Bus Robur, Bis Roti Pengganti Trem Masa Presiden Soekarno.

image

Dahulu di Jakarta, alat Transportasi massalnya adalah trem. Semasa pemerintahan kolonial Belanda sampai masa kemerdekaan era Bung Karno.
Dalam Buku ‘Kisah Betawi Tempo Doeloe: Robin Hood Betawi’ karya Alwi Shahab menyebut, trem awal dikenalkan pada tahun1869 dengan trem kuda, berupa kereta panjang yang memuat 40 penumpang.

Tahun 1881 Kereta tak lagi ditarik kuda melainkan lokomotif yang dijalankan dengan ketel uap. Rutenya pun lebih panjang yaitu dari Pasar Ikan sampai Jatinegara. Tahun 1933 kolonial Belanda mengganti trem uap dengan trem listrik.

Tahun 1960 Presiden Soekarno memutuskan untuk menghapus Trem Listrik. Tak lama setelah penghapusan trem, pemerintahan DKI mendatangkan Bus Robur, bus ini buatan Bulgaria bentuknya seperti roti tawar, tak heran sebagian warga ibukota menamakan bus ini sebagai “Bus Roti”.


image


Bus ini banyak ada di Terminal Lapangan Banteng, Terminal Grogol dan Terminal Blok M, saat itu terminal Blok M masih dibelakang gedung Peruri berupa terminal kecil. Di masa Sukarno, Bus Robur banyak dinamai dengan jargon jargon revolusi seperti Bus Tavip (Tavip=Tahun Vivere Pericoloso, Tahun Menyerempet Bahaya).

Bus Robur banyak dikenang warga Jakarta, apalagi perantau yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Jakarta dan kemana mana naek bus robur. Di awal tahun 1980-an bus robur mulai surut dan digantikan dengan Metromini.

roda2blog di sosial media

3 Komentar

  1. dulu thn 90an setiap naek KA masih ngeliat di daerah Karawang… apalagi waktu kecil rumah dkt pool otobus ada ngejonggrok robur bobrok jadi mainan bocah bocah, jadi kangen..

Tinggalkan Balasan