Wuling Confero Bakal Jadi Angkot Di Jakarta Mulai Tahun Depan 2018

Nasib mobil merek asal China, Wuling, makin bakal suram. Ini terkait rencana Pemprov DKI yang akan melakukan revitalisasi angkot dengan mobil Wuling Confero dan Avanza Transformer.
Emang apa efeknya?
Honda Mobilio aja, dipakai jadi taksi pasaranya langsung turun. Apalagi ini mau dijadikan angkot, pora malah ndlesszepp.

Mobil yang dijadikan angkutan umum, selain harga bekasnya anjlok juga penjualan minat masyarakat akan turun untuk membelinya.

Beda kasus jika yang dipakai adalah Avanza-Xenia, dua merek ini baru dijadikan Taxi setelah laris manis. Beda dengan Honda Mobilio atau Toyota Soluna, yang masih tergolong baru dan belum terkenal di masyarakat di sudah dijadiin angkutan umum. Ya tengsin broo.

Sedangkan Toyota sendiri sudah mengantisipasi permintaan angkutan umum dengan membuat Avanza Transformer.

Rencana Organda DKI menjadikan Avanza Transformer dan Wuling Confero menjadi angkot sejalan dengan program OK Trip Gubernur Anis Baswedan. Berikut beritanya dari kompas otomotif.
Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan, menjelaskan tahun depan angkutan kota (angkot) akan direvitalisasi, khususnya untuk kendaraan mini bus. Langkah ini diambil sebagai penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang tertuang dalam Permenhub 29 Tahun 2015 dan diterakan mulai Februari 2018.


“Revitalisasi angkot kita sudah tidak pakai modifikasi karoseri, tapi langsung pabrikan. Artinya kita gunakan unit yang diproduksi oleh pihak Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Nah, untuk mereknya apa saja itu kita bebaskan ke tiap pihak pengelola atau pengusaha angkot,” ucap Shafruhan kepada KompasOtomotif, Jumat (16/12/2017).

Safruhan menjelaskan secara spesifikasi dari unit mobil yang akan digunakan untuk angkot tidak ada ubahan secara khusus, hanya saja bangku pada baris kedua di sebelah kiri akan dihilangkan sebagai akses keluar masuk penumpang. Pemilihan unit dari ATPM dilakukan untuk memberikan pelayanan lebih bagi masyarakat, selain itu dari sisi after sales juga lebih terjamin.

Menariknya, ketika ia mengirimkan foto dua sampel mobil dari pabrikan yang akan digunakan sebagai angkot, ternyata menggunakan Toyota Avanza dan Wuling, namun ia tidak ingin berbicara banayak soal detail kendaraan tersebut.

“Dua contoh ini sudah kita tunjukan ke Gubernur dan beliau mengapresiasi saat soft launching OK Otrip. Untuk tipenya apa nantilah, kita tidak jualan merek di sini, makanya tadi saya bilang koperasi bebas gunakan mereka apa saja asal itu unit pabrikan dan nyaman digunakan.,” ujar Safruhan.


Ketika mengkonfirmasi ke pihak Wuling, Dian Asmahani selaku Brand Manager SGMW Motor Indonesia, menjelaskan, memang ada proses diskusi dengan pihak Organda, namun belum ada informasi kelanjutannya.

“Memang ada pembicaraan ke sana, tapi secara official belum ada informasi dari sales fleet. Bentuk kerja sama dan nanti untuk modanya seperti apa juga belum,” ucap Dian kepada KompasOtomotif, Jumat (15/12/2017)

Sementara Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan secara detail belum ada gambaran, tapi dia menyakini bila pun digunakan unitnya mengambil dari model Transmover.

“Saat peluncuran awal saya sudah terangkan bahwa peruntukan Transmover untuk public transportation. Pengertianya kan bukan hanya untuk taksi saja. Untuk permintaan khusus dari Organda, saya belum tahu, tapi kalau hanya masalah melepas kuris sebelah kiri di baris kedua harusnya tidak masalah, mereka juga bisa melakukan sendiri,” ucap Soerjo.

roda2blog di sosial media

3 Komentar

  1. kalo kota besar cocoknya minimal pake bus ukuran sedang. Kalo untuk untuk daerah sih gak apa2.
    Revitalisasi kendaraan itu rutinitas wajib yg harus dilakukan. Harusnya Organda fokus ke masalah klasik yg sepertinya nggak pernah selesai misal ngetem, berhenti sembarangan, sistem setoran, tarif gak jelas, sopir tembak, keamanan dsb

Tinggalkan Balasan