Motor Yamaha Lebih Laris Diekspor Daripada Dalam Negeri 

Kualitas Ekspor! demikian tulisan yang biasanya ada di berbagai barang produk dalam negeri seperti sepatu, sarung dll untuk menunjukkan standar kualitasnya. Langkah ini sepertinya perlu ditiru Yamaha yang sedang kipas-kipas dollar karena produknya lebih laris manis dijual ke luar negeri.
Dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI),  hingga Oktober 2017. Penjualan roda dua secara wholesales (pabrik ke dealer) di dalam negeri, selama 10 bulan tahun ini mencapai 4.919.804 unit. Dan ya tentunya dikuasai Honda.

Sedangkan jumlah produk motor yang diekspor mencapai 450,873. Jumlah ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sebesar 49 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dan siapa yang juara ekspor? adalah Yamaha masih jadi produsen paling banyak ekspor, dengan 350,873 unit selama 10 bulan di 2017. Sedangkan untuk Honda, 95.741 unit, Kawasaki 3.062 unit, Suzuki 21.786 unit, dan TVS 25.914 unit.

Di bulan Oktober 2017, Yamaha mengekspor 23.991 unit motor dengan rincian,
– MX King 6.200 unit,
– NMax 5.011 unit,
– Vega Force 3.000 unit,
– Soul GT 3.000 unit.


Sedangkan untuk Honda, mengirim sebanyak 9.825 unit, dengan pengiriman terbesar yaitu Honda BeAT sebanyak 7.018 unit, Vario 150 1.920 unit, Vario 125 96 unit.


Nah, gembar gembor “kualitas ekspor” harusnya dijual dalam promosi Yamaha. Jangan semakin di depan terus, wong balapan motopg aja sudah kalah gitu kok. piss.

5 Komentar

  1. Berarti konsepnya diterima masyarakat global gan. Klopun ada yg bilang parts domestik sama global beda, tetep ya konsepnya diterima. Honda ya jualannya Beat. Tanpa Beat plus Vario, Honda sebenarnya kecil,,

  2. Orang Indon tidak butuh kualitas ekspor, butuhnya KTP nya bisa kepake apa tidak, cicilan bisa lama apa tidak, terus kalo udah beli motor bisa jogetan dan touring, sambil dininanobokan bahasa marketing dan blogger2 amplop bahwa produknya paling keren.

Tinggalkan Balasan