TNI siagakan Pasukan Raider di Perbatasan Malaysia

Berikut adalah foto pasukan TNI yang siaga di Perbatasan setelah kasus percobaan pencaplokan oleh Tentara Dibanci Malaysia-TDM.

imagesumber foto: tribunews.com

TDM ini memang jiran kurang ajar, di saat kita menganggapnya sebagai tetangga yang baik, sehingga kita tidak perlu mengunci pintu rumah kita yang dekat dengan rumahnya, eh dia malah mau mencuri perabotan yang ada di dalam rumah. Kampretoo?. Katanya Kerajaan Islam dan mengaku serumpun tapi kok akhlaq soal perbatasan masih lebih bagus Timor Leste.

image

TNI sudah menyiagakan Pasukan Raiders dari Batalyon 641. Setiap Batalyon Raider terdiri 750 pasukan dengan 50 pasukan berkualifikasi “special army” setara kopassus. Ini adalah sinyal peringatan dari TNI. Prajurit Raiders berkemampuan tempur 3 kali lipat dari infanteri biasa. Mereka dididik untuk perang modern, gerilya-anti gerilya dan survival tanpa batas waktu. Bila presiden tekan tombol darurat militer perbatasan, siap perrang deh.


imagefoto: tribunnews.com

Ini adalah gambar mercusuar yang ditinggal lari sebelum jadi di Tanjung Datu. Lumayan dapet bonus pondasi. Tinggal kasih suar dan bendera Indonesia beres. Bila perlu persenjatai juga meriam kaliber sedang.

imagefoto: tribunnews.com


We salute you TNI, aku nek dikon maju perang mesti mlipir.

roda2blog di sosial media

9 Komentar

  1. kalo buat prajurit yang tugas di perbatasan, jian salut saia…silaken ditambah anggaran lp beserta tunjangan lain-lain
    tapi kalo yang di markas, apalagi kayak di strategis deket rumah, cabut aja semua tunjangan..lha wong gak ada kerjaan saban hari 👿
    begitu mau dikirim ke luar (jawa) pada berebut ijin mundur dengan berbagai alasan 👿

  2. sedang memanas, siapapun presidennya,presiden tidak boleh letoy, apalagi lunglay, Indo sudah terlalu banyak alay dan kaum pria ahli bedak juga make up. payah. saran saya nanti kalau maju perang mending alay duluan yg dikerahkan, biar alay berkurang, piye setuju?

      • idealisme bolehlah asalken pasca perang TKI & TKW tetep isa hdup normal seh gpp, lha wong mau perang wargane msih jd babu dsono, njuk py?!sopo sing kon mikir???kecuali yg kerja dsono tuh karyawan or petinggi kantor seh gpp darurat perang, yg perlu NKRI lakukan adalah shock therapy dlu

Tinggalkan Balasan