Ponorogo Banget, Kota Ponorogo Darurat Pelajar dan Polantas

image
Salah satu curhatan pelajar di FB

Kabupaten Ponorogo memiliki tata kota yang nyleneh. Ibukotanya, Kota Ponorogo, yang sebenarnya mencakup Kec.Ponorogo dan beberapa wilayah milik kec.Babadan, Kec.Siman, Kec. Jenangan.

Nyleneh, karena di kabupaten ini terjadi sentralisasi pendidikan. Lembaga pendidikan dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK tumplek blek di wilayah Kota. Walhasil banyak pelajar dari daerah pelosok mengendarai sepeda motor menuju sekolahnya.

Parahnya, para pelajar itu sering menjadi santapan “tilang” oleh Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Ponorogo yang menggelar razia tepat disaat jam masuk sekolah (jam 7 pagi) atau saat pulang sekolah. Tapi ya jam 7 pagi itu yg bangetenn.

Dalam kasus ini, yang paling geblek adalah PemKab Ponorogo yang tutup mata dengan fenomena. Sama sekali tak memberi solusi. Padahal mereka yang bertanggung jawab atas kacaunya tata kelola tempat sekolah yang njumpell di kota.

Menurut UU, usia pelajar memang tidak diizinkan membawa sepeda motor. Polantas jelas tidak salah dalam menegakkan aturan. Tapi setidaknya Polres Ponorogo juga harus menekan PemKab selaku operator pendidikan untuk mencari solusi.

Salah satu solusi adalah pengadaan bis sekolah. Dengan sistem koridor dan halte.

wpid-mumbai-school-s30575.jpg

Contohnya, pelajar dari arah barat, (kec. Sampung, Sukorejo, Sumoroto dll). Mereka diharuskan memarkir motor di halte bis Sekayu (contohnya) lalu ke sekolah masing-masing diantarkan bis sekolah milik pemkab. Bis tersedia dari jam 5pagi – sampai jam 7pagi, saat berangkat sekolah. Dan saat pulang Sekolah.

Dalam hitungan saya, hanya dibutuhkan 7 halte dan penitipan motor di 7 jalan protokol masuk ke kota Ponorogo. Yaitu, Terminal Seloaji, Sewelut, Jl. Raya Pulung, Jl. Raya Sumoroto, Dengok, Jabung.

Anggaranya? Dengan APBD Ponorogo yang mencapai 2 Trilliun tentu sangat bisa sekali. Jika pemimpin Ponorogo benar-benar mau. Jangan Insya Allah lalu di-amin-i saja.

Naghh jika sudah ada Bis Sekolah macam ini. Lalu masih ada pelajar yang  nekad bawa motor, silahkan ditilang oleh Polisi, kalau perlu sita aja motornya.

Nilai plus lainya dari sistem Bis Sekolah ini adalah, menurunkan angka kehamilan siswi sekolah di Ponorogo.

Pelajar adalah harapan bangsa, bukan harapan tilang.

image

Channel Youtube MotoVlog Partner Ngeblog

10 Komentar

  1. iyo ki, kang..
    bukane mmberi solusi tapi malah nambah2i ruwet masalahe..

    menurunkan angka kehamilan siswi sekolah di Ponorogo 😀 wkwkwkkwwk.. fakta..!
    tetangga ane di ponorogo ada tuh, cah sekolahan, co-ce, boncengan ngalor ngidul, 2bulan kmudian hamil..

  2. harus nya ada kerjasama antara dinas pendidikan, polres dan pemkab untuk mencari solusi terbaik. Karena penggendara bermotor wajib berumur 17th keatas, dan satlantaspun tidak bisa kita salahkan juga.Jika pun mereka benar dan tertib sesuai aturan dan tata tertib jangan takut untuk di razia, orang tua murid sekolah juga harus memperhatikan anak2 nya setidaknya menghantarkan anaknya kalau tidak ada transportasi umum untuk menuntut ilmu disekolah yang berjarak jauh agar keselamatan bisa tetap terjaga.

    • Sepakat.
      Aturan harus ditegakkan. Tugas Polisi adalah menegakkan aturan.
      Sedang tugas memberi solusi atas masalah fasilitas adalah kewenangan Pemkab selaku pengelola dana APBD.

Tinggalkan Balasan