Mobil Pedesaan Mahesa Buatan Sukiyat Klaten Siap Diproduksi

Mobil Mahesa Nusantara. Foto TEMPO/Dinda Leo Listy.

Masih ingat Bapak Sukiyat asal Klaten pemilik Bengkel Kiat? nama beliau sempat melambung karena turut membidani mobil Kiat Esemka yang dipopulerkan oleh Presiden Jokowi. Di tengah simpang siur nasib Mobil Esemka yang tak lagi pakai nama Kiat. Sukiyat kembali menggarap mobil Nasional dengan nama Mahesa.

Sukiyat kali ini membuat mobil khusus untuk pedesaan yang diberi nama Moda Angkutan Hemat Pedesaan atau Mahesa Nusantara ditargetkan masuk jalur produksi pada Agustus 2018. Masih bekerjasama dengan Presiden Joko Widodo dan didukung oleh mantan Bupati Klaten Sunarna dan seorang pengusaha asal Klaten, Tumiyono

Berbeda dengan Esemka yang memakai mesin dan model mirip mobil China. Si Mobil Mahesa ini akan lebih banyak kandungan lokalnya. Termasuk mesin mobil yang akan disuplai dari Jogja. Mesin Mahesa ini didatangkan dari CV Karya Hidup Sejahtera (KHS) Yogyakarta, yang merupakan produsen traktor bermerek Quick.

“Kualitas mesin buatan CV KHS sudah teruji. Traktornya kuat di berbagai medan. CV KHS juga sudah mengekspor mesin buatannya ke sejumlah negara, termasuk Jepang,” kata Sukiyat di bengkel Kiat Motor miliknya, seperti dikutip dari tempo.co, di Jalan Solo-Yogyakarta, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Rabu, 4 Oktober 2017.

Presiden Jokowi sendiri telah meninjau langsung kesiapan bengkel Kiat Motor untuk memproduksi Mahesa pada 17 September 2017 bersama para stakeholder pemangku produksi.

Bahas Mahesa diproduksi: Presiden Joko Widodo ditemui penyusun business plan Mahesa Sunarna dan pemilik Kiat Motor Sukiyat di Bengkel Kiat Motor, Klaten, Minggu (17/9) malam. Kanan, pekerja membersihkan purwarupa Mahesa. Foto: plengdut.com

“Pemerintah mendukung kendaraan perdesaan Mahesa agar dapat diproduksi dengan harga kompetitif dan kualitas produksi yang baik. Setelah dihitung harga jualnya Mahesa sekitar Rp 60 juta-Rp 70 juta. Saya kira bakal banyak yang beli. Tapi business plan Mahesa (rencana bisnis) dan rencana marketing harus dibuat secara jelas dulu,” kata Presiden Jokowi dalam kunjunganya.


Lalu sudah laku berapa si mobil ini?

“Dari hasil pertemuan dengan Pak Tumiyono dan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Klaten Sri Mulyani serta sejumlah masyarakat belum lama ini, sambil menunggu izin (Nomor Induk Kendaraan/NIK) turun, saya diminta membuat 1.000 unit dulu untuk masyarakat Klaten dan sekitarnya. Nggak usah pakai surat dulu,” kata Sukiyat seperti dilansir Tempo.co. Tumiyono adalah pengusaha asal Klaten yang mendanai proses penelitian hingga siap membeli 6.000 unit untuk keperluan bisnisnya.

Mahesa ini akan tersedia dalam tiga tipe, dimana yang dua tipe adalah edisi terbatas. yaitu double cabin dan pick up. Harga jualnya sama dengan Mahesa yang akan diproduksi massal, yaitu Rp 50 juta – Rp 70 juta per unit.

Nahh bagaimana? apakah anda berminat?

 


 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan