Beberapa Kendaraan Bawah Air Kopaska Yang Bisa Dilibatkan dalam Operasi Air Asia

Operasi evakuasi Air Asia masih terhalang tingginya ombak. Walhasil tim hanya bisa mengambil jasad penumpang yang  sudah mengambang di atas air, sedang yang terperangkap di dalam pesawat belum bisa. Dari 168 Korban meninggal baru kurang dari separuh jasad yang bisa dievakuasi.

Bangkai pesawat sendiri telah diidentifikasi karam di kedalaman 30meter. Tidak terlalu dalam tapi karena ombak yang tinggi dan arus bawah laut deras belum ada upaya penyelaman.

Berikut beberapa kendaraan bawah air milik Kopaska TNI AL yang bisa diturunkan:

1. Swimmer Delivery Vehicle buatan Inggris
Kendaraan ini bisa membawa dua penyelam untuk mendekati obyek sasaran.

image

2.Sea Shadow
Single seater dengan turbin di belakang. Setelah sampai di sasaran penyelam melepaskan balon di atas kemudi agar kendaraan tetap terparkir di bawah permukaan air.

image

3. KTBA
Kendaraan ini adalah murni buatan anak negeri. KTBA adalah hasil inovasi kreatif dan konstruktif serta kerja keras Satuan Komando Pasukan Katak Koarmatim. KTBA merupakan ide dan hasil karya Komandan Satpaska Koarmatim Letkol Laut (E) M Faisal.

Dalam operasionalnya, KTBA berfungsi untuk meminimalkan faktor kesulitan yang tinggi yang diemban personil Kopaska saat menyelam dan berenang dengan jarak jauh menyusup ke daerah lawan dengan beban peralatan tempur yang cukup berat. KTBA yang panjangnya sekitar dua meter dan bobot 400 kilogram itu dilengkapi mesin pendorong Driver Propoltion Vehicle.

image

image

Mengawal KRI Cakra

image

Advertisements

6 Komentar

  1. Belum lama sekitar tahun (2013) saya pernah baca berita kalau Indonesia telah membuat Kapal laut siluman, tiba tiba selang 1 hari berita itu tayang Kapal laut siluman itu karam, entah karena di sabotase atau apa, tidak ada berita nya lagi sampai kini.
    apa om pernah memuat berita itu? kalau belum dan tau mungkin bisa di share om..

1 Trackback / Pingback

  1. Off Air: Kisah Kehebatan Denjaka Dibalik Temuan Puing Air Asia setelah Mengapung di Lautan Selama 18jam | roda dua blog

Tinggalkan Balasan