Diprotes Wanita Soal Rokok, Kaum Adam Ganti Protes Biaya Belanja Kosmetik

Jagad Facebook lagi dihebohkan oleh postingan tentang cerita seorang Istri yang memamerkan hasil tabungan suaminya yang berhenti merokok. Jadi, karena si suami berhenti merokok, maka tiap hari uang rokok ditabung sebesar 20.000rb pokoknya yang dimasukin celengan duit warna ijo 20ribu. Kadang selembar kadang dua lembar.

Aktifitas tersebut sudah dijalanin sob selama hampir 1 1/2 tahun. Dan menurut penuturan beliau, hasilnya tabunganya sudah cukup untuk beli motor dan ongkos mudik tahun ini. Kerenn.

Postingan di laman Facebook Roda2blog tersebut yang berasal dari  kiriman pembaca  sudah dishare oleh hampir 1000 pembaca dengan tanggapan komentar mencapai 150an. 

ternyata kemudian ada komentar seoarang pembaca pria yang memancing perdebatan bro:

Heri S: Saya tidak merokok, hanya saja kok gak adil kalau yg dibahas suami yang punya kebiasaan merokok.
Ayo kita hitung sebaliknya, jika para istri yang gemar dandan berhenti pakai lipstik, make up, pensil alis dan seabrek lainnya. Bisa kebayang bisa beberapa kali lipat nilainya dari para suami yang merokok. Tolong yang obyektif doooooong.

Lhoo kok pas banget ya. :mrgreen: kalau ditotal memang uang belanja kosmetik itu bisa lebih besar dari uang belanja rokok lhoo. Ini jujur saja memang bener sob. Meskipun frekuensinya tidak sesering perokok.

Contoh nih ya, uang rokok sehari 15.000/bungkus udah dapat AL Dobold item klo sehari 1 bungkus berarti ada 30 bungkus dikalikan 15.000 hasilnya cuma ngabisin 450.000 sebulan untuk ngrokok.

Bagaimana dengan ongkos kometik wanita?
Wah bisa lebih sob. Katakanlah wanita belanja kosmetik sebulan sekali, padahal faktanya bisa tiap minggu nih belanja kosmetik :mrgreen:


Contoh belanja kosmetik wanita tiap bulannya:
– Waru Facial Foam Pemutih 100gr : Rp 30,000
– Cream Malam 30 gr Ponks : Rp 50,000
– Cream Pagi 30 gr Ponks : Rp 45,000
– Lipstik : Rp 25,000 satu wanita biasanya punya 3-4 lisptik lho
– Alas Bedak Ayusari : Rp 10,000
– Bedak Padat : Rp 40,000
– Toner : Rp 20,000
– Cream Pembersih : Rp 30,000
– Pensil Alis : Rp 15,000
– Eyeshadow : Rp 45,000
– Hand Body Lotion UV Proteksion : Rp 45,000
– Facial sebulan/1x : Rp 200,000
– Creambath Shampo: Rp 50,000
– Vitamin Rambut: Rp 50,000
Total 650.000

Asumsi diatas itu masih menggunakan kosmetik yang harganya masih entri level lho, yang merek Ponds, Wardah dan Sari Ayu. Beda kasus kalau memakai merek kosmetik yang high end semacam La Tullipe, bisa bengkak dua kali sob. Apalagi kalau memakai merek Natash*, boncoss broo.

Nah coba dibandingkan dengan uang rokok suami yang jika menghabiskan 1bungkus LA Blod perhari totalnya cuma 450.000 hehehehe

Pas ada yang membalas, “Kan dandan untuk suami juga”
ehh dijawab begini sob

Heri S: “Lho ya, jujur ae jarang2 bojo dandan kanggo sing lanang. Paling banter sing lanang uman karen2 ne. Dandan kanggo arisan, kanggo ngantor, kanggo reunian. Sing akeh bojo nek nang omah podho nglombrot2 gw daster. Dadi buat para istri waspadalah” 😂😂😂

(Lha ya jujur aja, jarang kok istri dandan buat suaminya. Paling banter juga dapat ceperan sisa kosmetiknya doang. Dandan buat arisan, buat ngantor, reunian. Yang sering terjadi, klo istri udah di rumah palingan juga nglombrot-nglombrot pake daster. Jadi buat para istri waspadalah)

Kontan mawon komentar dari agan heri S itu mendapat perlawanan dari kaum Hawa sebagai berikut ini

Lho kok mimin tahu, iya gan. Secara bisnis memang jualan kosmetik itu lebih menguntungkan daripada jualan rokok. Pertama, margin keuntunganya memang lebih besar per biji barangnya.


Kedua, perputaran barang kosmetik sama cepatnya dengan rokok, karena wanita belanja kosmetik bukan sebulan sekali tapi bisa seminggu sekali dengan alasan produk yang kemarin dibeli tidak cocoklah, kurang cepat putihnya, kurang pas warnanya sampai ingin mencoba barang terbaru yang diiklanin di TV :mrgreen:

Lebih lengkapnya soal perdebatan ini, silahkan dilihat di fanspage roda2blog berikut ini

1 Komentar

Tinggalkan Balasan