Bayi Umur 1 Tahun Meninggal Saat Terjebak Macet di Brebes

Kemacetan di pintu tol Brexit. Foto: liputan6.com

Salah satu yang patut menjadi perhatian adalah Bayi Umur 1 Tahun Meninggal Saat Terjebak Macet di Brebes. Bayi tersebut meninggal setelah terjebak 6 jam lebih di tengah kemacetan parah di pintu tol Brebes, padahal dalam bayi tersebut di dalam mobil ber-ac. Menurut keterangan resmi BNPN, bayi bernama Azizah didiagnosa meninggal karena “Apnoe Causa Co2 Tokxic”.

Hal harusnya menjadi perhhatian bagi orang tua yang mudik yang mengajak bayinya, bahwa meskipun memakai mobil ber-AC, membawa bayi dalam perjalanan jauh sangat berbahaya dan meskipun mobil memakai AC juga bisa berbahaya jika terlalu lama di dalam mobil.

Sudah banyak kasus orang/manusia yang tewas di dalam mobil yang tertutup rapat walau AC-nya  dalam keadaan hidup, kenapa demikian? berikut beberapa artikel yang pernah R2B tulis.
– http://roda2blog.com/2015/01/12/mahasiswa-ini-meninggal-setelah-tidur-di-dalam-mobil-fortuner-mesin-dan-ac-menyala-tapi-kaca-tertutup-rapat/

– http://roda2blog.com/2015/01/14/bahaya-keracunan-di-dalam-mobil-penjelasan-ilmiahnya-sob/

Berikut data korban bayi yang meninggal menurut data BNPB:
Kejadian 3 Juli 2016/Azizah/Perempuan/1,4 th/Kutoarjo/ penyebab apnoe causa CO2 toksic terjebak macet dalam mobil dengan AC hidup lebih dari 6 jam/ meninggal dalam perjalanan ke puskesmas/ ditangani Puskesmas Tanjung.

Apakah apnoe causa Co2 Toksic?

Keadaan ketika orang keracunan gas karbon monoksida. Karbon monoksida sangat cepat menyingkirkan oksigen sehingga menghalangi hemoglobin darah mengikat oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh hingga ke paru-paru dan otak. Suplai oksigen yang berkurang ini bisa berbahaya bagi jaringan dalam tubuh dan mengakibatkan kematian.


Biasanya orang yang terpapar gas karbondioksida akan lemas, luar biasa mengantuk dan seperti berhalusinasi. Sedikit sekali yang begitu sadar mampu mencari pertolongan karena begitu lemasnya hingga tidak bisa menggerakkan tangan.


Jika si korban masih bisa diselamatkan, efek keracunan karbon monoksida bisa merusak otak dan sistem saraf, mempengaruhi kelakuan dan tingkat kepintaran, pertumbuhan lambat, sakit kepala, mual dan muntah. Tapi kebanyakan korban yang terpapar karbon monoksida tidak bisa diselamatkan.

Gejala umum yang ditimbulkan jika keracunan karbon monoksida adalah sakit kepala, pusing, lemas, mual, muntah, sakit pada dada dan merasa linglung. Jika kadarnya sudah tinggi maka bisa menyebabkan kehilangan kesadaran dan kematian yang cepat.

Pada kasus bayi ini, besar kemungkinan CO2 berasal dari kenalpot mobil-mobil yang terjebak macet. Lalu diperparah dengan sistem AC mobil yang ditumpanginya yang kemungkinan bocor. Kadar daya tahan bayi terhadap paparan CO2 lebih rendah dari manusia dewasa.

Soo bagi yang punya bayi, sebaiknya lebih bijak dalam memilih moda transportasi, naik pesawat juga bahaya bagi gendang telinga bayi. Mungkin kereta yang lebih aman.

roda2blog di sosial media

1 Komentar

Tinggalkan Balasan