About these ads

Produk Astra Telah Menjadi Duta Kualitas Produk Indonesia di Timur Tengah

Ada tiga hal yang identik dengan Indonesia bagi warga negara-negara Arab. Yang Pertama bahwa Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia, lalu yang kedua tentang Tenaga Kerja Wanitanya dan ketiga, Indonesia terkenal dengan produk suku cadang mobil produk Astra Otopart.

Di Qatar, tempat saya pernah bekerja dan tinggal selama hampir 2 tahun. Sebuah mobil harus menjalani uji kelayakan yang berat setiap 5 tahun sekali, biasa disebut fahsu fanni atau tecnical inspection atau uji kelayakan. Di tempat ini mobil ditest dan diinspeksi ulang soal kelayakanya. Setelah tes, pemilik mobil akan diberi daftar beberapa spare part yang harus diganti baru.

Sesi inspeksi yang paling menakutkan. Baut berkarat pun harus diganti. Foto: isitimewa

Pemilik mobil akan diberi tenggat waktu untuk membawa mobilnya ke bengkel dan mengganti suku cadang dengan yang baru. Pihak berwenang baru akan mengesahkan kelulusan uji dan surat tanda kepemilikan kendaraan setelah menerima nota bukti pembelian suku cadang dan  biaya servis.

Contoh formulir hasil fahs fanni. Foto: istimewa

Saat di bengkel atau toko onderdil untuk membeli spare part, penjual biasanya menawarkan tiga pilihanya suku cadang, yaitu:

Pertama, Suku cadang asli dari negara pembuat mobil. Kurang diminati oleh konsumen di Arab karena harganya sangat mahal, kecuali mobil buatan Korea.

Kedua, suku cadang imitasi buatan dari China. Kurang diminati kecuali dalam keadaan terpaksa lagi bokek.

Ketiga, suku cadang buatan Indonesia. Harganya terjangkau dengan kualitas teruji. Beberapa produk saya mendapatinya sudah dikemas dengan merek lain tapi penjual dengan baik hati akan menunjukkan tulisan PT. Astra atau buatan Indonesia jika mereknya Denso.

Saya sering tersenyum bangga saat menemani warga Indonesia melalui proses fahsu fanni ini terutama ketika ditawari memakai suku cadang buatan Astra. “Ini lho produk Indonesia yang kualitasnya diakui di sini,” kata hati saya.

Mesin Dyno khusus untuk nguji kecepatan. Foto: istimewa.

Bahasa Arab memang menjadi kendala bagi warga Indonesia di Qatar yang banyak berprofesi sebagai tenaga ahli di Perusahaan Qatar Petroleum (Pertaminanya Qatar) sehingga saya sering diminta menemani selama proses ini karena kebetulan profesi saya sebagai penerjemah bahasa Arab-Indonesia di Kantor Polisi Doha.

Di musim dingin, warga Doha, Ibukota Qatar akan memilih jogging atau bersantai di sepanjang pantai Corniche pada saat sore sampai malam hari. Mobil-mobil terparkir rapi di pinggir jalan.

Hal yang sama juga lakukan bersama teman-teman kantor yang berasal dari berbagai negara. Bisanya kami berempat, ada Ganggang Xu (penerjemah dari China), Kuti M (penerjemah dari India) dan Rashid (Penerjemah dari Filipina).

Sembari bersantai di taman melelah penat setelah jogging atau saat berjalan ke arah tempat parkir mobil untuk pulang. Kami biasanya ngobrolin soal mobil.

Xu, pastinya akan membanggakan mobil SsangYong miliknya, warga China dengan mobil merek China tinggal di Qatar.

Kuti memiliki mobil KIA buatan Korea Selatan, tapi yang dibanggakanya jika ada bus pekerja proyek lewat. Dengan nada agak tinggi, dia akan bersuara menyebut merek bus tersebut, “Ta..ta,” katanya menyebut merek mobil asal India, Tata.

Rashid memiliki sebuah sedan Proton Waja, merek yang berasal dari negari jiran Malaysia. Walaupun kewarganegaraanya Filipina, tapi kadang dia lebih bangga menunjukkan nasionalisme melayu-nya karena berasal dari Pulau Mindanao yang dekat dengan Sabah, Malaysia.

Toyota Innova menjadi armada Taksi Karwa di Qatar. Foto: istimewa

Saya tak memiliki mobil, tapi selalu punya alasan untuk bangga sambil menunjuk ke arah Toyota Innova yang dijadikan mobil Taksi yang banyak parkir di pinggiran Corniche mencari penumpang. “Mereknya asal Jepang tapi dibuat di Indonesia karena mereka percaya pada kualitas buatan Indonesia,” kata saya. Apalagi klo ketemu Fortuner, “its made by Astra, Indonesian factory.” (Mobil itu dibuat oleh Astra, Perusahaan Indonesia).

“Kami memang tidak punya merek sendiri, tapi kualitas mobil Jepang yang  dibuat di pabrik Astra di Indonesia lebih bagus daripada mobil merek Korea ataupun Malaysia dengan harga yang tidak semahal mobil Eropa atau Amerika,” kata saya klo udah debat kusir. Dan mereka pasti mengamini.

Produk otomotif dan suku cadang dari Astra telah menjadi duta yang sangat bagus tentang kualitas produk Indonesia di wilayah Timur Tengah. Sebuah inspirasi dari Astra untuk anak bangsa agar terus berkarya menembus dunia internasional.

About these ads
Channel Youtube MotoVlog Partner Ngeblog

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan