Suzuki Ignis Laris Manis Di Jawa Timur


Mini SUV Suzuki Ignis ternyata cukup dimininati warga Jawa Timur. Hingga Selasa (30/5) kemarin, total pemesanan Ignis di United Motors Centre selaku main distributor wilayah Jawa Timur, mencapai 634 unit.

Sales & Marketing Director PT United Motors Centre (UMC) Fredy Teguh Prasetyo menuturkan, sebanyak 284 unit telah dikirimkan kepada konsumen.

”Sedangkan 350 unit sisanya masih inden. Baru bisa dikirimkan ke konsumen paling cepat nanti setelah Lebaran,” paparnya.


Meski terkendala inden, konsumen mau menunggu karena mayoritas pembeli Ignis tidak membutuhkan kendaraan itu untuk keperluan Lebaran.

Penjualan Ignis pun di atas target awal yang telah ditetapkan UMC, yakni mencapai 200 unit per bulan.

Saat ini, UMC menunggu pasokan dari Suzuki Indomobil Sales untuk memenuhi permintaan Ignis.

Pasokan Ignis secara nasional di angka 2.400 unit per bulan. Jatim memperoleh jatah 240 unit per bulan.

Jika animo pasar bisa terjaga hingga akhir 2017, sangat mungkin Ignis akan diproduksi di dalam negeri. Ignis sendiri saat ini masih diimpor secara CBU dari India.


”Animonya memang bagus. Sebab, Ignis memberikan penyegaran bentuk terhadap city car yang sudah ada. Secara segmentasi maupun harga, kami di atas LCGC (low cost green car), tetapi masih di bawah city car,” ujar Fredy.

Capaian tersebut membuat Ignis mampu berkontribusi 20 persen terhadap penjualan UMC.

Kendaraan yang resmi meluncur pada April lalu itu berhasil bertengger di posisi kedua sebagai kendaraan terlaris Suzuki.

Low MPV Suzuki Ertiga masih berada di posisi pertama dengan kontribusi 50–55 persen.

”Ignis telah menggeser posisi pikap yang sekarang turun dengan kontribusi hanya 10–11 persen. Pasar pikap memang anjlok hingga 30 persen di Jatim,” terangnya.

Sebelum munculnya Ignis, penjualan Suzuki di Jatim 900–1.000 unit per bulan.

”Secara fitur dan teknologi memang cukup menarik minat anak muda. Target pasar kami untuk usia 25–35 tahun,” tuturnya

Tipe yang paling banyak digemari justru berasal dari tipe tertinggi, yakni GX, dengan kontribusi 70 persen. Sedangkan warna favorit adalah merah, grey, dan biru.


”Mereka suka kombinasi warna two tone color antara bodi dan atap,” pungkas Fredy. (jpnn)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan