Mengenal Sistem Autopilot Mobil Tesla Yang Lagi Heboh

image
Mobil Tesla mengalami kecelakaan

Tesla Motor adalah pabrikan otomotif baru dengan inovasi yang paling mutakhir di ranah otomotif. Perusahaan otomotif yang dibangun oleh Elon Musk ini berhasil menciptakan mobil listrik yang memakai fitur autopilot. Tapi sistem autopilot mobil Tesla belum sepenuhnya lepas kendali dari sopir sebagaimana di film-film Hollywood.

Selama berkendara, sopir mobil autopilot Tesla tetap harus menempelkan tangan di kemudi setir. Tesla mengklaim fitur ini mampu mengurangi kecelakaan hingga 50 persen.

Dilansir Businessinsider, sistem autopilot Tesla adalah perintah  eksekusi berdasarkan data-data dari sensor. Sensor tersebut terdiri dari berbagai sensor di sekeliling mobil diantaranya radar, kamera depan, serta electric assist braking system.

image
Dashboard Mobil Tesla

Sensor-sensor tersebut bekerja melalui gelombang ultrasonik, gelombang tersebut mendeteksi benda sejauh 16 kaki /9meter dari mobil. Menerjemahkan keadaan jalan raya. Mengatur kecepatan aman dan menentukan separuh kendali mobil. Tapi tetap saja sopir memegang kendali penuh. Misal sensor sedang error dan mobil memilih belok kiri menuju ke empang, sopir bisa mengubah arah dengan setirnya.

Sampai saat ini baru ada 1 kali kecelakaan mobil Autopilot tesla yang menewaskan sopirnya.

Advertisements

2 Komentar

  1. Beh mantep banget nih, inovasi baru dalam perkembangan dunia otomotif. Jadinya bisa menghindari persentase human error dan mengurangi tingkat kecelakaan. Tapi untuk sistem security-nya sendiri apa udah bener-bener aman dari serangan hack? kalau semua sistem udah siap, boleh-lah segera di pasarkan juga di Indonesia

Tinggalkan Balasan