Di Ponorogo, Uang Sumbangan 650 Juta dari Facebook Diduga Diembat Ketua Panitia

Tulisan mimin kali ini bakal cukup panjang, jadi siapkan kopi dan kuota sinyal 4G ya sob, yang terdiri dari Gregeten, Gemes, Gondok dan Gatal. 😈
Pendahuluan … biar faham dulu

Tahun 2016 akhir di Bulan November tanggal 26. Seorang siswi SMP Maarif Ponorogo, Miftakhul Dwi Khasanah (Mifta) yang saat itu baru pulang dari sekolah mengendarai sepeda onthelnya ditabrak oleh seorang siswa SMK yang mengendarai sepeda motor.

Mifta mengalami luka parah di kepala, dia dirujuk ke RSUP Dr. Soedono di Madiun. Setelah dirawat 1 hari, dia meninggal dunia.


Baca di sini: siswi SMP ditabrak oleh Siswa SMK di Ponorogo

Seorang warga Ponorogo lalu membagikan kisah hidup keluarga Mifta.

Mifta adalah anak pertama dari 2 bersaudara, selama ini hidup bersama ayahnya yang mengalami gangguan penglihatan dan seorang adik bernama Jovi, 7 tahun yang putus sekolah karena kekurangan biaya. Ibunya telah lama kabur. Mereka hidup di rumah yang merupakan bekas kandang kambing yang nyaris tanpa atap karena sangking miskinya.

Jiwa sosial masyarakat pun terpanggil, 7 hari setelah wafatnya Mifta, telah terkumpul dana 650 juta rupiah untuk membantu keluarga Mifta. Sumbangan tersebut berasal dari warga Ponorogo dan sekitarnya, melalui forum-forum sosial yang ada di Facebook seperti ICW Ponorogo, I Love Ponorogo dan Forum TKI Ponorogo.

Untuk menanganinya, dibentuklah keorganisasian demi lancarnya pengelolaan dan rencana rehab rumah Pak Pujo Kastowo, bapak Mifta.

Setelah melalui rapat yang elemen-elemen masyarakat yang peduli, terpilihlah Saudara AA sebagai ketua Tim Donasi dan Tim Rehab untuk mengelola dana tersebut.

Baca juga soal uangnya: Donasi untuk keluarga Mifta tembus 650juta


Kasus pun tercium busuk.

Setelah lebih dari 6 bulan berlalu, tiba-tiba ada kabar mengejutkan dari Pak Pujo. Berawal dari pembicaraannya dengan Mas Anas ketua ICWP yang dulu ikut aktif menggalang bantuan. Pak Pujo menanyakan soal sertifikat yang belum jadi-jadi, katanya sekarang mudah bikin sertifikat. Lalu mas Anas nyaranin untuk menghubungi wartawan saja, namun Pak Pujo malah ngeluh, kapok berususan sama Wartawan, karena selalu minta duit melalui AA ketua Tim Donasi.

Usut diusut si AA ini pernah minta duit sama Pak Pujo untuk membayar para wartawan. Nominalnya gak main-main sob, 5 juta untuk 12 wartawan TV, pora Modyarr tenann. Nih berikut screenshot wasltsapanya

Kasus ini muncul setelah ketua ICWP mempertanyakan perihal ini kepada wartawan di forum ICWP. Karuan saja para wartawan yang merasa dicemarkan nama baiknya, segera melaporkan kasus ini ke Polres Ponorogo.

Walhasil, Pak Pujo diperiksa sebagai saksi terkait hal ini.

Gerakan #Save_Pujo

Ketua group ICW Ponorogo yang pertama menggulirkan kasus ini, menghimbau pada anggota ICWP yang punya waktu untuk “jagong” rumah Pak Pujo sebagai bentuk dukungan moril dan fisik. Karena setelah diperiksa sebagai saksi di Mapolres Ponorogo, Pak Pujo nampak ketakutan … ya maklum gan, orang kecil jadi wajar klo kaget.

R2B sendiri mencoba menelusuri sosok AA ini. Dan memang kasus ini seperti David vs Goliath. Orang kecil melawan orang besar, dan bukan tidak mungkin bisa mbendal  atau ada serangan balik ke Pak Pujo.

Sosok AA saat ini menjabat sebagai Ketua Pokdarwis, Pojok Sadar Wisata Kabupaten Ponorogo. Dia juga aktif di salah satu perguruan silat dan termasuk tokoh yang disegani. Dia pun juga aktif di keorganisasian partai Hanura.

Bagaimana akhir kisahnya? masih menunggu proses hukum oleh Polres Ponorogo.

 

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan