untuk arrahmah.com: Halal bi Halal di Arab … Ada kok!


Agak kurang sregg  saat membaca artikel di website arrahmah.com. Bukan bermaksud untuk menjelkkan beliau KH.Zainal Abidin yang seorang rektor di Stain, hanya sekedar tabayyun kiai … ;)

Menurut beliau, ucapan minal aidzin wal faizin hanya ada di Indonesia … hallah mossok?.

Saya pernah menanyakan perihal ini kepada seorang Sheikh, beliau menjawab bahwa mengucapkan doa kepada sesama muslim selama hari raya adalah “sunnah hukumnya”. 

Naghh, perihal “minal aidzin wal faidzin” itu adalah penggalan dari doa berikut … maklum orang Indonesia sukanya yang pendek-pendek dan singkat-singkat.

Eid Mubarak, Taqobballahu minna wa minkum, wa jaalana Allahu minal ‘aidzin wal faizin wa kulla aam, wa kullu amm antum bi khoirin.

عيد مبارك , تقبل الله منا و منكم , وجعلنا الله من العائدين والفائزين , وكل عام انتم بخير

Arti: Semoga mendapat keberkahan Hari Idul Fitri (Adha), dan Allah menerima (amalan) saya dan kamu, dan Allah memasukan kita dalam golongan orang-orang yang kembali ke (fitrah/suci) dan menang (melawan nafsu) dan sepanjang tahun anda dalam kebaikan.

hal ini seperti termaktub dalam Fathul Bari juz 2 hal 446, al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Kami mendapatkan riwayat dalam al Mahamiliyyat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair, beliau menceritakan bahwa para shahabat Nabi jika saling berjumpa pada hari ied mereka saling mengatakan taqabbalallahu minna wa minka”.

Naghh karena mungkin kepanjangan, orang Indonesia cukup memenggal bagian tengah saja … Bagitu juga orang Arab, mereka hanya memenggal bagian depan dan belakang, kecuali yang memang mengetahui saja. ;)

Sooo, perkara minal aidzin wal faizin. Itu adalah semacam doa berdasarkan hadist Rasulullah. Bahwa barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan “ihtisaban” maka setelah lebaran akan suci seperti bayi baru lahir.

Mendoakan sesama muslim apalagi di hari yang memang disunnahkan untuk dirayakan, itu adalah kebaikan. aminn.

Perkara “halal bi halal” secara definisi itu emang nggak ada di Dunia Arab. Tapi secara tradisi … ada kok!. Malah super mewah, mereka biasanya akan membuat jamuan di tenda-tenda khas Arab untuk menjamu sanak saudara, kerabat, teman kantor, dengan hidangan yang super duper  …  gak ada KHong Ghuan dan apalagi monde juga tiada :mrgreen:

hidanganya 8O

Fuuullll, kacang mesir yg digiling, laban, juice buah ….

Lesehan juga monggo

Suasananya …. ya halal bi halal

About these ads

18 gagasan untuk “untuk arrahmah.com: Halal bi Halal di Arab … Ada kok!

    • Halal bi Halal itu bahasa Indonesia kok, bukan bahasa Arab
      seperti … asololeyy, orang nggak tahu artinya … pokoke faham maksude, asololeyyyy

      • kalimat “halal bi halal” di Arab emang gak ada, tapi prakteknya ada!
        ****
        masih nggak mudeng juga dengan kalimat ini
        ———- v v v, ——-
        Perkara “halal bi halal” secara definisi itu emang nggak ada di Dunia Arab. Tapi secara tradisi … ada kok!

Tinggalkan Balasan, mohon maaf bila tidak bisa membalas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s