Kisah Anak Perwira Polisi Yang Suka Nongkrong Di Kuburan

image
Foto dan Reportase : FB Mamang Pritidina

Anak muda ini namanya Galuh, dia mahasiswa fakultas hukum semester akhir, Universitas Muhammadiyah Jember. Dari sisi keluarga dia anak orang berada, bapaknya berpangkat Ajun Komisaris Polisi di jajaran Polres Jember.

Meski berstatus mahasiswa. Meski anak perwira, Anak muda ini tak pernah merasa malu atau merasa risih. Untuk  membersihkan makam umum di dekat rumah neneknya, dusun Gudang Karang, desa / kec. Rambipuji, Jember.

Bersama belasan rekannya, hampir setiap sore Galuh dkk. Meluangkan waktu membersihkan makam. Alhasil, TPU Gudang Karang yang dulu kotor dan gelap terkesan angker, kini bersih dan indah seperti Taman.

Dari Galuh dkk. Juga, makam terang benderang di malam hari setelah secara swadaya mereka merangkul warga untuk membangun instalasi listrik di makam.

Mungkin apa yg dilakukan Galuh dkk.ini boleh dibilang aneh dan langka, krn anak muda jaman sekarang sudah jarang yang mau eksis dan peduli lingkungan, apalagi makam umum.

Mereka sudah beberapa bulan terakhir aktif di makam, tanpa meminta imbalan sepeserpun. Tidak hanya itu, mereka rela meluangkan waktu untuk mempersiapkan pemakaman siang atau malam hari. Merekalah yang menggali Liang lahat menyiapkan kafan dan lain lain.


Kenapa mereka mau ?. Karena  menatap orang mati dimakam  membuat mereka ingat akan mati. Hingga mereka enggan melakukan hal hal negatif.


MONGGO. Layak ditiru..!!. Nongkrong dimakam itu asyik gak menyeramkan dan membawa perubahan positif.

5 Komentar

Tinggalkan Balasan