Perbedaan Mesin Diesel dan Mesin Bensin, Mana Yang Lebih Enak?

Sejak Suzuki menggebrak pasar otomotif dengan varian Diesel Hybrid, pamor mesin Diesel tiba-tiba melonjak. Tiba-tiba banyak yang tertarik dengan mesin berbahan bakar Solar yang sebelumnya dipandang remeh dan identik dengan kotor, hitam.

Perbedaan paling mendasar dari mesin Diesel dan Bensin adalah proses pembakaran bahan bakar minyak di dalam mesin. Pada mesin bensin BBM dibakar menggunakan api dari Busi. Nahh Api sendiri butuh sedikit campuran udara untuk bisa hidup, karenaya ada saluran udara. Jika satu dari 3 komponen itu (Busi, BBM dan Udara) bermasalah laju mobil atau motor akan sendat-sendut.

Jadi, pembakaran BBM di mesin Bensin terjadi karena adanya api busi, udara dan semprotan BBM.


Pada mesin Diesel beda, sebelum bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar. Ruang bakar akan mengisap udara, lalu menahan udara hingga tekanan ruang bakar naik pada suhu tertentu lalu kemudian BBM akan disemprotkan nozzle untuk memicu terjadinya ledakan. Dari ledakan ini akan muncul pembakaran/energi untuk menggerakkan mesin kendaraan.

Pembakaran di Mesin Diesel terjadi karena adanya ledakan di mesin hasil fusi dari udara dan solar di ruang mesin 

Mesin bensin butuh busi untuk memicu pembakaran, makanya jika busi mati, pasti macet.

Sedangkan mesin Solar butuh ruang bakar yang kedap dan rapat agar tidak bocor tekanan udaranya, jika bocor akan mogok yang biasa disebut dengan “masuk angin”.


Berikut ini kelebihan mesin Diesel menurut laman situs gearheads.org, Sabtu (11/2/2017),

Kelebihan Mesin Diesel

Usia mesin lebih panjang
Mesin Disel umumnya dibuat menggunakan material yang lebih kuat. Untuk bisa menahan kompresi udara di ruang bakar. Suhu udara dalam ruang bakar pun jauh lebih panas dibandingkan mesin bensin.


Ini penting, saat membeli mobil bermesin Diesel, cek bagian mesinya. Jika ditemukan retak-retak halus atau retakan rambut jangan dibeli, jika sampai retakan itu bocor, tidak ada obatnya selain ganti mesin sak gelondong.

Torsi tinggi
Mesin Diesel menghasilkan torsi/kekuatan menarik yang lebih baik pada rpm rendah. Sebagai gambaran, mesin Diesel empat silinder menghasilkan torsi yang sama dengan mesin bensin enam silinder, meski biasanya tenaga kuda yang dihasilkan cenderung lebih rendah.

Lebih ngirit BBM
Mobil Disel mengonsumsi bahan bakar yang lebih sedikit dibanding mesin bensin. Hal ini disebabkan karena umumnya mesin Diesel punya rasio kompresi yang lebih tinggi ketimbang mesin bensin.

Di Indonesia harga bahan bakarnya lebih murah dibanding BBM Bensin, tapi klo di negara Arab, BBM Disel lebih mahal dari BBM Bensin.

Bisa mudah diisi bahan bakar alternatif
Tidak seperti mesin bensin, mesin Diesel dapat diaktifkan menggunakan bahan bakar terbarukan seperti Diesel tanpa modifikasi besar.

Mesin Disel lebih Sederhana cara kerjanya, perawatan mudah.
Mesin bensin dewasa ini memerlukan sistem injeksi bahan bakar dan busi yang canggih, dan malah harus menggunakan sistem prosesor atau seperti komputer (ECU).

Sementara sistem injeksi pada mesin Diesel common rail lebih sederhana. Perawatannya pun lebih mudah, dan murah. Cukup rutin mengganti filter BBM saja, tidak perlu membersihkan ruang pembakaran seperti pada mesin bensin.

Kekurangan Mesin Disel.

Mahal
Karena mesin diesel harus menahan ledakan di mesinya, maka dibutuhkan material yang lebih kuat dibanding mesin bensin. Efeknya, harganya mobil disel lebih mahal.

Suara mesin lebih berisik
Sebenarnya ini relatif, pada mesin diesel generasi Turbodisel dan Common rail sudah tidak terlalu menganggu. Ditambah teknologi kabin yang makin senyap, sudah gak ada beda kok soal gangguan suara. Bahkan bisa dibilang, mobil LCGC kabinya lebih berisik dibanding Fortuner Diesel. šŸ˜‰

Jadi mana yang lebih enak? Mesin Diesel atau Petrol?

Pilihan di tangan anda.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan