Bripka M. Jafar: Pagi Jadi Polisi, Malamnya Narik Odong-odong

Kisah personel polisi yang bersahaja kerap tertutupi oleh berita oknum polisi nakal. Padahal sebenarnya ada banyak polisi yang harus banting tulang untuk mendapatkan penghasilan di luar gaji dengan cara yang halal. Ada yang baik tentu pula ada yang jelek, itu sudah hukum alam.

Kisah seorang polisi yang bersahaja ini datang dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Muhammad Jafar, seorang anggota Polres Nunukan, berpangkat Brigadir Kepala yang juga Pjs Kasi Teknologi Informasi Polres. Setiap sore sepulang dinas, Pak Polisi ini tidak canggung untuk menjadi sopir mobil kereta odong-odong miliknya, melayani anak-anak kecil keliling kota,

“Kalau usaha begini harus di luar jam dinas. Malam sehabis Magrib, sekitar pukul tujuh baru beroperasi. Kalau sore pukul lima,” ujar Jafar, sebagaimana yang dilansir tribunnews.

Polisi Nyambi Jadi Sopir Odong-odongMuhammad Jafar menikmati usaha sambilan sebagai pengemudi odong-odong di malam hari, setelah pagi harinya bertugas sebagai anggota Polres Nunukan.

Menurut pria kelahiran Batang 34 tahun yang lalu dan sudah dikarunia dua putra ini, setiap malam dia bisa meraup penghasilan Rp 100.000 di hari biasa dan bisa tiga kali lipat saat liburan.


Setiap penumpang ditarif Rp 5000 lalu diajak berkeliling sejauh tiga kilometer selama 15 menit. Tak jarang dia juga mengajak anaknya saat menyopiri kereta odong-odong ini.


Wahh salutt untukk kegigihan pak polisi ini. 😉

 

 

roda2blog di sosial media

3 Komentar

  1. Saya suka, salut dan berdoa semoga dimudahkan Allah. Rezeki memang harus diupayakan dgn cara halal. Ini jelas halal. Dari pada korupsi atau pungli…jelas ini lebih bermartabat..

Tinggalkan Balasan