12 Orang Meninggal Dunia Karena Terjebak Tragedi Macet Di Brebes

 

Tragedi Macet total di daerah Brebes, Jawa Tengah selama musim mudik 2016 telah menyebabkan 12 orang tewas, kebanyakan dari mereka karena kehabisan energi dalam menghadapi macet.

Salah satu akibat menggunakan moda transportasi pribadi, baik motor ataupun mobil. Adalah energi manusia yang terkuras, terutama sopir atau pengendara motor. Bila energi BBM bisa dibeli, tapi energi manusia gak bisa dibeli atau diganti. Jika terlalu lelah bisa mati atau sakit. Demikian halnya penumpang mobil saat terjebak macet, rasanya benar-benar melelahkan.


Menggunakan transportasi umum seperti kereta api, kapal laut ataupun pesawat mungkin lebih mahal biayanya atau lebih lama jarak tempuhnya. Tapi selama di perjalanan bisa rileks aman dan nyaman. Ketika sampai di tempat tujuan kondisi fisik prima. Lalu saat balik, selama perjalanan juga bisa istirahat tenang.

Sebuah studi di Harvard membuktikan. Bahwa orang yg travelling dengan backpacker menggunakan transportasi publik lebih bahagia dan berumur panjang daripada yg travelling pakai mobil pribadi.


Berikut adalah data-data korban meninggal dunia dalam Tragedi Macet di Brebes. Kebanyakan karena kelelahan. Rentang usia dari balita, remaja sampai usia tua:

  1. Azizah (1) meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Tanjung pada tanggal 3 Juli 2016. Dia diduga meninggal akibat keracunan karbon dioksida setelah mobil yang ditumpanginya terjebak macet lebih dari enam jam menjelang pintu keluar Tol Brebes Timur.
  2. Yuni Yati (50), warga Magelang, meninggal dunia setelah dalam kondisi sakit keras terjebak macet di Tol Brebes, pada tanggal 3 Juli. Yuni sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Asih, namun tak tertolong.
  3. Turinah (53), warga Kebumen, meninggal di Rumah Makan Minang Karangbale pada tanggal 3 Juli 2016.
  4. Sundari (58), warga Kendal, meninggal dunia karena sakit di Bus Pahala Kencana yang terjebak macet pada tanggal 4 Juli 2016.
  5. Susyani (36), warga Bogor, pingsan saat turun dari Bus Rosalia Indah. Korban mengeluh pusing karena bus yang ia tumpangi kena macet di Tol Brebes. Susyani sempat dibawa ke Puskesmas Larangan sebelum meninggal dunia pada 4 Juli 2016.
  6. Sariyem (45), warga Banyumas, diturunkan dari mobil travel di Klinik dr Desy Wanacala. Sariyem sebelumnya pingsan karena kelelahan, setelah itu diperiksa kemudian meninggal dunia pada 4 Juli 2016.
  7. Suharyati (50) turun dari Bus Sumber Alam karena tidak kuat menghadapi macet. Saat turun, ia pingsan dan muntah-muntah. Dalam perjalanan ke rumah sakit dia meninggal pada 4 Juli 2016.
  8. Poniatun (46), warga Kebumen, turun dari Bus Zaki Trans di Rumah Makan Mustika Indah, Kecamatan Tonjong. Tak lama kemudian dirinya meninggal dunia pada 4 Juli 2016.
  9. Rizaldi Wibowo (17), seorang warga Kendal, meninggal di dalam bus pada 5 Juli 2016.
  10. Sumiatun (67), warga Serpong, Tangerang, meninggal dunia di dalam bus pada 5 Juli 2016.
  11. Sri (40) warga Wonogiri, meninggal dalam perjalanan saat menggunakan mobil pribadi. Sri meninggal karena serangan jantung pada 4 Juli 2016.
  12. Suhartiningsih (49) warga Jakarta, meninggal di dalam mobil pribadi pada tanggal 5 Juli 2016.

Tips: Jika anda mengendari bus dan terjeba macet di Tol dan sudah merasa bosan. Sebaiknya jalan kaki ke desa di sekitar Tol. Sewa tempat menginap pada rumah penduduk untuk istirahat.

roda2blog di sosial media

3 Komentar

  1. Ini adalah pelajaran penting bagi jasa marga . maka harus ada jln alternatife dipintu tol brexit bisa dibuat jln keluar tol 5 atau 6 jln keluar unk menghindari kejadian serupa . meskipun harus mellewati jln kampung sekalipun agar lemacetan bisa terurai.

Tinggalkan Balasan