Makin Banyak Diler Yamaha Yang Tutup, Bakal Lebih Serem dari Suzuki

Pelan tapi pasti, diler Yamaha tutup satu per satu karena penjualan yang terus merosot. Bahkan produk baru sekalipun tidak mampu mendongkrak penjualan Yamaha. Jika berlanjut, nasib Yamaha akan lebih ngenes dibandingkan Suzuki.
Beberapa tahun yang lalu saya ngobrol dengan salah satu jajaran manajemen sepeda motor sebuah merek. Beliau mengatakan, “jika pun saya bekerja di Suzuki Motor saya juga bingung mas mau jualan apa?”.

Pernyataan yang wajar karena memang Suzuki saat itu menyuntik satu per satu lini produknya dan bahkan hanya tersisa seri Ayam Jago Suzuki Satria F. Namun sekarang Suzuki mencoba bangkit dengan seri GSX 150cc dan memproduksi lagi motor bebek dan matik yang pernah disuntik mati.

Nah kasus Yamaha ini lebih serem sob. Jika diler Suzuki tutup karena memang minim sekali produk yang dijual, nah di Yamaha ini punya varian produk yang melimpah ruah tapi kenapa kok dilernya tutup satu persatu?

Yamaha punya produk lengkap di matik dari Mio sampai Nmax. Motorsport dari Byson, Vixion, R15 sampai R25 dan MT-25. Demikian halnya dengan motor di kelas bebek, juga komplit dari bebek 110cc (Vega Force) sampai bebek super MX King. Punya demikian banyak produk tapi kenapa masih juga susah jualanya?


Bisa jadi karena Yamaha sudah kehilangan “trust” dari konsumen. Konsumen sudah tidak percaya lagi pada brand Yamaha, entah tentang apa-nya? apakah kualitasnya? apakah modelnya? apakah montirnya? … silahkan diraba sendiri aja lahh.


Ini yang bikin serem dari kasus protholnya diler Yamaha satu per satu daripada kasus yang sama menimpa Suzuki.

Saat diler Suzuki tutup, mereka memang tidak mempunyai stok barang untuk dijual, karena memang pabriknya tidak memproduksi lagi, jadi diler bingung mau jual apa lagi.

Lha Yamaha? mereka masih punya stok model yang banyak untuk ditawarkan ke masyarakat. Pabrik juga masih memproduksi, lha kok ternyata barang hanya numpuk di diler tidak laku dijual. Walhasil diler overload stok. Kalau dalam bisnis makanan itu produk numpuk sampai kadaluarsa liwat tahun produksi.

PR terbesar Yamaha adalah, bagaimana cara mengembalikan trust konsumen, merebut hati konsumen lagi. Besarnya market share Honda yang mencapai 7o% adalah bukti ada banyak konsumen yang berstatus mantan Yamaha kini memakai Honda. Karena dulu market share Honda-Yamaha selalu imbang 40-40%

Nah kira-kira apa yang membuatmu masih setia sama Yamaha?

roda2blog di sosial media

14 Komentar

  1. Lah katanya kipaz kipaz dollar? Kok banyak yg tutup. Sama di tempat gw juga udah 1 kabupaten tutup 7 biji. Ngeliatnya ngenez. Tapi yemehek emang niatnya jual motor di kerajaan mazapahit saza sih. Bukan di indonesia. Jadi cuma konzumen mazapahit yg di dengerin. Padahal sukanya beli.

  2. dealer tutup sih biasa kayaknya, maksudnya bisa jadi karena produknya kalah saing tapi bisa juga nggak alias kesalahan manajemen deler atau pelayanan yang kurang baik.
    Contohnya bbm pertamina vs bbm luar shell misalnya. mayoritas orang indonesia pasti beli bbm pertamina tapi banyak juga SPBU yang tutup/gulung tikar, apakah itu indikasi BBM pertamina tidak laku???
    kalo melihat tren data penjualan yamaha masih relatif stabil meskipun total market sharenya turun menunjukkan kalo produknya masih ada yg beli meskipun juga mungkin ada yg numpuk di gudang.

  3. ke depan dealer2 tanggung (yg hanya menjual, tanpa bengkel) akan berguguran, karena kalah sama dealer besar yg langsung buka agen/lapak di kampung2 dan spbu jadi lebih dekat ke masyarakat

Tinggalkan Balasan