Alasan Toyota Indonesia Enggan Ekspor ke Eropa, Karena Eropa Sudah Masa Lalu

 Sudah 30 tahun Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) melakukan ekspor mobil secara utuh alias completely built up (CBU), yang diproduksi di dalam negeri. Total nilainya bisa mencapai 19 miliar dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp 250 triliun, dengan total lebih dari 80 negara tujuan ekspor.

Meski begitu, TMMIN belum sampai mengirimkan mobil ke Eropa, yang punya pasar cukup besar. Namun Bob Azam, Director Adninistration, Corporate & External Affairs TMMIN mengatakan, kalau perseroan masih belum tertarik dengan Eropa, dan lebih memilih negara berkembang.

“Eropa itu yesterday country, jadi buat apa ke sana, dan lebih baik fokus pada today country, seperti di antaranya pasar Indonesia, Thailand, dan juga India. Kemudian ke tomorrow country, seperti Vietnam yang pertumbuhan ekonominya sedang baik,” ujar Bob, Jumat (28/7/2017) seperti dilansir kompas.com

Selain itu, kata Bob, lebih baik juga menyasar daerah-daerah yang sudah memiliki hubungan perdagangan bebas dengan Indonesia. Ini dianggap bisa membuka pagar pembatas, untuk bisa masuk lebih mudah.


“Negara-negara seperti itulah yang menjadi fokus sasaran, ditambah lagi mereka belum begitu mapan industrinya. Jadi itu yang kami harus tembus dulu sebelum nanti sampai ke Eropa,” kata Bob.


“Tidak ada larangan untuk menyasar market yang besar, tapi pasar mudah terlebih dahulu harus kita kuasai. Melakukan ekspor juga harus punya visi, di mana target marketnya masih bisa tumbuh terus,” ucap Bob.

Toyota sendiri di Indonesia telah memiliki total jumlah 5 pabrik di Indonesia –tiga pabrik mesin dan dua pabrik perakitan kendaraan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan