Kepala Anak Pecah Karena Jatuh Dari Motor Ibunya Gak Percaya

Cegah anak mengendarai motor, cerita seorang dokter di bawah ini harusnya menjadi bahan pengalaman bagi para orang tua untuk mencegah anak dibawah 17tahun naik motor. Berikut cerita seorang dokter di Pekanbaru:

“Malam tadi, kedatangan pasien anak 13 tahun, jatuh dari motor. Si anak gaduh gelisah, kesadarannya menurun. Ada luka robek di kepalanya. Karena lukanya besar dan kesadaran turun dilakukan ct scan plus 3D.

Lalu tampaklah tulang tengkorak yang patah sepanjang 10-15 cm di bagian belakang kepala.

Ibu pasien bertanya tentang keadaan anaknya, saya jelaskan si anak mengalami geger otak.

Lalu si ibu nangis sedih, dan saya tanya kenapa si anak bawa motor?

Ibupun menjawab, dia memang sudah pandainya bawa motor (logat batak)

Lalu saya jawab, seperti inikah yg ibu maksud pandai bawa motor? (Sambil nunjuk ke anak)


Wahai bapak, ibu, orang tua yang punya rasa kasih sayang pada anaknya, perbaikilah cara kita menyayangi anak kita mulai saat ini, memberikah motor disaat usia anak masih belia bukan cara terbaik utk wujudkan rasa sayang itu. 


Memang dia pandai bawa motor, tapi emosi dia belum lagi pandai mengatasi keadaan jalan raya. Bukankah angka 17 tahun dijadikan patokan usia utk mendapat SIM bukan sekedar di usia 17 tahun orang baru bisa belajar motor? Tapi pengendalian emosi baru kan bisa dicapai dengan baik ketika usia 17 tahun.

Note: gambar adalah hasil ct scan 3D tulang tengkorak tampak tulang patah bagian belakang tengkorak

1 Komentar

Tinggalkan Balasan