Mosting Foto Motor Curian di Facebook, 3 Remaja Diringkus Polisi

Habis maling motor, terus motornya dipajang di Facebook. Akibatnya, tiga remaja diringkus Polisi Polsek Tambaksari lantaran diduga terlibat tindak kejahatan. Dua diantaranya masih berstatus pelajar SMP kelas 9/kelas 3. 
Ketiganya adalah M Jordhi (18), asal Jl Bogen II, AR (17), warga Ploso dan RF (14), warga Kapas Lor Wetan Surabaya. 

Saat ini ketiga pelaku diperiksa lantaran memposting motor curian yang terjadi pada tanggal 19 November 2017 melalui media sosial Facebook.

Kapolsek Tambaksari, Kompol Prayitno, membenarkan jika pihaknya telah mengamankan tiga pelaku curanmor yang masih dibawah umur.

Dari hasil pemeriksaan, tiga remaja ini menggaku kalau motor Yamaha Vega ZR itu adalah milik Syaiful Arif (30) yang dicuri dari rumah korban di Jl Bogen II Surabaya.

“Tiga pelaku memiliki peran masing-masing. Motor dicuri saat diparkir di depan rumah korban. Lalu cara menggasak motor dengan merusak rumah kunci,” kata Kampol Prayitno, kepada wartawan, Jumat (1/12/2017).


Prayitno membeberkan, terungkapnya tiga remaja yang diamankan oleh Tim Anti Bandit Satreskrim Polsek Tambaksari itu merupakan atas adanya informasi masyarakat.

Dimana anggota mendapatkan informasi ada motor Yamaha Vega ZR tanpa dilengkapi surat-surat dijual lewat grup Facebook (FB), yani grup Perkumpulan Balap Liar Surabaya (PBLS).

Karena Jordhi menjualnya juga mengposting foto motor curian itu, maka dengan mudah anggota opsnal Tambaksari melakukan lidik. Lalu, anggota berpura-pura mau membeli motor, sampai ada kesepakatan harga lalu mengajak bertemu di Jl Ploso Bogen depan ruko. “Pelaku Jordhi dan AR datang dan membawa motor hasil curian. Setelah itu kami melakukan penangkapan,” jelas Prayitno.

Dari penangakoan Jordhi dan AR, polisi mengambangkan dan menemukan RF (14). Dia ternyata merupakan penadah dari motor curian yang dilakukan Jordhi dan AR.


Dari hasil ungkap ini, polisi menyita barang bukti berupa dua sepeda motor, yakni Yamaha Vega ZR dan satu lagi milik pelaku. 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan