Khusyuknya Sholat Jumat Peserta Balap Sepeda Tour de Banyuwangi Ije  2017

Keramaian Paltuding Ijen, lokasi finish International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017 tiba-tiba saja sepi. Sebelumnya riuh rendah penonton dan Master of Ceremony (MC) menyemangati para pembalap sepeda yang akan masuk garis finish.
Saat kumandang adzan, penonton dan para undangan bergegas melaksanakan salat Jumat di lokasi yang sudah disediakan. Tenda darurat di Lapangan Paltuding, Kecamatan Licin, disulap menjadi tempat salat Jumat. Tenda biru milik BNPB disulap menjadi masjid tempat khatib berkhutbah dan salat. Tak hanya itu, di sana juga dilengkapi dengan tandon-tandon air untuk berwudlu.

“Meski ada balap sepeda kita tetap menyediakan tempat salat Jumat. Kita tidak mau adanya ITdBI sampai meninggalkan salat Jumat,” ujar Guntur Priambodo, Chairman ITdBI 2017, melansir detikcom, usai shalat, Jumat (29/9/2017).

Menurut Guntur, ITdBI selalu memprioritaskan ibadah dalam kegiatan ini. Panitia selalu menempatkan waktu lomba yang tidak bertabrakan waktu ibadah.
“Kita start biasanya jam 10.00 Wib dan finish sekitar 14.00 Wib. Masih ada waktu untuk salat dhuhur,” tambahnya.

Etape ketiga ITdBI 2017 finish di Paltuding Ijen. Di lokasi ini masih belum memiliki tempat ibadah seperti masjid yang representatif. Lokasi ini tepat berada di kaki gunung Ijen, yang menjadi simbol dalam balapan ini.


Para pembalap sepeda ITdBI 2017 mengambil start di Pelabuhan Ikan Muncar tepat pukul 08.00 Wib. Mereka menempuh jarak 116,3 Km dengan kontur jalan menanjak. Etape ini merupakan etape neraka pada event setiap tahun ini.


Jadi? masihkah ragu dengan betapa Islaminya NKRI? walau lelah bersepeda mereka tak lupa pada kewajibanya. Sumber: detik.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan