Video Warga Bubarkan Razia Motor 2 Polisi di Jalanan Kampung

Razia polisi lalu lintas di jalanan lingkungan atau jalan kampung kerap mengundang tanda tanya di mata warga biasa. Ya kalau yang dirazia soal kelengkapan surat legalitas motor sih gak masalah, tapi klo soal helm juga kena tilang? itu yang jadi pertanyaan sob. Masak mau ke sawah yang jaraknya cuma 50-100 meter dari rumah bawa helm, kan yo ora too? mau ke masjid sholat berjamaah, jarah 100 meter opo iyo mau pakek helm kan juga ndak?

Kali ini dua orang polisi lalu lintas, diusir warga di Grobogan, Jawa Tengah karena melakukan razia di jalan lingkungan atau jalan kampung.

Aksi pembubaran direkam warga dan beredar viral di dunia maya. sekarang kejadian itu menjadi heboh tidak hanya bagi warga Grobogan tapi sudah jadi isu nasional.

Sepertinya kejadian itu baru saja terjadi karena video mulai tersebar pada tanggal 12 Desember 2017, di dalam video tersebut terlihat dua orang polisi yang sedang di kerumuni oleh beberapa warga sekitar, dari seberang jalan seseorang mencoba untuk mengambil gambar dengan merekamnya, terlihat disana beberapa warga seolah marah pada kedua polisi tersebut bahkan sampai ada yang membentak-bentak.


Jika di lihat dari rekamannya para warga memprotes atas apa yang di lakukan oleh kedua polisi tersebut, lantaran polisi itu melakukan operasi kendaraan di jalur desa, tepat nya di Gang Sanggrahan Getasrejo.


Salah seorang warga terlihat marah dan menentang apa yang di lakukan polisi tersebut, dalam pembicaraannya warga yang marah tadi berani dan bersiap jika polisi ingin membawanya ke polres terdekat, bahkan di dalam pembicaraan tersebut pria yang memakai jaket kulit berwarna hitam itu mengajak untuk ke kantor pusat Semarang ataupun ke Jakarta, dia juga mengatakan untuk supaya melakukan operasi di jalan raya saja jangan sampai di jalan kampung.

Pria bejaket kulit itu mengatakan “ini kampung bukan jalan raya, ini hak milik desa pak”, seorang polisi mencoba menasehatinya untuk menyelesaikan dan menyuarakan protes di kantor.

Tapi pria itu menjawab “ jangan disana-sana, ayo di Jakarta saja.”

Semakin lama warga yang ingin melintas ikut berhenti dan mencoba melihat apa yang sedang terjadi, warga yang tadinya diam malah ikut memprotes polisi tersebut.

Karena banyaknya warga yang memprotes, kedua polisi tersebut mengambil inisiatif untuk berdamai, dengan cara meninggalkan dan memberhentikan operasi di tempat tersebut. Meskipun polisi ingin mencoba pergi,warga yang tidak terima masih saja melayangkan ucapan protes kepada mereka.

Hingga saat ini belum ada kepastian dari kedua belah pihak, apakah benar polisi tersebut sedang melakukan operasi jalan di wilayah desa, karena kalau di lihat dalam videonya, saat itu polisi hendak pergi meninggalkan tempat, lantas mereka putar balik menuju jalan raya, sedangkan jalur  yang di gunakan untuk operasi itu menuju ke arah pedesaan dalam. (bulumerak.com/roda2blog)

 

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan