Mobil Proton Malaysia Akhirnya Mati

Mobil Nasional Malaysia Proton akhirnya dipastikan segera dieksekusi mati. Sejak ditinggal pergi malaikat pelindungnya, Dr. Mahatir Muhammad tahun 2016, Proton sudah kehilangan imunitas finansial dari Pemerintah Malaysia, tak ada lagi subsidi untuk menambal kerugian perusahaan.

Sejak Malaysia dipimpin oleh Perdana Menteri Najib, pemerintah sudah membuka kran impor selebarnya termasuk menghapus proteksi pada industri strategis nasional. Salah satu yang menjadi korban tentu saja Proton, mobil Nasional Malaysia, yang hancur dihantam impor mobil-mobil merek Jepang yang sekarang boleh masuk sebebasnya.

“Hari ini pemerintah sudah tak punya kebanggaan pada produk nasional,” jelas Mahathir Muhammad saat mundur dari Posisi Chairman Proton pada 2016.

Pada tahun 2012, kerajaan Malaysia sudah melepas 42,74 persen saham Proton ke perusahaan lokal DRB-Hicom senilai RM1,291 miliar atau setara US$ 412 juta.

Masalahnya, penjualan Proton makin nyungsep dan DRB-Hicom ternyata juga terlilit hutang besar. Proton merugi mencapai RM2,5 miliar pada tahun tersebut.

Sejak Najib Razak jadi perdana menteri dan kebijakan yang lebih pro ekonomi liberal dan menguntungkan investor asing, Proton mulai tumbang.


Sebagai informasi, pada masa jaya tahun 1993, Proton mampu menguasai 74 persen pangsa pasar mobil baru di Malaysia. Proton juga berhasil menguasai saham mayoritas pabrik mobil sport asal Inggris, Lotus pada 1996.


Pada 2015 Proton masih menguasai 17,3 persen pangsa pasar mobil penumpang, tapi berselang setahun pasar mereka merosot jadi hanya 14 persen, dengan menjual 72.290 unit kendaraan pada 2016, padahal pabrik mereka punya kapasitas 400.000 unit mobil per tahun.

Saat ini sudah ada dua perusahaan yang siap membeli Proton. Zhejiang Geely Holding Group Co asal Cina dan PSA Perancis produsen Peugeot. 

Jika akhirnya terjual, merek Proton akan mati selamanya berganti Geely atau Peugeot.

Selamat jalan Proton, semoga kau ketemu Timor di sana.

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan