Begini Rasanya Klo Beli Motor Dapat Unit Bekas Display Pameran

Seorang pembeli motor Vespa bernama Adri Handoyo menulis pengalamanya membeli sepeda motor Vespa Sprint tapi tenyata motor tersebut adalah bekas display pameran yang malah penuh baret.

Vespa Sprint baru dibelinya itu datang ke rumah dalam kondisi penuh baret-baret di seluruh bodi, setelah diseledikinya ternyata unit tersebut merupakan model display saat pameran di Jakarta Fair 2017.

Berikut ceritanya, seperti yang dikirimkan kepada Liputan6.com, ditulis Kamis (11/2/2017):

Dear Piaggio,

Saya mengalami kekecewaan dan kerugian atas pembelian produk Vespa Sprint pertama untuk anak saya. Melalui email ini kami berharap ada tindakan atas kondisi ini dan berharap hal ini tidak akan terulang kembali.

Adapun kekecewaan dan kerugian yang kami alami, kami jelaskan dalam kronologi pembelian Vespa Sprint di PRJ – Premier sebagai berikut.

  • Tanggal 11 Juni 2017, saya membeli brand new Vespa Sprint warna putih pada acara PRJ melalui dealer Premier (Cideng). Adapun salesyang bertugas menangani saya bernama Fadil.

  • Tanggal 29 Juni 2017, pihak Premier mengirimkan Vespa Sprint putih yang diantar ke rumah dan diterima oleh istri dan anak saya dalam kondisi banyak baret-baret di hampir seluruh bagian motornya. Motor dikirim tanpa pelindung seperti bubble wrap atau bisa dikatakan telanjang. Stiker nomor rangka dan body yang tertempel pada leher motor pun juga terlihat lusuh.


Anak saya, melalui istri saya meminta untuk ditukar unit karena kondisi tersebut. Pihak pengirim meminta istri saya untuk menandatangani pernyataan bahwa barangnya sudah datang. Tanpa pernyataan ini mereka akan dianggap tidak sampai tujuan dan tidak dapat menukar unit yang mendapat komplain.

  • Tanggal 8 Juli 2017, motor dikirim masih dengan unit yang sama, hanya dengan pergantian part yang baret. Kami mencoba komplain kepada pihak Premiere atas hal ini. Namun dalam posisi ini, kami yang harus mengejar atas kondisi yang terjadi. Kami dipaksa harus menerima unit ini.

Kami merasa tidak mendapatkan kesempurnaan sebuah produk baru dari brandVespa! Brand yang seharusnya memiliki kelas ‘berbeda’.


  • Tanggal 30 September 2017, istri saya mengajukan komplain secara lisan pada pameran produk Vespa dari Premiere dan Sinergy di Pondok Indah. Komplain adalah perihal kondisi di atas dan tidak ada informasi STNK hingga saat itu.

Beberapa hari kemudian Istri saya di telepon oleh bapak Bambang dari Divisi After Sales Vespa dan memberikan compliment cat ulang vespa kami, yang akan di kirim kembali tanggal 2 November. Melalui bapak Bambang juga kami mendapatkan informasi perihal STNK yang tertahan akibat pajak progresif dengan mengirimkan foto STNK kami. Terima kasih untuk pihak After Sales atas hal ini.

  • Namun minggu lalu kami sungguh terkejut atas kondisi lain tentang Vespa ini. Anak kami menemukan kondisi Vespa ini ternyata juga tidak Brand New! Vespa yang dikirimkan kepada kami ternyata bekas. Ini menjelaskan mengapa banyak baret dan mengapa stiker nomor rangka dan body yang tertempel pada leher motor juga terlihat lusuh.

Kami mendapat kesamaan nomor rangka & mesin baik yang tertera pada STNK dengan beberapa foto dokumentasi yang kebetulan kami miliki. (Terlampir)

Menurut dokumentasi kami, Vespa ini sudah menjadi display pada pameran IIMS (dok 6 mei, IMS 1- 5 jpg) dan PRJ (dok 11 Juni, PRJ 1-5 jpg), entah pameran apalagi di luar itu. Kami coba lampirkan beberapa dokumentasi yang kami miliki sebagai bukti bahwa kami menerima Vespa bekas, bukan Brand New(Dok 1 IMS, Dok 2 PRJ, Dok 3 Rumah dan STNK).

Sungguh, kami lebih kecewa lagi. Lebih kecewa dari kondisi kami sebelumnya. Bagaimana bisa kami diberikan produk bekas tanpa pemberitahuan, sedangkan yang kami bayarkan adalah Brand New.

Nagh terus bagaimana dengan tanggapan dari Vespa, ternyata menurut mereka unit tersebut masih tetap baru dan telah dikontrol kualitasnya sebelum dikirim.

“Semua unit yang kita pamerkan motor baru, karena kita bukan merek elektronik yang unit display-nya dinyalain, dan untuk pameran juga mesinnya dimatikan dan tidak dihidupkan. Tapi memang, unit display mendapatkan penanganan yang hati-hati apalagi hendak dikirim ke konsumen,” jelas Robby Gozal seperti dilansir oleh Liputan6.com

Lanjut Robby, untuk unit display yang bakal dikirimkan ke konsumen, bakal melewati kontrol kualitas yang ketat. “Apakah unit tersebut mulus atau tidak,” pungkasnya.

roda2blog di sosial media

4 Komentar

  1. Unit display harusnya ada potongan harga, plus ada penjelasan dr pihak dealer. Kalo spt diatas kejadiannya, mending gk usah beli, dah harganya mehong, pelayanan gk bagus. Gua pribadi juga gk begitu sneeng vespa sih -_-. Mending beli motor retro dari si Y atau si H.

Tinggalkan Balasan