengenai luasnya itu mungkin sekali memang tak sampai seluas yang dibayangkan. Kalau memang seluas dan sebesar itu, maka tidak akan ada perbedaan signifikan dalam kemajuan budaya. Orang Jawa, Sunda, Bali dan Lombok kira-kira adat agrarisnya hampir sama, bersawah pakai sistimpengairan, bertegalan, tidak membakar hutan lalu berhuma. Dari telaah dangkal ini boleh jadi memang hanya seliput sebagian Sumatra, Jawa, Bali, Madura dan lombok.

    Suka

  86. YANG PASTINYA KEKUASAAN,,,KEKUATAN,,,KEHEBATAN,,,,KEBESARAN SEMUA ITU ADA WAKTUNYA DAN SELALU SILIH BERGANTI…MUNGKIN DULU DIJAWA ADA MAJAPAHIT,,,DISUMATERA ADA SRIWIJAYA,,,,,DISULAWESI ADA LUWU…TP TDK ADA YG LEBIH BERKUASA,,,LEBIH HEBAT,,,LEBIH BESAR SELAIN PEMILIK SANG WAKTU(ALLAH S.W.T)…JADI MARILAH KITA SALING MENGHARGAI..HEBATNYA ORANG JAWA,,ORANG SUMATERA,,ORANG SULAWESI,,,ORANG TERNATE/TIDORE TDK ADA YG LEBIH HEBAT DARI ALLAH S.W.T….SLM PERSATUAN DARI ANAK LUWU BUKAN BUGIS

    Suka

  87. Selamat Datang di Website OM AGUS
    Izinkan kami membantu anda
    semua dengan Angka ritual Kami..
    Kami dengan bantuan Supranatural
    Bisa menghasilkan Angka Ritual Yang Sangat
    Mengagumkan…Bisa Menerawang
    Angka Yang Bakal Keluar Untuk Toto Singapore
    Maupun Hongkong…Kami bekerja tiada henti
    Untuk Bisa menembus Angka yang bakal Keluar..
    dengan Jaminan 100% gol / Tembus…!!!!,hb=085-399-278-797
    Tapi Ingat Kami Hanya Memberikan Angka Ritual
    Kami Hanya Kepada Anda Yang Benar-benar
    dengan sangat Membutuhkan
    Angka Ritual Kami .. Kunci Kami Anda Harus
    OPTIMIS Angka Bakal Tembus…Hanya
    dengan Sebuah Optimis Anda bisa Menang…!!!
    Apakah anda Termasuk dalam Kategori Ini
    1. Di Lilit Hutang
    2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel
    3. Barang berharga Anda udah Habis Buat Judi Togel
    4. Anda Udah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang

    Jangan Anda Putus Asa…Anda udah
    berada Di blog yang sangat Tepat..
    Kami akan membantu anda semua dengan
    Angka Ritual Kami..Anda
    Cukup Mengganti Biaya Ritual Angka Nya
    Saja… Jika anda Membutuhkan Angka Ghoib
    Hasil Ritual Dari=OM AGUS, 2D,3D,4D
    di jamin Tembus.

    Suka

  88. Berarti ente meragukan Kebesaran Mongol yg menguasai Asia dan eropa.. bahkan china dan arab saja di takhlukkan..

    Trus peninggalan mongol mana? bukti2 nya mana tidak ada di sana bangunan di mongol..hanya padang rumput kok..
    bahkan kuburan Jenghis Khan tdk ada sampai sekarang..

    Suka

Tinggalkan Balasan, mohon maaf bila tidak bisa membalas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s