Orang Gila Legendaris Dibuang ke Hutan, Satpol PP Dihujat Netizen

Bogor, si orang gila legendaris yang sudah lama mangkal di perempatan di dekat traffic light Ngunut, Tulungagung, diangkut oleh Satpol PP lalu dibuang ke Hutan Luk Songo, Pucanglaban. Aksi Satpol PP tersebut difoto oleh netizen dan langsung dihujani kritikan karena dianggap tak manusiawi.
Beragam komentar akhirnya muncul di postingan. Tapi banyak yang mengecam tindakan satpol PP yang dinilai tidak punya perikemanusiaan. “Kita lihat dari postingan di medsos yang ramai (viral), lalu kita datang ke sini. Ternyata benar. Orang gila yang biasa di Ngunut sudah di hutan ini,” kata Surani Singo, aktivis medsos Pansela (Pantai Selatan) Luk Songo.

Singo mengecam tindakan satpol PP yang dianggap tidak manusiawi dalam mengatasi orang gila dan gelandangan. Harusnya, satpol PP segera mengamankan ke tempat yang layak, apakah itu panti sosial atau di tempat lain yang dekat dengan makanan.
“Di hutan dia jelas tidak bisa mendapatkan makanan. Jika meletakkan orang gila, kami harap di tempat yang layak. Bukan seperti ini,” tandasnya.
Sebelum kedatangan komunitas Pansela, menurut Surani, beberapa komunitas juta telah datang melihat kenyataan apakah itu hoax atau fakta. Hasilnya, ternyata Bogor memang diletakkan begitu saja di pinggir jalan di tempat menikung dan membahayakan keselamatannya. “Coba juga ada kendaraan besar lewat dan simpangan. Ini akan membahayakan,” ujar Surani.

Demi keselamatan Bogor, anggota komunitas kemudian memasang batu dan tanda dari kayu agar pengendara tidak terlalu kencang dalam berkendara.

Apa tanggapan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo? Dia mengaku belum mendapatkan informasi. Namun, Syahri berjanji akan memanggil kasatpol PP untuk menghadap.
“Terima kasih informasinya. Belum ada laporan (terkait pembuangan orang gila). Kasatpol PP biar menghadap,” tegas Syahri
 


Di dunia maya beredar luas beberapa anggota satpol PP menaikkan Bogor, orang gila yang telah puluhan tahun hidup di bangjo Ngunut. Bogor ternyata bukan dievakuasi ke tempat yang lebih layak, namun dibuang ke kawasan hutan Luk Songo Kasrepan. Kini, postingan tersebut menjadi pembicaraan hangat warganet di Tulungagung dan sekitarnya.

Dari foto-foto itu membuktikan, Bogor awalnya dijemput Satpol PP dengan mobil dinas pikap. Kemudian Bogor tiba-tiba ada di tengah hujan, tepatnya di jalan akses menuju Kecamatan Pucanglaban.


Semua mengecam tindakan Satpol PP yang membuat Bogor sulit mendapatkan makanan.

“Selama ini dia dapat makan dari warga. Saya sering mengirim nasi buat dia. Kalau berada di hutan, siapa yang kasih makan?” ucap Dwi Santoso, warga Desa Kaliwungu.

Update!
Atas perintah Bupati Tulungagung yang terjun langsung menangani masalah ini. Akhirnya Bogor di evakuasi dan telah dirawat di RSUD Dr. Iskak Tulungagung. 

Di jalan raya, hati nurani harus dikedepankan jangan mudah emosi, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan