Esemka Harus Jadi Mobil Dinas, Bukan Mobil Desa!

Uforia tentang mobil nasional sedang gegap gempita membuncah membanjiri negeri, memantik rasa nasionalisme. Para pakar, dari otomotif sampai marketer ramai-ramai mendukung kelahiranya.

Prospek perakitan, rencana pabrik, biaya modal sampai target pasar pun di inisiasi. Tulisan ini tidak bermaksud meremehkan hasil karya anak bangsa, tapi mengkritisi ucapan para pengamat otomotif tentang target pasar si mobil nasional … yang penulis rasa mulai keblinger dan meremehkan orang desa.

Beberapa hari yang lalu, di media online, ditulis bahwa pasar yang cocok bagi mobil ini adalah orang pelosok, kota pinggiran, daerah pedalaman, wilayah pertanian … wiss pokoknya ni mobil bakal nggak laku dijual di Jakarta.

Lhaa, emang kalau dijual di Desa bakal laris apa? 😈


Dalam memilih mobil, orang Desa itu lebih perhitungan daripada orang kota. Mobil adalah Investasi. Mobil harus likuid, artinya jika butuh duit mendesak bisa cepat laku dijual. Harus tahan banting, karena jalanan yang rusak. Harus awet dan muat banyak, karena kadang dipake acara ngiring penganten sanak saudara.

Naghh, daripada beli mobil baru seharga 120juta yang nggak jelas durabilitas, endurance, mileage …. halllah. Pokoke mobil yang curriculum vitaenya nggak jelas, lebih baik meminang rondo tapi sudah jelas track recordnya. Yaghh, seperti: Panther, Kijang, Avanza-Xenia … klo mo nggaya sitik, Honda Jazz … yg ini mulai banyak digemari orang desa 😉

Iya to?. Spare part melimpah ruah, bandel, tahan banding, dan yang pasti,  “REPUTASI”

Harusnya, kalau mau serius mengembangkan proyek mobil nasional ESEMKA. Pasarnya adalah menjadikan ESEMKA sebagai mobil dinas resmi pemerintah Republik Indonesia. Presiden sampai Camat, dari menteri sampai kepala dinas semua harus memakai ESEMKA. Kalau nggak mau, pecat, cabut WNI-nya

Kalau sudah begono, nggak perlu susah-susah membentuk tim marketing. Ingat!, proses dan tim marketing/jualan itu butuh biaya yang sama besar dengan biaya membuat pabrik.


Klo ada orang macam si Bibit, kasih 2 pilihan, naik mobil nasional atau naik kebo? Klo di India, mungkin udah diinjek gajah :mrgreen:

Menurut media online, dalam setahun Pemerintahan NKRI yang tercinta ini membutuhkan kendaraan dinas rata-rata 500 unit. Itu bisa bertambah paska pemilu dengan dewan, presiden dan menteri baru.

Pasar sudah tersedia walau cuma beberapa ratus unit, tapi itu permanen. Tempat produksi pun nggak butuh modal besar buat pabrik, cukup di sekolahan saja. Soal daya tahan keawetan mobil …. bulsshitt, toh selama ini mobil dinas cuma dipakai 5-7tahun terus dilelang.

Kalau memang prothol sebelum 5 tahun ya nggak apa-apa to, lha wong setengah harga. 1 Toyota Crown = 8 unit esemka, murah mana? dengan masa pemakaian yang sama..

Tapi nggak mungkin laghh masak mobil 5 tahun terus prothol. Sukur-sukur nanti dilelang dengan harga yang murah, sehingga pasaran rondo-nya murah-meriah. Kalau emang murah-meriah, cuma 50jutaan tapi fitur sebanding sama yg 150jutaan, baru deh, orang desa mau beli 😉

Soal jaringan bengkel, silahkan dibuka di setiap SMK. Transfer teknologi-nya pasti murah, biayanya rendah, kalau perlu pembuatan spare part dikerjakan di SMK-SMK yang tidak memungkinkan untuk merakit Esemka.

Walhasil, biaya Investasi Murah meriah, lapangan pekerjaan tercipta, dan meningkatkan kualitas mutu SDM para siswa SMK. Akhirnya … ESEMKA jadi steororip mobil murah tapi mewah, gampang diperbaiki karena semuanya terjamin. Bahkan anak SMK tetangga yang baru kelas 1 pun bisa memperbaiki. :mrgreen:

Kali ini pemerintah harus betul-betul berkorban, terserah mau jadi korban percobaan atau kelinci atau kambing. Harus memberi contoh kepada rakyatnya.

Tentu anda sudah sering mendengar anekdot mobil India yang nggak perlu musik di dalam mobil. Karena semua komponennya sudah mengeluarkan bunyi gendang bertalu-talu. Tapi pemerintah India tetap setia dan bangga menggunakan itu mobil sebagai kendaraan dari presiden sampai menteri besar.

Hasilnya, India lahir dan sukses sebagai kekuatan otomotif Dunia.

Oyaa, Pabrikan Proton Malaysia juga hampir bangkrut karena turunya harga mobil-mobil Jepang paska berlakunya Asean Free Trade. Tapi  kemudian bisa survive setelah Kerajaaan Malaysia tetap setia dan malah menambah jumlah order setiap tahunnya sebagai kendaraan Dinas dengan mempercepat usia pemakaian Proton.

Naghh, kepriben Pak Beye? … ah, eh, ih, oh, ya, yi,  yo ben.

roda2blog di sosial media

9 Komentar

  1. HIDUP MOBNAS, SEMUA PIHAK DARI PEMERINTAH, DPR DAN SELURUH KOMPONEN BANGSA HARUS MENDUKUNG LAHIRNYA KARYA ANAK BANGSA. Gak masalah awalnya ATM (Awasi, Tiru, Modifikasi) karena semua pabrikan besar (Jepang, India, Malaysia, India, Cina) juga begitu. Ayo Indonesia tunjukkan kamu bisa. Indonesia negara besar masak kalah sama tetangga. Bikin pesawat< kapal laut juga kereta api bisa masa bikin mobil & motor gk bisa. Ayo Indonesia kamu bisa

  2. yang sedang digarap di beberapa SMK Indonesia: Produk Teaching Industry SMK Bidang Manufaktur
    • TIK (Zyrex, Advan, Lintop, Sunway, Etto)
    – Komputer PC
    – Komputer Laptop/ Notebook
    – LCD Monitor
    – Projector
    • Mesin Perkakas (Shigata, Headman, Tosuro, Sarimas, Perkasa, ATMI)
    – Mesin CNC Milling
    – Mesin CNC Lathe
    – Machining Centre
    – Hand Tools
    – Welding Machine
    – Wood Working Machine
    • Transportasi (Kanzen, AIK, PTDI, Agrindo, National Motor, Jinbei)
    – Sepeda Motor
    – Engine Bensin “ESEMKA 1.5i”
    – Mobil “ESEMKA”
    – Pesawat Terbang
    – Kapal Laut
    • Alat-Alat Pertanian (Agrindo, ALMAS)
    – Hand Traktor
    • Elektronik (Korex, Aimox, Hanamaster)
    – LCD TV, DVD Player,
    – Blender, Rice Cooker, Mixer, Juicer, Kettle,
    – Lemari Es, AC, Mesin Cuci

  3. tambahan untuk mobil dinas pejabat saya setuju pakai produk esemka, dan khusus untuk pejabat korup dan tidak peduli kebutuhan rakyat sebaiknya kasih mobil dinas yg memang tdk teruji keamanannya, jadi begitu dipakai terus mati (ga perlu kecelakaan mesake lawanne). Jadi beban negara berkurang, paling cuma biaya pemakaman

  4. Bpk.DR.SULARDI. MM beliau selaku DEPUTI BIDANG BINA PENGADAAN, KEPANGKATAN DAN PENSIUN BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.Teman teman yg ingin seperti saya silahkan anda hubungi bpk DR.SULARDI.MM Tlp; 0813-4662-6222. Siapa tau beliau mau bantu

Tinggalkan Balasan