Banyak Mobil Pecah Ban Saat Di Perlintasan Bangil, Ini Penjelasanya

Banyak mobil yang mengalami pecah ban saat melintas di perlintasan kereta Bangil nomor JPL 104.

Ipda Gede Sukana Kanit Patroli Satlantas Polres Pasuruan mengatakan, penyebabnya selain ada lubang di perlintasan juga ada penjepit rel yang mencuat ke atas.

“Penjepit rel yang mencuat ke atas lancip sekali, bikin ban mobil pecah. Letaknya di lajur kiri arah Surabaya,” kata dia.


Saat ini, kata dia, pihaknya sedang menunggu tukang las untuk diperbaiki dan hari ini juga segera diupayakan perbaikannya.

Sebelumnya, Hadi pendengar Radio Suara Surabaya melaporkan, sesudah perlintasan kereta api Bangil arah Surabaya banyak sekali mobil yang mengalami pecah ban.


“Probolinggo arah Surabaya, rel Bangil banyak mobil bannya pecah. Ada sekitar delapan mobil,” kata Eka pada Radio Suara Surabaya.

Menanggapi hal ini, Lukman Arif Manager Humas PT KA Daops 9 Jember membenarkan jika perlintasa rel KA antara stasiun Bangil hingga stasiun Pasuruan mengalami kerusakan parah.

Penyebabnya, kata dia, karena curah hujan tinggi sehingga banyak genangan air yang mempengaruhi aspal. Selain itu juga karena frekuensi kendaraan besar yang melintas di lokasi cukup tinggi sehingga mempercepat kerusakan aspal.

Lalu siapa yang bertanggungjawab? Kata dia, menurut UU No.23 Tahun 2007, segala perbaikan jadi kewenangan yang memegang izin perlintasan tersebut yakni pemerintah pusat karena termasuk jalan nasional.

“Sementara ada petugas kami yang menambal dengan tanah liat karena kami tidak punya aspal. Balai Besar wewenangnya. Menurut petugas kami untuk rel dan bantalan masih aman, kereta bisa lewat dengan kecepatan 60 km/jam,” kata Lukman. 

sumber: suarasurabaya

roda2blog di sosial media

1 Komentar

Tinggalkan Balasan