Bela Kanjeng Dimas, Marwah Daud Ibrahim Somasi Presiden dan Kapolri

Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng, Marwah Daud Ibrahim, melayangkan surat protes ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta Selatan. 

Mereka mengajukan protes yang seolah-olah pimpinan padepokannya adalah teroris.”Kami datang sampaikan surat dari kuasa hukum kami Isa Yulianto, surat yang sama kami layangkan ke Presiden RI, Menko Polhukam, Kapolri dan Kompolnas. Case tentang yayasan pimpinan kami yaitu kami sebut yang mulia Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang ditangkap begitu dramatis seperti teroris,” kata Marwah di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2016).

Marwah Daud Ibrahim juga mempertanyakan tudingan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Probolinggo yang menganggap ajaran kiainya Taat Pribadi (46) adalah aliran sesat.

Menurut mantan anggota DPR ini, aliran padepokannya masih menjalankan ajaran sesuai ketentuan agama islam.

Marwah menambahkan pihaknya sudah mengundang MUI Probolinggo untuk memantau kegiatan di padepokannya. “Kami sudah mengajak orang MUI untuk melihat kegiatan kami dari subuh sampai subuh lagi, apa yang sesat,” katanya.

Marwah mengatakan, penangkapan Dimas Kanjeng yang seperti teroris itu telah mencoreng citra yayasan mereka serta para santri.


“Berkembang informasi yang sangat merugikan guru besar kami. Pimpinan yayasan kami yang juga merugikan atau mengurangi kehormatan dari para santri. Jadi dijemput kok seperti teroris,”paparnya.

“Kami mengajak presiden dan Kapolri kalau memang tidak percaya. Dia tidak menggandakan. Silakan lihat sendiri, ini karomah,” ujar perempuan yang juga politikus dan mantan Ketua Presidium ICMI.

Siapakah Marwah Daud Ibrahim?
Ia adalah politikus berkebangsaan Indonesia. Ia pernah mengemban tugas sebagai anggota DPR RI selama tiga periode, asisten peneliti UNESCO dan Bank Dunia. Gaya komunikasi politiknya yang menarik, menjadikannya sebagai salah satu representasi perempuan politikus Sulawesi Selatan paling menonjol di gedung parlemen.

Saat ini, dia menjabat sebagai ketua presidium ICMI, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia. Gelar akademiknya sudah mencapai Ph.D

Jadi klo ada orang awam benar-benar terpesona dengan sosok Taat Pribadi, ya wajar. Lha wong ketua ICMI aja juga setia dan berguru agama Islam pada Kanjeng Dimas yang gak bisa baca AlQuran dan tulisan Arab.

  • Berikut Artikel tentang

 tanggapan ICMI soal mantan Presidenya yang jadi  pengikut kanjeng Dimas


Video Kanjeng Dimas menyanyi saat penyidikan:

https://youtu.be/u5rgww5hGZM

19 Komentar

  1. ini orang gila tidak tau asal usulny auang negbacot ,uang itu berasal dari desa desa dari luar kota yang di kumpulkan oleh pengepulnya dan di setorkan ke pusat , yang telah lama berlangsung dari tahun 2003 , ada yang jual kebun kopi , sapi dan harta benda yang lainnya , status santri ini dilihat , siapa apakah remaja atau para orang tua yang tdk pernah ingat keluarganya di rumah

  2. Jadi klo ada orang awam benar-benar terpesona dengan sosok Taat Pribadi, ya wajar. Lha wong ketua ICMI aja juga setia dan berguru agama Islam pada Kanjeng Dimas yang gak bisa baca AlQuran dan tulisan Arab.

  3. Marwah Daud harus belajar tentang karomah, sehingga benar benar tau kriteria karomah. Tidak asal orang punya kelebihan pada rata2 manusia lalu itu di bilang karomah.

    Sy sarankan belajarlah agama dengan sungguh sehingga bisa mbedakan mana karomah dan mana tipuan

  4. Mahfud MD menceritakan, di rumah Dimas Kanjeng banyak terdapat foto-foto pejabat yang juga diklaim sebagai santri Dimas. Suasana pesantren juga tak terlihat di komplek padepokan tersebut.

    “Kalau pesantren kan ada kayak pakaian-pakaian orang santri, di situ endak ada, kayak padepokan perguruan silat gitu lah, tapi saya sekali aja kesitu,” ujarnya.

    Kejanggalan lain yang dilihat Mahfud, sosok Dimas Kanjeng yang disebut sebagai Kiai tapi tidak mencerminkan seorang Kiai. Sebab, kata Mahfud, Dimas tidak fasih membaca salam, salawat, dan doa-doa.

    “Kiai yang benar kan saya kenal semua secara pribadi dari ujung timur (Jawa) sampai ujung barat (Jawa), ini kok ada katanya kiai besar tapi saya enggak kenal, enggak pernah dikenal dalam khazanah pesantren,” ucapnya.

  5. Ambillah baiknya, buanglah buruknya. biar bisa bangkit dan jaya. ambil buruknya,tambah terpuruk. beriman adalah percaya kepada hal-hal yang gaib ( Qs.Al-Baqarah (2)) ayat 3 )

  6. Jadi menurut anda, muslim harus ‘percaya’ terhadap semua yang gaib.
    Dalam hal ini menurut anda ‘percaya kepada gaib’ itu termasuk pergi ke dukun, praktek sihir, piara tuyul, ‘penggandaan’ uang dan semacamnya?

    #belajaragamadimana

    “Kalau ngak tahu,ngak usah marah-marah, marah itu perbuatan dosa, tanyakanlah pada ulama”

    Membela praktek ‘penggandaan’ uang dengan mencatut ayat Al-Quran seenaknya (salah pula) pastilah dosanya lebih besar,
    kalau ‘ngak’ percaya tanyakanlah pada ulama, tapi ulama yang bener, yang fasih AlQuran dan tahu ribuan hadits.

    Kalau anda Muslim, anda pasti setuju bahwa sebaik-baiknya manusia adalah nabi Muhammad S.A.W.
    Fakta:
    – Nabi muhammad terluka ketika perang sampai giginya tanggal. Kalau mau, tentulah beliau akan meminta ‘ilmu kebal’ dsb. kepada Allah swt, namun tidak, #pikirkenapa
    – Untuk biaya perang, beliau meminta bantuan kepada umat agar menyumbangkan harta bendanya di jalan Allah, apa kamu pikir lebih baik beliau minta sama Allah supaya harta umat digandakan? #pikirkenapa

    lagilagi #belajaragamadimana ?

  7. Hanya milik Allah pengetahuan yang gaib (Qs.(5)116, (9)78, (27)65,75, (6)59, (49)18, (11)129, (16)77,(18)26.—————–> Pengetahuan tentang yang gaib hanya diberikan kepada yang diridhoi-Nya (72)26,27—-> Hendaklah kamu selidiki dulu kebenarannya (Qs.(49)6,(4)94,(39)6 -> tidak baik memperdebatkan hal-hal yang tidak kita ketahui atau kita tidak berpegetahuan tentang itu (Qs.(18)5, (3)66, (8)5,(22)71,(45)24, (17)36

  8. Ini adalah ujian bagi kita semua dari Allah, Perlu kecerdasan I,S,E dan profesional dalam penyelesaiannya, kita tidak bisa bicara sekehendak hati, duga prasangka, main raba-raba, hanya mrenurut hati saja, banyak sangka, merasa serba tahu, mengejek/mencela/mencerca
    ( Qs.(53)3,23, (49)11,12, (80)5,(51)11

  9. Saudara2 ku se iman… Sadarlah…kembalilalah ke jln Allah syukuri semua rezeki yg di berikan.. Karna Duniawi akan menyesatkan mu.. Allah maha pengasih dan maha penyayang.. Maha benar Allah dengan segala firman nya..amien ya rabbalallamin

Tinggalkan Balasan