Yamaha dan Honda Desak Penggunaan Team Radio di MotoGP

Valentino Rossi mendapat penalty 0,3detik ketika membalap di Amerika Serikat. Karena dianggap memotong jalur untuk mendapat keuntungan saat duel dengan Johan Zarco.

Masalahnya adalah, setelah mendapat hukuman tersebut dari Race Director, pihak Tim Yamaha malah bingung gimana caranya ngasih tahu the doctor.

Awalnya mereka berusaha untuk memberitahu melalui papan informasi yang biasa dikeluarkan jelang garis start. Namun sayang keputusan tersebut dinilai tidak tepat karena dapat membuat Rossi menyalahartikan pesan yang ada.


“Ini adalah masalah yang cukup kompleks karena kami pembalap tak memiliki sarana komunikasi langsung. Para pembalap harus membaca dari papan yang kami sediakan. Jika para mekanik menulis maka saya akan bingung apakah itu tiga detik atau berapa. Karena tidak jelas, bisa saja saya mencoba mengambil risiko dan membalap dengan cepat demi mencari keuntungan akibat penalty. Itu akan membuat saya dalam bahaya,” ujar Rossi menyinggung pentingnya team radio seperti diberitakan Speedweek, Senin (1/5/2017).

Tim pesaing, Honda juga cukup kesulitan untuk memberitahu kepada para pembalapnya mengenai kondisi sang rival.

Masalah ini enggak hanya Yamaha yang ngeluh. Honda juga memiliki kendala dalam memberikan informasi tersebut.

Kejadian ini seolah membangkitkan masalah lama yang sempat tumbuh yakni penggunaan team radio layaknya balapan Formula One. Sebelumnya, masalah team radio sempat digemborkan ketika balapan memasuki kondisi cuaca yang tak menentu. Pada kondisi tersebut baik pembalap maupun mekanik bisa terus bertukar informasi untuk mementukan waktu yang tepat demi berganti motor.


Namun sayang ketika itu isu team radio ditolak mentah-mentah. Para pengamat menyatakan bahwa tiadanya tim radio membuat para pembalap tetap “buta” dan focus ke performa masing-masing. Kalau Anda lebih suka pembalap dibekali team radio atau tidak?

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan