Usia Tua, Bikin SIM Harus Lolos Tes Psikologi

Bagi yang berusia sudah tua di atas 60tahun, untuk bikin baru atau memperpanjang SIM, sekarang harus lolos Tes Psikologi. Di Indonesia memang tidak ada batasan usia maksimal pengguna SIM, beda sama di Jepang, di sono, orang berusia lanjut jika mengembalikan SIM ke Polisi akan mendapat diskon biaya pemakaman.

“Ketika sudah lansia, intinya orang yangmengemudikan kendaraan termasuk kompeten apa ttidak. Untuk mendapatkan SIM kan ada ujiannya. Bukan hanya tes fisik, yang kendaraan umum sudah ada tes psikologinya,” kata AKBP Ronny Subagyo Psikiatri RS Bhayangkara Polda Jatim seperti dilansir Radio Suara Surabaya.

Kata Ronny, ada yang berusia 70 tahun tapi sistem sarafnya dan pandangannya masih bagus. Tapi ada juga anak muda yang kondisi fisiknya tidak bagus sehingga dia tidak kompeten berkendara.


“Di usia tertentu harus diuji ulang. Kalau di kita belum ada pembatasan khusus. Untuk perpanjangan, surat kesehatan perlu digalakkan tes menyeluruh baik fisik maupun psikis,” ujar dia.

Karena, lanjut dia, untuk berkendara tes tersebut diperlukan bukan hanya layak secara fisik. Tapi juga kesehatan psikis bagaimana dia merespon jika berada dalam situasi tertentu.

“Kalau secara fisik dan mental bagus meski umur 80 tahun nggak masalah kalau nyetir,” katanya.

Meskipun, dia atas 65 tahun kemampuan memang sudah menurun tergantung jarak tempuh dan seberapa sulit medannya. “Justru dengan mengemudi secara teratur malah bikin lebih sehat. Tapi tetap harus melakukan pemeriksaan,” tambahnya.


Sumber: Suara Surabaya

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan