Gara-gara Ban Cacing ketemu Lubang, Pelajar Tabrakan Adu Banteng di Ponorogo

Ponorogo kota 1000 jeglongan, kembali makan korban. Kali ini dua warga kecamatan Babadan meninggal dunia di jalan raya akibat tabrakan menghindari jalan berlubang.  Di Jalan dusun Kajang, Pondok, Kecamatan Babadan pada Selasa 07/11/2017.

Korban adalah Ari Hartanto (16) siswa SMK asal Desa Trisomo, Kecamatan Babadan dan Simin (53) warga Desa Purwosari, Kecamatan Babadan. Keduanya meninggal di tempat. 

Menurut saksi, tabrakan yang terjadi tadi pagi ini saat hujan gerimis ini karena Ari, yang mengendarai Honda GL Pro dengan Ban Cacing melaju kencang ke arah Babadan. 

Saat di lokasi menghindari lubang lalu menabrak Mbah Simin yang baru pulang mengantar cucunya ke sekolah. 

” Keduanya bertabrakan adu benteng. Hingga tewas di lokasi,” kata Kanit Laka Sat Lantas Polres Ponorogo, IPDA Badri, Selasa (7/11/2017).


Lubang yang ingin dihindari pemotor Ban Cacing. Foto: ICWP
Dia mengaku, keduanya memang tidak bisa diselamatkan. Karena luka sama-sama di kepala. Apalagi, untuk korban siswa tak mengenakan helm saat mengendarai kendaraan.


Pertama, soal ban cacing atau ban ukuran kecil. Aparat polantas Ponorogo harus lebih sering melakukan razia dan pengetatan, kejadian ini bisa jadi pelajaran. Bahwa Ban cacing sangat rawan dipakai di Ponorogo karena banyak lubang di jalan raya. Lha wong pakek ban standar aja njegluknya terasa apalagi klo pakek Velg cacing, bisa langsung peyang … membahayakan diri sendiri dan orang lain seperti kasus ini.

4 Komentar

Tinggalkan Balasan