Pelajar Terlindas Bus Pariwisata Sebelum Kirab Budaya Ponorogo 2016

Jumlah angka kecelakaan usia pelajar tanpa SIM kembali bertambah di Kota Reyog Ponorogo. Data tahun 2016 dari Januari-Juni, ada 11 pelajar yang tewas dan 97 pelajar alami luka-luka. Angka ini jelas lebih tinggi dari korban bencana Alam di Ponorogo. 

Kejadian terbaru adalah Shella Naradewi Netta (16), remaja warga Slahung mengalami kecelakaan tertabrak bus pariwisata tepat di depan kantor Bus Damri Ponorogo, Sabtu (6/8/2016) sore ketika hendak menyaksikan kirab budaya.

Kronologi kecelakaan dari data yang ada di Sat Lantas Polres Ponorogo, korban menyalip dari kiri, berikut penuturan Kanit Laka Lantas Polres Ponorogo, Ipda Edi Sucipto, mengatakan, kronologisnya baik bus AG 7134 V maupun sepeda motor AE 6743 WB sama-sama dari arah timur.

Saat melintasi jalan jendral Sudirman, tepatnya di depan garasi Bus Damri, korban berusaha menyalip dari sisi kiri. “Keadaannya ramai, di sisi sebelah kiri banyak kendaraan parkir. Sehingga dia mendekati bus yang berada di kanan,” katanya.

Karena jarak yang terlalu dekat, korban tidak bisa menghindari. Sehingga terjadi senggolan sampai masuk ke kolong bus dan terseret hampir 5 meter. “Korban keadaannya luka kepala dan tangan. Tangannya memang patah. Sekarang dilarikan ke rumah sakit luar kota,” katanya.

Diduga tersenggol bus pariwisata saat ingin melihat kirab budaya malah membawa petaka. Adalah Shella Naradewi Netta (16) warga Slahung mengalami kecelakaan hebat tepat di depan kantor Bus Damri Ponorogo, Sabtu (6/8/2016) sore.

Sementar di RSUD, korban langsung dirujuk ke Solo untuk penanganan lebih lanjut.
“Untuk kaki tidak ada luka parah. Tangan dan muka yang kena. Sekarang korban dilarikan ke Rumah Sakit di Solo karena kami tidak bisa menanganinya,” kata dr Ariyana, dokter IGD RSUD dr Harjono Ponorogo.

Advertisements

1 Komentar

Tinggalkan Balasan