Pudak … The OFF Street


Berkali-kali lewat jalur off the street, maksude sing ekstrem-ekstrem gitulah. Baru kali ini ketemu rute yang benar-benar full off street.

Jalur ke Pudak (Pundak, menurut googlemaps) sih sebenarnya nggak terlalu ekstremm, terutama lewat pasar pulung … aman, nyaman dan tentram. Niat awal kami berdua adalah survei sumber susu ibu sapi, untuk kepentingan bisnis ….

Alhamdulillah urusan bisnis kelar ;) dan clear. Lalu kita orang penasaran dengan “Khayangan” … yang katanya adalah arena pacaran asyik masyuk yang berada masuk ke dalam Hutan.

Ya sudahlahh, kami berdua mencoba menguntit sepasang ke kasih yang berniat menuju kesana. Jalannya ternyata ampunnn …. salut buat para ABG Bebekerss yang nekat nyebrang sungai, menembus sulitnya medan, demi mendekati hutan perawan … dan demi cinta.

sungai disebrangi, gunung didaki, hutan diperawani … ohh, demi cinta :twisted:

Berhubung awan mendung menyelimuti puncak gunung, atas nasehat bapak2 yang baru turun mengarit rumput gajah, niat kami ke khayangan kami batalkan. Daripada nggak bisa pulang gara-gara sungai-nya banjir. ;)

Finnally, cuma bisa ndengerin cerita abang tukang bakso tentang Khayangan. Wheleh-whelehhh … jiannn tenannn ABG sekarang, pacaran=nikah …

Menikmati Kelestarian Alam harusnya tidak diiringi dengan menikmati yang begituan :(

16 pemikiran pada “Pudak … The OFF Street

  1. walaah……..hebat..hebat maz….sy sering turing jg dgn rute full extrim sprti diatas dijabar…malahan lebiih extrim lg….memang asyiik..pk nmp lumayan tangguh

  2. Ping-balik: Menikmati Pijat Plus-Plus di Grape – Madiun | RODA 2 BLOG

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s