Perawatan  Mesin Disel Lebih Mahal Dibanding Mobil Bensin? 

Mesin diesel terkenal lebih tangguh dan punya biaya perawatan yang lebih ringan, demikian anggapan sebagian besar orang. Asumsi ini bisa benar bisa salah.
Secara teori mesin diesel punya kinerja lebih berat karena menahan big bang ledakan bahan bakar di dalam mesinya. Beda dengan mesin bensin yang bbm-nya dibakar.

Makanya material mesin diesel harus lebih kuat, jika enggak ya gampang rontok. Nah karena karakteristiknya itu, ternyata ada 4 produsen mobil yang dianggap gagal membuat mesin diesel yang awet dan murah biaya perawatanya.

Empat pabrikan yang dianggap membuat mesin diesel adalah pabrikan Alfa Romeo, Land Rover, Kia, dan Mazda, jika membeli mobil dari merek tersebut, sebaiknya pilih bensin dibanding bensin.

Sebuah penelitian mengungkapkan mesin diesel ke-4 merek tersebut memiliki risiko rusak 3 kali lebih besar dan biaya perbaikan 20 persen lebih mahal.


Rata-rata biaya perbaikan mesin diesel ke-4 merek tersebut adalah £517 (setara Rp 9,7 juta). Sedangkan rata-rata perbaikan mesin bensin sebesar £433 (Rp 8,1 juta). Angka tersebut didapat dari analisis dari 30.000 kerusakan mobil bensin dan diesel dengan umur 3-8 tahun dalam waktu 12 bulan. Data diatas menurut penelitian MotorEasy.


Hanya 7 pabrikan dari 25 pabrikan yang memperlihatkan versi diesel lebih kuat dibanding versi bensin. Diantara produsen mobil Diesel yang bagus adalah Audi, Skoda, Mini dan Peugeot dan BMW. Sedangkan yang terbaik buatan Skoda, dengan rata-rata kerusakan pada mesin sebesar 9 persen.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan