Abu Jahal tak pernah berpenampilan dan berpakaian Mirip Nabi Muhammad

Oot dulu, ngobrolin tentang sosok idola. Ambil contoh saya seorang fans Manchsester United, lalu tiba-tiba ada yang menuduh bahwa logo MU itu mirip dengan logo Liverpool di masa lalu, naghh ya jelas agak ndongkol to? 😉

Tulisan ini pernah saya uplod di FB tapi dikemas ulang, karena sering muncul statemen berikut: “Bahwa Abu Jahal itu juga berjenggot dan berjubah seperti Nabi” Ya kurang lebih mengatakan visual fisik Abu Jahal dan Nabi Muhammad itu mirip atau mungkin sama karena sama-sama orang Jawa

Sesuatu yang sebenarnya sama sekali berbeda, karena selama hidupnya Abu Jahal sangat membenci Nabi dan saking bencinya, dia tidak pernah mau berpenampilan mirip Nabi Muhammad.

Dalam skala yang lebih keras daripada Bonek vs Arema. Bonekmania yang tidak pernah rela memakai pernak-pernik Arema bahkan yang baru ngelihat warna biru-biru aja sudah esmosi. Bahkan sangking bencinya , saya pernah dipisoi oleh kondektur bus SK gara-gara pake baju Arema. :mrgreen:

bonek vs Arema
Lesson Learned: ketika Si B membenci Si A, maka dia juga tidak akan menyukai segala Atribut si A. Tapi ketika si B mencintai si C, baru ngelihat sandalnya si Cece aja senangnya minta ampun, apalagi klo warnanya bisa sama :mrgreen: makin semangat buat nembak

Seperti halnya Abu Hakam (nama asli Abu Jahal) karena dia sangat membenci Nabi Muhammad, ajaranya, pengikutnya dan segala atribut penampilan visual pengikut Nabi.

Seumur hidupnya Abu Jahal tak pernah membiarkan Jenggot tumbuh di dagunya, ataupun memakai gamis putih sederhana yang biasa dikenakan Nabi, dia tak mau sekalipun menunjukkan sikap lunak pada prinsip “Anti Muhammad”-nya.

Persis seperti Fans Barcelona yang pantang mengenakan simbol atau Jersey Real Madrid.

Abu Jahal lebih suka berpenampilan layaknya Kisra Persia dengan kumis melintang dengan jubah dari kulit binatang, baju yang berwarna-warni dan tak pernah memakai sarung. Kurang lebih seperti ilustrasi dibawah ini, pakaian orang Arab di abad 6 Masehi sampai pertengahan yang disepakati sejarawan dan sering dijadikan setting film.

ancient Arab clothes at 4c
Dimana gamis putih khas Nabi?


Nabi mengajarkan pada pengikutnya saat itu untuk memakai Gamis panjang satu kain untuk kesederhanaan, kesetaraan dan mencegah kecemburuan sosial para  pengikutnya, maklum karena ada golongan Bangsawan seperti Utsman bin Affan, Abu Bakar, Umar dll, sedang golongan lain ada dari kalangan hamba sahaya yang miskin seperti Keluarga Ammar bin Yasir, Bilal bin Rabah, dll.

Jadi?, Gamis putih panjang adalah murni hasil karya desainer bernama Nabi Muhammad.

Meski Nabi dan Abu Jahal sama-sama dari orang Arab tapi memiliki budaya yang berbeda walau satu suku. Ibarat pakaian adat Jawa, ada perbedaan jelas antara Jawa Solo dan Jawa Ponorogo walau sama-sama jawa.

Itu karena teritori kebudayaan tidak memiliki garis batas yang jelas.

Tapi kadang, suatu jarak yang jauh juga bisa menjadi dekat karena persamaan agama. Contoh soal kebudayaan asli Majapahit atau Asli Bali, yang mana yang asli dan yang mana yang impor, bandingkan arsitektur Bali dengan Nepal (Hindu India).kuil di Nepal a temple bali
Which one of these influenced other? Bali or Nepal?

Back to topic

Arti sunnah adalah segala kebiasaan Nabi, dari hal pakaian sampai Jenggot bahkan rambut Nabi yang suka digundul dan kadang gondrong.

Layaknya Fans kelas Ultras, yang bahkan rela demi apapun agar mirip sang Idola terutama dalam hal visual yang nampak darinya, yaitu baju dan jenggot, demikian juga halnya umat Muslim ada yang kelas garis keras soal ini ada yang lunak.

Tapi yang kebangeten ya yang ngomong bahwa visual penampilan fisik Abu Jahal sama dengan Nabi.

Dalam hal jenggot sudah nyata jelas bahwa Nabi memerintahkan umatnya (bukan wajib, bukan paksaan, yang mau saja) untuk memanjangkan jenggot dan memendekkan kumis. Hal ini untuk menyelisihi orang persia yang bangga dengan kumisnya serta orang Romawi yang membanggakan kumis dan jenggot barengan.

Adapun desain pakaian gamis putih panjang, itu adalah murni dari ide desain Nabi bukan hasil budaya Arab. Desainya sangat sederhana, tidak ribet dan menghilangkan kesenjangan sosial, karena apapun bahan yang dipakai tetap saja modelnya sama.

Bandingkan dengan fashion khas Arab zaman dulu (foto diatas) maupun Fashion Arab yang  tidak mengenal gamis seperti di Yaman tahun 1970-an dibawah ini.

pakaian adat indonesia dan Yaman
3 pakaian adat Indonesia yang mirip dengan 1 pakaian adat Yaman


Jadi intinya? ya pakaian gamis putih satu warna adalah hasil karya desainer bernama Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib, agar orang tampil sederhana dan simpel.gamis abu jahal

Klo admin sendiri pakaian sehari-harinya gimana? nagh ini yang agak susah dijawab. Tingkat ngefans saya sih sampai mati dengan Nabi, tapi belum sampai maqom ultras yang kemana-mana membawa atribut Juventus eh sunnah Nabi. hooligan west ham
Contoh Ultras WestHam FC, sangking cintanya dia rela mentatoo tubuhnya sebagi bukti cinta, padahal klo dipikir … apa coba prestasi WestHam dalam 30tahun terakhir ini? juara liga inggris? sekarang aja degradasi.

Ya itulah namanya Cinta
benda Fana di hati manusia
Tapi beribu laku dilakukanya
demi menyatakan aku cinta padanya

Saya menyukai orang-orang yang berani memakai gamis putih kemana-mana, itu suatu hal yang amazing karena dia memakai sesuatu yang “asing” diluar kebudayaanya sejak lahir demi rasa cinta.

Lalu bila ada yang memakai gamis tapi perilaku preman seperti FPI atau FBR gimana?Saya akan benci orangnya bukan gamisnya, ya seperti saya yang membenci Presiden Amerika tapi saya suka android dan dollar Amerika tentunya. :mrgreen:

Rekomendasi buku bila ingin mengetahui visual Nabi dan sunnah-sunnahnya dari hal pakaian sampai cara bersandarnya, kitab “Syamail Muhammad karya Imam Tirmidzi” ini patut anda koleksi.

kitab syamail muhammadiyah

Noted: Komentar saya tutup untuk artikel ini. U like share it, U don’t leave it

roda2blog di sosial media