Setelah Provinsi Yunan dibombardir Jet Tempur Myanmar, China Siapkan Serangan Balik Jika Tuntutan Tak Dipenuhi

Myanmar yang saat ini akrab dengan Amerika, memancing emosi China dengan menyerang provinsi Yunan di perbatasan China-Myanmar. Enggak tanggung-tanggung, Myanmar mengerahkan jet-jet tempur MIG29 dalam serangan untuk Pada Sabtu (14/3) sore waktu setempat.

Rudal-rudal tersebut menghantam dan menimbulkan ledakan dahsyat menghajar perkebunan dan perumahan penduduk. Hasilnya lima petani tewas dan delapan warga lainnya luka-luka, menurut laporan Aljazeera.

Myanmar mengaku hanya mengincar pasukan Pemberotak etnis Kokang, mayoritas bekas anggota Partai Komunis Burma yang dulu mendapat pasokan dana dari Beijing. Belasan milisi Kokang diisukan menyusup ke wilayah China untuk menghindari serangan tentara Myanmar.

Myanmar membantah gegabah menembus perbatasan China. “Bom yang menewaskan petani juga bukan dari pesawat tempur kami,” kata juru bicara pemerintah Myanmar, Zaw Htay.

Tapi data radar China menunjukkan sebaliknya. Wakil Komisi Militer Pusat China, Fa Changlong, menegaskan bahwa jet Myanmar berulang kali melewati wilayah udara negaranya.

China meradang dengan Myanmar yang menolak disalahkan. Satu skuadron jet tempur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) langsung disiagakan di Yunan.

“Myanmar harus menyadari seriusnya isu ini. Mereka harus menghukum siapapun yang bersalah, meminta maaf, dan membayar ganti rugi pada keluarga petani yang jadi korban,” kata Changlong.

“Kalau tidak, maka militer kami akan mengambil aksi yang diperlukan untuk melindungi harta benda dan keamanan rakyat China,” imbuh petinggi tentara itu.

Myanmar kini di ambang invasi raksasa Tiongkok. Padahal, selama ini junta militer negara yang dulu disebut Burma itu membangun hubungan baik dengan Beijing.


Tentara Myamar (disebut Tatmadaw), baru sekali mengalami kemenangan. Yakni saat mengusir tentara Taiwan pada perang selama 1949-1961. Personil aktif hingga tahun lalu sebanyak 492 ribu orang, didukung cadangan paramiliter sebanyak 72 ribu.


Dari segi ukuran alutsista, Myanmar jelas kalah segala-galanya. Jet tempur yang mereka punyai hanya 24 unit Chengdu F-7 Airguard. Tenaga penyergap udara sebatas 30 pesawat Mig-29 peninggalan Uni Soviet.

Jika China mengerahkan angkatan udaranya saja, maka kerusakan serius akan dialami Myanmar. Jet tempur terbaru Negeri Panda adalah Chengdu J-20 Generasi Ke-5, jumlahnya nyaris 290 unit. China juga terus memodernisasi dan memodifikasi puluhan Sukhoi Su-30.

China adalah monster politik global dibekali militer yang tidak pernah kalah selama perang setengah abad terakhir. Pada 1959, PLA berhasil mengatasai perlawanan tibet dalam hitungan hari.

Saat turut berkonflik melawan Amerika Serikat dalam Perang Korea pada 1959 hingga 1975, tentara China berhasil mempertahankan Vietnam Selatan, Kamboja, dan Laos dari koalisi militer Barat.

Kemenangan besar didapatkan China atas India pada Perang Sino-Indian tahun 1962. Militer negeri Sungai Gangga sampai harus mundur teratur dari Aksai Chin di perbatasan.

Bahkan ketika harus melawan ‘saudara tua’-nya Uni Soviet, dalam konflik memperebutkan Pulau Zhenbao pada 1969, PLA tidak kalah walau ketinggalan segala-galanya dari segi alutsista.

Dari segi pamor politik, serangan cepat dan tepat mematikan, akan semakin menaikkan pamor kekuatan China terutama dalam perebutan wilayah di Laut China Selatan.

roda2blog di sosial media

4 Komentar

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Terorisme Myanmar: Rohingya Arakan Bukan Imigran Asal Bangladesh | roda dua blog
  2. Perang Rohingya Myanmar Akan Menjadi Medan Laga ISIS Selanjutnya – MiliterMeter.com

Tinggalkan Balasan