Salah KoPROL si DANA HAJI dan KEJU ABADI para TIKUS


Urun rembug mawon …

Langsung saja, mari kita hitung andai ada si Budi setor uang 25juta untuk ongkos naik Haji tahun ini  dan berangkat 9 tahun lagi.

Dengan asumsi bunga simpanan per tahun 4% dan uang tersebut ngendon di rekening Menteri Agama selama 9 tahun, berarti

Bunga Simpanan Per-Tahun (angka 000 disembunyikan)
Saldo awal TH ke-1 2 3 4 5 6 7 8 9
        25.000   1.000  1.000   1.000    1.000   1.000   1.000   1.000  1.000   1.000
Total Setoran setelah 9 tahun 34.000.000

Naghh looo, seharusnya kan nggak perlu lagi yang namanya “Pelunasan BPIH/ONH” karena dengan adanya bunga simpanan … itu BPIH yg rata-rata tiap tahunnya 33-34juta sudah lunass.

Pelunasan BPIH biasanya pada bulan Ramadhan (beritanya …)

Lha terus kenapa uang setoran yg 25 juta yg masuk ke rekening Menteri Agama terus-terus menerus dihitung 25juta? Kemana larinya bunga tabungan 9 juta selama 9 tahun itu?

Wahh enak dong yang menjabat Menteri Agama, dapat bunga tabungan selama bertahun-tahun dari 300.000 ribu CJH/pertahun di kali 25 juta kali jumlah tahun waiting list. :?:

sekarang aja waiting list udah sampai tahun 2022 … klo tiap tahun kuota 300.000 berarti ada 300.000 orang x 10tahun x  25juta = 75 Trilliun Uang Tunai Ngendon Nganggur di Rekening Menteri Agama dan pastinya ya tetap berbunga-bunga .. tapi siapa yang memetik bunganya? Bunganya bukan bunga bangkai lhoo .. tapi bunga 3Triliiun/tahun.

Lesson Learned From Malaysia

Gedung megah Lembaga Tabung Haji Malaysia, bukti klo uang ummat bisa berkah klo dikelola secara amanah.

Di Malaysia uang ONH/BPIH dikelola oleh satu lembaga bernama Lembaga Tabung Haji. Jadi tidak ditransfer ke rekening menteri.

LTH sendiri juga lembaga semacam BANK, dimana dana BPIH/ONH yg terkumpul digunakan untuk melakukan pembiayaan, baik pembiayaan perorangan ataupun menjadi sumber pembiayaan negara.

Yang terbaru, si Lembaga Tabung Haji (TH) Malaysia ini menerima tawaran untuk mengambil alih 95%saham yang dimiliki sebuah perusahaan Indonesia di PT TH Indo Plantation (THIP) yang memiliki dan mengoperasikan 83.879 hektare perkebunan minyak sawit di Provinsi Riau.

Di Malaysia, Naik Haji pun juga waiting list seperti di Indonesia dan untuk bisa masuk terdaftar pun juga sama, harus ada setoran minimal.

Bedanya, ketika berangkat tidak ada lagi yang namanya Tagihan Pelunasan BPIH.

Eitt ada lagi, Biaya ONH juga dibedakan di Malaysia bagi yang Haji pertama kali dan yang sudah pernah ber-Haji. koyo Haji Muhyiddin wae :D

ONH malaysia tahu 2011, sebesar RM.9.980 (subsidi ) bagi yang sudah pernah dan akan naik haji lagi harus bayar penuh sebesar RM.14.340, tanpa subsidi.

Enak yaa, yg baru berangkat HAJI pertamax ada subsidi RM4360 … padahal itu uang  subsidi bisa berasal dari LABA kebun sawit yang ada di Indonesia :twisted: sekali lagi kekayaan alam negeri ini malah mengenakkan orang Asing.

Total ada Dana Abadi Umat 31Trilliun Lebih ngendog (beritanya …klik disini)

… massak uang segitu belum cukup untuk mendirikan LTH seperti Malaysia?

Tentang iklan-iklan ini

16 thoughts on “Salah KoPROL si DANA HAJI dan KEJU ABADI para TIKUS

  1. bunga memang haram, tanpa bunga akan merugikan.

    Jika ingin netral minimal konversikan ke emas.
    lebih bail lagi dikelola dengan baik seperti di malay.

    Suka

  2. Duluuuu saat masih kecil sy prnh dengar ONH di Indonesia sekitar Rp 6jt. Sedangkan saudara2 kita yg berangkat dr negaranya CS27 biayanya kalo dirupiahkan sktr Rp 4jt…jaraknya lebih jauh kok bisa lebih murah??????

    Suka

    • di lembaga syariah pun juga ada “bunga” tapi disebut “bagi hasil”
      Tapi mekanisme didapatnya “bagi hasil” emang berbeda dari bunga.
      Malah kadang “Bagi hasil” lebih besar dari “bunga” ;)

      Suka

      • kayanya “bagi hasil” -nya gak usah pakai tanda kutip deh Mas, itu memang bagi hasil, tapi cacat syariahnya kalau tabungan reguler di M*amalat (yang saya adalah nasabahnya), penabung tidak menanggung rugi (jika bank rugi) tapi hanya tidak mendapat bagi hasil.

        Bunga lebih kecil dari bagi hasil…
        Rata2 bunga tabungan reguler konvensional bank2 antara 3-5%.
        Padahal record2 unit2 investasi yang sehat biasanya 6% ke atas labanya (yg saya tau paling tinggi 47% setahun). Taruh saja rata2 bagi hasil rekening saya 6-7% setahun dengan formula bagi hasil 50-50 maka laba bank sesungguhnya dari unit tabungan reguler 12-14%, angka laba yang sangat moderat yang sangat gampang dicapai oleh unit usaha yang sehat.

        Suka

  3. Mas…punya email Pak Anggito?
    Indent jadi panjang karena list orang yang sebenernya belum wajib haji (ditalangi bank) malah menghalangi orang yang sudah wajib haji (mampu cash saat itu juga).
    Ibarat sekumpulan anak kecil yang belum wajib sholat memenuhi masjid sehingga orang dewasa yang sudah wajib sholat malah gagal/menunggu anak2 kecil keluar dari masjid dulu.

    Suka

Tinggalkan Balasan, mohon maaf bila tidak bisa membalas

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s