5 Inovasi Sepeda Motor Yang Gagal Laku Di Indonesia

image

Berikut ini 5 inovasi sepeda motor yang diterapkan produsen dengan tujuan menambah fitur dan memudahkan pengendaranya. Tapi jadinya enggak laku di pasaran karena berbagai sebab.

1. Lampu sein berdering
Jauh sebelum orang Indonesia mengenal dering “titit titit titt” pada pager atau hape. Kebanyakan abg gak kenal pager bro.

Yamaha adalah pelopor yang mengenal bunyi dering fenomenal tersebut pada masyarakat. Tepatnya pada sepeda motor alfa.

Lampu sein pada motor tersebut berbunyi jika menyala. Sebuah inovasi luarr biasa sob. Dengan bunyi tersebut, pengendara lain menjadi lebih waspada dan meningkatkan keselamatan. Sayangnya? Yamaha Alfa kurang laku.

2. Motor dengan rak bracket.
Andai penjualan Honda Win laris manis. Tentu para turing mania jaman sekarang gak perlu repot-repot nyari braket bila mau pasang box.

Lagi-lagi, inovasi yang bertujuan memudahkan untuk membawa beban saat berkendara ini, juga gak laku.

3. Motor dengan Kotak Amal.
Bila ketemu permintaan amal di tepi jalan, biker pasti harus merogoh saku, membuka dompet, raba kantong sana-sini.

Hal ini coba diantisipasi Honda pada produk cs1. Dengan menyediakan kotak bagasi kecil. Harapanya, kotak tersebut cukup aman dalam menyimpan barang berharga terutama uang dan dompet. Sehingga klo mau ngasih sumbangan di tepi jalan atau lampu bangjo gak repot raba sana-sini. :mrgreen:

Kenapa gak laku ya? Selain karena adanya perda larangan memberi sumbanga pada pengemis. Juga karena termakan isu bahwa pengemis itu lebih banyak yg kaya daripada miskin. 🙂

4. Motor dengan Kondom.
Yamaha Byson adalah contoh nyata produk yg gak laku karena kondom. Yamaha sendiri juga tidak terlalu berani mengkampanyekan keutamaan tangki berkondom.

Karena promosi tentang kondom, selalu dituduh promosi freesex juga. Apalagi launchingnya Byson berkondom, bertepatan dengan isu ATM kondom yang diprotes FPI.

5. Motor dengan Speaker Musik.
TVS merek asal india pernah menggelontorkan TVS Rockz. Motor bebek yang dilengkapi speaker musik.

Lagi-lagi timingnya gak tepat. Saat rockz dilaunching. Dunia musik Indonesia dibanjiri boyband dan girlband yang tak lagi mementingkan kualitas musik ataupun lirik. Yang diutamakan hanya goyangan ala barbie.

Walhasil, motor dengan lampu stoplamp goyang ala Honda Blade lebih laku soob.

Advertisements

21 Komentar

  1. Saya malah lebih “sreg” dengan “warning sign” pada saat lampu sein menyala. Lebih safety dan (ini yang penting) bentuk komunikasi non verbal dengan pengendara yang lain. Sayang banget fitur ini di hilangkan. Mungkin regulasi otomotif nasional tidak mengakomodir fitur ini wajib ada di motor. Sayang memang… :mrgreen:

  2. kalo boleh saya tambahin :mrgreen:
    – inovasi motor bebek dengan transmisi matic
    – inovasi motor bebek dengan headlamp di tebeng
    – inovasi motor sport dengan shroud jumbo
    – inovasi motor sport 3 busi
    – inovasi motor sport bermuka lele dumbo
    – inovasi motor sport bermuka klingon
    – inovasi motor sport fairing dengan headlamp underwear shape

  3. untuk nomer 5.. kenapa TVS rokz gak laku.. soalnya di indonesia, sesuatu yg bergerak (kendaraan) yang menggunakan music. dianggap tukang getuk lindri.. dripada nanti pas di jalan di kira tukang getuk lindri.. jadi itu produk gak laku.. bgtu analisa ngawur saya..

  4. gak salah tu ulasan di atas….. honda win produksi dari th 1984 s/d 2004/05 lho… masa produksi yg terbilang paling lama stahu sya…. dan konsumennya bukan hnya dri perorangan tapi instansi baik pemerintah maupun swasta pada memakai produk honda yg satu ini…. bahkan sampai di impor ke vietnam juga….. sampai sekarang jga masih bnyak yg suka n nyari…. klo d bilang gagal sya kira nggak malah sebaliknya…. klo kurang sempurna si saya meng amini… karna ga ada produk yg sempurna…. Fakta lho ikiii….. hehehehehe

Tinggalkan Balasan