Kreator Mobil Listrik Divonis 7 Tahun Penjara dan Sita Harta Benda

image
foto: kabardahlaniskan.wordpress

Kasus Mobil Listrik yang dulu gencar digagas oleh Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan diinisiasi oleh Presiden SBY berakhir tragis dan mengenaskan. Seiring perubahan penguasa, vendor pembesut mobil Listrik sekarang dikriminalkan.

Kasus mobil listrik Indonesia mencuat saat dituding tak lolos uji emisi lalu  dikasuskan ke meja hijau. Sampai kemudian keluar vonis yang mencengangkan banyak pihak.


Majelis Hakim Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) menyatakan bahwa Dasep Ahmadi selaku Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama terbukti melakukan tindakan memperkaya diri yang menggunakan keuangan negara. Putusan tersebut diketuk palu oleh Arif Waluyo selaku Ketua Majelsi Hakim pengadilan Tipikor.

image
Pak Dasep dengan mobil listriknya

Dasep dijatuhi hukuman selama 7 tahun penjara dan denda 17.1 Miliar yang harus dibayarkan ditambah denda subsider 200 juta Rupiah. Jika dalam 30 hari setelah putusan uang pengganti tidak dipenuhi oleh Dasep, maka harta benda milik Dasep Ahmadi akan disita, dan jika masih tidak cukup, ia akan ditambah 2 tahun penjara. kok berat bangett 😈

Sejarah mobil listrik bermula dari permintaan Kementrian BUMN yang saat itu dipimpin oleh Dahlan Ishkan untuk mendukung kegiatan Konferensi APEC yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2013 silam. Dahlan ingin agar mobil listrik bisa menjadi kendaraan serta alat pamer kemajuan teknologi dan inovasi Bangsa Indonesia.


Kementrian BUMN meminta PT Sarimas Ahmadi Pratama untuk membuatkan 16 mobil listrik pada bulan April 2013. Dan selama kurun waktu 6 bulan, Dasep harus membuat mobil tersebut hingga bisa digunakan. Terlalu terburu-buru menurut saya, di luar negeri riset mobil listrik bisa bertahun-tahun.

Karena mepet Dasep hanya bisa membuat 8 buah mobil dan bus listrik saja dan masih jauh dari kata sempurna.Harga dari satu buah mobil prototype yang dibuat memakan biaya sekitar 2 miliar Rupiah per unit.

Menurut hasil investigasi, mobil karya Dasep akan overheat ketika digunakan lebih dari 70-80 km/jam dan tidak lolos uji emisi. Lalu dari sinilah muncul jeratan hukum pada Pak Dasep yang dianggap merugikan negara.

Sangat tidak bijak sekali jika menganggap pembuatan prototype adalah sebuah pemborosan dan kegiatan yang merugikan negara sehingga harus dibawa ke meja hijau. Tentunya putusan ini akan menjadi momok menyeramkan bagi para ilmuwan untuk berkreasi dan menciptakan hal-hal baru untuk kemajuan teknologi tanah air. Sedih ya?

image

Itulah realita Indonesia … :'(

Mobil listrik sendiri memang bukan barang murah di dunia. Contoh Pabrikan Tesla. Yang membutuhkan waktu 3 tahun untuk membuat purwarupa mobil listrik Tesla Roadster  dan 5 tahun untuk membuatnya menjadi produksi massal.

Biayanya? Tesla mengeluarkan kocek 7.5 Juta US Dollar dari kantung pribadinya, kemudian ia mendapatkan investor sebesar 13 Juta US Dollar untuk membuat Prototype Roadster, dan setelah Roadster Prototype berhasil memikat masyarakat, ia mendapatkan penggalangan dana lagi sebesar 40 US Dollar dari Founder Google dan President eBay.

Ya mau bagaimana yaa, saat itu proyek mobil listrik terkesan terburu-buru dan IMHO dipaksakan. Mengingat harga BBM/Minyak Dunia saat itu yang terus naik. Siapa sangka sekarang harga minyak Dunia ambroll sak pollle. Dari 150$/barel tinggal $30/barrel.

Walhasil, tidak hanya di Indonesia. Di luar negeri kajian mobil hemat energi pun jadi mampet.

Tulisan ini disarikan dari Autonetmagz

roda2blog di sosial media

22 Komentar

Tinggalkan Balasan