SIM Warga Indonesia Bisa Digunakan di 9 Negara Asia Berikut Ini

Warga Negara Asing (WNA) bisa menggunakan SIM asal negaranya sendiri di Indonesia.  Kepala Seksi (Kasie) Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi (SIM) Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Kompol Fahri Siregar, mengatakan, WNA tersebut jika ingin menggunakan SIM itu di Indonesia, pihaknya akan memberikan pencerahan kepada WNA itu.

“Jadi, begini, beberapa waktu yang lalu jajaran Korlantas Polri menggelar rapat terkait hal SIM domestik . Yang di mana disepakatkan ada 10 negara di ASEAN bisa menggunakan SIM-nya di negara-negara tetangga. Indonesia pun bisa menggunakan SIM-nya ke negara tetangga di ASEAN,” ungkap Fahri di Jakarta, Minggu (26/11/2017).

Dikatakannya, SIM Domestik adalah SIM yang bisa untuk digunakan di negara tetangga.


Tak hanya itu kebijakan itu, diambil sesuai dengan Asean Traffic Police Forum, salah satunya pun adalah menyelakati pengakuan SIM Domestik negara ASEAN dapat berlaku di negara ASEAN lainnya. Negara ASEAN yang dimaksud adalah Malaysia, Singapura, Thailand, Laos, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Filipina dan Brunei Darussalam.

“Hasil rapatnya ini sudah disepakati, tetapi ada dibeberapa negara saja yang sepakati, dengan catatan masa berlakunya penggunaan SIM itu selama tiga bulan. Jikalau masa berlakunya ya (WNA) tiga bulan ke depan mau habis, pulang kembali ke negaranya guna mengurus SIM-nya di kepolisian sana. Hanya itu peraturannya jika di Indonesia. Sementara, warga Indonesia pun yang menggunakan SIM-nya di negara-negara tetangga harus ikuti peraturan di negara sana (yang ingin dituju),” jelasnya.

Ia melanjutkan, “Contoh, warga Indonesia jika mau menggunakan SIM Indonesia di Malaysia, hanya bisa digunakan 30 hari saja, kalau untuk Singapura warga Indonesia itu hanya gunakan SIM-nya 90 hari. Kebijakannya pun sama kayak di Laos. Jadi batasan aturan di kategori masa berlaku SIM ini, sudah ada di negara ASEAN ini masing-masing. Sementara, kalau WNA yang di Indonesia jika masa berlakunya habis, dapat buat SIM di Indonesia, sementara Indonesia ya belum tentu bisa buat SIM di negara tetangga,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemilik SIM Domestik ini jika ingin mengemudi harus melaporkan dahulu ke  Satpas SIM terdekat di negara yang ketika itu dikunjunginya.

“Nantinya, pengemudi itu akan diberikan akan pengarahan oleh petugas SIM itu. Kalau warga Indonesia datang ke Malaysia atau Singapura, maka ia melaporkan ke Satpas SIM sana. Tapi, kalau WNA harus lapor ke kita (Satpas SIM Daan Mogot) atau ke Satpas SIM terdekat. Di Satpas, WNA ini nanti selain pengarahan akan diberikan bakal berikan buku panduan (Rambu Lalin),” paparnya.

Kebijakan SIM domestik ini, kata Fahri, sempat disepakati atau sudah ada perjanjian di tahun 1985 di Kuala Lumpur.


“Itu diwakili  menteri-menteri di lima negara saat itu. Kemudian, di tahun 2009 itu, disepakati lagi oleh lima negara lainnya serta beberapa waktu lalu sebagai penegasan aja kebijakan ini,” tutur Fahri seperti dilansir tribunnews

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan