Jelajah Telaga Kemuning dan Kampung Berseri Astra Jogjakarta

Gunung Kidul, kabupaten yang dulu identik dengan kekeringan di musim kemarau, sekarang telah berubah menjadi destinasi wisata yang populer di Daerah Istimewa Yogjakarta. Bagi para wisatawan, GK (Julukan Gunung Kidul) punya banyak tempat wisata baru dengan suasana yang benar-benar berbeda.

Mulai dari makan malam yang sembari menikmati pemandangan Kota Jogja dari Bukit Bintang di perbatasan  selamat datang di GK. Lalu ada Gunung Api Purba Nglanggeran beserta embungnya dari puncak bukit. Di sekitarnya juga ada Goa Pindul yang jadi favorit wisawatan dengan fasilitasnya tubing-nya.

Pantai-pantai di seputaran Kota Wonosari, Ibukota GK juga sangat menawan. Ada Pantai Timang yang menantang karena wisatawan bisa mencoba menyebrang ke pulau Timang menggunakan kereta gantung. Pantai Indrayani  dengan pasir putihnya. Pantai Nglambor buat Snorkling yang indah. Pantai Jogan yang ada air terjunya di pinggir pantainya. Pantai Sadeng yang dulunya adalah hulu sungai Bengawan Solo Purba. Pantai Ngobaran dengan suasana Bali-nya. Pantai Drini yang punya dua wajah ombak, ada yang kuat ada yang lemah. Buat yang setia menanti jodoh, juga ada legenda Pantai Pok Tunggal tentang kesetiaan sebuah pohon tua yang berdiri sendiri di tepi pantai. Ada banyak pantai di GK, jumlahnya lebih dari 30 yang kesemuanya sangat eksotis.

Namun kali ini saya ingin mengajak anda untuk menelusuri atau menjelajahi wisata lain di GK, yaitu sebuah Telaga di Dusun Kemuning, Desa Bunder, Kecamatan Patuk.

Gerbang Kampung Berseri Astra Dusun Kemuning

Di tengah derasnya laju industri pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta yang makin metropolis, destinasi kampung  wisata ini menawarkan sebuah ketenangan yang asri, adem dan jauh dari hingar bingar perkotaan, suasanya masih benar-benar nuansa alami pedesaan.

Atraksi utama adalah Telaga Kemuning, di Dusun Kemuning, Desa Bunder, Kecamatan Patuk. Berdasarkan hitungan Google maps, hanya 30KM dari 0 Kilometer Jogja atau kawasan Malioboro Keraton. Sedangkan atraksi yang paling penting adalah sebuah ketenangan, merasakan suasana adem pedesaan.

Kiprah Astra dalam Mengembangkan Kemuning menjadi Kampung Berseri

Sejak tahun 2016, Dusun Kemuning telah menjadi Kampung Berseri Astra. Yaitu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Astra Internasional yang fokus pasa pengembangan kampung terpilih pada 4 unsur, yaitu Kesehatan, Lingkungan, Pendidikan dan Kewirausahaan.

Bapak Suhardi mengajak saya keliling kampung Kemuning, video ada di Vlog bagian bawah ya

Untuk menggali informasi tentang kiprah Astra yang turut mengembangkan Dusun Kemuning menjadi kampung berseri, saya bertamu ke rumah kepala Dusun Kemuning, Bapak Suhardi, Kamituwo atau Kepala Dusun Kemuning.

Menurut beliau, berdasarkan data di kampung ini ada 117 Kepala Keluarga dengan penduduk total ada 325 jiwa.

Beliau sangat bersyukur dusunya terpilih dalam program Kampung Berseri Astra, tidak hanya pembangunan fisik tapi juga masa depan warga kampungnya juga tercerahkan dengan berbagai program dari CSR Astra seperti beasiswa pendidikan untuk para remaja dan pemudanya.

Di sektor pendidikan, PT Astra Internasional menyediakan beasiswa bagi warga Kemuning usia pelajar. Dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi.

Warga menukarkan kupon berobat

Sedangkan untuk kesehatan, ada Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk lansia dan balita. Tahun ini, Posyandu Dusun Kemuning juga berhasil maju ke babak final di lomba Posyandu dalam hari Kesehatan Astra di Makassar pada November 2017.

Menjadi Tuan Rumah Jambore Adiwiyata

Di bulan April 2017, Kampung Kemuning mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Jambore Adiwiyata Astra dalam rangka memperingati Hari Bumi dan Hari Ulang Tahun Astra ke-60.

Jambore tersebut dihadiri peserta 250 murid dan guru dari 70 Sekolah Adiwiyata SD, SMP dan SMA dari 10 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat.

Kegiatan Jambore diselenggarakan dengan beragam pokok kegiatan di antaranya, eksplorasi kenekaragaman hayati, eksperimen sains dan lingkungan, permainan edukatif, pentas seni lingkungan serta jelajah hutan Wanagama di sekitar telaga Kemuning.

Para peserta Jambore Adiwiyata berfoto bersama dengan direksi Astra Internasional.

Hutan Wanagama sendiri merupakan inisiasi Astra dengan menanami 110.000 pohon jati dan nangka di area seluas 90 hektare pada tahun 2012. Saat ini pohon jati di Wanagama tersebut sudah memiliki diameter 5-6 cm, mengingat diperlukan waktu yang panjang untuk mencapai diameter pohon dewasa.

Pengembangan Potensi Wisata

Selama ini wilayah Desa Bunder termasuk Dusun Kemuning, sudah sangat akrab sebagai rute favorit bagi penghobi motorcross di kawasan Yogyakarta. Selain Danau, sekitar 1 KM darinya juga ada hutan wisata Astra Wanagama yang cocok untuk arena sepeda downhill sampai motorcross.

Saat ini sedang ada pembangunan jembatan gantung untuk memudahkan mobilitas pengguna kendaraan roda dua. Jika sudah selesai, trek rute desa kemuning sangat cocok untuk motoran, pemandangan desa, hutan dan perbukitanya sangat menawan.

Peserta Jambore Adiwiyata tampak bersenda gurau di tepi telaga Kemuning

Selama ini Telaga Kemuning juga sudah menjadi jujugan bagi para penghobi mancing di hari minggu. Adanya pendopo pertemuan yang dulu dibangun oleh Astra untuk Jambore Adiwiyata juga cukup membantu untuk even lomba mancing.

Area sekitarnya juga cocok untuk dijadikan bumi perkemahan. Fasilitas MCK juga telah tersedia komplit dengan sumber air bersih yang juga tersedia ada.

Untuk membuat Telaga Kemuning lebih ramah pengunjung, masih dibutuhkan sokongan terutama untuk membuat spot tempat nongkrong yang nyaman di sekeliling telaga dan penambahan fasilitas seperti rumah pohon untuk selfie, biar kekinian.

Selain telaga Kemuning  dan hutan Wanagama juga ada obyek wisata lain seperti Air Terjun, bekas telapak kuda misterius di atas batu yang disebut Batu Tapak Jaran. Goa Asmara dan Batu Payung.

Untuk budaya, di kampung ini juga ada kelompok kesenian dari warga yang terus dilestarikan yaitu Seni Gamelan dan Wayang Kulit, Kirab Budaya, Tari Pasukan Kuda Lumping tari Jathilan.


Tari Jathilan yang dipentaskan pemuda Dusun Kemuning saat Jambore Adiwiyata Astra sebagai bagian dari program pelestarian budaya oleh Astra

Ketangguhan Daihatsu Xenia Xi 2009
Jika biasanya saya turing memakai motor, tapi kali ini saya nekad membawa mobil MPV Daihatsu Xenia Xi buatan tahun 2009 ke kampung Kemuning. Padahal medan jalanya cukup susah, namun mobil ini memang sudah cukup tangguh menerjang tanjakan.

Daihatsu Xenia Xi 2009 mobil keluarga yang tangguh dan nyaman dengan latar belakang Telaga Kemuning yang syahdu.

Selama hampir 8 tahun merawat mobil ini belum ada keluhan atau kerusakan mesin yang saya alami. Semua masih oke.

Sempat terfikir untuk mengganti mobil dengan model Low MPV lainya yang sekelas. Namun belum menemukan yang bisa senyaman Xenia untuk ruangan di dalam kabin, terutama untuk kursi belakang.

Deret kursi belakang Xenia sudah cukup manusiawi diduduki penumpang. Cukup nyaman jika 1 mobil Xenia diisi 6 orang. 2 di belakang, 2 di tengah dan 2 di depan. Atau tengah diisi 3 juga bisa.

Untuk keluarga dengan 2 anak, mobil jenis MPV adalah  pilihan bijak. Saat perjalanan jauh liburan keluarga, anak-anak bisa tidur selonjoran di kursi tengah dan kursi belakang.

Yang bikin cinta lagi adalah biaya perawatan dan spare partnya yang murah meriah. Selama hampir 8 tahun merawat, pernah mengganti part berikut ini,

1. Spion kanan elektrik, harganya 550ribu komplit original Astra.
2. Stoplamp belakang kanan, harga 180rb komplit original Astra.
3. Shockbreker kiri belakang, harga 150ribu original Astra.

Gimana? harga spare part originalnya cukup terjangkau kan.

Berikut ini Vlog dari dashcam si Xenia saat menyusuri jalanan ke Kampung Berseri Astra Kemuning, Gunung Kidul, Jogjakarta.


Penutup
PT Astra Internasional selama 60 tahun usianya terus membangun bangsa dan negara melalui program-program CSR dan yayasan-yayasan di bawahnya. Sebagai informasi, saat ini ada total 9 yayasan sosial di bawah astra, yaitu sebagai berikut ini:

  1. Yayasan Toyota Astra Motor.
  2. Yayasan Astra Honda Motor
  3. Yayasan Amaliah Astra
  4. Yayasan Dharma Bakti Astra
  5. Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim
  6. Yayasan Astra Bina Ilmu
  7. Yayasan Karya Bhakti United Tractors
  8. Yayasan Agro Lestari Foundation
  9. Yayasan Insan Mulia

Selama 60 tahun berkiprah, PT. Astra Internasional juga terus menumbuhkan semangat nasionalisme terutama masalah taat pajak demi kelangsungan pembangunan negara. Buktinya?

Sebagai informasi saja, setelah jalan-jalan ini, saya diundang oleh PT. Astra Motor Yogyakarta selaku main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Yogyakarta dalam rangka launching motor trail terbaru produk Honda CRF150L.

Konferensi Pers Launching Honda CRF150L di Purbalingga untuk wilayah Yogyakarta, Kedu dan Banyumas

Sebagaimana yang jamak diketahui, motor trail ini adalah motor hobi yang biasanya hanya digunakan pada hari sabtu-minggu atau liburan di sikuit atau medan offroad. Dari rumah ke sirkuit pun, diangkut menggunakan mobil ataupun ditowing.

Biasanya banyak penghobi trail yang memilih membeli motor tanpa membayar pajak, atau istilahnya off the road. Karena harganya akan lebih murah, bahkan bisa sampai separo harga.

Ketika ditanyakan hal ini, oleh penghobi dan blogger otomotif secara diam-diam di balik layar. Bapak Budi Hartanto, selaku Marketing Region Head Astra Motor Yogyakarta, menjawab dengan tegas,

“Menghilangkan pajak sama saja dengan menghianati negara, Kami di Astra tidak pernah menghianati negara demi penjualan atau keuntungan,” kata beliau tegas. Karena memang jika dijual Off The Road tanpa pajak, motor trail memang pasti bakal bisa lebih laris dibandingkan jika dijual On The Road yang harganya pasti lebih mahal. Tamun sekali lagi,  taat pajak adalah bagian dari jiwa patriot nasionalis cinta negara.

Di tahun 2016, dua anak perusahaan Astra meraih penghargaan dari Dirjen Pajak sebagai wajib pajak teladan. Yaitu, PT Astra Sedaya Finance dan PT Astra Daihatsu Motor.

Dari jalan-jalan saya kali ini, selain berwisata alam, saya juga belajar tentang kiprah Astra dalam membangun Indonesia hingga ke pelosok daerah dan produk Astra yang memang berkualitas. Serta pelajaran nasionalisme yang tinggi untuk tetap taat pajak.

Semoga menginspirasi.

 

 

roda2blog di sosial media

1 Komentar

Tinggalkan Balasan