Ternyata Amerika Dan China Tetap Mensubsidi Harga Jual BBM 

Ternyata pemerintah Amerika Serika (AS) dan China masih mensubsidi harga Bahan Bakar Minyak/BBM di negaranya.

Pemerintah AS memang memberi subsidi sebesar $7.000 per setiap kendaraan listrik baru. Tapi nilai itu ternyata cuma recehan kalau dibandingkan dengan subsidi yang diberikan untuk energi fosil atau BBM.

AS dan China masih memberikan subsidi BBM kepada industri otomotif maupun ke dalam harga jual BBM agar lebih murah. Berapa besaranya? tiap-tiap sumber berikut ini merilis data yang beda-beda.

Pada akhir 2013, AS dan China menyepakati perjanjian soal besaran subsidi bahan bakar fosil untuk industri. Dan nilainya cukup wow!!!. China totalnya 14,5Milyar Dollar dan AS sebesar 8,1 Milyar dollar. Angka-angka terungkap dalam konfenrensi negara-negara G20 di Guangzhao, China. Sumbernya, klik di bawah ini..


The 50-page report of G20 can be found here.

Dana sebesar itu banyak yang lari ke arah kegiatan di hulu migas seperti eksplorasi, pengembangan, dan ekstraksi bahan bakar fosil serta menurunkan harga jual ke konsumen.

Tapi menurut estimasi New York Time edisi bulan kemarin, mengutip penyataan kementrian luar negeri. The Time melansir data bahwa nilai subsidi AS untuk energi minyak bumi mencapai 4 Milyar dollar.

Tapi lembaga Earth Policy Institute yang pro pemerintah bilang, bahwa pada tahun 2013, subsidi minyak bumi dari pemerintah AS hanya 620juta dollar saja. 85% digunakan untuk memberi potongan harga ke pemakai mobil.

Nah gimana pendapat sobat? saat AS melalui IMF menekan negara-negara lain agar memutus subsidi BBM, lha kok dirinya ternyata masih mensubsidi BBM. Tujuannya? agar uang negara yang biasanya dinikmati rakyat melalui harga BBM murah, bisa lari ke Amerika atau China dalam bentuk cicilan hutang.

Ilustrasinya begini,

AS-China : “Pak RI, Anda butuh duit buat bangun pencitraan gak?”

Pak RI: “Wah gak ada je! APBN mepet terus!”

AS-China: “Gampang!!! uang yang buat subsidi BBM dihapus aja, nanti uangnya buat mbayar cicilan ke kita!”

Pak RI: “Oohh gitu, ya udah oke!!”


Deal!!! hutang dari China dan AS masuk deras ke RI, untuk mbayarnya ya uang dari Subsidi BBM yang dihapus. AS-China gembira karena menerima cicilan hutang tiap bulan, rakyat menjerit karena BBM naik tinggi.

Ibaratnya, Pak RI sekarang bisa ke kantor pakek mobil cicilan tiap hari, sebagai gantinya, dulu sehari makan 3 kali sekarang cuma 2 kali kadang puasa.

3 Komentar

  1. karena masih subsidi bbm inilah di us sana biaya kesehatan jadi mahal karena semua ditanggung masyarakatnya… lulus sma ya udah kerja jadi kasir atau janitor di mekdi karna ga kuat kuliah wong student loan mahal plus cicilannya berat buat sebagian besar orang sana. isu subsidi bbm sama biaya perang yg gede ini sempat jadi bahan kampanyenya senator bernie sanders sebelum akhirnya dia dukung hilary gara2 kalah dipartainya sendiri

Tinggalkan Balasan