Jika Marquez Pergi, Honda Akan Bernasib Seperti Ducati Saat Ditinggal Stoner

Marc Marquez bisa jadi juara dunia MotoGP 2017 adalah berkat bakat dan kemampuanya, bukan karena motornya. Motor Honda RC213v sendiri di MotoGP 2017 bisa dibilang cukup bosok.

Pedrosa hanya mampu 2 kali juara seri, total hanya 9kali podium, masih kalah dari Vinales dan Dovizioso. Sedangkan Cal Cruthclow yang memakai RC213v juga di tim LCR Honda malah cuma sekali podium. Selebihnya, selain Marquez bener-bener tak berkutik melawan Ducati dan Yamaha.

Di klasemen akhir pembalap, para pembalap Ducati dan Yamaha berkontribusi rata dalam hal sumbangan podium dan kemenangan. Tapi pembalap Honda,  Marc Marquez yang mendominasi.

 

Di top ten, Yamaha menguasai dengan 4 pembalap sedangkan Honda dan Ducati menyumbangkan 3 pembalap.

Pedrosa dan Crtuctlow sempat memprotes soal mesin Honda RC213v yang terlalu menganakemaskan Marquez, dia sempat bilang

“Anda harus berpikir tentang tim, bukan hanya tentang diri Anda sendiri,” kata Pedrosa. “Coba deh bandingin dua atau tiga tahun yang lalu. Pembalap Satelit Honda lain macam Stefan Bradl atau Bautista bisa finish ke empat atau kelima?” … klik disini untuk lebih lengkapnya

– Pedrosa klaim Marquez penyebab turunya performa RC213v

Sedangkan Cal sendiri pernah mengungkapkan bingung dengan performa Marquez. Honda RC2113v ini sangat tidak enak dinaikin, tapi di tangan Marquez bisa tampil garang, itu benar-benar karena talentanya si MM93.

Punya pembalap super memang asyik buat pabrikan, bisa kompetitif, bisa menang dan mendapatkan banyak perhatian. Tapiiii jika si MM93 ini cabut dari Honda bagaiamana? misalkan pindah ke tim Suzuki gitu?


Honda bisa senasib dengan Ducati saat ditinggalin Casey Stoner. Ducati butuh waktu 5 tahun untuk bisa naik juara 1 di podium dan 6 tahun untuk bisa bersaing lagi jadi juara.

Karena talenta si Stoner ini terlalu hebat dan tidak rewel soal otak-atik spek motor. Makanya dia gak terlalu ambil pusing saat si Desmo itu settinganya ancur.


Nahh Ducati baru tahu kalau motornya itu sangat bobrok saat si Valentino Rossi datang. Ditambah lagi keluh kesah The Doctor, jadilah motor Ducati tambah gak tentu arah pengembanganya.

Kata mbah Dukun indobikersmags.com
Ducati terlalu terbuai dengan kemampuan stoner dalam menutupi masalah mendasar pada desmosedici, bahkan Rossi selama dua tahun tidak bisa berbuat apa apa karena harus memulai semuanya dari nol. dan ini yang terjadi dengan ducati … HRC honda pun akan mendapatkan situasi yang sama!

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan