Clear

Case clear n clossed

 

71 Komentar

  1. Santai saja…lah wong sampeyan motornya DAZZLER kok… :mrgreen:
    Mungkin maksudnya kalau ada acara kopdar mbok diajak gitu kali yah.. karena saking semangatnya jadi begitu…keep brotherhood & Peace..

  2. sebener nya gpp klo mau kmpl2 di mana aja dan kapan aja….mkgn mereka curiga aja sih, keep calm aja klo di tanya gt ya di jawab aja seadanya klo bukan klub melainkan cm ajang cari temen, saling hormat menghormati satu sama lain, sama2 biker, sama2 naik motor toh..
    keep brotherhood aja, salam OneHeart

  3. Hmm betul juga sih..
    Intinya jangan ada paksaan..
    Andaipun ada kopdar dari klub motor luar kota ya tinggal kopdar aja..
    Kalo klub setempat pengen gabung ya gabung aja..
    Ngapain dibikin repot.
    Sama2 orang indonesianya kok ribetHmm betul juga sih..
    Intinya jangan ada paksaan..
    Andaipun ada kopdar dari klub motor luar kota ya tinggal kopdar aja..
    Kalo klub setempat pengen gabung ya gabung aja..
    Ngapain dibikin repot.
    Sama2 orang indonesianya kok ribet

  4. Hmm betul juga sih..
    Intinya jangan ada paksaan..
    Andaipun ada kopdar dari klub motor luar kota ya tinggal kopdar aja..
    Kalo klub setempat pengen gabung ya gabung aja..
    Ngapain dibikin repot.
    Sama2 orang indonesianya kok ribet

  5. Ooo… baru tahu kalo anak NMp mo kopdar, mesti minta ijin HMPC yg bersangkutan…
    kaya mo ngamen di Pulogadung..???

    bahureksa’nya gitu kali ya… (betul ga sih bahureksa??) :mrgreen:

  6. ga bener,
    masa m0 kopdar sesama temen aja harus ada ijin,
    kykny mereka gila hormat tuh..
    koyo jaman orde baru..kumpul harus ijin.

  7. Ternyata samape jg k blog nih….Memamng kt dialam demokrasi. tidak ada paksaan dalam berkumpul. Komunaksi yes, paksaan no. Mungkin perlu merenung terhadap kebesaran nama. Tapi sema kayaknya sudah beres tuh….aman-aman saja. persaudaran mello+HMPC makin erat wau beda perkumpulannya. salam one heart.

  8. ane heran kok birokrasi ala pemrintah yang mesti serba ijin bisa masuk ke klub motor, jangan2 tar setiap rider NMP klo mau ke depok mesti lapor ke diri dulu ke HMPCI 1 x 24 jam hehe…. jadi inget ma cerita klub harley Hell Angels yang ngga ngijinkan klub harley manapun masuk daerah mereka.

  9. Mohon izin Dan. Kami mau kopdar..
    SIlahkan ..ati2…
    Siap Dan….

    wkwkwkwkwk kayak ngobrol waktu tender dimabes cilangkap .. πŸ˜€

  10. yang lebih geli baca komengtar yg terakir..
    wkwkwkwk
    ya ampuunn…. :mrgreen:
    mo ngundang kek, mo ga ngundang kek, kok maksa banget gitu yaa…
    orang komentarnya aja kurang bermartabat kok ngomongin martabat, kasian banget yg tersinggung gr2 ga diundang….
    bhuihihihi

  11. Perkenalkan saya Rahmat Sadeli, anggota HMPC Depok no. DPK60/HMPCI 190. Saya bicara atas nama pribadi dan berusaha menanggapi dengan seobyektif mungkin. Melihat kalimat di atas memang perlu diakui ada yang kurang tepat, utamanya pada kalimat permintaan ijin. Tapi jika ditelaah lebih mendalam mengapa sebuah kata itu keluar itu ada sebab musababnya. Lahirnya komunitas Melover atau apapun adalah hak setiap warga negara, itu adalah sangat betul, apalagi di alam demokrasi.seperti ini.

    Intinya dari pesan itu sebenarnya kita ingin tahu maksud dan tujuan adanya pertemuan, Melover di Depok namun dalam penyampaiannya ada kelemahan (tidak mudah menyusun kalimat, maksud baik jadi salah arti he..he…) Mengapa ingin tahu? Ini tak lepas dari histori karena kita tak ingin ada gesekan antara Melover dengan HMPC Depok, belajar dari sejarah klub-klub dan komunitas lain.yang menimbulkan gesekan antar anggota lantaran salah persepsi. Yang perlu diingat sasaran pencarian anggota dari HMPC Depok adalah sama, pemakai MegaPro. Ketika ada kopdar di daerah di mana ada klub HMPC yang berdiri di Depok, maka adalah sangat wajar bila terbersit adanya benih-benih persaingan.(asumsi). Makanya ditempuh jalan penyampaian pesan, karena ingin adanya kejelasan. Lalu timbul pertanyaan, bukankah bebas mendirikan klub atau komunitas? Benar sekal, tapi dalam kehidupan sosial kita mesti perhatikan lingkungan sekitar, kecuali ingin hidup sendiri. Untuk mudahnya saya ambil analogi, orang mendirikan rumah, agar menjadi jelas dan terang/tidak salah persepsi orang mesti kulo nuwon (sepele masalahnya) RT setempat, kecuali mau jadi warga liar. Hal-hal inilah yang mengapa HMPC Depok meminta kejelasan, sekali lagi agar tak terjadi gesekan. Karena kita sama, cinta damai.

    Implementasi cinta damai itu diteruskan via dialog dengan Melov. Terjadilah pertemuan dan menghasilkan sebuah kesepehaman untuk saling menghargai. Artinya dari pihak HMPCI Depok dan Melover sudah berjabat erat ;lantaran paham. Masalah selesai.Bukankah ini indah, sekali lagi….indah.

    Tapi membaca opini bung Amma dan mencantumkan tulisan yang dibuat di wall FB itu, yang jelas-jelas di darat sudah diklarifikasi jelas merugikan HMPC Depok. Karena wall ini sudah dihapus. Hal lainnya, dengan memasukkan kalimat beserta logo, jelas akan merugikan nama HMPCI, karena jelas itu tulisan keluar dari HMPCI Depok (bukan induk yang disebut HMPCI) yang merupakan bagian dari HMPCI.Saya ambil analogi begini, ada anak A (HMPC Depok) berselisih paham dengan B,(Melover). Apakah HMPCI sebagai induknya salah? Enggak perlu dijawab

    Namun dalam kenyataannya bung Amma menulis membawa nama HMPCI. Dengan membawa nama HMPCI berarti bung Amma telah menyamakan seluruh chapter (dari Sumatera sampai Sulawesi) yang jumlahnya sudah lebih dari 40 berlaku sama. Ini adalah pilihan kata yang bung Amma pilih (dalam persepsi umum bung Amma menyamakan HMPC Depok dengan chapter lain).. Apakah bung Amma tak berpikir bahwa ada ribuan anggota lain yang punya jiwa kasih? Apakah bung Amma tak berpikir bahwa ada anggota HMPC yang masih dalam tataran belia dalam jalani hidup (mudah terpancing emosi)?
    Pertanyaan ini saya ajukan demi satu tujuan baik, agar bung Amma bisa menilai dengan jiwa yang jernih.

    Bung Amma ingin menjalin peseduluran? Namun di tulisan ini jelas kontraproduktif alias menebar kebencian (persepsi saya) )lantaran melihat kelemahan dari sebuah kalimat. Yang sekali lagi sudah clear di darat.

    Tulisan ini dalam ilmu juralistik disebut hak jawab/ perimbangan. Silakan yang pembaca menilai. Bagi saya tak ada masalah orang berpandapat tentang HMPCI Depok, karena kami terus belajar. Namun saya bersaksi secara organisasi kami HMPCI Depok mencintai hidup yang damai. Makanya kami lakukan jalan dialog di darat (fakta di lapangan kami punya etika). Saya takut ini akan memicu banyak orang berprasangka buruk pada HMPC Depok yang esensi bukanlah seperti dimaksud.:

    Saya menulis ini karena telah banyak yang saya peroleh dari ikut klub yang bagus,ini salah satu paling monumental adalah ilmu ikhlas.

    Arti Logo HMPC (salah satu yang membuat saya cinta):
    Burung Rajawali bermakna Kekuatan
    Lingkaran Bermakna Kesatuan dan Persatuan
    Hitam bermakna keteguhan
    Perak menunjukkann kecermelangan
    Oranye bermakna Keharmonisan

    Cinta saya pada klub ini wujudkan pada blog ini: http://www.aksisosialhmpc.blogspot.com

    HMPC Indonesia adalah perekat Indonesia. Tak percaya? Masuk saja klub ini. he..he…(jadi promosi)

    Salam jabat erat

    Rahmat Sadeli

    Berawal dari kesederhanaan, berakhir dengan kesederhanaan.
    Hidup bahagia dalam balutan syukur tanpa kesudahan

  12. ah untung gw ga join hmpc, wong lambang komunitas ane yg pake rajawali (ada di megapro jadul) aja sempet dipermasalahin sama “mereka”. tapi gw sadar ga semua member hmpc begitu, toh ada koq di jalan yg toet2 walaupun ane dari komunitas megapro sebelah.. apalagi katanya ada sepuh hmpc depok yg join di megaproholic lover.. apapun alasannya, kejadian itu patut disayangkan..

Tinggalkan Balasan