Mobil Murah dan Harga Nyawa yang semakin Murah.

Dalam filem-filem upah seorang pembunuh bayaran itu sangat mahal. Padahal kadang kerjanya mudah, cukup 1 peluru 1 nyawa. Kalau sudah berhasil membunuh, gantian si pembunuh yang akan diuber-uber dan menjadi obyek perhatian banyak pihak sampai mati.

Di Indonesia, ketika gempa bumi terjadi perhatian langsung tertuju pada berapa total korban yang meninggal dan terluka. Presiden pun biasanya akan langsung memberikan khotbah darurat sebagai bukti kepedulian pemerintah. Ambil contoh Gempa Jogja 2005 yang korbanya “hanya” 10.000 nyawa. 

Hanya? … ya hanya 10.000 doang dan nggak terjadi setiap tahun kok. #maaf ini hanya untuk kepentingan tulisan bukan bermaksud meremehkan atau lainya. Tahun 2005 saya juga menjadi korban kok 😉

Bandingkan dengan angka kecelakaan Jalan Raya di darat yang setiap hari rata-rata mencabut 80-nyawa di seluruh Indonesia atau 30.629 warga negara kehilangan nyawa pada tahun 2011. (sumber)

Apa presiden berkhotbah?


Ketika pesawat Jatuh Sukhoi memakan korban puluhan jiwa, pejabat sekelas menteri langsung peduli?

Ah kalau jalan raya? paling juga cuma Polisi Lalu Lintas, itupun diiringi cemoohan tukang razia … kasian3X

Beban jalan raya yang setiap hari menanggung nyawa puluhan jiwa itu akan semakin bertambah ketika pemerintah menyetujui progam mobil Low Cost Green Car yang proposalnya diajukan para pabrikan mobil Jepang.


Mungkin karena mereka sedang ketakutan sama si TATA asal India yang memang selalu sukses merecoki pasar mereka di belahan dunia manapun di dunia.

Kalau memang akhirnya disetujui … kasihan si Jalan raya, yang untuk tumbuh saja selalu dibonsai. Kok sekarang masih dikasih peluang melihat korban bertambah. Kasihan sedikit sekali yang peduli atau memang nyawa manusia di jalan raya sama harganya dengan nyawa bangkai-bangkai tikus yang emang sengaja dilindas motor dan mobil.

67 tahun sudah merdeka, tapi cuma sukses melahirkan rel doble track Solo – Purwokerto. 🙁 Percuma PT.KA memperbaiki layanan mereka, kalau jumlah penumpang yang terangkut malah berkurang karena armada yg minim dan rel yang itu-itu aja.

Stasiun Purwosari-Solo aman dan nyaman, tapi jumlah penumpang yang terangkut menjadi berkurang juga 🙄

Walhasil … serahkan beban transportasi rakyat pada jalan raya klo mau bepergian. Murah-meriah dan nggak membebani ongkos belanja infrastruktur.

Jalanan berlobang? … ahh biasa ituu, anggaranya aja bolong. 😀

Kebijakan LCGC akan memacu naiknya perjualan dan populasi mobil padahal sampai 15 tahun kedepan (RUU 5 tahun … jadi UU 5 tahun … penerapan ujicoba 5 tahun) Indonesia belum punya Undang-undang/peraturan tentang pemusnahan mobil-mobil/motor-motor tua yang tidak layak pakai.

Uji kelayakan mobil (KIR) juga hanya  diberlakukan pada mobil angkutan, padahal di negara lain mobil pribadi juga kena KIR.

Sedangkan sepeda motor, tetap menjadi pencabut nyawa paling murah … meski DP naik 30% tetap aja cuma sejutaan. Selalu R2B ingatkan, Naik Motor lebih berbahaya daripada merokok.

Naik Sepeda Motor dapat menyebabkan kepala pecah, kaki patah, tangan putus dan nyawa hilang dalam sekejap.

 

roda2blog di sosial media

16 Komentar

  1. Belum tentu kehadiran Mobil murah membuat angka kematian jalan raya meningkat… Lebih berbahaya naik sepeda motor kan timbang naik mobil. meski yang paling murah sekalipun.

    Yang dibutuhkan justru membuat regulasi yang tepat. Murah dan ramah lingkungan itu bagus. Mengurangi jumlah pemotor. Penyumbang kecelakaan TERBESAR. Tapi tentu tidak mengabaikan sisi SAFETY dari mobil murah itu sendiri.

    Salam mas. 😀

  2. pengendara sepeda motor yang rawan adalah pengendara cewek… meski faktor nasib juga berperan, tapi kemampuan untuk berkendara di jalan raya adalah nomor 1

  3. cewek…
    rawan penyebab kecelakaan…
    dari yg berkendaranya kurang pinter, atau pakaiannya yg terlalu seksi…
    membuat pengguna jalan yg lain hilang konsentrasi..

  4. sedikit cerita, bbrapa minggu lalu pas riding santai pake byson di seputaran cikokol, tangerang, saya sempet diseruduk dr samping ibu2 pake vario, sampe guling2 saya…begitu dah minggir, cek badan cek motor, kaki lecet dikit, stang motor bengkok, kondom tangki baret dannnn…..ibunya cm bilang gini, “Maaf mas tadi sambil baca sms jd lupa nge-rem pas tikungan”….Ediannnnn tenan….naik motor sambil sms-an…terkadang kita udah ati2 riding bawa motornya, tapi pengguna jalan lain yg kadang sembrono, pesan buat kawan2…berdoa deh sebelum berkendara dan semoga diberikan keselamatan sampe tempat tujuan.aminnn…

  5. saya jga nggk setuju mobil murah, klo bisa harga mobil dimahalin aja (tentu kualitasnya harus sebanding dengan harganya). klo mau ada mobil kecil, harusnya mobil yang besar2 seperti alphard, H1, elgrand dilarang.

    klo gini ceritanya kan, sama aja bikin jalanan makin tambah sumpek. apalagi klo bikin SIm masih bisa nembak, yang biasa sruntulan naik motor sekarang pindah sruntulannya pake mobil..

  6. Sepeda motor bukan lagi menjadi alat transportasi yang murah dan memudahkan orang bepergian kemana saja tanpa harus bersusah payah berdesakan di transportasi umum yang tidak layak dinaiki. Sepeda motor sudah menjadi alat pembunuh yang menyeramkan di jalanan. Kecelakaan yang menewaskan 908 orang selama 2 minggu mudik Lebaran sebagian besar (lebih dari 75%) mengendarai sepeda motor. Koran Kompas hari ini pun memberitakan 3 anak remaja dalam satu keluarga Sibarani tewas kecelakaan waktu berboncengan (3 orang) ketika mau berangkat ke Sekolah di Bekasi,sekaligus merenggut 3 nyawa….Mengerikan…! Tetapi masyarakat Indonesia tetap saja nekad dan terus saja tidak peduli dengan nyawanya,mau hari ini atau besok juga pasti akan mati…! Sepertinya sepeda motor memang akhirnya “memudahkan” orang bepergian,tetapi ke akherat sana..!

1 Trackback / Pingback

  1. Mobil Murah dan Harga Nyawa yang semakin Murah. | amrillmartapuraa

Tinggalkan Balasan