Bripka Seladi Polisi Lalu Lintas Yang Nyambi Jadi Pemulung

Bripka Seladi Polisi lalu lintas, yang nyambi jadi pemulung demi menambah penghasilan yang halal.  Lelaki 58 tahun ini bertugas di Polresta Kota Malang tersebut juga merangkap sebagai pemulung yang digelutinya sejak 2006.

Sosok sederhana ini memilih sepeda onthel sebagai kendaraan sehari-hari. Sejak tahun 2006 dibantu dengan putranya, Bripka Seladi menjalani usaha sampingan sebagai pemulung, pengepul barang-barang plastik dan bekas lainya. 

Bripka Seladi Polisi Lalu Lintas, tampak memulung sampah bersama putra sulungnya. Foto: Facebook Suara Rakyat
Bripka Seladi memulung sampah bersama putra sulungnya. Foto: Facebook Suara Rakyat

Salah seorang netizen di FB Indra Budiono bersaksi, bahwa beliau biasa bertugas di pertigaan Blimbing, depan kantor Telkom Kota Malang. Mengatur lalu lintas di saat pagi yang ramai dan dengan ramah juga membantu para pengguna jalan yang hendak putar arah. Sedangkan netizen FB an.Nilam Kurnianingtyas, bahwa beliau juga bertugas di loket pelayanan pengurusan SIM di Mapolresta Kota Malang.

Bripka Seladi mengatur lalu lintas. Foto: Facebook Suara Rakyat
Bripka Seladi mengatur lalu lintas. Foto: Facebook Suara Rakyat

Saat ada yang melanggar, Bripka Seladi juga tak segan-segan menindak pelanggar. Tentunya dengan prosedur resmi dan menolak setiap ada pelanggar hendak menyuap atau titip sidang. Di usianya yang sudah 58 tahun, sosok sederhana yang sebentar lagi pensiun ini, tetap semangat mengayuh sepeda onthel untuk pulang pergi dalam bertugas.

Sebagai aparat Polisi yang bertugas di lahan paling basah, yaitu satuan lalu lintas. Sosok sederhana seperti beliau ini memang langka. Semoga Bripka Seladi diberi keberkahan umur, kesehatan, kebahagiaan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan kisahnya menjadi inspirasi bagi oknum Polisi Lalu Lintas yang menjadikan uang tilang sebagai sumber penghasilan sampingan.

Usaha atau bisnis pemulung atau disebut saja daur ulang sampah sebenarnya sangat tinggi keuntunganya. Ya hanya saja yang “kurang baik” namanya. Misal haji Muhyidin profesinya adalah pemulung, maka bakal akrab dipanggil “Haji Rosok”. Ya ini yang mungkin bikin banyak orang memandang remeh usaha yang satu ini.

Tapi beliau, Bripka Seladi tak peduli, selama hasilnya halal, tak apalah dipanggil “Polisi Rosok” yang penting bukan Polisi yang dicaci maki “Rosokan” oleh pengguna jalan karena sering minta uang “titip sidang”. Salut dan salam hormat pak Seladi.

Berikut ini galeri foto dari Bripka Seladi Polisi Lalu lintas yang sederhana dan sedang dipuji oleh warga Kota Malang.

 

 

Advertisements

6 Komentar

  1. terbukti bahwa Polantas juga butuh penghasilan tambahan, ketika sudah mendapatkan tambahan dengan cara yang baik maka tidak tertarik lagi dengan cara yang tidak baik 🙂

Tinggalkan Balasan