Setelah Digerebek, Nissan Akan Recall 1,2 Juta Mobil Produksinya

Setelah penggerebekan dua pabriknya karena dicurigai adanya standar produksi yang jelek. Produsen mobil asal Jepang, Nissan Motors akan segera menarik (recall) mobil buatanya antara tahun 2014-2017 untuk dilakukan perbaikan.
Dilansir oleh kantor berita, Asia Nikkei, Nissan kabarnya menyiapkan dana US$ 220 juta atau untuk proses perbaikan 1,21 juta mobil produksinya.

Seperti diketahui, pihak Kementerian Transportasi menggrebek pabrik Nissan di Jepang dan menemukan pelanggaran dalam evaluasi akhir Nissan yang ternyata tidak lolos produksi standar Jepang.

Pada 18 September, CEO Nissan Motor Hiroto Saikawa menyampaikan permintaan maafnya yang mendalam dan siap bertanggung jawab atas kelalaian karyawan di bagian inspeksi akhir yang meloloskan produk tidak sesuai standar Jepang. Ia menyesali adanya pegawai yang tidak memenuhi kualifikasi pekerjaan. Dia mengatakan hal tersebut seharusnya tidak pernah terjadi dalam industri manufaktur.


Penarikan mobil terdiri dari 24 model yang diproduksi antara Oktober 2014-September 2017. Perusahaan ini mempersiapkan biaya penarikan dalam kisaran ¥ 25 miliar atau setara dengan US$ 222 juta.

Efek skandal ini cukup besar, karena pada senin yang lalu, Nissan baru saja merilis Nissan Leaf, mobil listrik baru yang awalnya digadang-gadang akan laris manis namun setelah diterpa masalah ini langsung lesu penjualanya.


Bagaimana dengan produk Nissan di Indonesia?, apakah juga akan kena dampaknya?

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan